Feature

Bukan Hanya Makanan, Barang-barang Rumah Tangga Pun Punya Masa Kadaluarsa Lho Ya!

Siapa bilang peralatan di sekitar kita tak memiliki waktu kadaluarsa? Faktanya setiap benda yang ada pasti punya jangka waktunya tersendiri untuk akhirnya harus diganti. Nah, soal ini, kamu harus banyak baca dan cari tahu ya. Selain demi kebersihan, kamu pun juga ikut berkontribusi menjaga kesehatan dari potensi bakteri yang mungkin bersarang di peralatan yang sudah terlanjur sering digunakan.

1. Sponge (2 Minggu)

Alat mandi atau alat pencuci seperti sponge sejatinya tempat jamur berkembang biak dengan lebih pesat. Untuk itulah, tak disarankan untuk mempertahankan sponge sampai berbulan-bulan. Waktu kadaluarsa alat mandi yang satu ini justru hanya sekitar dua minggu. Setelahnya, demi kulit yang lebih sehat, gantilah jika sudah melewati batas kadaluarsa

2. Handuk Mandi (1-3 Tahun)

Satu lagi tempat yang cukup dimanfaatkan bakteri untuk berkembang biak adalah handuk. Apalagi kalau handuknya basah dan tak segera dijemur, potensi bakteri jahat untuk berkembang pun semakin besar lagi. Hanya saja, tak seperti sponge, handuk mandi biasanya bisa dicuci bersih dengan rutin. Dengan mencucinya secara benar dan rutin, tentu akan membantu menuntaskan bakteri yang menempel. Tapi kamu perlu tahu, lewat dari satu sampai tiga tahun, sebaiknya ganti handukmu, ya!

3. Sikat Gigi (3 Bulan)

Dalam sehari kira-kira berapa kali kamu menyikat gigi? Karena benda yang satu ini sangat sering dipakai dalam sehari, masa kadaluarsanya pun terbilang cepat yaitu tiga bulan. Artinya, setiap tiga bulan sekali kamu harus mengganti sikat gigimu ya. Anjuran ini pun sudah sering disuarakan oleh dokter gigi. Semua ini demi kesehatan mulut dan gusimu juga lho.

4. Sisir (1 Tahun)

Terutama perempuan, pasti jauh lebih sering memakai sisir demi menata rambut. Nah, kamu perlu tahu, kebersihan sisir pun perlu dijaga. Setidaknya pastikan kamu punya sisir sendiri yang tidak kamu pinjamkan ke orang-orang. Di lain sisi, cucilah sisirmu setiap seminggu sekali. Untuk masa kadaluarsanya pun sisir harus diganti setiap satu tahun sekali. Ingat ya…

5. Dot atau Empeng (2-5 Minggu)

Ibu muda wajib tahu soal ini. Memberikan dot pada anak atau empeng bukan berarti membiarkannya begitu saja sampai si anak merasa bosan. Justru, masa kadaluarsa dot atau empeng terbilang cepat yaitu dua sampai lima minggu setelah digunakan. Bahan yang digunakan pada dot maupun empeng bayi sejatinya tak baik untuk kesehatan buah hati kalau dibiarkan terlalu lama dan tak kunjung diganti.

6. Disinfektan (3 bulan)

Kandungan zat pada disinfektan biasanya tak bertahan lama. Untuk itulah, setelah tiga bulan, formula disinfektan tak akan berfungsi maksimal seperti saat baru dibeli. Karenanya, kalau sudah tiga bulan, sebaiknya ganti saja dengan yang baru. Tapi pastikan, kalau disinfektan dirumah masih tersisa, buanglah dengan cara yang tepat.

7. Rempah-rempah (1-3 tahun)

Setiap beli bumbu dapur pasti jarang sekali ada keterangan kadaluarsa. Apalagi kalau belinya di warung sayur atau pasar tradisional. Untuk itulah kamu yang harus mengakali. Pastikan rempah-rempah yang ada di rumahmu tak disimpan lebih dari satu tahun karena rasa dan aromanya pasti berubah. Kalau memang sudah terlihat lama, beli saja dengan rempah yang baru ya.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Lalu Muhammad Zohri Berhasil Pecahkan Rekor Manusia Tercepat se-Asia Tenggara

Pelari putra Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, berhasil menorehkan rekor jadi menusia tercepat dalam kategori lari 100 meter pada Kejuaraan Atletik Asia 2019 yang diselenggarakan di Doha, Qatar, pada 21-24 April. Dengan demikian, keberhasilannya tersebut sekaligus merebut posisi seniornya, Suryo Agung yang sebelumnya tercatat sebagai manusia tercepat se-Asia Tenggara sejak 2009 lalu.

Pada perlombaan yang berlangsung Senin (22/4/2019), Zohri menorehkan waktu 10,15 detik. Padahal sebelumnya, rekor Suryo adalah 10,17 detik yang tercipta saat SEA Games 2009 di Laos. Namun, meski demikian, Zohri hanya menjadi runner-up pada perlombaan tersebut. Sebab dirinya kalah dari pelari asal Jepang, Yoshihide Kiryu, yang menorehkan catatan 10,12 detik.

“Alhamdulillah bisa memecahkan rekor nasional, Memang sejak awal sudah menjadi harapan Zohri untuk memecahkan rekornas Suryo Agung,” ujar pelatih Zohri, Eni Nuraeni, dalam siaran pers yang diterima media.

Selanjutnya, Zohri dan lima pelari lain melaju ke final. Dimana perlombaan akan diselenggarakan pada Selasa (23/4/2019) pukul 00.20 WIB. Lima pelari lain yang dimaksud ialah Kiryu, Andrew Fisher (Bahrain), Ryota Yamagata (Jepang), Wu Zhiqiang (China), dan Kim Kuk-young (Korea Selatan).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berdampak Buruk Bagi Lingkungan, Tulus Semangat Kurangi Penggunaan Plastik

Penyanyi Tulus mengaku semakin giat dalam mengurangi penggunaan plastik setelah tahu jika dampaknya cukup berbahaya bagi lingkungan.

“Sebenarnya yang paling bikin saya semangat adalah sudah mengetahui lama kalau plastik itu sulit diuraikan tetapi sayangnya saya pribadi mengakui bahwa saya pun belum dewasa ternyata dalam penggunaan plastik,” ucap seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (23/4).

Lantaran bahaya plastik bagi lingkungan dalam jangka panjang, pelantun “Teman Hidup” ini sekarang lebih aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengampanyekan pengurangan penggunaan plastik.

“Jadi selain saya belajar banyak tentang lebih bijak menggunakan plastik dalam keseharian, yang kedua saya ikut sumbang-sumbang lah, sumbang suara dikit untuk karya (pameran) yang dibangun Felix (seniman) dan Mbak Citra,” ucapnya.

Tulus berharap apa yang ia lakukan dapat memberi pengaruh terhadap sekitar untuk turut serta menggiatkan pengurangan penggunaan plastik.

“Saya semangat karena saya yakini ini bukan seru-seruan bersama tapi yang lebih berartinya justru bisa jadi manusia yang lebih dewasa dalam menggunakan plastik. Mudah-mudahan nanti saya bisa kasih tahu ke sekitar,” imbuhnya.

Tulus menjadi salah satu orang yang terlibat dalam pameran Laut Kita yang digagas oleh seniman instalasi Felix Tjahjadi. Selain Tulus, beberapa rekan artis lain seperti Dian Sastrowardoyo, dan Nicholas Saputra juga terlibat dalam pameran yang digelar untuk mengampanyekan bahaya plastik bagi lingkungan. Pameran itu sendiri digelar di Function Hall Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Cinta Laura Buka Dua Bisnis Guna Menyelamatkan Lingkungan

Aktris Cinta Laura berencana membuka dua lini bisnis yang membawa misi tentang lingkungan hidup dan sosial. Bisnis pertamanya yaitu minuman sehat. Cinta mengatakan, ia ingin memotivasi orang-orang untuk hidup lebih sehat. Produk sehat yang dimaksud Cinta selain untuk tubuh manusia juga untuk lingkungan hidup.

“Sekarang banyak selebriti yang punya produk minuman kayak kopi dan lain-lain, mine very different dan juga environmentally friendly, kami sama sekali enggak pakai plastik, botolnya saja gelas,” katanya seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (23/4).

Selain minuman, Cinta juga akan membuka lini bisnis aksesoris berupa gelang. Selain mengunggulkan kualitasnya, Cinta rupanya akan menyisihkan sebagian keuntungan untuk kegiatan-kegiatan bertema sosial.

“Ada gelang yang profitnya bakal sebagian kami donate ke korban bencana alam, karena akhir-akhir ini banyak banget bencana alam di Indonesia. Jadi I want my product good to massa. Aku pingin apapun yang aku keluarin itu juga beneficial (punya manfaat) buat semua orang,” ujarnya lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top