Feature

Bukan Karena Laki-laki yang Tak Baik, Barangkali Alasan Kamu Memilih Dirinya Juga Salah

Perihal cinta dan menjalin hubungan, kadang menjadi sebuah teka-teki yang sulit kita putuskan. Meski katanya kita hanya butuh percaya dan rasa suka, faktanya itu saja ternyata tak cukup .

Alih-alih percaya pada laki-laki yang kini kamu jadikan pacar, kamu justru semakin sadar akan satu hal. Ternyata dia bukanlah orang yang sebenarnya kamu butuhkan. Tanpa harus terburu-buru menyesal dan menyalahkan dia atau keadaan. Coba ingat kembali bagaimana dulu kamu dan dia ketika saling kenal.

Barangkali sebenarnya dia telah menunjukkan tanda-tanda tak suka, hanya saja kamu terburu-buru percaya. Menyesal mungkin tak ada guna, tapi mengingat kembali bagaimana dia dulu mengatakan cinta akan sedikit mengurangi rasa kecewa.

Rasa Takut Akan Kesendirian Jadi Faktor Utama yang Mungkin Kamu Jadikan Alasan

Mari buka suara, sebagian besar perempuan acap kali takut jika harus sendiri tanpa pasangan. Mulai dari takut merasa kesepian, khawatir ditinggal pergi oleh teman yang mungkin akan berkencan, hingga takut dianggap tak laku.

Ketakutan seperti ini secara tak langsung mendorongmu, untuk segera menemukan pacar. Kamu mungkin tahu bahwa kalian tidak akan jadi pasangan yang saling melengkapi. Tapi karena ketakutanmu tadi, dengan sigap kamu mengiyakan ajakannya untuk berpacaran.

Hubungan yang terasa hangat diawal, kian lama justru jadi tak sesuai harapanmu. Lalu kamu mungkin berpikir bahwa dirinya ternyata tak sebaik perkiraanmu, dan lupa bahwa alasanmu untuk memilihnya juga salah.

Awalnya Kehadirannya Hanya Kamu Gunakan Sebagai Alat Untuk Balas Dendam Pada Mantan Pacar

Yap, ini jadi alasan selanjutnya yang kerap kita jadikan patokan. Setelah putus dengan mantan kekasih terdahulu, isi kepala kita bak dipenuhi keinginan untuk segera menemukan orang baru. Dengan kata lain, sebagai perempuan, kita tak ingin dianggap belum bisa melupakannya jika belum kembali memiliki pacar.

Dia mungkin juga telah membaca gerak-gerik kita saat pertama kali berkencan. Perlahan namun pasti, akhirnya dia sampaikan bahwa ternyata kalian memang tak memiliki kecocokan sebagai dua orang yang akan berpacaran. Lalu apakah dia harus disalahkan? Tentu saja tidak.

Terburu-buru Untuk Menerima, Padahal Kamu Sendiri Belum Punya Kriteria

Dia yang sudah mulai kita sukai diam-diam malah memilih pergi. Ini tentu bukan perkara salah pilih atau disakiti Akan tetapi keinginan menggebu untuk segera melepas status single, membuat kita salah menentukan langkah.

Hingga akhirnya justru tak punya waktu untuk mengetahui bagaimana dia yang sebenarnya kita inginkan. Bukan ingin terlihat sebagai perempuan perfeksionis. Namun ketika kita sudah tahu kriteria laki-laki yang kita suka, ini tentu akan memudahkan untuk memilih dia yang memang akan serasi pada diri.

Wajahnya yang Tampan Kamu Jadikan Alasan Utama Memilihnya

Penampilan yang rupawan tentu jadi impian semua orang. Apa lagi jika dia memang jauh terlihat tampan dari mantan pacar. Tak hanya merasa puas menemukannya, ini juga jadi ajang pamer pada sang mantan. Dengan kata lain, kini kamu sudah bahagia dengan dia yang jauh lebih baik.

Padahal jika ternyata laki-laki yang ada dihadapanmu sekarang tahu apa yang menjadi alasanmu untuk memilihnya, tentu dia akan marah. Merasa telah dimanfaatkan oleh perempuan yang tadinya dia percaya. Tanpa perlu harus bersembunyi dengan berpura-pura berkata bahwa kamu memilihnya bukan karena wajahnya, sesungguhnya letak kesalahannya ada pada dirimu.

Bukan Cinta, Sejak Awal Dia Hanya Kamu Jadikan Solusi Untuk Menghindari Tekanan

Iya, kami tentu tahu. Bagaimana tekanan yang kamu terima, baik dari lingkungan, keluarga, dan pertemanan yang kerap memintamu untuk segera mencari pasangan.  Jadi tak heran ketika ada satu sosok laki-laki yang tiba-tiba datang menghampiri, dengan segera kamu akan membuka diri. Bukan karena cinta dan ketertarikan, ini semua semata-mata hanya dijadikan jalan keluar untuk terlepas dari banyaknya tekanan yang kamu terima.

Atau Semata-mata Hanya Untuk Menyenangkan Orang Lain Saja

Kamu sering dijodohkan oleh temanmu atau bahkan orang tuamu sendiri. Jadi wajar saja jika ternyata kamu tak benar-benar tertarik dengan orang ini. Bahkan jika diminta jujur, kamu mungkin akan berkata bahwa ini hanya untuk menciptakan status yang jelas saja. Bukan didasari oleh cinta tulus.

Hal lain yang mungkin menjadi alasannya adalah dirimu adalah seorang wanita yang amat sulit untuk menolak sebuah ajakan. Meski sesungguhnya laki-laki yang dijodohkan oleh teman atau orangtuamu tersebut bukanlah orang yang kamu suka, tak ada alasan untuk tak menerimanya, karena keinginanmu menyenangkan mereka.

Benar memang mereka akan senang, tapi dia yang kamu terima jadi pacar belum tentu demikian. Menerimanya hanya karena kesenangan orang lain, tentu jadi sesuatu yang akan membohongi dirinya juga.

Dan Terlalu Berharap Bahwa Dia Akan Selalu Melengkapi Seluruh Kekuranganmu

Sebenarnya tentu tak ada yang salah dari berharap pada pasangan. Tapi jika itu sudah dilakukan sejak awal, agaknya kamu juga harus siap jika kelak dikecewakan. Karena biar bagaimana pun, takkan ada orang lain yang bisa mengisi kekosonganmu selain dirimu sendiri. Dia mungkin akan jadi pacar, namun semua hal baik hanya akan didapat ketika kamu berusaha untuk menggenapinya. Bukan malah berharap pada orang lain, sekalipun itu adalah pacar.

Tanpa harus merasa dirimu jadi pihak yang telah disakiti oleh laki-laki, coba pikirkan kembali bagaimana dulu kamu memilih dia.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bukan Untuk Membuatmu Lemah, Inilah Alasan Tuhan Memberikanmu Masalah

Hidup tanpa masalah bagaikan laut tanpa ombak, hambar. Setiap manusia pasti mempunyai masalahnya masing-masing. Setiap hari, setiap waktu, kapanpun dan dimanapun itu. Namun janganlah kamu merasa bahwa masalahmu lah yang paling berat, apalagi sampai membenci tuhan karena masalah yang dia berikan. Mungkin inilah beberapa alasan mengapa masalah selalu menghampiri kehidupan.

1. Allah Tahu, Kamu Kuat dan Mampu


Dalam setiap masalah yang Dia berikan, kamu akan menjadi sosok yang lebih kuat saat berhasil melewatinya. Kamu mungkin tidak pernah tahu apa alasan tuhan memberikanmu masalah, tapi yang harus kamu tahu selalu ada hikmah dari setiap masalah yang kamu alami. Masalah juga akan melatih mental dan cara berpikirmu. Allah tahu, kamu mampu.

2. Menyadarkanmu dari Kesalahan Di Masa Lalu


Terkadang manusia memang egois, mereka selalu merasa benar sendiri. Setiap dirinya terluka mereka langsung menyalahkan orang lain, padahal mungkin saja itu semua balasan dari perbuatannya di masa lalu. Begitupun dengan masalah yang kamu hadapi, jangan dulu mengutuk keadaan, siapa tahu Allah berniat menyadarkan.

Coba ingat-ingat lagi apakah kamu pernah menyakiti seseorang atau berbuat kesalahan di masa lalu? Mungkin dengan memberimu masalah Allah berharap kamu akan memperbaiki segalanya. Memohon ampunlah pada-Nya dan meminta maaf pada orang yang telah kamu sakiti.

3. Allah Rindu dan Ingin Kamu Kembali Mendekat Pada-Nya


Allah selalu mempunyai banyak cara agar hamba-Nya selalu ingat kepadanya. Mungkin salah satunya adalah dengan memberikanmu masalah. Ibadahmu mungkin kurang, juga kamu masih berharap kepada manusia yang jelas-jelas tidak pasti, maka dari itu Allah ingin membuatmu kembali pada-Nya. Saat sedang dilanda masalah, saat tidak ada seorangpun yang mengerti, maka kamu tidak mempunyai pilihan lain selain mengadu pada-Nya.

4. Allah Begitu Menyayangimu


Pernahkah kamu berpikir kalau bentuk kasih sayang itu tidak berupa kebahagiaan saja? Iya, saat kamu sedang dilanda masalahpun itu pertanda jika Allah sangat menyayangimu. Ada banyak tujuan baik dari masalah yang kamu hadapi, cobalah untuk belajar ikhlas dan menerimanya. Karena hidup bukan hanya tentang manisnya gula juga pahitnya kopi, Allah tahu mana yang lebih kamu butuhkan untuk kebaikanmu.

5. Akan Ada Sesuatu yang Indah Di Balik Setiap Masalah


Terkadang, saking beratnya masalah yang kamu hadapi menyerah adalah pilihan terbaik yang ada di pikiranmu. Namun perlu kamu ketahui bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan semuanya. Masalah akan terus menumpuk jika kamu lari begitu saja. Jangan karena satu masalah maka kamu kehilangan arah untuk meraih mimpi yang lainnya.

Mimpi yang telah kamu susun dan perjuangkan sedari dulu, cobalah buka mata hatimu dan mulai berdamai dengan keadaan. Satu hal yang perlu kamu yakini, akan ada sesuatu yang indah dibalik setiap masalah. Kamu hanya perlu sabar dan ikhlas dalam melewatinya.

Memang tidak ada yang ingin gagal dalam hidupnya, namun kita harus sadar bahwa manusia hanya bisa berencana. Ada takdir yang lebih berkuasa dari mimpi, ketika masalah datang cobalah untuk hadapi, jangan lari apalagi sampai mengutuk diri. Yakinkah bahwa kamu bisa melewatinya, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya berjuang sendirian. Bangkit dan berjuang lagi untuk meraih mimpi!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Agar Hidupmu Tidak Hancur Begitu Saja, Sertakan Logika Dalam Cinta

Galau, sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Hampir di setiap negara kata ini ada meskipun berbeda dalam penyebutannya. Galau disini menggambarkan perasaan seseorang yang sakit hati, gelisah dan tak karuan. Penyebabnya bisa jadi karena putus cinta, hubungan keluarga, atau ekspektasi yang bertolak belakang dengan realita.

Entah siapa yang pertama kali memproklamirkan kata galau ini, namun sepertinya kata ini sudah begitu fenomenal di Indonesia. Semua kalangan bisa saja merasakannya, namun kebanyakan memang orang dewasa yang sering mengaku dan merasakan galau. Dan alasan yang paling banyak di utarakan adalah karena putus cinta.

Hmm, pernah berpikir nggak sih apa untungnya dari galau? Dengan galau kita bisa merusak diri kita bahkan aktifitas kita. Galau bisa membuat kita kehilangan semangat melakukan sesuatu, bahkan sampai nafsu makan pun menurun. Memang sih, saat galau logika kita entah pergi kemana. Semuanya terasa hampa, dunia rasanya tak berpihak lagi pada kita.

Galau juga tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tapi akan berpengaruh terhadap orang-orang di sekitar kita. Bagaimana tidak? Yang biasanya kita adalah orang periang, ketika galau tiba-tiba diam seribu bahasa. Tidak ada lagi senyuman di wajah kita, tentu saja orang lain akan merasa aneh dengan kita. Mungkin banyak yang empati, namun tidak sedikit juga yang memang tidak perduli.

Ada yang sampai galau bertahun-tahun karena putus cinta, memang ya jika sudah berkaitan dengan cinta logika kita entah kemana. Padahal, jika seseorang itu pergi meninggalkan kita sudah jelas dia bukan yang terbaik untuk kita. Sakit memang sakit, namun bangkit tetap harus bangkit. Hidup bukan hanya tentang meratapi luka, semuanya hanya tentang waktu. Perlahan luka akan sembuh dengan sendirinya, selama ia masih menganga cobalah untuk menata hati kembali. Merapikan yang sudah dia hancurkan, memeluk puing-puing harapan yang ia tinggalkan. Jangan melulu terpuruk dengan keadaan.

Kebanyakan yang merasakan galau ini adalah perempuan. Karena apa? Karena saat jatuh cinta perempuan hampir menggunakan seluruh perasaannya daripada logika, berbanding terbalik dengan laki-laki. Perempuan mencinta tanpa memikirkan logika, sedangkan laki-laki lebih mengutamakn logika daripada rasa. Maka dari itu saat ada yang terluka, laki-laki lebih memiliki peluang cepat sembuh karena logikanya berjalan. Sedangkan perempuan, ia hanya mengikuti perasaannya sampai suatu hari nanti logikanya terbuka dengan sendirinya, butuh waktu yang lama.

Galau ini sebenarnya belum ada obatnya, namun mendekat kepada sang pencipta bisa menjadi pereda. Ketika kesetiaan dibalas dengan pengkhianatan, ketika ketulusan dibalas dengan kebohongan, bersyukurlah karena Allah telah memperlihatkan siapa diri mereka sesungguhnya. Kata-kata motivasi dan hiburan dari teman-teman memang sedikit menguatkan, namun tetap saja bangkit dan kembali seperti semula butuh waktu yang lama.

Teruntuk kalian yang sedang merasakan, mari jemput logika agar luka kalian tidak berlangsung sama. Percayakan segala hal kepada yang maha kuasa, termasuk cinta. Yang terbaik akan dipersatukan dengan yang baik juga, lalu jika kamu masih berharap dengan seseorang yang telah menyakitimu apakah kamu tidak akan merasa rugi jika dipersatukan dengan seseorang yang tidak baik untukmu? Segera Move On dan perbaiki kehidupanmu sekarang, sebelum galau benar-benar membawamu dalam penderitaan. Semangat !

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top