Community

Cantik dan Bohay Saja Tak Cukup, Sebab Pintar Memasak Juga Jadi Nilai Tambah

Jaman dulu dan sekarang memang sangat berbeda, dulu segala sesuatunya perlu perjuangan yang lebih. Khususnya dalam hal mengisi kekosongan perut disaat lapar melanda. Saat kamu sibuk dengan segala pekerjaanmu, tak jarang kamu harus menahan lapar lebih lama karena tak mau waktu bekerjamu berkurang dan terganggu.

Berbeda dengan jaman sekarang. Terlalu banyak hal instan yang bisa kamu lakukan. Kamu hanya perlu ambil smartphonemu saat sedang lapar. Tinggal klik aplikasi jasa pengantar makanan dan kamu bisa membayarnya dengan kartu kredit maupun cash saat kurir datang.

Hal yang cukup mudah lainnya adalah  banyaknya makanan instan yang bisa kamu dapatkan di supermarket terdekat. Kamu bisa memasaknya dengan sekali kedipan saja. Hal inilah yang akhirnya membuat banyak wanita mulai melupakan kegiatan memasak.

Mereka lebih suka dengan hal instan yang mudah didapatkan. Tapi sejatinya, ada beberapa alasan mengapa sebagai cewek zaman now kamu harus bisa memasak.

Lupakan yang Instan, Kamu Perlu Coba Belajar Secara Perlahan

Karena menurutmu sulit akhirnya kamu malas belajar. Ketahuilah, sejatinya setiap orang bisa memasak. Dan hal pertama yang perlu kamu jadikan pertanyaan adalah mau atau tidak memasak? Belajarlah secara perlahan. Nantinya kamu pasti bisa kok jadi layaknya koki andalan sebuah rumah makan.

Tak Perlu Malu Bertanya Pada yang Sudah Handal di Bidangnya

Malu bertanya, sesat di jalan, begitulah kira-kira pepatah mengatakan. Kamu tak perlu bertanya pada orang yang lebih handal darimu dalam hal memasak. Kamu bisa bertanya pada ibu, teman, juga saudara, atau sering-seringlah kamu melihat resep makanan yang ada di internet.

Jangan Hanya Nonton Acara Infotainment saja, Cobalah Mengganti Tontonanmu dengan Acara Memasak dan Coba Langsung Mempraktikkannya

Jangan hanya menonton acara gossip saja, cobalah lebih sering menonton acara masak. Tidak hanya ditonton saja, kamu pun perlu mempraktikkannya di rumah. Mulailah dengan masakan yang sederhana dan mudah dibuat. Seiring berjalannya waktu pasti kamu akan menguasai banyak resep masakan yang kamu suka.

Sebagai Pemula, Kamu Bisa Gunakan Bumbu Cepat Saji Sampai Kamu Handal Menciptakan Sendiri

Untuk permulaan, kamu bisa menggunakan bumbu cepat saji yang banyak dijual di luaran, seperti supermarket sampai toko terdekat. Kamu bisa menggunakan bumbu cepat saji dengan bahan masakan yang masih fresh. Cobalah untuk menambahkan sedikit citarasa baru setiap kamu mencoba membuat suatu masakan. Lambat laun pasti kamu akan mampu membuat bumbu rahasiamu sendiri.

Intinya Jangan Menyerah dalam Mencoba, Yakinlah Suatu Saat Pasti Kamu Bisa

Inti dari suatu keberhasilan adalah jangan pernah menyerah dan berhenti berusaha. Kamu hanya butuh berlatih, berlatih dan berlatih sampai kamu benar-benar bisa melakukannya sendiri dengan hasil yang membuatmu puas.

Ini memang bukanlah sebuah keharusan yang perlu kamu lakukan sekarang, tapi alangkah baiknya mulai belajar pelan-pelan dari sekarang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

5 Bantahan Terhadap Argumentasi Konyol Penolak Vaksin MR

Kamu termasuk yang mana, pendukung vaksin MR atau mereka yang menolak? Yup, dalam satu bulan terakhir dunia maya dibuat berisik soal urusan Vaksin MR ini. Tak percaya? Google bahkan menangkap kenaikan hingga lebih 1000 persen perbicangan soal ini. Penyebabnya apa? Tak lain karena menguatnya debat antara para pendukung vaksin dan mereka yang anti vaksin tadi.

Masing-masing punya argumen. Tapi ini soal kesehatan yang sudah selayaknya tak dijadikan bahan debat apalagi cuma jadi penghias gadget dan linimasa semata. Karena Vaksin MR itu diperlukan untuk menghindari penyakit Rubella yang bisa menyebabkan cacat bisu, tuli, kebutaan, kelainan jantung dan komplikasi lainnya.

Sementara Campak pada anak-anak gejalanya kesannya ringan tapi komplikasinya yang berbahaya bisa diare berat, menyerang sistem syaraf, kejang-kejang dan mungkin kebutaan dan kematian.

Mengerikan bukan? Lantas kenapa masih saja ada yang menolak vaksin MR ini? Karena mereka punya alasan yang sesungguhnya sudah bantahannya.

Rubella Dibilang Bisa Disembuhkan Menggunakan Obat Alami Dan Herbal, Faktanya?

Sebetulnya mereka yang anti vaksin itu bukan berarti gagah berani dan merasa tak mungkin anaknya terkena penyakit rubella dan campak. Tapi mereka berani tidak ikut vaksin karena merasa bahwa anaknya tidak akan terkena penyakit itu selama kesehatannya dijaga. Dan kalaupun terkena bisa disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan herbal macam madu atau jintan hitam

Padahal faktanya penyakit Rubella itu disebabkan oleh virus yang bisa menular jika korban dalam kondisi seperti apa pun. Dan fatalnya mereka yang sudah terkena penyakit ini tidak ada obatnya. Pernyataan ini bukan asal comot karena dokter dan mereka yang fokus dibidang medislah yang menyatakan ini.

Bahkan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek juga menegaskan hal ini bahwa penyakit campak (measels) dan rubella bila sudah terkena anak-anak akan mematikan. Menggunakan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menghindari kedua penyakit tersebut. Kalau sekelas Menteri kesehatan saja sudah menyatakan seperti ini lantas kenapa kita yang tak punya pendidikan kesehatan masih berani mengambil kesimpulan sendiri?

“Saya mengingatkan kalau terkena penyakit ini tidak ada pengobatannya. Kita hanya mencoba meningkatkan supaya gejala berkurang,” ujar Nila.

Belum Bersertifikat Halal, Bukan Berarti Lantas Haram

Nah ini yang bikin ramai kemarin. Vaksin MR dikabarkan haram dan tidak boleh digunakan oleh mereka yang muslim. Padahal informasi tepatnya, vaksin MR ini sertifikasinya sedang dalam proses pengurusan.

Analogi sederhananya begini. Ketika kita membeli mie ayam atau ketoprak yang lewat di depan rumah, pernahkah kita mencap makanan tersebut haram karena tidak ada sertifikat halalnya? Kenapa kita bisa tenang saja dan tak mempermasalahkan makanan tersebut? Kalau untuk perkara yang lebih ringan saja kita bisa melihatnya secara jernih, kenapa pulak untuk urusan mendesak macam vaksin MR kita begitu ngotot?

Apalagi urusan vaksin MR ini sebetulnya sudah tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 yang memutuskan bahwa Vaksin MR produksi Serum Institute of India (SII) diperbolehkan untuk imunisasi. Kalau sudah ada fatwa berhukum Mubah dari para ulama macam ini, kenapa masih harus ragu lagi?

Paling Konyol Adalah Tuduhan Vaksin MR Dibuat Dari Darah Pelacur

Mungkin ini tuduhan paling gila dan brutal. Disebarkan isu bahwa vaksin MR ini dibuat dari campuran darah pelacur dan darah para penjahat. Jelas ini tuduhan yang begitu sesat. Karena vaksin MR ini merupakan produk kesehatan yang harus melalui uji yang ketat. Proses berisiko seperti menggunakan darah apalagi darah pelacur dan penjahat jelas tidak mungkin dilakukan.

Vaksin MR yang digunakan di Indonesia sudah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Jadi, vaksinasi MR aman dilakukan. Vaksin ini pun nyatanya telah digunakan di lebih dari 141 negara dunia. Apa iya 141 negara itu akan diam saja kalau vaksin MR dibuat asal-asalan seperti tuduhan itu?

Efek Samping Vaksin MR Hanya Minor Dan Nyaris Tidak Dirasakan

Salah satu alasan orang tua menolak anaknya di vaksin MR adalah karena adanya isu bahwa vaksin ini bisa menyebabkan autisme pada anak. Padahal hingga saat ini tidak ada studi yang membenarkan isu tersebut.

Sementara yang benar, umumnya vaksin MR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping yang ditimbulkan cenderung umum dan ringan, seperti demam, ruam kulit, atau nyeri di bagian kulit bekas suntikan. Ini merupakan reaksi yang normal dan akan menghilang dalam waktu 2-3 hari.

Tak Bisa Egois Soal Vaksin MR, Karena Mereka Yang Tak Divaksin Bisa Menularkan

Seringnya mereka yang menolak vaksin beralasan bahwa ikut tidaknya vaksinasi adalah urusan ranah pribadi. Masalahnya untuk urusan penyakit macam campak dan rubella ini, pencegahannya hanya bisa dilakukan secara bersamaan.

Ambil contoh misalnya jika anak kita sudah divaksin, maka dia tidak akan terkena penyakit tersebut. Masalahnya jika sekelilingnya tidak divaksin, jika nanti anak kita memiliki keturunan bisa jadi tertular di dalam kandungan oleh orang lain yang tidak divaksin.

Jadi kalau masih ngotot tak mau ikut vaksinasi rasanya tepat idiom yang tersebar selama ini. Tak masalah kamu tidak mau ikut vaksin, tapi silahkan mengasingkan diri jauh-jauh dan jangan tinggal dekat kami yang memilih untuk ikut vaksinasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pasca Bercerai, Delon Thamrin Masih Berusaha agar Bisa Rujuk dengan Yeslin Wang

Pasca digugat cerai oleh Yeslin Wang, Penyanyi Delon Thamrin masih berupaya untuk mendapatkan lagi perhatian perempuan yang sudah menemaninya selama hampir tujuh tahun itu. Bahkan baru-baru ini Delon diketahui pergi dengan Yeslin untuk menonton bioskop.

Ditanya mengenai hal itu, Delon mengungkapkan jika keduanya memang menyukai film-film Marvel, seperti yang baru saja rilis, yakni Venom. Delon bahkan mengaku menjemput Yeslin di rumahnya, mengingat sekarang dirinya sudah tak tinggal lagi dengan Yeslin.

“Iya, lima hari lalu ada film bagus, Marvel. Jadi dulu waktu masih sama dia, itu setiap ada film Marvel, gue selalu ngajak Yeslin untuk nonton. Enggak pernah ketinggalan terus. Kemarin ada film Marvel, Venom ini langsung gue ajak,” kata Delon. Ia sendiri memilih untuk tak canggung dengan keadaan rumah tangganya saat ini. Ajakan untuk nonton diakuinya sebagai bentuk perhatiannya pada Yeslin, yang ia akui sebagai temannya. “Enggak (canggung) lah, kan kita masih berteman jadi enggak canggung,” kata dia.

Karena masih menjaga komunikasi dengan Yeslin, Delon mengaku masih sayang dan ingin berupaya rujuk dengan perempuan 35 tahun tersebut.

“Masih, masih komunikasi, Whatsapp setiap hari. (Tanya) ‘Apa kabar, sehat enggak?’, Nanyain doggy-nya. Enam tahun, man. Tujuh tahun almost. Hampir tujuh tahun masa gue hilang begitu saja? Yang terbaik saja untuk kita berdua. Aku sih maunya rujuk,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Raline Shah Mengaku Kesulitan Dalami Peran Sebagai Orang Susah

Nama Raline Shah lekat dengan image mewah dan penuh gaya. Selain profesinya sebagai aktris, Raline pun memiliki bisnis di bidang lain. Namun baru-baru ini, dirinya harus menjalani kehidupan yang sulit layaknya orang berkekurangan. Hal tersebut demi mendalami perannya di sebuah film bertajuk Orang Kaya Baru The Movie. Kendati begitu, karakter yang ia perankan pada akhir memiliki uang banyak.

Dalam film tersebut, Raline memerankan tokoh Tika, anak perempuan dari keluarga yang tak mampu namun tiba-tiba berubah jadi orang kaya. Memerankan karakter orang miskin ternyata bukan hal yang mudah bagi Raline.

“Susah akting jadi orang kaya, tapi lebih susah lagi akting jadi orang tidak mampu,” kata Raline Shah.

Demi mendalami perannya, Raline bahkan mau menjajal untuk naik angkutan umum bus kota dari terminal Blok M. Ia melakukannya dalam rangka observasi untuk peran orang yang kurang mampu.  Dari pengalamannya, perempuan 33 tahun tersebut menyadari satu hal, yaitu sulitnya berakting jadi orang miskin. Fakta yang ditemui sangat berbeda dari apa yang selama ini dibayangkannya.

“Karena aku memang enggak ada gimana ya, aku mengerti tapi aku cuma berimajinasi ‘Kalau jadi orang susah itu kayak begini kali ya,’ tapi ternyata itu salah,” paparnya. Selama melakoni syuting, tak jarang Raline mendapat kritikan dari sutradara Ody C Harahap agar bisa lebih mendalami aktingnya sebagai orang kurang mampu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Segera Tayang di HBO, Sejarah Kota Gresik yang Diberi Judul ‘Grisse’

Penggabungan cerita yang memuat unsur nusantara dan kehidupan masyarakat barat, nampaknya jadi satu adonan cerita yang disukai oleh sutradara Indonesia, Mike Wiluan. Setelah beberapa waktu lalu, berhasil menciptakan fantasi lokal dengan tayangan internasional dalam “Buffalo Boys”, kali ini ia kembali unjuk gigi utnuk menggarap karya baru dalam serial sejarah yang akan tayang di HBO berjudul “Grisse”.

Pemilihan kata “Grisse”, nampaknya terinsipirasi dari Kota Gresik, Jawa Timur. Dikutip dari laman kumparan.com, Konon, serial ini akan bercerita tentang pemberontakan sekelompok orang dan dipimpin seorang perempuan. Akan tayang dalam 8 episode, setiap episode memiliki durasi 1 jam.

Aktris Adinia Wirasti, akan jadi bintang utama dari serial ini. Berperan sebagai Kalia, ia akan memimpin pemberontakan dengan tegas dan bijaksana. Sementara itu, Marthino Lio memerankan tokoh Maran, seorang pejuang yang digambarkan cukup nekat. Mereka berdua akan bekerja sama untuk menggulingkan pemerintahan Belanda di Gresik.

Sumber : HBO Asia

Selain mereka berdua, serial ini juga akan turut serta menampilan sejumlah pemain lain yang digambarkan memiliki karakter dan latar belakang serta keyakinan yang berbeda-beda. Akan tetapi, demi mempebaiki situasi Kota Gresik, mereka kan bersatu melawan penjajahan. Adaun nama pemain lain, anatara lain Edward Akbar, Jamie Aditya, Zack Lee, Ully Triani, dan Alexandra Gottardo. Dan demi menyempurnakan cerita, sang Sutradara juga memanggil beberapa pemain luar. Mulai dari Michael Wahr dari Australia, Toshiji Takeshima dari Jepang, Joanne Kam dari Malaysia, serta Hossan Leong dari Singapura.

Sumber : HBO Asia

Masih dari kumparan.com, tayangan ini akan jadi bagian dari kerjasama dua setengah tahun dengan Infocomm Media Development Authority (IMDA). Melalui sejumlah tahap pelatihan dan kolaborasi dengan perusahaan dan talenta lokal dalam memproduksi HBO Asia Original, kerjasama ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan produksi konten dari industri media Singapura.

Nah, untuk kamu yang sudah tak sabar untuk menyaksikannya, serial ‘Grisse’ dijadwalkan tayang perdana secara ekslusif di HBO pada 4 November mendatang pukul 20.00 WIB. Untuk episode selanjutnya akan tayang pada jam yang sama di setiap Minggu. Kamu juga bisa mengakses serial streaming di HBO GO dan akan tersedia juga di HBO On Demand.

Berikut kami sertakan, sedikit cuplikannya…

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top