Feature

Bukan Tak Cinta Lagi, Aku Memilih Pergi Agar Kita Tak Saling Menyakiti

Konon cinta kerap dijadikan alasan untuk tetap bertahan, namun sepertinya tidak bagiku sekarang. Jangan kamu pikir, aku tak lagi menemukan cara. Saat ini yang kutahu, kita memang harus berbalik arah. Saling memunggungi untuk kemudian berjalan masing-masing.

Biar bagaimana pun kamu adalah sosok yang pernah aku pilih. Bahkan cerita bersamamu akan tetap terpatri. Namun untuk tetap bertahan, agaknya bukanlah pilihan yang tepat sekarang.

Awalnya Aku Memang Percaya, Jika Suatu Saat Kita Akan Hidup Bersama Selamanya

Sedari awal tatkala aku mendapatimu sedang menatap mataku, aku percaya bahwa kamu adalah sosok yang memang aku mau. Seakan tak ingin jadi hamba yang tak tahu diri, sosokmu kerap keselipkan dalam setiap doa yang kumiliki.

Berdiri di tempat yang sama, dengan keinginan yang serupa. Kamu selalu berhasil membuat aku merasa digenapi tanpa kekurangan lagi. Manusia ini tak lagi jadi orang yang takut akan sepi, karena kamu selalu menemani.

Beberapa kali saat sedang minum kopi, kamu memintaku untuk tetap berdiri dekat di sampingmu. “Jangan jauh, nadiku sudah terisi namamu,”.

 

Tak Peduli Orang Lain Berkata Apa, Saat Itu yang Kutahu Kamu dan Aku Saling Cinta

Hubungan ini hanya tentang kita berdua, tak boleh ada sosok lain yang akan menghiasi cerita. Terserah kamu akan jawab apa, kataku sembari memastikan jika perkataanku ini memang sungguhan. Bahkan ditengah kegilaan cinta yang kerap membuat aku lupa segalanya, kamu selalu jadi penentu arah yang sigap membimbingku.

Meski sebagian orang terlihat tak yakin atas sosok yang kini bersanding. Aku tak pernah mau ambil pusing, dimataku kamu akan tetap jadi pasangan yang mumpuni.

Hingga Perlahan Cerita Kita Mulai Berganti, Banyak Skenario Tak Terduga Hadir Tanpa Permisi

Lalu pelan-pelan semuanya mulai berubah, entah itu karena aku yang mulai tak peka atau karena keinginan lain yang datang darimu.

Fase ini jadi babak penguji yang benar-benar membuatku berpikir dua kali. Akan tetapi jawaban yang ketemukan justru memintaku untuk mengangkat tangan, sebagai isyarat berpisah yang memang harus disuarakan.

Hubungan yang mati-matian aku perjuangkan, ternyata tak berbuah kebaikan. Ada elemen lain yang mencabik hatiku hingga robek. Sedang kamu tak lagi jadi penolong, bahkan seolah tak perduli bahwa diriku mesti ditopang.

Walau Sedikit Malu Untuk Mengakuinya, Nyatanya Aku Memang Masih Cinta

Rengkuhanmu di tubuh mungilku, jelas membuatku hangat. Namun tidak untuk sikapmu, yang kini sudah lain. Saat ini aku hanya sedang meyakinkan diri, bahwa ternyata cinta saja tak cukup jadi pondasi. Ada banyak hal lain yang perlu kucari, dan dirimu bukan lagi.

Jangan tanya, bagaimana kondisi hatiku sekarang. Karena kamu sendiri pasti tahu, seberapa besar cintaku kemarin. Kini aku sedang berusaha sekuat tenaga demi potongan-potongan hati yang aku sendiri sudah lupa tertinggal dimana.

Perjalanan Ini Membuat Kita Kelelahan, Lantas Untuk Apa Terus Bersama?

Kita memang tak bisa mencurangi takdir, atau memilah bagian hidup yang isinya hanya bahagia. Beberapa kali kita memang pernah tertawa bersama, karena pernah saling cinta sedemikian rupa. Meski harus melukai hati masing-masing, barangkali memang sudah jalannya.

Semua ini bukan perkara suka atau tak lagi suka, tapi bagaimana kamu memahami dan dipahami dalam cinta. Jika kataku kamu tak cukup kuat untuk mengakhiri semuanya, biarkan aku yang pergi untuk menyudahi cerita.

Tak perlu kamu salahkan dirimu, dengan bertindak seolah bersalah. Karena sejatinya, kita berdua sudah melakukan hal terbaik sesuai porsinya. 

Bukan Ingin Terlihat Lemah Karena Menyerah, Bagiku Ini Adalah Upaya Untuk Menyelamatkan Dua Hati

Jika kamu ingin bertanya, bahagiakah aku yang telah memilih untuk menyudahinya? Jelas saja jawabnya tentu tidak. Kamu tahu bagaimana rapuhnya aku jika bersedih, tapi aku yakin kamu cukup kuat untuk menghadapi. Tak perlu tundukkan kepalamu, sebagai isyarat menyesal.

Aku takut semesta akan mendengar untuk kemudian malah mempersulit segalanya. Ini bukan kekalahan atas ego yang berkuasa. Tapi ini adalah pilihan demi nyamannya jiwa.

Percaya padaku, kekasih yang kini tak lagi bersammu ini akan mencintaimu dari kejauhan.

Untuk Itu Kali Ini Biarkan Aku Pergi, Bukan Karena Tak Cinta Lagi Tapi Diriku Tak Ingin Kita Berdua Saling Menyakiti

Beri aku kesempatan untuk membenahi hatiku sendiri, dengan tak lagi melihatmu berdiri. Satu hal yang harus kamu tahu, jangan pernah mengutuknya sebagai hal buruk untuk hidupmu.

Keinginanku untuk bisa bersama denganmu, bisa saja kuturuti semampuku. Tapi ada sisi lain dari jiwaku, yang berkata bahwa sudah waktunya kita menarik diri dari masing-masing hati. Lepaskan apa yang memang sudah tak kuat kamu topang, biar bagaimana pun setiap hati butuh pijakan.

Biarkan semuanya berjalan sebagaimana jarum jam bergerak. Bedanya pintu yang terbuka, mungkin tak akan lagi sama seperti kemarin saat kita memulai cerita.

Aku tentu mau bahagia, begitu pula kamu. Daripada terus bersama namun membangun luka, sebaiknya kita memang harus berpisah. 

Bukan tak lagi cinta, namun segala upaya nampaknya hanya akan sia-sia.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bukan Untuk Membuatmu Lemah, Inilah Alasan Tuhan Memberikanmu Masalah

Hidup tanpa masalah bagaikan laut tanpa ombak, hambar. Setiap manusia pasti mempunyai masalahnya masing-masing. Setiap hari, setiap waktu, kapanpun dan dimanapun itu. Namun janganlah kamu merasa bahwa masalahmu lah yang paling berat, apalagi sampai membenci tuhan karena masalah yang dia berikan. Mungkin inilah beberapa alasan mengapa masalah selalu menghampiri kehidupan.

1. Allah Tahu, Kamu Kuat dan Mampu


Dalam setiap masalah yang Dia berikan, kamu akan menjadi sosok yang lebih kuat saat berhasil melewatinya. Kamu mungkin tidak pernah tahu apa alasan tuhan memberikanmu masalah, tapi yang harus kamu tahu selalu ada hikmah dari setiap masalah yang kamu alami. Masalah juga akan melatih mental dan cara berpikirmu. Allah tahu, kamu mampu.

2. Menyadarkanmu dari Kesalahan Di Masa Lalu


Terkadang manusia memang egois, mereka selalu merasa benar sendiri. Setiap dirinya terluka mereka langsung menyalahkan orang lain, padahal mungkin saja itu semua balasan dari perbuatannya di masa lalu. Begitupun dengan masalah yang kamu hadapi, jangan dulu mengutuk keadaan, siapa tahu Allah berniat menyadarkan.

Coba ingat-ingat lagi apakah kamu pernah menyakiti seseorang atau berbuat kesalahan di masa lalu? Mungkin dengan memberimu masalah Allah berharap kamu akan memperbaiki segalanya. Memohon ampunlah pada-Nya dan meminta maaf pada orang yang telah kamu sakiti.

3. Allah Rindu dan Ingin Kamu Kembali Mendekat Pada-Nya


Allah selalu mempunyai banyak cara agar hamba-Nya selalu ingat kepadanya. Mungkin salah satunya adalah dengan memberikanmu masalah. Ibadahmu mungkin kurang, juga kamu masih berharap kepada manusia yang jelas-jelas tidak pasti, maka dari itu Allah ingin membuatmu kembali pada-Nya. Saat sedang dilanda masalah, saat tidak ada seorangpun yang mengerti, maka kamu tidak mempunyai pilihan lain selain mengadu pada-Nya.

4. Allah Begitu Menyayangimu


Pernahkah kamu berpikir kalau bentuk kasih sayang itu tidak berupa kebahagiaan saja? Iya, saat kamu sedang dilanda masalahpun itu pertanda jika Allah sangat menyayangimu. Ada banyak tujuan baik dari masalah yang kamu hadapi, cobalah untuk belajar ikhlas dan menerimanya. Karena hidup bukan hanya tentang manisnya gula juga pahitnya kopi, Allah tahu mana yang lebih kamu butuhkan untuk kebaikanmu.

5. Akan Ada Sesuatu yang Indah Di Balik Setiap Masalah


Terkadang, saking beratnya masalah yang kamu hadapi menyerah adalah pilihan terbaik yang ada di pikiranmu. Namun perlu kamu ketahui bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan semuanya. Masalah akan terus menumpuk jika kamu lari begitu saja. Jangan karena satu masalah maka kamu kehilangan arah untuk meraih mimpi yang lainnya.

Mimpi yang telah kamu susun dan perjuangkan sedari dulu, cobalah buka mata hatimu dan mulai berdamai dengan keadaan. Satu hal yang perlu kamu yakini, akan ada sesuatu yang indah dibalik setiap masalah. Kamu hanya perlu sabar dan ikhlas dalam melewatinya.

Memang tidak ada yang ingin gagal dalam hidupnya, namun kita harus sadar bahwa manusia hanya bisa berencana. Ada takdir yang lebih berkuasa dari mimpi, ketika masalah datang cobalah untuk hadapi, jangan lari apalagi sampai mengutuk diri. Yakinkah bahwa kamu bisa melewatinya, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya berjuang sendirian. Bangkit dan berjuang lagi untuk meraih mimpi!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Agar Hidupmu Tidak Hancur Begitu Saja, Sertakan Logika Dalam Cinta

Galau, sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Hampir di setiap negara kata ini ada meskipun berbeda dalam penyebutannya. Galau disini menggambarkan perasaan seseorang yang sakit hati, gelisah dan tak karuan. Penyebabnya bisa jadi karena putus cinta, hubungan keluarga, atau ekspektasi yang bertolak belakang dengan realita.

Entah siapa yang pertama kali memproklamirkan kata galau ini, namun sepertinya kata ini sudah begitu fenomenal di Indonesia. Semua kalangan bisa saja merasakannya, namun kebanyakan memang orang dewasa yang sering mengaku dan merasakan galau. Dan alasan yang paling banyak di utarakan adalah karena putus cinta.

Hmm, pernah berpikir nggak sih apa untungnya dari galau? Dengan galau kita bisa merusak diri kita bahkan aktifitas kita. Galau bisa membuat kita kehilangan semangat melakukan sesuatu, bahkan sampai nafsu makan pun menurun. Memang sih, saat galau logika kita entah pergi kemana. Semuanya terasa hampa, dunia rasanya tak berpihak lagi pada kita.

Galau juga tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tapi akan berpengaruh terhadap orang-orang di sekitar kita. Bagaimana tidak? Yang biasanya kita adalah orang periang, ketika galau tiba-tiba diam seribu bahasa. Tidak ada lagi senyuman di wajah kita, tentu saja orang lain akan merasa aneh dengan kita. Mungkin banyak yang empati, namun tidak sedikit juga yang memang tidak perduli.

Ada yang sampai galau bertahun-tahun karena putus cinta, memang ya jika sudah berkaitan dengan cinta logika kita entah kemana. Padahal, jika seseorang itu pergi meninggalkan kita sudah jelas dia bukan yang terbaik untuk kita. Sakit memang sakit, namun bangkit tetap harus bangkit. Hidup bukan hanya tentang meratapi luka, semuanya hanya tentang waktu. Perlahan luka akan sembuh dengan sendirinya, selama ia masih menganga cobalah untuk menata hati kembali. Merapikan yang sudah dia hancurkan, memeluk puing-puing harapan yang ia tinggalkan. Jangan melulu terpuruk dengan keadaan.

Kebanyakan yang merasakan galau ini adalah perempuan. Karena apa? Karena saat jatuh cinta perempuan hampir menggunakan seluruh perasaannya daripada logika, berbanding terbalik dengan laki-laki. Perempuan mencinta tanpa memikirkan logika, sedangkan laki-laki lebih mengutamakn logika daripada rasa. Maka dari itu saat ada yang terluka, laki-laki lebih memiliki peluang cepat sembuh karena logikanya berjalan. Sedangkan perempuan, ia hanya mengikuti perasaannya sampai suatu hari nanti logikanya terbuka dengan sendirinya, butuh waktu yang lama.

Galau ini sebenarnya belum ada obatnya, namun mendekat kepada sang pencipta bisa menjadi pereda. Ketika kesetiaan dibalas dengan pengkhianatan, ketika ketulusan dibalas dengan kebohongan, bersyukurlah karena Allah telah memperlihatkan siapa diri mereka sesungguhnya. Kata-kata motivasi dan hiburan dari teman-teman memang sedikit menguatkan, namun tetap saja bangkit dan kembali seperti semula butuh waktu yang lama.

Teruntuk kalian yang sedang merasakan, mari jemput logika agar luka kalian tidak berlangsung sama. Percayakan segala hal kepada yang maha kuasa, termasuk cinta. Yang terbaik akan dipersatukan dengan yang baik juga, lalu jika kamu masih berharap dengan seseorang yang telah menyakitimu apakah kamu tidak akan merasa rugi jika dipersatukan dengan seseorang yang tidak baik untukmu? Segera Move On dan perbaiki kehidupanmu sekarang, sebelum galau benar-benar membawamu dalam penderitaan. Semangat !

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top