Feature

Cara Mengusir Lemak di Perut dan di Kaki Ternyata Berbeda

Punya timbunan lemak yang sukar hilang sering membuat pusing sendiri. Rasanya segala usaha seperti olahraga sudah dilakukan, hanya saja lemak tak kunjung hilang. Sebentar, yakinkah olahragamu sudah benar? Sebab faktanya, mengusir lemak di area tubuh tertentu punya cara yang berbeda-beda. Misalnya kamu merasa ada timbunan lemak di tangan, cara menghilangkannya tentu tak bisa dengan melakoni olahraga yang sama untuk mengusir lemak di area perut.

Untuk Lemak di Area Tubuh Bagian Atas, Begini Caranya…

Sebelum mengulasnya lebih jauh, pastikan kamu tahu penyebab lemak menumpuk. Biasanya lantaran kamu sendiri mungkin kurang aktif bergerak namun suka banyak makan. Nah, kalau sudah terlanjur, lebih baik mulai giatkan latihan seperti berlari, berenang, bersepeda, sampai aerobik. Pilih latihan yang kamu suka dan lakukan setidaknya selama 30 menit. Di samping itu, hindari dulu yang namanya makanan cepat saji, soda, serta alkohol. Akan lebih baik lagi kalau kamu mengonsumsi banyak air putih, sayuran, dan buah-buahan.

Sementara Kalau Lemak Justru Mengumpul di Area Perut Bawah, Berarti Kamu Harus…

Ada yang justru memiliki timbunan lemak di area perut bawah. Hal ini selain mengganggu aktivitas tentu membuat tingkat kepercayaan diri menurun, bukan? Penyebabnya lantaran stres dan depresi. Karenanya, kalau tak mau dibayang-bayangi lemak semacam ini, sebaiknya luangkan waktumu untuk melakukan yoga dan meditasi. Di samping itu, miliki juga waktu tidur yang cukup ya. Untuk asupan gizi, para ahli menyarankan mengonsumsi teh hijau tiga kali sehari.

Untuk Lemak Tubuh Bagian Bawah, Sering-sering Squat, Ya!

Kelebihan gluten dapat menyebabkan lemak mengumpul di area paha hingga bokong. Karenanya, untuk menghilangkannya kamu perlu berolahraga secara teratur. Beberapa latihan terbaik yang bisa kamu lakukan yaitu squat, bersepeda, hingga menjajal leg raise. Tapi untuk hasil lebih maksimal, seimbangkan dengan konsumsi segelas jus lemon ya!

Perut Buncit Sering Jadi Permasalahan, Ini Dia Cara Mengatasinya

Nah, yang satu ini bisa jadi yang dianggap paling mengganggu. Perut yang kelihatan menonjol alias buncit sejatinya tak baik untuk kesehatanmu. Penyebabnya bisa beragam, ada yang karena terbiasa mengonsumsi alkohol, ada juga yang kurang asupan serat. Kamu perlu tahu, lemak di perut sejatinya bisa menyebabkan beberapa penyakit semisal diabetes dan memperburuk kesehatan organ hati. Untuk mengatasinya, pilihlah olahraga seperti crunches, plank, v-up, kotrek, dan lain-lain.

Sementara Untuk Lemak di Area Paha Hingga Betis, Itu Artinya…

Ada yang mengira kalau ukuran kaki tampak membesar itu artinya kamu terlalu sering mengonsumsi fast food. Padahal sejatinya hal ini lantaran ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Karenanya, periksalah kadar hormon kalau kamu sampai merasa lemak di kakimu mulai sangat mengganggu. Lakukan diet ketat kaya serat dan rutinlah berolahraga setiap harinya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Urusan Paru-paru Tak Bisa Dianggap Enteng, Segera Periksa Ke Dokter Kalau Batukmu Kian Kronis

Paru-paru merupakan salah satu organ terpenting yang ada di dalam tubuhmu. Tak ada alasan untuk tidak merawatnya. Terlebih organ yang satu ini langsung berhubungan dengan peredaran darah. Karenanya, jika paru-parumu bermasalah, tubuhmu pun akan mengalami masalah terutama pada sistem metabolisme tubuh.

Untuk itu, kamu wajib waspada jika ada beberapa tanda atau gejala yang muncul lantaran masalah paru-paru. Mulai dari sekarang, jangan menganggap sepele permasalahan paru-paru. Penting untuk memperhatikan tanda dan gejala ini karena bisa jadi merupakan awal untuk penyakit paru-paru seperti COPD, asma, atau bahkan kanker paru.

Mengetahui tanda ini dapat membantu mempercepat pengobatan sebelum penyakit semakin parah. Diantara sekian banyak gejala, mengutip dari CNN, ini tanda kalau paru-parumu mulai bermasalah.

Batuk Kronis

Dikutip dari American Lung Association, batuk yang tergolong kronis merupakan batuk yang tak berhenti selama satu bulan atau lebih. Ini merupakan gejala awal yang memberi tahu bahwa terdapat masalah di dalam sistem pernapasan. Gejala semakin terlihat jelas jika batuk kronis ini disertai dahak, darah, atau demam.

Napas Berbunyi

Napas yang berbunyi sering juga dikenal dengan istilah mengi. Seperti dikutip dari Prevention, saat napas sudah mulai mengeluarkan bunyi, artinya terdapat sesuatu yang membuat saluran udara terhalang atau menyempit. Masalah yang muncul dapat berupa asma atau juga emfisema.

Batuk Darah

Darah yang keluar lewat batuk merupakan sinyal darurat adanya masalah pada paru-paru atau saluran pernapasan bagian atas. Batuk darah juga bisa merupakan tanda adanya infeksi atau peradangan di dalam organ sistem pernapasan. Untuk itu, segera periksakan kondisimu ke dokter kalau sudah mengalami gejala ini.

Sesak Napas

Perhatikan napasmu saat setelah beraktivitas. Sesak napas yang ditandai dengan napas pendek, tersengal-sengal, atau sulit bernapas usai beraktivitas yang tidak terlampau berat merupakan salah satu pertanda masalah dalam sistem pernapasan. Paru-paru yang bermasalah dapat membuatmu kesulitan bernapas, bahkan saat tidak melakukan kegiatan yang berat. Sulit bernapas ini terjadi karena sistem pernapasan tak menerima oksigen yang cukup.

Adanya Dahak

Dahak diproduksi oleh saluran udara sebagai bentuk pertahanan tubuh terhadap infeksi atau iritasi. Jika produksi lendir ini tak kunjung henti, bisa jadi terdapat infeksi pada paru-paru atau sistem pernapasan. Datangi dokter sesegera mungkin kalau kamu mengalami tanda-tanda semacam ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bagaimana Cara Menjaga Kebersihan Telinga yang Benar?

Banyak kontroversi yang muncul tentang bagaimana seharusnya cara kita membersihkan telinga dari kotoran. Nah, buat kamu yang masih bingung mengenai hal tersebut, yuk langsung simak saja penjelasan berikut ini.

Sebelum Masehi Sudah Ada Cara Kuno untuk Membersihkan Telinga yang Datang dari Romawi

Tekstur kotoran telinga, baik basah maupun kering ternyata dipengaruhi oleh unsur genetis. Terdapat cara yang dianjurkan dalam buku romawi De Medicina untuk membersihkan kotoran yang menumpuk dalam telinga. Caranya adalah dengan membuat larutan dari campuran minyak hangat dengan madu atau air daun bawang. Jika kotoran dalam telinga sudah encer, maka kotoran tersebut bisa dibersihkan dengan menggunakan air.

Ada Banyak Kasus Gendang Telinga yang Rusak Akibat Kesalahan dalam Membersihkan Telinga

Terdapat sekitar 2,3 juta orang UK berdasarkan hasil analisis tahun 2004 yang menemui dokter akibat gangguan telinga yang disebabkan oleh kotoran telinga. Masalah ini sebenarnya bukanlah sebuah masalah yang bisa kamu sepelekan begitu saja. Jika masalah dibiarkan, maka hilangnya pendengaran mungkin saja bisa terjadi. Seringkali masalah timbul karena orang-orang mencoba membersihkan telinga mereka sendiri namun dengan cara yang salah.

Ada Banyak Cara untuk Membersihkan Telinga, Namun Sampai Saat Ini Masih Belum Diketahui Mana Cara yang Terbaik

Kebanyakan dokter lebih memilih untuk menggunakan pelunak material yang diikuti dengan air. Penggunaan cutton bud memiliki risiko yang cukup tinggi untuk keamanan fungsi pendengaran. Sayangnya meski sudah ada banyak cara untuk membersihkan telinga, sampai saat ini masih saja belum ditemukan cara terbaik dari beberapa pilihan cara yang ada.

Cara Paling Ideal untuk Membersihkan Kotoran Telinga Adalah Menyerahkan Tugas Tersebut pada Dokter Spesialis THT yang Sudah Ahli di Bidang Tersebut

Lebih baik cari aman saja. Kamu bisa memilih cara paling ideal yang ada, yaitu dengan datang ke dokter spesialis THT. Tentu saja dokter ini akan lebih tahu cara mana yang baik untuk membersihkan kotoran di telingamu. Lebih baik hindari membersihkan kotoran sendiri dengan menggunakan cutton bud  jika tidak benar-benar terpaksa.

Cara Pembersihan Kotoran Kekinian dengan Menggunakan Ear-candling Ternyata Juga Memiliki Risiko Tersendiri

Saat ini terdapat cara membersihkan kotoran yang cukup mudah, yaitu dengan teknik ear-candling. Namun sayangnya cara ini juga memiliki risiko. Ada beberapa kasus dimana lelehan lilin yang terbakar justru jatuh ke gendang telinga dan menimbulkan rasa sakit yang cukup hebat. Nah, lebih baiknya memang kamu membersihkan telinga dengan pelunak kotoran kemudian mengeluarkan kotorannya secara perlahan menggunakan alat pembersih telinga kecuali cutton bud ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Kamu Harus Melewati 6 Tes Kesehatan Ini Dulu Sebelum Melangsungkan Pernikahan

Setiap orang tentu ingin menikah bukan? Nyatanya menikah bukanlah hal kecil yang bisa disepelekan begitu saja. Ada banyak persiapan yang harus kamu lakukan sebelum kamu melangsungkan prosesi pernikahan yang cukup sakral itu. Bukan hanya dekorasi, gaun pernikahan hingga souvenir saja yang harus kamu persiapkan, dari segi kesehatan pun ada hal yang perlu kamu lakukan.

Kamu harus melakukan premarital check up sebelum kamu menikah. Berikut adalah rangkaian premarital check up yang perlu kamu ketahui.

1. Tahap Pemeriksaan Secara Umum

Pada tahap ini kamu akan melakukan serangkaian pemeriksaan umum, seperti pemeriksaan fisik, darah, rhesus dan juga pemeriksaan urinalisis lengkap. Tahap ini merupakan tahap pemeriksaan untuk mendeteksi adanya penyakit tertentu.

2. Tahap Pemeriksaan Penyakit Hereditas

Penyakit hereditas yang dimaksud adalah penyakit yang diturunkan oleh orangtua. Dalam tahapan ini, calon pengantin disarankan agar tahu riwayar kesehatan dari garis keturunannya.

3. Tahap Pemeriksaan Penyakit Menular

Yang dimaksud penyakit menular adalah penyakit seperti HIV, hepatitis B dan hepatitis C. Dalam tahapan ini juga akan dilakukan tes TORCH untuk mengetahui adakah infeksi penyakit yang bisa mengganggu kesuburan laki-laki maupun perempuan. Setelah itu akan dilanjutkan lagi dengan pemeriksaan penyakit syphilis dan IMS.

4. Tahap Pemeriksaan Organ Reproduksi dan Kesuburan

Untuk perempuan, tahap pemeriksaan ini terdiri dari pemeriksaan USG dan HSG. Harus ada pemeriksaan lebih lanjut juga untuk perempuan yang memiliki siklus haid yang tidak teratur. Sedangkan untuk laki-laki, biasanya akan dilakukan pemeriksaan fisik di antaranya pemeriksaan penis, skrotum, prostat dan hormon FSH dengan dilengkapi analisis sperma.

5. Tahap Pemeriksaan Tambahan

Tahap ini dilakukan bagi calon pengantin yang memiliki alergi tertentu. Dalam tahap ini juga akan dilakukan vaksinasi dewasa.

6. Tahap Pemeriksaan Ibu dan Calon Ibu

Tahap terakhir ini adalah tahap pemeriksaan yang dikhususkan untuk calon pengantin perempuan yang akan menjadi calon ibu. Pada tahap ini akan dilakukan pemeriksaan periodontal, thyroid stimulating hormone (TSH), pemeriksaan CBC, pap smear dan pemeriksaan kepadatan mineral tulang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top