Feature

Cara Menghadapi Pacar Agar Tak Posesif Pada Jejak Digital

Rasa percaya jadi salah satu pondasi penting untuk menjalin hubungan. Tapi sialnya, membangun relasi ternyata tak semudah yang orang-orang bilang. Selain pertengkaran-pertengakran kecil, aktivitas kita di ranah digital konon kerap jadi sumber persoalan dalam hubungan.

Berkirim pesan dengan teman kadang kala dicurigai sedang chatting dengan selingkuhan. Kawan lain mengirim emoji yang konon jadi tanda kedekatan, kita kerap dituduh sedang ingin berpaling dan memberinya perasaan. Cemburu memang sah-sah saja, karena itu adalah bagian dari tanda cinta. Tapi jika kita tak bisa mengelolanya bisa berdampak buruk pada hubungan berdua.

Daripada persoalan dan keraguan pasangan kian merumitkan hubungan, ada beberapa hal yang bisa kamu praktekkan agar tak lagi dicurigai oleh pasangan dari jejak digital.

Agar Tak Berburuk Sangka, Beritahu Ia Setiap Kali Kamu Ingin Pergi Tanpanya

Tak selamanya kita berdua bersama pasangan. Karena selain dirinya, kita pun punya kehidupan yang tetap harus dijalankan. Keluarga, teman, relasi dan orang-orang lain yang juga memiliki andil dalam hidup kita. Nah, pada setiap kegiatan yang mungkin tak mengikutsertakan dirinya.

Cobalah untuk jalin komunikasi yang searah. Beritahu ia jika kamu ingin pergi dan mungkin tak mengajaknya. Dengan begitu ia tak perlu memasang curiga atau was-was kalau kamu main serong  dibelakangnya. Karena sedari awal kamu sudah menjelaskan akan pergi kemana dan dengan siapa.

Jelaskan Apa yang Akan Kamu Lakukan, Kalau Perlu Ambil Potret di Tempat Tujuan

Masih melanjuti hal pertama yang tadi sudah dijelaskan. Kalau si dia masih terlihat menunjukkan keraguan. Tak ada salahnya untuk memberi tahu ia detail rinci hal yang akan kamu kerjakan. Selama hal itu baik untuk dibagikan, ya kalau menurutmu tak perlu juga tak apa. Cukup jelaskan saja.

Tapi, pasangan biasanya akan lebih merasa yakin jika dirinya melihat situasi apa yang sedang kamu lakoni. Nah untuk yang satu ini kamu bisa mengiriminya foto atau video tentang apa yang kamu lakukan. Niscaya ia tak akan berpikir jika kamu sedang macam-macam.

Tak Perlu Tersinggung atau Marah Jika Ia Bertanya, Jelaskan Apa Adanya

Pada sudut pandang tertentu, pertanyaan dan keraguan semacam ini memang terlihat menyebalkan. Tapi untuk meredam amarah, coba ganti posisinya. Kamu sebagai pihak yang curiga dan dia adalah pihak yang sedang kamu curiga. Dan meminta kejelasan adalah sesuatu yang wajar. Maka untuk itu, tak perlu marah kalau pacarmu kerap bertanya, siapa perempuan yang memberi komen di postingan instagram terbarumu. Atau mendadak diam karena melihat kamu mendapat telepon dari teman lelaki di tempat kerja yang dulu.

Selama yang dipertanyakannya adalah kecurigaan yang biasa dan sesuai pada tempatnya. Kita bertanggungjawab untuk memberinya kejelasan sesuai fakta. Kecuali apa yang ditanyakannya sudah tak masuk akal, maka kamu mungkin perlu marah dan menjelaskan agar ia tak lagi begitu.

Mencoba Hilang Agar Ia Mencarimu, Bukanlah Sesuatu yang Perlu

Yap, komunikasi jadi poin paling penting yang tetap harus dijaga kualitasnya. Jangan hilang tanpa kabar, lalu dua hari kemudian datang tanpa rasa bersalah. Biar bagaimana pun pasanganmu berhak untuk tahu, dimana kamu dan apa yang kamu kerjakan. Sekalipun hal itu mungkin tak disukai olehnya, yang penting kamu sudah memberi tahunya.

Dan jangan pula menghilang dengan sengaja hanya untuk membuatnya khawatir kamu kenapa-napa. Karena kamu tak pernah tahu, bagaimana ia mengontrol dirinya sendiri ketika kamu tak memberinya kabar sehari penuh.

Yakinkan Ia Bahwa Kamu Menyanyanginya dan Kenalkan Dirinya Sebagai Pacar di Sosial Media

Seorang pasangan biasanya akan merasa kian yakin, jika pacarnya mengenalkan ia sebagai pacar di laman sosial media. Bukan untuk sekedar pamer atau ajang pembuktian. Hanya saja, ada keyakinan baru yang lahir pada hati dan perasaannya ketika potret atau namanya kamu sebut serta kenalkan di sosial media.

Tapi, tak berarti kamu harus menyertakan namanya di kolom bio Instagram juga. Mengunggah foto berdua dengan caption yang menyatakan bahwa kalian adalah pasangan saja, sudah cukup meredam keraguanya. Jadi tak ada salahnya untuk dicoba.

Serta Tetapkan Batasan-batasan Bagaimana Kalian Akan Menjalin Hubungan

Tapi dari semua hal yanng tadi bisa diupayakan. Batasan dalam hubungan adalah sesuatu yang juga perlu ditetapkan. Biar bagaimana pun kalian masih berpacaran, ada batas yang bisa dicampuri dengan yang memang tak seharusnya dicampuri. Agar tak saling melukai hati, baiknya sampaikan padanya. Tentang hal-hal yang seharusnya tak perlu dijadikan ajang curiga.

Entah itu perkara pekerjaan, aktivitasmu bersama dengan keluarga, hingga kegiatan nongkrong sekali sebulan yang kamu lakukan bersama teman. Belajarlah untuk saling terbuka dengan menyampaikan apa yang seharusnya ia tahu. Dengan begitu, kalian paham hal-hal apa saja yang boleh dijadikan dasar untuk cemburu dengan yang tak seharusnya dijadikan sumber cemburu.

Jangan salahkan digitalnya, karena biar bagaimanapun kuncinya tetap ada di tangan kita berdua.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Cara Meyakinkan Diri, Jika Memang Ingin Putus dengan Kekasih

Tak akan berjalan tanpa hambatan, setiap kisah cinta pastilah bertemu dengan yang namanya tantangan. Entah itu untuk lebih menguatkan hubungan atau justru menyudahi semua perasaan. Yap, kadang kala meski sudah tahu jika dia bukanlah yang terbaik, kita masih tetap bertahan dengan berbagai macam alasan. 

Keluarga sudah saling kenal, sudah lama berpacaran, tak siap untuk ditinggalkan, lalu mengorbankan perasaan yang sebenarnya sudah tak lagi bisa saling sayang. Benar memang, memutuskan berpisah bukanlah perkara mudah. Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan, terlebih jika hubungan sudah berjalan tahunan. 

Tapi jika hati sudah merasa hubungan ini bukanlah sebuah pilihan yang tepat, merasa tak lagi ada kecocokan, itu artinya kita memang perlu memberanikan diri untuk menyampaikan permohonanan perpisahan. Sebelum itu, ada beberapa hal yang bisa kamu pakai untuk meyakinkan diri sendiri jika memang ingin putus dengan kekasih. 

Kalau Masih Ragu, Mintalah Ia Tak Menemuimu Dulu 

Harus ada jarak memang, agar kita bisa memikirkannya dengan matang. Ini akan jadi fase efektif untuk saling menenangkan diri sementara waktu. Kamu bisa memikirkan keputusan mana yang terbaik untuk dipilih, dan tahu bagaimana rasanya sendiri. Beri ia pengertian jika kamu sedang ingin sendirian. Dengan begitu, ia mungkin tak akan menghungi atau menemuimu dalam beberapa waktu. Pakai masa ini untuk benar-benar berpikir, cari keputusan mana yang akan kau pilih. 

Yakinkan Diri, Jika Pilihan Ini Akan Jadi yang Terbaik untuk Kehidupan ke Depan

Kemantapan hati adalah salah satu hal penting yang harus kita yakini. Setelah satu babak jaga jarak yang sudah berlangsung, coba tanyakan lagi pada hati. Apakah kamu memang sudah mantap untuk berpisah atau masih dalam niat yang setengah.

Jika merasa masih sulit untuk meyakinkan diri, cobalah buat beberapa daftar yang berisikan hal-hal yang membuatmu ingin merasa berpisah dari dirinya dan cobalah cari apa yang bisa jadi solusinya. Lalu lihat lagi, apa saja yang sudah kamu dan si dia lakukan untuk memecahkan masalahnya.

Dari titik ini, kamu akan punya analisa sendiri berisi jawaban jika kemungkinan pasanganmu kelak bertanya apa yang membuatmu ingin putus darinya. 

Jangan Terus Menerus Memikirkan Perasaannya, Sesekali Pikirkan Perasaamu Juga

Dengar, memutuskan untuk berpisah karena sudah tak bisa bersama bukanlah sebuah tindakan yang egois. Ini adalah keputusan baik untuk kalian berdua. Karena, meski akan tetap bersama, jika dirimu sudah tak lagi cinta, tentu tak baik untuknya yang masih berpikir jika perasaan kalian berdua tetap serupa. 

Tak selamanya kita harus memikirkan perasaan orang, adakalanya kita juga perlu memikirkan perasaan dan hati kita, yang mungkin telah ia sakiti berkali-kali. Penting untuk memiliki rasa iba, tapi jika itu justru membuatmu lupa pada hati sendiri, kamulah yang nanti akan tersakiti. 

Hindari untuk Bersikap Labil dan Plin-plan, Sampaikan Apa yang Memang Kamu Inginkan

Memang sih, ini akan jadi babak yang membuatmu serba salah. Tetap bertahan demi perasaannya, tapi memaksakan bersama juga menyakiti hatimu jua. Itulah mengapa kamu perlu untuk jadi benar-benar yakin atas apa yang ingin kamu lakukan dan sampaikan. 

Jika memang sudah ingin berpisah, tetaplah yakin pada apa yang sudah menjadi keputusan. Jangan goyah atas omongan orang-orang, atau memilih keputusan lain hanya karena dipengaruhi teman. Berhenti untuk memberikan harapan pada pasangan. Semakin kamu tegas dan jelas menyampaikan keinginanmu, semakin besar pula kemungkinan untuk kalian putus dengan baik-baik.

Jika Sudah Merasa Siap, Sampaiakan Semuanya Dihadapannya

Hal lain yang perlu kamu catat dan ingat baik-baik, jangan pernah memutuskan hubungan lewat pesan singkat, sambungan telepon, email, atau bentuk lain dari komunikasi yang membuatmu tak terlibat percakapan langsung. Jadilah manusia dewasa yang selalu menyampaikan semua hal dengan bijaksana. 

Ajak ia bertemu dan bersikaplah dewasa untuk memyampaikan keinginan berpisah yang memang kamu inginkan atas hubungan. Sebab biar bagaimana pun, kekasihmu berhak untuk mendengakan semua alasan dan keinginan berpisah yang selama ini mungkin sudah kamu pikirkan matang-matang. Walau akan terasa berat, ini jauh lebih baik daripada kamu pergi diam-diam tanpa memberi penjelasan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Cuma Melepas Perasaan, Ada 7 Manfaat Kesehatan dari Ciuman

Jadi bagian yang pasti terjadi dalam sebuah hubungan, ciuman adalah kontak fisik yang digunakan oleh orang-orang untuk menyalurkan perasaan. Tapi ternyata tak hanya untuk menyalurkan rasa dan membuat bahagia saja, dilansir dari Health Line, ternyata ciuman memiliki manfaat dari segi kesehatan untuk orang-orang yang sering melakukannya. 

Bahkan tak hanya berlaku untuk ciuaman yang kita lakukan dengan pasangan. Ciuman yang sekiranya sering dilakukan dengan teman atau keluarga pun memiliki manfaat yang sama hebatnya. Kira-kira apa saja ya?

Jadi Proses Bertukar Bakteri Baik dari dalam Mulut Masing-masing 

Dikutip dari Biomed Central ketika pasangan berciuman selama sepuluh detik, ada sekitar 80 juta bakteri yang ditransferkan ke satu sama lain. Memang ini cara yang efektif untuk menularkan penyakit. Namun, banyak di antara bakteri tersebut merupakan bakteri baik yang akan meningkatkan kekebalan tubuh. 

“Mikrobioma yang bervariasi bisa membantu mengatur sistem imun dan melindungi tubuh dari bakteri jahat,” kata Dr. Ravella, profesor dari Columbia Medical Center dilansir dari Glamour.

Dengan begitu, ada manfaat baik yang akan diterima oleh tubuh. 

Memperkuat Sistem Imun dalam Tubuhmu 

Tak semua orang memang suka dengan berciuaman. Karena kegiatan ini bisa jadi ajang untuk berbagi penyakit seperti yang sebelumnya sudah dijelaskan. Akan tetapi, kenyataannya, studi dari jurnal Medical Hypotheses menyatakan bahwa ciuman bisa memperkuat sistem imun tubuh terutama pada perempuan. Mereka akan terlindungi dari Cytomegalovirus, virus yang menyebabkan kebutaan dan cacat lahir pada bayi yang dikandungnya.

Bisa Pula Meredakan Reaksi Alergi yang Sedang Diderita Tubuh

Kamu mungkin masih belum percaya, tapi nyatanya ciuman bisa membantu meredakan gejala gatal-gatal yang dirasakan saat alergi. Yap, pada tahun 2006 Hajime Kimata, seorang dokter mencoba meneliti 24 pasien yang memiliki eksim atopik dan rhinitis (alergi pada hidung).

Pasien diminta untuk berciuman dengan pasangannya selama 30 menit sambil mendengarkan musik. Kimata menemukan bahwa antibodi pasien yang bereaksi terhadap alergi berkurang, begitu pula dengan reaksi alergi mereka.

Bagaimana kekuatan dari ciuman mampu membantu tubuh untuk lepas dari reaksi atas alergi yang kita derita. Jadi jika, suatu waktu pasanganmu atau kamu sedang mengalami alergi atas sesuatu yang membuat tubuh terasa gatal. Cobalah meredakannya dengan berciuman. 

Mencegah Kulit Wajah Keriput Lebih Cepat 

Umumnya, selama berciuman, ada 43 otot pada wajah terus bergerak sehingga mereka akan lebih kencang daripada sebelumnya. Walaupun tidak memiliki efek yang sama dengan facelift, ciuman tetap bisa membantumu menjaga agar wajah tidak keriput. Efek tersebut akan lebih terasa jika umurmu sudah lebih dari 35 tahun. Garis kerutan yang tadinya sudah terlihat pada rentang usia tertentu, bisa tersamarkan karena aktivitas ciuman. 

Ciuman Juga Mampu Membakar Kalori dalam Tubuh

Sama halnya dengan berolahraga, ketika kita sedang berciuman semua otot di wajah dan lidah ikut bergerak. Itulah sebabnya, ciuman juga dipercaya mampu membakar kalori dari dalam tubuhmu. Walau jumlahnya tak sebanyak ketika kita berolahraga seperti berlari atau melakukan workout. 

Namun berdasarkan penelitian terkini, dalam setiap menit ciuman ada sekitar 8 hingga 16 kalori yang terbakar tergantung seberapa bergairahnya. Jika dilakukan selama satu jam, kamu bisa membakar kalori setara dengan segenggam permen cokelat. 

Dapat Pula Menurunkan Tekanan Darah 

Sebagaiamana yang sudah kamu tahu, ciuman memberikan efek bahagia pada perasaan ketika sedang dilakukan. Mulai dari membuat perasaan tenang, sampai membuat jantung berdebar-debar. Dan detak jantung yang meningkat inilah yang kemudian membuat pembuluh darah melebar dan mengalirkan darah sehat ke seluruh organ dalam tubuh dengan lancar.

Dengan kata lain, tekanan darahmu akan berkurang. Ditambah lagi saat berciuman, otak akan mengurangi kadar hormon stres kortisol yang bisa memicu penyakit tekanan darah tinggi. Percayalah ini akan menyehatkan tubuhmu. 

Serta Meredakan Sakit Kepala dan Berbagai Penyakit Lainnya

 

Walau terdengar seperti sebuah kebohongan, untukmu yang mungkin pernah berciuman tatkala kepala sedang terasa pusing, pasti tahu bagaimana perbedaan perasaanmu sebelum dan sesudah berciuman. Kamu bisa merasakan bagaimana ngeri yang terasa perlahan hilang, atas bahagia dan perasaan tenang yang sudah tersalurkan dari pasangan ketika kalian berdua berciuman. 

Jadi, selain untuk mengungkapkan perasaan dan menyalurkan hasrat dan keinginan. Berciuman juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Awas Keterusan, 5 Kebiasaan Ini Bisa Membuatmu Jadi ‘Tukang Bully’

Beberapa tahun belakangan, isu bullying jadi sesuatu yang cukup banyak dibicarakan, terlebih untuk kita para kaum millenials. Banyak kasus yang kemudian terdengar ke media yang bermula dari bully yang biasanya diterima para korban. Barangkali, hal tersebut terjadi karena kurangnnya pemahaman setiap orang tentang moral dan empati dalam kehidupan. Dari yang awalnya dianggap biasa, hingga melewati batas dan membuat korban merasa terganggu jiwanya. 

Merasa diri bukanlah seorang pembully, ternyata ada beberapa kebiasaan yang tak kita sadari justru bisa membuat kita sebagai seorang pembully. Kira-kira apa saja ya?

Sering Merasa Iri dan Dengki, Tatkala Melihat Teman Lebih Bahagia

Memang sih, ngiri itu manusiawi, tapi kalau kita tak bisa mengelola sikap ini dengan baik. Bisa bedampak buruk untuk diri sendiri juga loh. Awalnya  sih mungkin kita merasa ini hanyalah perasaan biasa, atas keinginan serupa dengan apa yang kita lakukan oleh orang lain. 

Sialnya, tanpa kita sadari sikap iri tersebut berubah menjadi dengki yang justru membuat kita tak tenang bahkan suka melontarkan komen-komen yang terdengar menyudutkan seseorang. Tak hanya itu saja, dengki juga membuat hatimu selalu merasa kurang karena selalu membanding-banding hidup dengan orang.

Bukannya bisa bahagia dengan cara sendiri, kita malah memaksakan diri untuk terlihat seperti orang lain yang disukai banyak orang. Padahal bisa jadi kita tak mampu, tapi demi diannggap bisa lantas kita memaksakan diri untuk melakukannya.  

Tak Puas dengan Apa yang Dimiliki di Kehidupan Nyata Lantas Cari Pelarian di Dunia Maya

Dari hasil penelitian IDN Research Institute, 79% millennial langsung mengecek ponsel ketika bangun tidur. Dan, media sosial mencakup 74.4% dari tujuan akses internet para millennial juga. Dari data tersebut, bisa disimpulkan jika sebagian besar dari kita sudah akrab sekali dengan dunia maya. Atau bahkan sudah ketergantungan dengan tingkat yang tak wajar.  

Selain itu, dari hasil studi dari Nottingham Trent University, tanda-tanda ‘kecanduan’ ditemukan pada orang-orang menggunakan media sosial secara berlebihan lho. Tanda-tanda itu seperti mengabaikan kehidupan pribadi, keasyikan, menemukan pelarian dari kehidupan nyata, dan berusaha untuk menyembunyikan kecanduannya. Hingga memakai akun fake demi bisa memuaskan ketidaksukaan pada sosok yang membuatnya iri, yang secara tak langsung menjadikan kita sebagai pembully. 

Gagal Mencintai Diri Sendiri yang Kemudian Membuat Kita Sengsara

Kalau harus diperhatikan dengan seksama, ciri khas dari pembully adalah kebiasaan mereka yang membandingkan dirinya dengan seseorang lain yang dicap lebih baik dari dirinya. Inilah yang kemudian mendorongnya menjadi seseorang yang suka merendahkan orang. Entah di media sosial atau di kehidupan nyata.

Hal lain yang juga sering terjadi, kita tak bisa menerima diri sendiri hanya karena tak seperti orang lain. Hingga akhirnya merasa butuh melecehkan atau merendahkan orang yang seperti kita. Demi terlihat lebih bertenaga dari yang sebenarnya. 

Lelap dengan Dunia Maya, Tapi Tak Punya Teman di Dunia Nyata

Mari kita buka-bukaan, sebagian besar orang yang sering membully orang di media sosial. Biasanya adalah sosok yang kesepian. Yap, mereka mungkin terlihat bahagia di media sosial, tapi tak punya teman di kehidupan nyata. Itulah yang kemudian mendorongnya untuk berbuat sesuatu agar mendapat  perhatian dari orang-orang, sekalipun dengan membully orang. 

Walau, teman-teman maya ini bisa memberi “dukungan moral”, tapi itu tentu hanya sebatas komen dan like saja. Perannya tak akan serupa dengan ketika kita memiliki teman di kehidupan nyata yang berinteraksi dengan kita langsung secara tata muka bukan hanya dari telepon genggam saja.

Dan Sering Sekali Memberi Komentar Negatif Pada Orang-orang yang Dianggap ‘Lebih’ dari Dirinya

Salah satu kelebihan media sosial memang adalah memberi ruang untuk siapa saja berekspresi, menuangkan pendapatn, hingga komentar yang mungkin tak selalu bernada baik. Inilah yang kemudian membuat kita merasa lebih sembarangan, tak lagi memilah-milah kata. Berkomentar semaunya meski itu bukanlah permasalahan yang merugikan kita. 

Ranah ini memang memberi kita peluang untuk berinterksi tapi juga merubah kita sebagai sosok yang tak lagi punya empati. Jika kita menggunakannya pada hal-hal yang negatif dan tak berguna. Dengan dalih “Sekadar mengingatkan”, kita berubah sebagai hakim yang merasa paling berhak menentukan salah atau tidak-nya seseorang. Jika hal-hal itu sedang kamu rasakan, mulailah mengurangi aktivitas di media sosial.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top