Feature

Bukan Tak Mau Komen di Grup Whatsapp, Tapi Aku…

Makin hari, makin banyak saja hal yang menambah beban pikiran. Agar tak lagi disindir-sindir sebagai orang yang tak punya kepedulian. Kali ini aku ingin menjelaskan, mengapa ku kerap enggan untuk ikut memberi komentar atas hal-hal yang kerap kalian bicarakan di grup whatsapp.

Asal kamu tahu saja, pertimbangan saat awal pertama masuk dalam grup tentu adalah demi kemudahan komunikasi. Jadi jangan pikir jika aku tak peduli. Bukan pula hanya ingin menumpang nama, bukan pula tak peduli pada cerita. Sebab meski terlihat ada dan tiada, aku punya alasan untuk tak selalu hadir disetiap bahan pembiacaraan yang dalam grup whatsapp kita. 

Bak Anak Magang yang Masih Baru, Aku Merasa Diriku Masih Jadi Tamu

Percaya atau tidak, semua orang yang baru bergabung pada sebuah grup di sosial media manapun akan merasakan hal yang sama. Klasik memang, tapi biar bagaimana pun ini cukup masuk akal. Wajar jika jadi orang yang baru saja bergabung, aku masih kerap merasa canggung.

Berilah aku sedikit waktu dulu untuk bisa beradaptasi dengan pola komunikasi yang ada. Karena kamu sendiri juga tahu, jika anggota dalam grup yang ku kenal hanya adminnya saja. Pelan-pelan bersama dengan waktu yang terus berjalan, akan ada masa dimana aku sudah terbiasa dengan semua obrolan yang ada.

Sebab Tak Semua Orang Akan Suka dengan Pembahasan yang Sama

Aneh memang jika kali ini aku akan bilang bahwa diriku tak suka atas obrolan yang ada. “Bukankah kamu masuk grup atas kesukaan yang sama?” barangkali begitu kamu akan menimpalinya. Benar memang, tadinya aku juga berpikir bahwa hal-hal yang akan dibicarakan adalah sesuatu yang sama.

Akan tetapi fakta yang terjadi membawaku pada kenyataan lain. Pada beberapa kesempatan yang ada, hal-hal yang dibicarakan justru tak seperti yang dulu kupikirkan. Tak ingin membuat orang lain tersinggung, untuk menyampaikan rasa tak senang. Aku memutuskan untuk diam dan tak berkomentar.

Jika intensitasnya masih dalam kata wajar, mungkin masih bisa dikatakan biasa. Namun kadang-kadang beberapa anggota lain tak perduli dengan mereka yang tak suka. Jadi diam nampaknya jadi pilihan paling aman.

Lagi Pula Aku Pernah Memberikan Suara, Tapi Tak Ada Manusia yang Meresponnya

Sedikit sedih dan kecewa memang, tapi aku tak terlalu membawanya hingga ke dalam perasaan. Biarlah itu jadi sesuatu yang nantinya akan jadi pelajaran. Bahwa kadang kala tak semua obrolan bisa diterima dengan nyaman.

Selanjutnya meski obrolan yang ada kadang dapat kupahami, ada rasa takut jika komentarku tak lagi ditanggapi. Tapi bukan berarti ini adalah bentuk dari sakit hati. Sebab aku menilainya sebagai upaya untuk melindungi diri dari kecewa yang mungkin terjadi lagi.

Terlalu Banyak Percakapan yang Masuk, Kadang Membuat Handphone Milikku Sulit Untuk Digunakan

Tapi pada beberapa kesempatan, bukannya aku tak suka, bukan pula tak peduli dengan obrolan yang ada. Masuk dan tergabung pada grup yang tak hanya satu, jadi sesuatu yang kadang memenuhi obrolan pada handphoneku.

Bagi yang mungkin memiliki handphone canggih dengan kapasitas mumpuni, tentu tak akan jadi masalah. Tapi akan jadi sesuatu yang sulit bagi mereka yang hanya menggunakan telepon genggam dengan kemampuan biasa-biasa saja.

Bahkan jika sekalipun orang tersebut suka mengobrol dan berbagi cerita, tentu akan terhalang jika kemampuan handphone miliknya memang tak cukup kuat untuk menopang banyaknya chat yang masuk secara bersamaan.

Hal Lain yang Harus Kamu Juga Tahu, Tak Setiap Saat Aku Punya Waktu untuk Membalas Chat Satu per Satu

Ini jadi alasan kesekian yang akan terdengar masuk akal. Sibuk dengan beberapa aktivitas, kadang membuat kita lupa untuk membuka percakapan di grup. Jadi wajar jika ada beberapa orang yang akan jadi silent member. Meski terkesan sedikit angkuh ini jadi sesuatu yang wajib untuk anggota lain ketahui.

Barangkali ketika yang lain sedang duduk manis dan beristirahat, di seberang sana member lain sedang giat-giatnya bekerja. Kegiatan yang tak serupa tentu jadi kendalanya. Kalau beberapa orang sedang berbalas komen pada percakapan, kita hanya bisa melihatnya ketika semua obrolan sudah usai diperbincangkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ciri Khas Kencan Generasi Milenial yang Katanya Ideal, Kamu Setuju?

Gaya berkencan generasi millenial dengan generasi diatasnya pasti jauh berbeda. Pun perbedaan terjadi karena imbas teknologi yang di zaman sekarang mengalami kemajuan pesat, sehingga kerap membuat hal-hal yang dulu berlaku sudah tidak terlalu dipakai di zaman sekarang. Seperti telfon-telfonan berjam-jam mungkin tak lagi mengasyikan sejak adanya video call dalam urusan berkomunikasi dengan yang terkasih.

Kencan setiap orang pun juga tak bisa disamakan. Masing-masing pasangan pasti memiliki cara berbeda dalam mengakses rasa sayang kepada pasangan. Generasi millenial yang menjadi generasi yang digital native tentu menjadi pribadi yang unik soal berkencan. Bussiness Insider melansir penelitian yang dilakukan oleh situs Plenty of Fish, yang menjabarkan perlikau kencan generasi millenial.

Cricketing

Salah satu hal yang dilakukan oleh generasi milenial adalah cricketing, yakni membaca pesan dari pasangan atau gebetan tapi tak langsung di balas. Mungkin kamu pernah merasakannya ketika dia selalu lama membalas pesanmu. Bahkan ada beberapa kasus yang menyatakan baru dibalas setelah berhari-hari menerima pesan. 67% responden yang tidak berpacaran mengaku kalau pernah mengalami cricketing.

Flexting

Memberikan kesan baik kepada lawan jenis biasa dilakukan oleh sebagian orang. Atau biasa juga dilakukan sebelum bertemu teman kencan online secara nyata. Apabila kamu pernah melakukan hal tersebut, hal ini dinamakan Flexting alias flirting with a friend using a text message. Dan menurut data plenty of fish, 47% responeden yang belum berpasangan melakukan flexting lewat pesan singkat.

Serendipidating

Serepindating bukan soal sikap, tetapi lebih ke pola pikir kalau jodoh itu adalah takdir, sehingga kamu ada keinginan untuk menolak dengan alasan bakal ada seseorang yang lebih baik lagi. Serendipidating (serendipity dating) oleh karena itu jangan heran kalau sepertiga generasi yang akrab dengan tekonologi ini sangat kehilangan kesempatan untuk berkencan.

Ghostbusting

Tipe orang seperti ini adalah tipikal yang percaya kalau dibalik usaha pasti ada hasil. Karena itu ia merupakan bukan tipikal orang yang tidak gampang menyerah, meskipun kemungkinan yang didapat sudah tidak ada. Seperti mereka bakal terus berusaha mengirimkan pesan kepada orang yang dicintai meskipun tidak mendapatkan balasan dalam waktu tertentu. Ironisnya lagi, 78% millenial mengaku pernah dihantui rasa penasaran sehingga membuat mereka menjadi ghostbusting.

Fauxbae’ing

Dapat dibilang orang dengan tipe Fauxbae’ing adalah orang yang sangat kasihan. Lantaran ia ingin membuat mantan cemburu sehingga ia sering kali menutupi kesendiriannya dengan cara pura-pura memiliki pasangan. Bahkan sampai menampilkan kemesraan dengan seseorang di sosial media. Kalau semua terlaksana ia bahagia, Semacam balas dendam yang manis, meskipun ia tidak tahu secara pasti apakah sang mantan cemburu atau tidak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Tidak Perlu Capek Kerja, dengan Investasi Ini Kamu Tetap Bisa Gajian Setiap Bulannya

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tentu kamu membutuhkan uang. Nah, saat ini banyak orang memandang bahwa untuk mendapatkan uang kamu harus bekerja keras dengan berangkat pagi pulang malam. Padahal dengan melakukan investasi ini kamu bisa kok tetap gajian setiap bulannya tapi kamu bisa punya banyak waktu untuk berleha-leha memanjakan diri, yaitu dengan menyewakan apartemen yang kamu miliki

1. Jaga Kebersihan Apartemen

Tentu penyewa akan tertarik untuk menempati apartemen yang kebersihannya terjaga. Untuk itu kamu harus selalu menjaga kebersihan apartemenmu. Jadi sewaktu-waktu jika ada calon penyewa datang untuk melihat-lihat, apartemenmu tetap terlihat bersih dan nyaman untuk ditempati.

2. Pilih Apartemen yang Memiliki Akses Premium

Sebelum kamu membeli apartemen yang nantinya ingin kamu sewakan, kamu harus memperhatikan aksesnya ya. Biasanya penyewa akan lebih menyukai apartemen yang lokasinya dekat dengan pusat kota. Mereka juga tentunya akan memperhatikan perihal keamanan.

3. Harga Harus Tetap Bersaing

Kamu harus selalu melihat harga sewa apartemen pada umumnya setiap tahunnya. Jangan sampai harga sewa apartemenmu jauh dari harga pada umumnya. Jika harga terlalu jauh di bawah harga umum, tentu kamu akan rugi. Dan jika harga terlalu tinggi, tentu tak akan ada penyewa yang berminat untuk menyewa apartemen milikmu.

4. Cek Calon Penyewa

Jangan lupa untuk melakukan pengecekan secara langsung kepada calon penyewa. Hal ini untuk menghindari tindakan penipuan. Baiknya kamu melakukan perjanjian juga dengan calon penyewa tentang hak dan kewajiban antara pemilik dan penyewa apartemen.

Nah, hal lain yang perlu dipastikan juga. Kamu harus punya apartemen ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Siasat Jitu Untuk Memenangkan Hati Gebetan

Untuk mendapatkan hati gebetan memang kadang susah-susah gampang. Terlebih jika semua usaha yang kamu lakukan tak berhasil membuatnya peka akan perasaanmu kepadanya. Nah tenang saja, ini adalah 5 cara ampuh yang bisa kamu coba untuk mendapatkan hati gebetanmu itu.

1. Cari Celah untuk Mendekatinya

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah membuatnya menyadari akan kehadiranmu. Kamu harus mencari celah bagaimana caranya untuk bisa menjadi seorang yang dekat dengannya. Bisa saja dengan mengikuti organisasi yang sama dengannya, mendekatkan diri pada sahabat-sahabatnya dan masih banyak hal lain yang bisa kamu lakukan untuk bisa mendekat padanya.

2. Tampil Secara Maksimal

Kamu harus tetap memperhatikan tampilanmu. Tentu kamu tak ingin dia merasa ilfeel kepadamu hanya karena penampilan bukan? Nah jadi kamu harus mulai memperhatikan apa yang harus kamu kenakan dan bagaimana kamu berpenampilan secara fisik. paling tidak usahakan untuk tetap tampil bersih, rapi dan harum di hadapannya.

3. Cari Informasi Tentangnya

Kamu harus aktif dalam mencari tahu segala hal tentangnya. Cobalah untuk mencari tahu hal itu dari teman, sosial medianya atau mungkin kamu bisa langsung datang kepada keluarganya. Dengan begitu kamu bisa dengan mudah mencari celah untuk menarik perhatiannya.

4. Tunjukkan Bahwa Kamu Pantas Untuknya

Selain berusaha mengenalnya lebih dekat, kamu harus mampu menunjukkan kepadanya bahwa kamu adalah orang yang berbeda dari lainnya dan pantas untuk berada di sisinya.

5. Berikan Perhatian

Jangan bosan untuk memberikan perhatian manis kepadanya. Misalnya dengan menanyakan kabar dan memberikan oleh-oleh saat kamu habis bepergian ke suatu tempat. Hal ini tentu akan membuatnya merasa spesial untukmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top