Feature

Bukan Hanya Pakaian, Ada Juga Dinamika Percintaan yang Kian Hits di Tahun Ini

Mungkin kamu baru tahu, ternyata hubungan asmara pun memiliki tren yang turut berubah seiring pergantian tahun. Di tahun 2018 lalu, sejatinya ada beberapa tren kencan baru yang jadi perbincangan. Seperti ‘ghosting’ atau menghilang secara tiba-tiba, memberikan kode kalau dia ingin hubungannya berakhir, atau istilah ‘kittenfishing’ dimana seseorang melebih-lebihkan tentang dirinya demi menarik perhatian orang lain. Nah, di tahun ini, sudah ada lho situasi berikut istilah yang diramalkan akan jadi tren tersendiri sepanjang 2019.

Grande-ing

Jumpshot Photography of Woman in White and Yellow Dress Near Body of Water

Melansir dari Daily Mail, istilah Grande-ing akan jadi tren di sepanjang tahun ini. Tentu saja, istilah grande-ing lahir dari kisah asmara penyanyi Ariana Grande yang menuangkan isi hatinya lewat lagu berjudul Thank U, Next. Yup, lagu tersebut menggambarkan kondisi ketika seseorang merayakan dirinya pasca putus.

Secara harafiah, istilah grande-ing melibatkan perasaan bersyukur di akhir hubungan dan menolak hal-hal negatif kemudian sepakat untuk move on. Ada yang menarik, tren ini ternyata sudah umum dilakukan oleh generasi yang lebih tua, lho! Sekitar 55% orang-orang berusia 41-45 tahun cenderung melihat hubungan masa lalunya tanpa rasa sakit maupun kecewa.

Banksying

Man Facing Woman Under White Glass Roof

Istilah ini mencuat karena nama seorang seniman bernama Banksy. Kamu sendiri, pernahkan melihat karya seni Girl with Balloon yang dibuat oleh Banksy? Karya seni itu menunjukkan sebuah gambar perempuan yang terpotong-potong, dan menyisakan area kertas utuh dengan gambar balon hati berwarna merah.

Yup, lukisan itu dibuat rusak dengan sengaja. Senada dengan karya milik Banksy, maka tren percintaan Banksying adalah sebuah situasi dimana seseorang merencanakan untuk putus dengan pasangannya secara cermat dan terstruktur. Sebanyak 25% orang mengaku melakukan banksying, bahkan pada hubungan yang belum dimulai sekalipun! Tega ya.

Throning

Young Couple Kissing at Night

Kamu pasti pernah dengar istilah panjat sosial, dong? Nah, tren kencan yang akan menghiasi 2019 ini berhubungan dengan hal itu. Sesuai namanya, throning merupakan istilah dimana seseorang menjalin hubungan dengan pasangannya semata-mata demi meningkatkan reputasinya atau menjadi terkenal, seperti hubungan sejumlah selebriti. Ada sekitar 18% orang yang mengaku menjalani hubungan dengan konsep ini. Sementara dari perbandingan gender, laki-laki cenderung melakukan throning ketimbang perempuan.

Vulturing

Couple Sitting on Red Car

Vulturing sebenarnya adalah situasi dimana kamu mencari mencari perhatian dengan orang lain ketika merasa hubunganmu sendiri sudah di penghujung dan tak dapat diselamatkan. Jadi kelak ada kemungkinan kamu jatuh hati pada seseorang yang baru dimana ia memberikan perhatian lebih padamu, padahal hubunganmu dengan pasangan yang sekarang belum benar-benar berakhir.

Orang melakukan vulturing biasanya karena ia merasa tak bisa hidup sendiri dan melajang. Karenanya ia sesegera mungkin mencari penggantinya. Sekitar 16% orang mengaku melakukan vulturing ketika merasa ketertarikannya pada hubungannnya saat itu perlahan menghilang.

Orbiting

Person Using Android Smartphone

Setelah istilah ghosting, akan ada istilah orbiting. Melansir dari The Sun, mirip ghosting, orbiting sendiri adalah situasi dimana ada seseorang sepenuhnya lenyap dari kehidupanmu, namun masih ada untuk stalking dirimu di media sosial tanpa pernah membalas pesanmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pemilu Sudah Terlewatkan, Mari Sudahi Ajang Kubu-kubuan

Hampir satu tahun terakhir, kita semua jadi saksi bagaimana pesta demokrasi melahirkan berbagai macam kejadian. Teman lama yang mendadak bermusuhan, adu pendapat yang jadi sumber pertengkaran, hingga saling ejek atas pilihan yang tak sesuai dengan hal yang kita lakukan.

Banyak drama yang sudah kita saksikan bersama. Gilanya fanatisme atas usungan kepala negara, sampai perselisihan hebat yang terjadi pada beberapa grup whatsApp keluarga. Serupa dengan para legislatif yang gagal mendapat suara, kita semua juga pasti sudah lelah menyaksikan ajang kubu-kubuan yang selama ini jadi tembok pemisah.

“Tujuh belas April lalu, jadi penentu. Siapa yang menang dan kalah”

Untuk itu seharusnya kita pun bisa kembali seperti semula. Tak lagi memblokir teman lama karena sering memberikan komentar negatif atas pilihan kita. Kembali menyapa tetangga, meski pilihan kita kalah dan pilihannya jadi juara.

Perlu diingat, jika tak ada satupun peristiwa yang mampu memisahkan kita semua sebagai saudara sebangsa. Pemilu itu pesta demokrasi, bukan ajang yang bertujuan untuk mencerai-beraikan kita dari hidup bermasyarakat. Setiap usungan kita tentu punya niat dan maksud, dan kita percaya jika perjuangan mereka adalah yang terbaik yang patut dipilih. Namun bukan berarti, orang lain harus bisa mengerti. Sebab, setiap kepala memiliki cara pandang yang berbeda. 

Ingat, Bangsa yang merdeka adalah mereka yang bisa menerima perbedaan yang lahir dari tiap kepala. Ketidaksukaan kita pada satu pihak tertentu, tak lantas jadi alasan untuk memaksakan kehendak pada teman lain yang belum tahu. Sebagaimana kita yang merasa berhak untuk memilih sesuatu, orang lain pun memiliki hak serupa untuk menyuarakan apa yang dirasanya perlu.

Selepas jari yang sudah berwarna ungu, setelah puas karena telah menggunakan hak suaramu, mari kembali bersatu. Sebagaimana gerai pakaian atau restauran yang tak membeda-bedakanmu menikmati diskon bersadarkan pilihan suara, ayo lupakan semua perbedaan dan pertentangan yang kemarin ada.

“Saatnya kembali menjadi Indonesia, yang meski berbeda-beda tapi tetap satu jua”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Bus Terguling dan Tewaskan 29 Orang di Portugal

Sedikitnya 29 orang tewas setelah kecelakan bus turis yang mengangkut puluhan turis Jerman jatuh menggelinding di salah satu pulau di Portugal, Madeira. Kecelakaan terjadi pada pukul 18.30 waktu setempat, Rabu 17 April 2019 setelah pengemudi disebutkan kehilangan kendali kemudi di persimpangan dan tikungan yang jalannya tak mulus sebagaimana diberitakan kantor berita Portugal, Lusa.

Bus tersebut jatuh di jalanan di dataran tinggi, kemudian berguling dan menimpa atap rumah di pemukiman yang berada di area bawah.

“Saya sampai tak bisa berkata-kata atas kecelakaan fatal ini. Saya tak sanggup melihat penderitaan dan duka yang dialami korban,” kata Wali Kota setempat, Filipe Sousa.

Ia mengatakan seluruh turis dalam bus tersebut merupakan warga negara Jerman, namun tak menutup kemungkinan ada beberapa warga lokal diantara mereka. Korban tewas 11 orang lelaki dan 17 orang wanita, kemudian satu orang wanita lainnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, pemimpin pemerintahan daerah Madeira, Pedro Calado mengatakan, bus tersebut sebenarnya memenuhi standar keselamatan dan keamanan. Karenanya ia mengungkapkan, masih terlalu dini memastikan penyebab kecelakaan maut tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Aktris Senior Michelle Yeoh Dapat Peran untuk Sekuel ‘Avatar’

Sekuel film Avatar tengah digarap. Para kru film masih mencari pemeran untuk melengkapi peran di dalam film tersebut. Kabar terbaru menyebutkan giliran aktris senior Michelle Yeoh yang bergabung di kisah fiksi ilmiah tersebut. Melansir The Hollywood Reporter, Yeoh mendapat berperan sebagai ilmuwan bernama Dr. Karina Mogue. Ia akan beraksi di Pandora, tempat tinggal para makhluk berwarna biru yang disebut suku Na’vi.

“Sepanjang karirnya, Michelle selalu menciptakan karakter yang unik dan mudah diingat. Saya berharap dapat bekerja sama dengan Michelle untuk melakukan hal yang sama di sekuel ‘Avatar’,” kata sutradara James Cameron.

Nama Yeoh sudah diakui sebagai aktris senior Internasional. Dirinya sudah terjun di dunia perfilman sejak tahun 1984 dimana sudah sekitar 47 film dan empat serial yang dibintanginya.

Beberapa penampilan yang paling diingat adalah ketika Yeoh tampil dalam film ‘Memoirs of a Geisha’ (2005) dan ‘The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor’ (2008). Terakhir, ia berperan sebagai Eleanor Young dalam ‘Crazy Rich Asians’ (2018).

Februari lalu, Cameron membenarkan judul-judul film sekuel Avatar yang sempat bocor pada November lalu. Di antaranya ‘Avatar: The Way of Water’, ‘Avatar: The Seed Bearer’, ‘Avatar: The Tulkun Rider’ dan ‘Avatar: The Quest for Eywa’.

“Saya tak bisa mengkonfirmasi ataupun membantah. Baik, begini yang bisa saya katakan. Judul-judul itu merupakan judul yang sedang dipertimbangkan. Dan belum ada keputusan akhir yang dibuat,” ujarnya beberapa waktu lalu. Cameron memang tengah bekerja keras menyelesaikan empat sekuel ‘Avatar’ yang rilis perdana 10 tahun lalu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top