Feature

Ini Alasannya, Kenapa Mereka Kaya Dan Kita Tidak (Belum) Kaya!

mobil bagus jelek

Sebetulnya apa yang membuat seseorang bisa hidup lebih dari berkecukupan, sementara kita masih kembang kempis tiap bulan melihat isi dompet? Apa beda antara kita dan mereka? Pernah mencoba menjawab pertanyaan ini?

Waktu kita sama 24 jam dalam satu hari. Ketika lapar mereka juga harus makan. Ketika mengantuk juga harus tidur. Mereka berangkat dari bayi yang penuh ketidak tahuan, sama persis seperti kita. Lalu apa bedanya? Nah, Kecuali kalau ayahmu sekelas Abu Rizal Bakrie yang bisa mewarisimu puluhan triliun rupiah, inilah beberapa hal yang harus kita sikapi jika ingin kaya raya.

Kita Memandang Uang Pakai Emosi, Orang Kaya Memandang Uang Dengan Logikanya

emosi uang

Kebanyakan orang alias orang yang seperti kita, seringnya terlalu terikat dengan uang secara emosional. Uang kita anggap sebagai representasi keringat kita. Kita mendekapnya dalam-dalam bahkan tak sedikit yang menjadikan uang sebagai karakternya. Tak punya uang berarti hidup sulit, punya uang hidupnya mudah.

Berbeda dengan mereka yang akhirnya masuk kategori orang kaya. Karena kelompok ini memandang uang menggunakan logika. Uang hanya alat untuk mencapai hal-hal besar lainnya. Karena itu jangan heran jika mereka berani “mempertaruhkan” kekayaannya untuk mendapatkan kekayaan yang lebih besar lagi. Mereka tidak pernah khawatir kehilangan uang dan berani berinvestasi.

Menurut Kita Koleksi Ijazah Berpengaruh Pada Kekayaan, Orang Kaya Fokus Pada Ilmu Pengetahuannya

belajar

Pendidikan memang penting. Namun kita memandang pendidikan hanya sebagai sekolah, belajar, lulus dan punya ijazah. Gaji standar lulusan SMA sekian, lulusan D1 sekian, lulusan D3 sekian, S1 sekian, S2 sekian, S3 sekian.

Walhasil ketika kita punya kesempatan mengenyam pendidikan, yang kita lakukan disekolah hanya serupa kewajiban. Tujuannya hanya lulus untuk mendapatkan ijazah.

Sementara orang-orang kaya yang berhasil, memandang yang penting adalah ilmu dari pendidikan itu. Apa yang bisa dipelajari dan apa yang bisa diterapkan. Seandainya mereka punya gelar, itu karena mereka sungguh-sungguh ingin mempelajari ilmu yang ada di sekolah tersebut. Jadi jangan heran kalau beberapa orang kaya sukses justru kemudian putus sekolah, karena buat mereka keilmuan jauh lebih penting.

Tak Jarang Kita Menganggap Uang Sebagai Sumber Masalah, Buat Orang Kaya Justru Kemiskinanlah Sumber Masalahnya

bersyukur

Kadang dengan kemarahan dan kecemburuan kita langsung berpikir seseorang itu bisa kaya pasti karena dia pelit atau curang. Uang itu sumber masalah, kekayaan itu membuat kita jauh dari kebahagiaan. Pikiran-pikiran negatif macam ini justru menghambat kita untuk memperoleh keberhasilan.

Sementara tak jarang orang-orang kaya justru berasal dari orang-orang tak mampu. Atau setidaknya macam steve jobs pendiri apple, bezos pendiri amazon, yang membangun kerajaan bisnisnya dari sebuah garasi. Mereka paham bahwa sumber masalah sebenarnya adalah kemiskinan. Dan mereka mencoba memecahkan itu.

Buat Orang Kaya, Membahagiakan Diri Sendiri Adalah Wajar Bahkan Wajib, Buat Kita Itu Egois

mobil mewah

Kamu yang selalu berpikir bahwa membahagiakan orang lain lebih penting dibanding dengan membahagiakan diri sendiri, ubahlah cara berpikir itu. Kamu juga perlu membahagiakan diri kamu sendiri.

Prinsipnya sederhana, kebahagiaan itu juga serupa kekayaan. Bagaimana mungkin kita membagikan kebahagiaan kepada orang lain jika kita sendiri tidak bahagia?

Ketika Kita Ingin Mengendalikan Semuanya, Orang Kaya Justru Mempercayai Orang lain

tandem

Ciri orang yang tak bisa maju adalah berusaha melakukan semuanya sendiri. Padahal banyak hal kecil yang seharusnya bisa diserahkan kepada orang lain atau sistem. Dengan menyerahkan hal “remeh temeh” pada orang lain, membuat kita bebas untuk melakukan hal lainnya.

Kita bisa memulainya dari hal kecil seperti membayar tagihan-tagihan rutin seperti listrik, air, tagihan kartu kredit, dan sejenisnya. Kita bisa membuatnya terpotong otomatis dari tabungan. Sedikit repot di awal untuk mengaturnya, namun berikutnya kita tinggal duduk dan semuanya dilakukan tanpa harus ada campur tangan kita. Setelahnya pikiran dan energi kita bisa digunakan untuk hal-hal besar lainnya.

Orang Kaya Berani Bermimpi, Sementara Kita Cuma Mudah Terbuai Mimpi

gadis mimpi

Mereka yang suskes secara finansial dan hidup biasanya berisi orang-orang yang tidak takut untuk bermimpi. Mereka punya tujuan besar dan secara fokus berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya.

Sebaliknya kita, manusia di batas rata-rata, juga senang bermimpi. Tapi mimpi di siang bolong alias berangan-angan tak jelas tanpa pikir rasional dan hanya ingin hasilnya saja. Tak heran jika sebagian kita masih sering terjebak oleh buaian mimpi cepat kaya dengan sedikit usaha.

Ketika Kita Cuma Sibuk Dalam Tempurung, Buat Mereka Dunia Tak Seluas Daun Kelor

kemping

Kita sering terjebak dengan rasa nyaman yang semu. Tak jarang kita memilih untuk dekat sekali dengan rumah. Walhasil pengalaman kita menjadi minim, cara pandang kita jadi sempit. Orang-orang sukses sering menghabiskan waktu mereka untuk traveling. Sebagian bahkan berani untuk menetap di wilayah-wilayah baru. Dengan begitu mereka tidak pernah membatasi diri dan lebih bebas berekspresi.

Sewaktu Kita Menunggu, Orang Kaya Sudah Melakukan

ngantuk dan malas

Salah satu hal yang perlu ditiru dari orang kaya adalah caranya dalam bertindak. Mereka terbiasa bertindak untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Bukan hanya memiliki keinginan dan paling mentok berencana untuk mendapatkan apa yang diinginkan saja. Inilah yang akhirnya membuat orang pada umumnya sulit untuk mencapai apa yang diidamkan. Kamu tidak akan mampu menjadi seperti orang-orang kaya itu jika kamu hanya berangan-angan dan sibuk hanya dengan beribu perencanaan saja tanpa bertindak.

3 Comments

3 Comments

  1. Vixalexa

    March 2, 2016 at 5:08 pm

    Thanks artikel nya, jadi bisa lebih sadar dan berfikir 🙂

  2. Dexa Lintas Katulistiwa

    March 19, 2016 at 8:42 pm

    keren…. motivasi bgt

  3. Raden Purwanto

    March 20, 2016 at 11:44 am

    Cocok banget bagi pemula bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Perlu Tunggu Tahun Baru, Kamu Bisa Berubah dari Sekarang Kalau Kau Mau

Resolusi atau perubahan baru dalam hidup, kerap kali dihubungkan dengan tahun baru. Biasa kita akan membuat sederet list target yang akan dilakukan. Meski akhirnya hanyalah jadi sebuah angan-angan, yang kemudian terlupakan.

Bicara soal perubahan dan sesuatu yang mengarah pada kebaikan. Sebenarnya ada banyak hal sederhana namun sarat makna yang bisa kita lakukan dengan mudah. Tak perlu menunggu tahun baru, kalau memang ingin jadi pribadi yang lebih baru kamu bisa memulainya sekarang kalau mau.

Mulailah dari Diri Sendiri Diri, Belajar Lebih Tenang untuk Melihat Sebuah Masalah dari Dua Sisi

Selama ini, kamu mungkin sering gegabah dalam mengambil keputusan. Untuk kemudian menyesal atas pilihan yang kamu lakukan. Tak apa, semua itu adalah bagian dari proses pembelajaran diri. Jatuh bangun kita dalam perjalanan menuju kedewasaan, mungkin akan kita jalani dengan berbagai macam cara.

Sebaliknya, mulai dari sekarang cobalah untuk belajar melihat sebuah masalah dari sudut pandang yang berbeda. Tak hanya dari satu sisi saja, tapi juga pahami dari sisi lainnya. Ini akan membantumu melihat celah yang selama ini mungkin bisa jadi adalah sesuatu yang harusnya kau pilih. Menyesal tak akan berguna, tapi belajar dari kesalah jadi pondasi kuat untuk perubahan selanjutnya.

Kenali dan Pahami Dirimu Lebih Dalam Lagi

Sibuk untuk mengerti diri orang lain, tapi diri sendiri tak pernah dipahami dengan baik. Terlalu memikirkan nasib orang, memang bukanlah pilihan yang benar. Karena biar bagaimana pun, kita tak akan bisa sampai pada hal-hal besar. Kalau pada diri sendiri saja tak kenal.

Titik ini akan membawa kita untuk tahu lebih dalam lagi. Potensi apa sebenarnya yang kita miliki untuk bisa berupaya lebih keras lagi. Mampukah kita meraih apa yang selama ini diingini, hingga kekuatan apa yang perlu ditambah untuk bisa mewujudkan mimpi yang kita punya.

Dengan begitu, kita paham ancang-ancang seperti apa yang akan dibutuhkan. Untuk mimpi yang diinginkan.

Selanjutnya, Cobalah untuk Mencintai Diri Sendiri Lebih dari Hari Sebelumnya

Setelah proses mengenali diri sendiri yang kau lakukan berjalan dengan baik. Maka tak ada salahnya untuk mencintai diri sendiri juga. Berikan beberapa hal yang akan menyenangkan hati. Menghadiahi diri dengan sesuatu yang sudah lama ingin dibeli, pergi liburan sendiri, hingga menikmati waktu cuti sejenak tanpa terdistraksi.

Walau katanya ini adalah sesuatu yang biasa, tapi akan memberi kelegaan dan ketenangan dalam jiwa. Lagipula, ini bukanlah sesuatu yang salah. Tak juga merugikan diri kita. Lalu apa salahnya jika harus dicoba?

Jangan Disesali, Belajarlah Berdamai untuk Menerima Semua Kekurangan Diri

Kamu mungkin belum juga lulus dan menyelesaikan skripsi, belum menemukan pekerjaan impian, belum merasa cocook dengan pacar yang sekarang, hingga kegagalan dan ketidaksempurnaan lain yang masih jadi kekurangan. Setiap orang hidup dengan segala macam kelebihan dan kekurangannya. Termaksud mereka yang kau lihat bahagia-bahagia saja.

Untuk itu belajar berdamai dengan semua yang kita miliki jadi salah satu cara yang kan membantu kita lebih bijaksana. Berterimakasih untuk selama yang sudah ada, dan terus berusaha untuk sesuatu yang masih ingin dicari keberadaannya. Selalu ingat bahwa tak ada manusia yang sempurna. Tapi bagaimana cara kita menemukan titik baik dari kelemahan, akan membuat kita menjadi manusia yang mampu sempurna. Ya, setidaknya kita sudah mencoba.

Kemudian, Mulai Tentukan Apa yang Memang Kamu Inginkan

Ketika semua proses tadi berjalan sesuai rencana yang kita ingin. Langkah selanjutnya adalah menentukan mimpi mana saja yang akan menjadi tujuan. Kapan target skripsi kita harus diselesaikan, pekerjaan seperti apa yang harus kita dapatkan, hingga deretan mimpi lain apa yang harus kita wujudkan.

Fokuskan diri pada tujuan, dan tanggalkan semua hal lain yang akan menganggu pikiran. Langkah ini mungkin sederhana, tapi percayalah akan memberi makna dan dampak yang luar biasa. Selamat mencoba!

3 Comments

3 Comments

  1. Vixalexa

    March 2, 2016 at 5:08 pm

    Thanks artikel nya, jadi bisa lebih sadar dan berfikir 🙂

  2. Dexa Lintas Katulistiwa

    March 19, 2016 at 8:42 pm

    keren…. motivasi bgt

  3. Raden Purwanto

    March 20, 2016 at 11:44 am

    Cocok banget bagi pemula bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kenali Tanda Rekan Kantormu Menyebalkan, Tak Usah Buang-buang Waktu untuk Mengajaknya Berteman

Hampir semua orang memiliki sisi yang menyebalkan. Coba saja tanya ke teman-temanmu. Pun tak menutup kemungkinan kalau kamu bisa bertemu orang yang menyebalkan di mana pun. Ketika ada seseorang yang memiliki sisi menyebalkan, tak masalah kalau kamu mau menghindari berurusan dengan orang yang seperti itu.

Ini mungkin kamu akan tahu kalau kamu tak akan tahan dengan sifatnya. Kawan, sesekali menjaga jarak dengan orang yang memiliki hal-hal negatif itu baik lho. Kalau kamu memiliki teman dan dia memunculkan tanda-tanda seperti ini, kamu harus berhat-hati ya!

Senang Di Atas Penderitaan Orang Lain

Hal ini mungkin jarang ditunjukkan oleh beberapa orang. Tapi kalau kamu punya teman yang menunjukkan kebahagiaannya padahal ada temannya yang sedang tertimpa musibah, sebaiknya kamu jaga jarak saja dengan teman tipikal semacam ini. Ia mungkin tak terlihat tertawa.

Tapi selentingan atau nyinyiran yang keluar dari mulutnya jadi pertanda kalau dia ini punya karakter senang kalau ada temannya yang menderita. Bukankah jauh lebih baik bertemu dengan teman yang mampu bersimpati dan berempati?

Ia tak Kelihatan punya Rasa Tanggung Jawab Terhadap Pekerjaannya

Saat seseorang mendapatkan suatu tanggung jawab untuk melakukan sesuatu, pasti setidaknya dia akan memiliki rasa tanggang jawab itu. Tapi ada lho,  beberapa orang yang tak punya rasa tanggung jawab tinggi. Mereka cuek saja dengan tanggung jawab yang sejatinya dibebankan padanya.

Kalau orang semacam ini ada di lingkup kerja atau di kantormu, bukankah yang ada hanya merugikanmu? Bisa saja, kalau kamu meminta tolong sesuatu dan dia mengiyakan di awal, tapi pada akhirnya dia tak melakukannya, jadinya menyebalkan, kan?

Kamu Merasa Tak Nyaman Saat Berada di Dekatnya

Saat kamu menghabiskan waktu bersama seseorang atau berada dekat dengan orang semacam ini, kamu akan merasakan energi atau aura yang muncul dari orang itu. Saat kamu berkumpul dengan teman-temanmu, tiba-tiba ada salah satu temanmu yang membuatmu merasa tak nyaman. Bisa karena perilakunya, atau hal-hal kecil yang ditunjukkan, lho. Ini juga menjadi sebuah tanda bagi kamu untuk mempertimbangkan apakah dia adalah teman yang baik atau kurang baik.

Faktanya, Banyak Teman yang Mulai Mengingatkanmu

Saat kamu mengenal sosok yang menurut orang-orang menyebalkan, maka saat berurusan dengannya kamu juga harus berhati-hati. Kamu butuh pendapat orang-orang terdekat kamu atau setidaknya caritahu tahu orang seperti apa dia. Ini tindakan antisipasi yang kamu lakukan untuk berhati-hati untuk berteman dengan orang lain lho.

Dia Tak Pernah Merasa Bersalah

Kesalahan bisa dilakukan secara sengaja atau tak sengaja. Saat orang merasa melakukan sesuatu yang salah, normalnya dia akan merasa tak enak atau merasa ganjal. Namun, kalau kamu bertemu orang yang melakukan kesalahan dan dia justru tak menunjukkan rasa bersalah atau semacamnya, kamu harus merasa janggal dengan hal ini. Dia malah menunjukkan sikap santai-santai saja. Kamu patut curiga dengan karakter dia yang sebenarnya.

Setidaknya kamu berhati-hati dengan karakter orang yang malah akan memberikan efek nagatif untuk kamu, ya. Kamu harus bisa memilih mana yang bisa menjadi teman dekatmu.

 

3 Comments

3 Comments

  1. Vixalexa

    March 2, 2016 at 5:08 pm

    Thanks artikel nya, jadi bisa lebih sadar dan berfikir 🙂

  2. Dexa Lintas Katulistiwa

    March 19, 2016 at 8:42 pm

    keren…. motivasi bgt

  3. Raden Purwanto

    March 20, 2016 at 11:44 am

    Cocok banget bagi pemula bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Paksa Seseorang Kembali Ceria Jika Sedihlah yang Ia Rasa

Tak selalu bahagia, beberapa kejadian mengerikan bisa datang begitu saja. Mendapati pacar yang selingkuh dengan sahabatmu, rekan kerja yang mendadak pindah tak lagi bisa bertemu, hingga kabar dari ibu yang minggu ini harus masuk rumah sakit lagi.

Silih berganti, kesedihan bisa saja menyelimuti hati. Menganggu saraf bahagia dan menggantinya dengan satu ketakutan yang luar biasa pada diri kita. Situasi ini jelas diluar ekspektasi, karena kalau bisa memilih pastilah kita ingin bahagia sampai mati. Dipandang jadi sesuatu yang menakutan, kesedihan selalu kita jadikan momok yang harus segera dihilangkan.

Dikubur secepatnya, dan harus berganti dengan bahagia seperti kata-kata orang bijak di sosia media. Jika bahagia bisa dirayakan dengan begitu baiknya, mengapa kesedihan selalu kita anak tirikan?

Tak Seharusnya Dibedakan, Bahagia dan Sedih Memang Haruslah Ada dalam Kehidupan

“Sudahkah anda bahagia hari ini?” atau “Jangan lupa bahagia”, barangkali jadi jargon yang bertebaran di media sosial. Dibuat dengan dasar kepedulian, kita semua berlomba-lomba untuk mencari bahagia sampai pada celah paling sempit yang ada.

Seolah lupa pada teka-teki yang ada, sedih dan bahagia memang sudah ditakdirkan akan datang kapan saja pada hidup kita. Karena memang begitulah, hidup yang sesungguhnya. Perjalanan ini adalah misteri, banyak hal tak terduga yang mungkin menghampiri. Jika bahagia bisa membuatmu tertawa, maka kesedihan harusnya bisa diterima dengan serupa.

“Akui – nikmati – dan tak perlu ditutup-tutupi”

Meminta Orang Lain Segera Bahagia Memang Elok Didengar Telinga, Padahal Kau Tak Tahu Sebesar Apa Dukanya

“Sudahlah, lupain aja. Masih banyak yang bisa buat kamu bahagia” jadi kalimat lazim yang mungkin sudah kita gunakan ratusan kali pada beberapa teman. Berperan sebagai malaikat yang akan memberi penghiburan. Kita berusaha mengumpulkan petuah-petuah ajaib yang nadanya serupa. “Kamu harus bahagia”.

Padahal, tak hanya bahagia. Menangis setiap kali bersedih pun dipercaya mampu membuat seseorang menenangkan pikirkannya. Tak tahu seberapa dalam lobang menganga di hatinya, daripada sibuk memintanya melepaskan semua sedihnya. Bersedia memberikan telinga untuk mendengar keluh kesahnya jadi sesuatu yang lebih ia perlu.

Pelan-pelan Mulai Membandingkan Sedihnya dengan Orang Lain yang Lebih Nelangsa

Antara ingin terlihat bijak dan berwawasan luas atau memang berniat untuk menghibur seorang kawan. Menyuruhnya membuka mata, tentang kehidupan menyedihkan lain yang lebih parah dari pengalamannya. Seolah terlihat wajib untuk disampaikan pada mereka.

Mendorongnya untuk segera bahagia dengan membandingkan kesedihannya dengan orang lain jelas tak jadi jalan keluar. Karena semakin mencoba untuk menghilangkan semua kesedihan, akan selalu ada celah yang membuatnya justru kian muncul ke permukaan. Diharapkan akan hilang dari ingatan, luka yang diminta hilang justru kian terasa dalam pikiran.

Terlalu Takut Pada Sesuatu yang Terasa Berat, Kita Lupa Bahwa Hidup Takkan Sempurna Jika Hanya Ada Bahagia

Coba bayangkan sebentar, kamu hidup dengan segala kelimpahan dan bisa mendapatkan apa saja yang kamu inginkan tanpa usaha yang perlu keras. Lalu ingat kembali, tawa dengan air mata dari ibu kala melihatmu diwisuda. Bagaimana ayah memelukmu sambil bercurah air mata, ketika kamu berhasil naik jabatan tanpa butuh waktu yang lama.

Sejatinya, manusia bisa merasakan berbagai macam emosi dengan cara bersamaan. Tertawa sampai menangis, bahagia sampai terharu. Semua itu terjadi begitu saja, menandakan bahwa hidup kita memanglah sempurna. Tak perlu takut berlebihan dengan kesedihan, biarkan mereka menangis jika memang sedang berduka. Dan berhenti memintanya tertawa jika ia memang sedang ingin diam saja.

Sebab Setiap Orang Punya Tingkat Ketakutan dan Kesedihan yang Berbeda, Kita Tak Punya Hak untuk Memintanya Menyudahi Sedihnya

Beberapa orang hidup dengan dirundung masalah yang tak terbanyak banyaknya. Kawanmu mungkin pernah dipukuli oleh kekasihnya, anak yang jadi korban perceraian orangtuanya, hingga seseorang yang mungkin pernah hampir diperkosa oleh kerabat dekatnya. Lalu masihkah kita merasa berhak untuk memintanya segera bangkit dari sedihnya?

Membiarkan dia diam dalam sedihnya bukan berarti kita tak peduli kepadanya. Tapi, ada hal lain yang sedang kita sadari. Bahwa saat ini, bersedih mungkin memang jadi sesuatu yang ia butuhkan. Mengambil langkah untuk memaksanya berbahagia saat hatinya sedang berkabung, bukanlah sesuatu yang membantu. Sebaliknya, berusahalah untuk bisa mendengarnya dan membantu sebisanya. Bukan memaksanya untuk bahagia.

 

3 Comments

3 Comments

  1. Vixalexa

    March 2, 2016 at 5:08 pm

    Thanks artikel nya, jadi bisa lebih sadar dan berfikir 🙂

  2. Dexa Lintas Katulistiwa

    March 19, 2016 at 8:42 pm

    keren…. motivasi bgt

  3. Raden Purwanto

    March 20, 2016 at 11:44 am

    Cocok banget bagi pemula bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top