Feature

Bulan Puasa Telah Tiba, Mari Rangkai Momen Berbuka dengan Istimewa

Ajang reuni, melepas rindu, kegiatan ini memang tak sekedar jadi kenikmatan di lidah saja, tapi jadi sesuatu yang amat istimewa. Bahkan beberapa kita, mungkin akan memilih pulang lebih awal dari tempat kerja, hanya untuk bisa tertawa dan saling bertukar sapa dengan kawan lama.

Yap, bahkan beberapa peneliti juga berkata bahwa kegiatan buka bersama buka puasa bersama yang juga disertai acara makan-makan. Dipercaya mampu membangun engagement, dengan teman yang mungkin jarang bertemu. Entah itu dengan cara sharing, cerita-cerita pengalaman, selama kita tak saling bertemu.

Agar tak jadi kegiatan makan yang berlalu begitu saja, mari jalani acara buka puasa dengan berarti.

Hanya Ada Setahun Sekali, Pastikan Ini Akan Jadi Sesuatu yang Membahagiakan

Nah, karena kita mungkin akan sangat susah untuk membagi waktu bersama teman. Maka bulan puasa jadi salah satu masa yang akan membuat kita bisa berkumpul. Tanpa harus sibuk mengatur waktu, rencana untuk buka bersama yang sudah diberi tahu jauh sebelum hari H biasanya akan jadi momen istimewa. Mendekatkan semua kawan yang selama ini terasa jauh.

Momen langka seperti ini jelas jauh lebih bermakna dan memiliki nilai yang tak terkira, dibanding dengan saling tatap di layar smartphone sebagaimana yang selama ini kita lakukan. Fokuskan diri untuk berbaur dengan semua teman, jadikan hari itu penuh makna dan layak dikenang.

Pilih Tempat Berbuka yang Nyaman dan Pas Pada Kantong Semua Kawan

Apalagi jika kamu adalah orang baru saja lulus kuliah atau baru diterima bekerja, atau mungkin juga pasangan pengantin baru yang sedang irit-iritnya. Perlu diingat, buka bersama itu kan ajang silahturahmi. Jadi jangan sampai ada pihak yang merasa dirugikan, tau justru tak sanggup turut serta hanya karena perkara biaya.

Maka, kita perlu untuk membicarakan tempat dan perkiraan budget yang akan dikeluarkan. Dengan begitu, semuanya bisa siap sedia untuk menyimpankan uang saku. Karena yang paling penting adalah nikmatnya kebersamaan, bukan gengsi yang perlu dibesar-besarkan. Sebab walau hanya makan gorengan saja, kadang terasa nikmat kalau dimakan bersama-sama.

Menu Makanannya Pun Perlu Diperhatikan, Mulai dari Makanan Pembuka, Inti dan Penutup

Seolah ingin membalasa dendam atas puasa yang sudah dijalani seharian, beberapa orang terlihat ingin memuaskan nafsu untuk makan banyak. Setiap kali sedang buka puasa bersama. Padahal kita tentu tak inginkan, jika sehabis buka bersama ada satu kawan yan justru jatuh sakit karena kebanyakan makan.

Untuk menu pembuka biasanya, tubuh kita paling butuh yang namanya air putih. Selanjutnya, kita bisa mengatur makanan ringan seperti apa yang akan dikonsumsi ramai-ramai. Nah, daripada kita harus makan gorengan sebagai cemilan untuk menunggu makan inti datang. Sebaiknya ganti saja dengan cemilan lezat lain yang juga memiliki cita rasa istimewa. Dan Mister Potato tampaknya jadi keinginanan semuanya.

Karena berita baiknya, kemarin pada Selasa, 15 Mei 2018, bertempat di Queen Head, Kemang, Mister Potato yang merupakan merupakan brand keripik kentang dari perusahaan Pasific Food Indonesia, baru saja mengeluarkan dua varian rasa baru untuk produknya.

Yap, Mister Potato hadir dengan dua varian rasa yang bisa kamu jadikan cemilan saat sedang berbuka puasa. Mister Potato Crisp Balado untuk kamu yang suka pedas dan Rasa Keju Madu untuk kamu yang suka rasa manis dengan kandungan keju dan madu asli. Dengan kata lain setiap kita bisa memilih, varian mana yang kira-kira pas di lidah. Menariknya lagi, Mister Potato juga turut serta memperkenalkan, dua influencer yang jadi bagian dari masing-masing varian rasa baru mereka. Wendy Walters, untuk #TimPedas dan Kemal Pahlevi di #TimManis.

Lebih lanjut, Leovhaty Augusta AHB –  selaku Marketing Manager Smax & Mister Potato, Mamee Indonesia, PT Pacific Food Indonesia. Mengatakan “Hadirnya Mister Potato Crisps dengan rasa Honey Cheese dan Balado merupakan bentuk komitmen kami menghasilkan produk terbaik dan memberikan pilihan bagi masyarakat Indonesia dalam menikmati snack keripik kentang favoritnya sesuai dengan rasa yang disukai dan begitu dekat dengan masyarakat Indonesia”

Selanjutnya, Mari Tumbuhkan Silahturahmi Diantara Semua, yang Barangkali Bisa Berujung Pada Kerja Sama

Buka bersama, sering digambarkan dengan ajang reuni teman lama. Sahabat SMP, SMA, Kuliah hingga teman lain yang mungkin sudah lama tak bertemu. Sepanjang acara kita jelas akan berbagi cerita satu dengan yang lainnya. Maka tak menutup kemungkinan pula, bisa membuka peluang untuk hal-hal baru yang mungkin akan kita lakukan.

Mulai dari mendapat rekomendasi tempat kerja baru, dapat tawaran membuka usaha, hingga hal-hal lain yang tadinya mungkin tak pernah terpikirkan oleh kita. Dengan kata lain, ajang ini tak hanya menyenangkan. Tapi juga bisa menguntungkan.

Dan yang Terakhir Hindari Pertanyaan-pertanyaan Tak Bermutu, Jangan Sampai Teman Tersinggung Hanya Karenamu

Nah, kamu mungkin sudah bisa membayangkan. Apa saja pertanyaan-pertanyaan tak bermutu yang kamu maksudkan. Gambarannya begini, jangan karena kamu sudah menikah lantas kamu dengan santai bertanya pada seorang teman untuk “Kapan Nikah?” padahal kamu sendiri tahu, jika ia baru saja putus dengan kekasihnya.

Kita mungkin boleh hanya bercanda, tapi bagi mereka yang mendengar bisa jadi sesuatu yang menyakitkan. Semuanya pasti berharap jika kebersamaan ini jadi sesuatu yang menyenangkan dan berkesan. Jadi jangan sampai ada hati yang tak sengaja kita lukai.

Bukan untuk menunjukkan ego dan saling pamer, jadikan buka puasa bersama teman semakin istimewa dengan hal-hal baik yang bisa kita lakukan bersama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Film Bebas : Kilas Balik Kenangan Manis Anak-anak ‘90-an

Dendang ‘Bebas’ milik Rapper kondang Iwa K, barangkali jadi salah satu lagu hits pada era 90-an yang masih banyak didengarkan hingga sekarang. Hal itu pulalah yang jadi inspirasi untuk Riri Riza dan Mira Lesmana, tatkala pasutri ini membesut film terbarunya yang diberi judul sama seperti lagu Iwa K, Bebas.

Yap, Bebas adalah sebuah film yang diadaptasi dari film box office hits Korea berjudul Sunny (2011). Selain jadi negara ke-4 yang sudah menerjemahkan film Sunny, CJ Entertainment sebagai production house dari film aslinya, konon memberi kebebasan pada Miles Films untuk memproduksi Bebas hingga jadi sebuah suguhan epik yang sangat relateable dengan kehidupan orang Indonesia sepanjang tahun 90-an. Mulai dari lagu-lagu asyik hingga polemik politik. 

Bercerita tentang seorang remaja perempuan asal Sumedang yang baru pindah ke Jakarta, bernama Vina yang diperankan oleh Maizura. Sebagaimana anak-anak SMA, di sekolah barunya, Vina bertemu dengan siswa-siswi yang tergabung ke dalam geng yang ditakuti di sana, yakni Kris (Sheryl Sheinafia), Jessica (Agatha Priscilla), Gina (Zulfa Maharani), Suci (Lutesha), dan Jojo (Baskara Mahendra).

Tak butuh waktu lama, kesan pertama atas nasib yang dirasa serupa, membuat Kris merasa akrab dengan Vina. Hingga akhirnya mereka menemukan satu nama untuk menamai gengnya, yakni ‘Geng Bebas’. Ada banyak cerita menarik yang kemudian mereka alami bersama. Menikmati waktu sepulang sekolah, belajar dance bersama, dan beberapa kenakalan lain yang membuat mereka justru kian berbahagia. Akan tetapi, kebersamaan atas kelompok yang mereka bentuk harus berakhir karena sebuah peristiwa tragis. 

Puluhan tahun kemudian, ketika Vina dewasa yang diperankan oleh Marsha Timothy sedang mengunjungi ibunya, secara tak sengaja ia bertemu dengan Sahabatnya Kris dewasa yang diperankan oleh Susan Bachtiar. Kris yang menderita sakit parah, divonis hanya akan hidup sebentar lagi. Dan sebagai permintaan terakhir sebelum ia pergi, Kris meminta Vina untuk mengumpulkan kemblai Geng Bebas untuk reuni.  

Tahu sahabatnya akan pergi, Vina berusaha untuk mengumpulkan satu persatu sahabat-sahabatnya. Pada proses pencariannya, Vina menemukan banyak hal yang sudah berubah. Jauh dari apa yang dulu mereka angan-angankan, hidup yang dijalani sekarang jadi sesuatu yang justru memperihatinkan. Mulai dari Jessica dewasa (Indy Barends) yang menjadi agen asuransi dan selalu tertekan oleh sang atasan sebab tak mencapai target penjualan, Jojo dewasa (Baim Wong) jadi seorang pengusaha sukses namun terlihat bimbang dan tak bahagia, hingga Gina dewasa (Widi Mulia) yang harus bersusah payah menjadi pekerja serabutan sembari merawat ibunya yang sudah sakit-sakitan. 

Untuk kalian yang kebetulan sudah menonton film aslinya ‘Sunny’, akan dengan cepat menyadari jika film adaptasi ini memang menuangkan semua yang ada di Sunny secara  keseluruhan. Mulai dari dialog, konflik, hingga alur cerita yang dipakainya. Walau beberapa poin terlihat dihilangkan atau diganti sesuai dengan sang penulis skenario Mira Lesmana, tapi film ini masih terlihat utuh sebagaimana film aslinya. 

Dibawa sesuai dengan kultur dan masa 90-annya Indonesia, setidaknya membuat penonton akan tertawa, terharu, dan bersedih dalam waktu yang berentetan. Selain latar belakang ceritanya, kalian juga akan menemukan beberapa tembang pilihan yang memang terkenal pada era 90-an. Mulai dari  lagu ‘Bidadari’ milik Andre Hehanusa pada babak pembuka cerita, ‘Cerita Cinta’ (Kahitna), ‘Cukup Siti Nurbaya’ (Dewa 19), ‘Kebebasan’ (Singiku), hingga ‘Aku Makin Cinta’ (Vina Panduwinata).

Tak hanya sekedar lagu saja, hal lain yang juga akan membuatmu merasa ada di zaman 90-an adalah, beberapa hal yang disebutkan pada dialog-dialog para pemainnya, Mulai dari penampakan gimbot, majalah GADIS, MTV, Nadya Huatagalung, radio tape, majalah GADIS, komik Candy-Candy, pager, sampai berita tentang majalah Tempo dan Detik yang diberedel pada era itu. 

Walau harus diakui pula, tak ada konflik yang terasa begitu berarti sebagaimana di Film ‘Sunny’, film ini terasa menghajar penonton dengan berbagai macam hal menyenangkan di 30 menit pertama, tapi terasa mengendur pada pertengahan, dan berhasil selamat pada babak akhir yang memang terasa mengharukan. 

Akan tetapi, film ini jadi salah satu tontonan yang cukup menjanjikan sajian drama komedia yang menyengarkan. Terlebih pada teknik pengambilan gambarnya, alur maju-mundur pada film tersebut disajikan dengan mantap dengan perpindahan gambar yang terasa sangat lembut. Dari masa sekarang ke masa lalu cerita, atau sebaliknya.

Tak hanya itu saja, kemampuan akting dari para pemerannya pun patut diapresiasi, mulai dari Maizura dan Sheryl yang memang banyak berinteraksi, dan Priscilla dan Baskara dengan tektokan dialog yang tergiang di kepala bahkan ketika mereka menjadi dewasa. Hingga deretan cameo yang juga turut serta menambah manisnya cerita, seperti Sarah Sechan dan Reza Rahardian, serta Tika Panggabean. 

Akan tayang serempak mulai 03 Oktober 2019 mendatang, film ini jadi wadah segar untuk kalian yang rindu masa SMA. Entah untuk reuni cerita-cerita cinta atau mengenang kembali pencarian jati diri saat masih remaja. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Gara-gara Polemik Revisi KUHP, Banyak Turis Australia yang Batal ke Bali

Proses regulasi Revisi Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (RKUHP) yang sedang digarap, ternyata jadi polemik bagi sebagian besar masyarakat. Beberapa pihak menilai sejumlah pasal dalam RKUHP tersebut memuat hal kontroversial. Salah satunya soal pasal perzinahan yang dinilai terlalu masuk dalam ranah privat masyarakat.

Dalam pasal ini diatur soal hukuman bagi pasangan yang tidak menikah namun ketahuan tinggal bersama. Nah, tindakan tersebut bisa dilaporkan ke polisi dan pelakunya bisa dikenai hukuman berupa denda hingga penjara.

Dan ternyata, pasal perzinahan dalam Revisi KUHP tersebut membuat beberapa turis asal Australia enggan untuk berkunjung ke Bali. Dilansir dari PerthNow, Minggu (22/9) para turis asal Australia merasa keberatan jika mereka harus menunjukkan surat nikah sebelum memesan kamar ketika liburan di Bali.

Dikutip dari laman kumparan.com, Elizabeth Travers, salah satu pemilik restoran dan villa di Bali mengaku pihaknya sudah menerima banyak pembatalan dari turis Australia karena adanya wacana RKUHP tersebut.

“Revisi tersebut bahkan belum disahkan tapi saya sudah menerima sejumlah pembatalan. Salah satu klien saya mengatakan mereka tidak lagi percaya untuk datang ke Bali karena mereka tidak menikah,” ujar Travers.

Menurut Travers, jika RKHUP lolos, maka aturan tersebut justru akan membunuh pariwisata di Bali. “Saya telah berkecimpung di dunia pariwisata, mengalami dua kali pengeboman, berbagai bencana alam dan menurut saya jika pemerintah pusat menegakkan hukum seperti itu, industri pariwisata akan hancur dan memicu akhir kehidupan di Bali seperti yang kita tahu,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu Akan Cenderung Dipandang Kurang Sukses, Kalau Terlalu Sering Unggah Foto Selfie

Dari pengamatan biasa, aktivitas selfie memang adalah kegiatan biasa yang bisa kita temukan dengan mudah di media sosial. Dilakukan untuk menunjukkan eksistensi, wajah yang cantik, hingga hal lain yang ingin ditonjolkan dari gambar diri.

Tapi, jika kamu adalah salah seorang dari banyaknya manusia yang gemar selfie, ada beberapa hal yang harus mulai kamu ketahui. Dan salah satunya adalah sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Washington State University dan University of Southern Mississippi.

Dimana para peneliti tersebut menemukan, bahwa mengunggah foto selfie di media sosial Instagram berpengaruh buruk terhadap pandangan orang lain terhadap individu. Yaap, orang yang sering mengunggah selfie dianggap tidak percaya diri, juga dipandang sebagai individu yang kurang sukses, kurang disukai, dan kurang terbuka terhadap pengalaman baru.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Research in Personality itu meneliti sejumlah pengguna asli Instagram, walau harus diakui pula jika sampelnya memang tergolong kecil. Pada tahap pertama, para peneliti meminta 30 mahasiswa dari universitas negeri di Amerika Serikat bagian selatan untuk mengisi kuisioner kepribadian.

Para peneliti juga memelajari unggahan Instagram para mahasiswa. Unggahan tersebut kemudian dibagi menjadi beberapa kategori. Kategori tersebut yaitu selfie, posies (jika foto diri diambil oleh orang lain), dan kategori foto lainnya. Materi konten juga dicatat oleh peneliti. 

Nah, Pada studi berikutnya, para peneliti meminta 119 mahasiswa dari Amerika Serikat bagian barat laut untuk menilai profil 30 orang tersebut. Penilaian mencakup sejumlah faktor, seperti tingkat kepercayaan diri, tingkat interaksi, tingkat kesuksesan, dan tingkat egoisme.

Hasilnya, orang-orang yang mengunggah “posies” cenderung dipandang sebagai figur petualang, lebih tidak kesepian, lebih dapat diandalkan, lebih sukses, lebih ramah, lebih percaya diri, dan dianggap sebagai teman yang lebih baik daripada orang-orang yang lebih sering mengunggah selfie.

“Bahkan ketika dua orang memiliki konten yang sama, seperti menggambarkan pencapaian mengunjungi tempat tertentu, kesan yang diberikan oleh orang-orang yang mengunggah selfie cenderung lebih negatif. Sementara kesan yang dibangun oleh orang-orang yang lebih banyak mengunggah posies cenderung lebih positif,” kata Profesor Psikologi dari Washington State University dan penulis utama studi, Chris Barry. 

Terlepas dari konteks, hal ini menunjukkan ada isyarat visual tertentu yang menggambarkan respons positif atau negatif pada media sosial.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa mengunggah selfie cenderung dilakukan untuk memamerkan diri. Misalnya, ketika menunjukkan otot lengan jika ia adalah seorang lelaki, atau menunjukkan detail riasan wajah jika ia perempuan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top