Tips

Ketika Kamu Tak Bisa Terima Cintanya Tapi Tak Mau Menyakitinya

Menjadi orang dicintai adalah harapan semua orang. Tetapi untuk menjalin hubungan dengan orang yang tidak kita cintai dapat menjadi suatu masalah yang tidak dapat dianggap remeh. Di satu sisi kita harus bersyukur bahwa ada orang yang mencintai kita dengan tulus. Tapi di sisi lain kita tidak akan bisa bersamanya jika kita tidak merasakan hal yang sama dengannya. Melihat ketulusan cinta yang dia berikan, tentu kita tidak akan tega untuk menyakitinya.

Ditolak oleh orang yang kita cintai pasti akan menimbulkan rasa sakit. Untuk itu kita perlu cara yang halus dalam menolak cinta dia yang telah tulus terhadap kita. Hal itu tentu tidak mudah. Tetapi setidaknya kita berusaha agar dia tidak merasakan sakit yang berlebih. Beberapa cara berikut mungkin dapat membantu.

Tak Perlu Keras Menolaknya, Tapi Harus Jelas Tanpa Memberi Harapan

pasangan

Penolakan akan membuat seseoarang patah hati, jangan menambahkan rasa sakit dengan memberikan jawaban singkat dan pergi begitu saja. Jelaskan dengan baik alasan kenapa tidak bisa menerimanya. Tapi di sisi lain, jangan bermain-main dengan perasaan orang lain. Tidak ingin menyakitinya, bukan berarti terus menggantungnya dalam harapan.

Hindari kalimat, “aku ingin kamu menjadi kakak (atau adikku)”, “aku ingin kita jadi teman yang bisa terus jalan bareng”, “kita jalani dulu apa yang kita punya”, dan sejenisnya. Hindari kata-kata bersayap seperti ini. Karena menunda penolakan hanya akan memberikan rasa penolakan yang lebih keras pada akhirnya.

Ajak Dia Bicara Berdua Secara Langsung, Jangan Lewat Sosmed

smartphone pemisah

Untuk menghindari adanya kesalahpahaman, hindari pembicaraan lewat sosial media atau handphone. Cobalah untuk bertemu dan bicara bersama. Jelaskan alasanmu tidak dapat menerimanya untuk menhindari adanya salah paham.

Bahasa teks sering kali tidak mampu menyampaikan pesan secara jelas. Karena masing-masing baik pemberi pesan maupun penerimanya, memaknai tulisan tersebut secara berbeda. Karena itu, jangan pernah memberikan penolakan lewat sosial media atau aplikasi chat.

Pergunakan Kata “Aku” dan bukan “Kamu”

menunjuk

Cobalah untuk membangun kalimat dengan kata-kata aku dan saya. Ini akan menjelaskan bahwa yang membuat hubungan ini tidak bisa terwujud adalah kita, dan bukan mereka yang telah menyatakan cintanya. Mereka adalah sebaik-baik mereka, tapi permasalahannya ada di dalam diri kita sendiri.

“Aku memang menikmati jalan bersamamu, tapi aku tidak bisa menemukan perasaan yang sama dengan yang kamu rasakan kepadaku saat ini” Ini adalah contoh kalimat yang baik untuk diutarakan.

Jujurlah, Karena Kejujuran Yang Pahit Jauh Lebih Baik Dari Kebohongan Paling Manis Sekalipun

duduk

Jangan berusaha mengarang-ngarang cerita hanya untuk bisa menolak cintanya. Misalnya mengatakan bahwa “aku sudah punya pacar” padahal nyatanya belum malah akan memperburuk situasi. Orang lain yang jatuh cinta dan memperhatikan kita tentunya bisa merasakan jika kita berbohong kepadanya. Karena itu ceritakanlah yang sesunguuhnya kenapakita tidak bisa menerimanya.

Jangan Memaksanya Untuk Tetap Berteman, Sebagaimana Kamu Tak Mau Dipaksa Menerima Cintanya

berjalan

Berika ia kebebasan penuh menentukan hubungan selanjutnya denganmu. Ia punya hak penuh untuk itu. Menerima penolakan tidak lah mudah. Patah hati adalah sesuatu yang begitu berpengaruh pada kehidupan. Sadarilah bahwa memang tidak mudah untuk tetap berhubungan, melihat dan bertegur sapa dengan orang yang kita sayangi tapi tak bisa kita miliki. Karena itu, biarlah ia menentukan bentuk hubungan dengan kita yang selanjutnya.

Yakinkan dia bahwa ada jodoh dari Tuhan yang terbaik untuknya dan itu bukan kamu

menikah langgeng

Bersikaplah lebih bijaksana. Yakinkan dia bahwa setiap orang di dunia ini akan bertemu jodoh terbaiknya yang dikirim oleh Tuhan untuknya. Berikan penjelasan juga kepadanya bahwa jodoh terbaik dari Tuhan untuknya bukanlah dirimu. Berikan dia semangat dan keyakinan bahwa suatu saat dia pasti bertemu dengan jodoh sejatinya.

Kasus Khusus: Menolak Cinta Orang Yang Tak Bisa Menerima Penolakan

marah

Dalam kasus-kasus tertentu, ada orang-orang yang tidak bisa menerima kata penolakan. Di situasi seperti ini, kamu boleh untuk bertindak ekstrim, dan berbeda dengan situasi di atas. Tidak menemuinya langsung atau dengan berbohong sah kamu lakukan untuk tipikal orang yang seperti ini. Beberapa bahkan mungkin masuk dalam tahap “mengganggu”, cobalah meminta bantuan kawan atau kerabat untuk menyelesaikan kasus macam ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Mereka yang Sering Menyendiri Bukan Berarti Tak Punya Empati

Deretan orang yang tergabung dengan banyak kawan, barangkali jadi idola semua teman. Mereka disebut-sebut sebagai sosok yang mudah bergaul, pintar bersosialisasi, dan hal itu pulalah yang membuat mereka disenangi. Sebaliknya, dia yang katanya tak punya kawan. Tak pernah berbaur dengan banyak orang, mungkin akan dicap sebagai sosok yang kurang pergaulan, tertutup pada dunia luar, padahal belum tentu semua itu benar.

Untuk tak terdengar sedang memojokkan mereka yang ada di pihak “Tak punya banyak teman”, baiknya kita membuka mata. Tentang apa yang sesungguhnya mereka rasa. Wajar memang jika kita akan memberi berbagai macam opini yang bertujuan untuk membantu mereka untuk pintar bersosialisasi. Tapi bukankah setiap pilihan pasti ada alasannya?

Sama Seperti Apa yang Sedang Kita Pikirkan, Bisa Jadi Ia Pun Sedang Berusaha Agar Lebih Berani

Yap, sebagaimana kita yang sedang berusaha untuk memintanya lebih terbuka dengan orang. Barangkali hal yang serupa juga sedang ia upayakan saat ini. Sebagai sosok yang berbeda, mereka yang katanya sulit bergaul memang tak punya keberanian untuk membuka obrolan, menyapa orang, hingga bentuk komunikasi lain yang mungkin terasa biasa untuk kita.

Agar tak menyinggung perasaan mereka, daripada terus-menerus mempertanyakan sikap diamnya. Ada baiknya kita jadi teman yang bersedia untuk menemani mereka untuk lebih terbuka. Setidaknnya dari kita, mereka mungkin bisa belajar bagaimana pola komunikasi yang akan memudahkan ia membuka obrolan dengan orang.

Lagipula Berhakkah Kita Untuk Menentukan, Banyak Tidaknya Teman Jadi Wujud dari Kepribadian?

Tak tahu siapa yang menjadikannya sebagai acuan, tapi percaya atau tidak kita berada pada lingkungan yang kadang menilai seseorang berdasarkan siapa dan berapa banyak teman yang ia punya. Dengan mudah, si pemilik teman banyak dinilai sebagai orang baik yang mudah bergaul sedang si pemalu yang lebih banyak menyendiri, konon adalah pribadi yang tak mau berbagi.

Jika kita bisa mengatakan bahwa si pemilik teman banyak adalah orang baik, mengapa hal serupa tak bisa kita sematkan pada mereka yang tak punya teman juga. Toh mereka sama, sama-sama punya alasan atas pilihan hidupnya.

Fakta Lain yang Harus Kita Mulai Akui, Orang-orang Seperti Ini Selangkah Lebih Maju dari Kita yang Katanya Mudah Disenangi

Jangan selalu berpikir bahwa, kehidupan yang kita jalani lebih baik dari mereka. Untuk banyaknya pengalamanan dalam hal bersosial dan berbagi dengan teman. Kita mungkin bisa menang, tapi adakah yang bisa menjamin jika hidup kita lebih baik dari mereka? Tentu tidak.

Gambarannya begini, terbiasa berada dalam lingkup pertemanan yang ramai membuat kita merasa ketergantungan. Sehingga satu kali kala hidupmu benar-benar sepi tanpa teman, kamu pasti sadar bahwa ini berat.  Sedanngkan mereka? Mau ada tidak ada teman, ia sudah terbiasa untuk melakukan banyak hal seorang diri saja. Ini hanya satu contoh, masih banyak fakta lain yang juga jadi gambaran bahwa mereka juga ternyata punya kelebihan dari kita.

Sebab Kemampuan Mereka Menjalani Hari-harinya, Pastilah Lebih Mudah dari Kita

Banyak teman memang bahagia, tapi jangan lupa juga jika banyak teman juga bisa membuat kita pusing tak terkira. Kamu pasti paham kan, jika setiap orang hadir dengan watak yang sikap yang berbeda. Sebagai teman yang akan menjalin hubungan dengan mereka. Mau tak mau, kita harus melunakkan diri. Terbuka untuk memahami dan sering pula berakhir dengan pusing sendiri.

Lalu apakabar dengan mereka? Hem sepertinya sama saja. Hari-hati yang dilalui oleh mereka bisa jadi terasa lebih mudah dan ringan. Sebab tak perlu terhubungan dengan berbagai macam sikap manusia yang katanya adalah teman.

Jangan Buru-buru Memberi Vonis Kepada Mereka, Bisa Jadi Apa yang Kita Percaya Adalah Sesuatu yang Salah

Satu hal yang perlu kita ingat, setiap orang punya alasan untuk menentukan setiap pilihan. Sebagaimana kita yang memilih untuk dekat dan menjalin hubungan dengan banyak orang. Orang-orang yang sendiri juga pastilah punya alasan, tentang mengapa ia hanya terbuka pada orang-orang tertentu saja.

Tak ada  yang berhak untuk menjatuhi sebuah sebutan yang tak enak pada mereka. Apalagi sampai bilang jika mereka ini adalah sosok yang hilang empatinya. Setiap orang punya hak yang sama, begitu juga denngan kita dan dirinya.

Nikmat Memang Punya Teman Banyak, Tapi Apakah Itu Adalah Sebuah Keharusan?

Dari berbagai macam aspek, memilik teman memang mendatangkan banyak manfaat. Selama itu adalah pertemanan yang sehat ya. Karena biasanya, semakin banyak teman maka semakin banyak punya hall-hal yang kadang datang di luar perkiraan. Dari yang tadinya ingin membahas film, bisa jadi berubah dengan menjadikan permasalah kawan lain jadi topik perbincangan.

Punya banyak teman, bukanlah sebuah keharusan jadi tak ada aturan yang bisa membedakan kita. Sebab semua manusia sama saja.

Karena Pada Intinya, Setiap Orang Punya Cara yang Berbeda Untuk Menikmati Hidupnya

Kita mungkin menilai bahwa minum kopi adalah kenikmatan yang hakiki di pagi hari, tapi kawan lain justru memilih teh sebagai hidangan minuman pagi. Ya, setiap orang lahir dan besar dengan pandangan yang berbeda. Apa yang kita suka belum tentu disukai oleh orang lain, begitu  pun sebaliknya.

Rona bahagia dari kita yang terlihat sedang bersama dengan banyak teman, bisa jadi pilihan. Tapi mereka yang memilih untuk lebih banyak menikmati hidupnya dengan sendiri juga punya hak yang berbahagia dengan caranya sendiri. Tak sama, bukan berarti kita berhak untuk berkata bahwa dia salah. Maka belajarlah untuk saling menghargai dalam segala hal dalam hidup yang kita jalani.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Beberapa Keuntungan Kalau Kamu Menikah Tanpa Mengadakan Pesta

Menikah sebenarnya adalah hal yang mudah, tetapi yang sedikit sulit adalah menahan macam-macam omongan dari luar. Sesungguhnya tanpa mengadakan pesta hura-hura yang berselebrasi dalam hitungan jam saja, kamu sudah bisa dianggap menikah secara sah. Tanpa perlu mengundang banyak orang terkait status barumu dengan pasangan.

Namun, budaya merayakan pesta menjadi salah satu alasan seseorang berusaha untuk melakukannya. Terlebih lagi biaya yang membumbung tinggi membuat laki-laki berpikir dua kali untuk segera menghalalkanmu. Lantaran takut diganjar biaya yang nantinya dapat membuat dia pusing kepala.

Kalau berbicara keuntungan tanpa mengadakan pesta sebenarnya banyak sekali, apalagi biaya pernikahan sekarang sudah mencapai angka Rp 50 juta sampai yang Rp 200 juta dan selebihnya pun ada. Kalau kamu pikir-pikir apabila duit itu kamu dan pasanganmu kelola untuk hal lain, bisa membuat keuntungan yang hakiki bahkan sampai ke titik level bahagia.

Mendambakan Rumah Idaman di Mana Kamu dan Dia Berada Satu Atap dengan Sebaris Suasana

Dibalik hegemoni apartemen yang tengah gencar-gencarnya dibangun dan dipasarkan, tentu saja tak ada lebih nyaman selain tinggal di rumah. Rumah menjadi salah satu tempat yang membuatmu dan pasangan dapat berbagi kenyamanan daripada harus tinggal di rumah orangtua, atau mengontrak. Toh juga nanti kalau kamu mengadakan pesta, rumah menjadi tagihan nyata yang harus segera diadakan. Daripada menghabiskan duit puluhan bahkan ratusan untuk itu semua, lebih baik mencari rumah secara segera, ‘kan?

Membangun Usaha Guna Menghadapi Masa Depan yang Kian Membebankan Kehidupan

Membangun usaha menjadi salah satu solusi guna menyiasati biaya hidup, pendidikan si anak nanti, dan masa tua saat tidak dapat produktif lagi. Kalau saja kamu dan dia memiliki bayangan membangun usaha, biasanya modal yang menjadi kendala. Ketika kamu sudah membicarakan konsep dan target dengan matang, tapi masih menunggu modal, tentu saja hal itu bisa menjadi fana. Karena usaha tergantung momentum. Ketika biaya pesta pernikahan kamu alihkan, bayangkan saja usaha apa yang tak bisa kamu buat?

Plesiran ke Luar Negeri sampai Tempat Indah yang Tadinya Mustahil Bisa Terjadi

Biaya pesta pernikahan sudah menghabiskan uang ratusan juta, belum lagi keinginan untuk plesiran bulan madu ke tempat yang benar-benar romantis untuk berdua. Memikirkannya saja sudah membuat kamu pusing, mesti kerja apalagi untuk menambal biaya demi kebahagiaan menjadi suami istri.

Maldives, Raja Ampat atau luar negeri lainnya, bisa kamu sambangi dengan cara mengelola biaya pesta dijadikan untuk berbulan madu saja. Dengan itu, kamu bisa merealisasikan mimpimu untuk pergi ke sana. Bukan dengan di media sosial yang membungkus harapan lewat keyakinan dengan cara menge-tag pasanganmu di instagram yang ingin kamu ajak ke tempat itu.

Beli Kendaraan Mewah Bukan Sekedar Mimpi Semata

Memimpikan memiliki kendaraan mewah memang  bukan hal yang sia-sia. Memang, hasrat untuk memiliki sesuatu tak bisa dihindarkan sebab sudah jadi tabiat manusia. Apalagi kalau barang tersebut menjadi suatu cita-cita. Nah, kalau kamu ingin, bisa saja mengalihkan dana pesta untuk membeli mobil tersebut. Kalau sudah tak dipakai bisa dijual atau menjadi bahan investasi. Sedangkan pesta, hanya menghabiskan uang dalam waktu singkat. Kamu pilih yang mana?

Melaksanakan Ibadah ke Tanah Suci

Melaksanakan ibadah ke Tanah Suci sangatlah diinginkan oleh setiap orang yang beragama Islam. Nah, kalau kamu berani mengalokasikan dana untuk pergi ke sana, otomatis perjalanan kisah pernikahanmu pun diharapkan jadi lebih berkesan dan diberkahi Yang Maha Kuasa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sesungguhnya Hubungan Itu Soal Tahapan, Mungkin Kamu Pernah Merasakan Tapi Tidak Paham

Satu ikatan, menjalani kehidupan, berbagi perhatian dan cinta adalah esensi bagaimana hubungan berjalan semestinya. Banyak dari mereka yang katanya mengerti cinta, mengatakan kalau berpacaran atau berhubungan itu adalah soal berbagi perhatian, saling mencintai dan juga mencurahkan apa yang dirasakan. Dan hal itu disebutnya sebagai tahapan dalam berhubungan.

Padahal bukan seperti itu yang dinamakan tahapan atau fase yang dilalui setiap pasangan. Menurut Independent, dalam sebuah survei yang dilakukan eHarmony sebuah aplikasi kencan asal Australia yang telah menyurvei lebih dari 1000 orang menyatakan, terhadapat 5 tahap yang dialami setiap pasangan dalam membangun hubungan mereka. Tahapan-tahapan itu menjadi penanda berada diposisi manakah kamu dan pasangan sekarang.

Masa-masa Awal, Saling Berbagi Perasaan Masih Dominan, dan Konflik Pun Belum Ditemukan

Wajar, di masa-masa awal, rasa cinta atau kasmaran masih bergelora. Saling cinta, saling mengenal satu sama lain menjadi pembahasan yang selalu ditanyakan setiap hari. Obrolan pun tak luput dari seputar saling menyelami kehidupan masing-masing. Bahkan kekurangan dan kebaikan masih diperhatikan dan belum terlihat secara keseluruhan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top