Feature

Bukan Hanya Jiwa Raga dan Perasaan, Hubungan Pun Perlu Kamu Jaga Kesehatannya

Bicara soal hubungan yang adem ayem minim drama, mungkin kita bisa berkaca dari kehidupan pasangan selebritis seperti Nana Mirdad-Andrew White atau Titi Kamal-Christian Sugiono. Kedua pasangan ini, sejak awal pernikahan, tak pernah didera isu yang tidak mengenakan seputar rumah tangga mereka. Siapa yang tak mau dianugerahi kehidupan yang demikian? Pasti kamu pun juga menginginkannya, bukan?

Namun soal hubungan, semuanya tidak semudah kelihatannya. Sebab cinta itu ibarat kehidupan yang selalu penuh kejutan. Apalagi yang namanya hubungan selalu melibatkan dua orang, tidak bisa kamu mengedepankan ego demi keberhasilan sebuah hubungan. Kalau kamu sudah berlaku demikian, artinya hubunganmu mulai tidak sehat. Untuk itu, rajin-rajinlah mengevaluasi sejauh mana hubungan yang kamu jalin selama ini.

Mulailah dengan Menjalin Hubungan Karena Keseriusan, Bukan Lantaran Takut Kesepian

Mungkin ini hal yang mendasar. Sebab tak jarang seseorang menjalani hubungan sejatinya bukan lantaran dilandasi oleh rasa cinta melainkan hanya mengisi kekosongan hidupnya. Percayalah, hubungan yang dibangun hanya demi mengusir kesepian sejatinya bukanlah hubungan yang menyehatkan. Kamu harus menanamkan pemahaman positif kalau hubungan yang sehat jelas dibangun dengan rasa cinta yang tulus serta kecocokan satu sama lain.

Keterbukaan yang Kalian Bangun Adalah Cara Meminimalisir Kesalahpahaman

Saat kamu tak ragu bercerita tentang apa saja pada pasanganmu yang sekarang, mulai dari masa lalu atau kesalahan yang pernah kamu lakukan, itu artinya kamu siap terbuka padanya. Bahkan keterbukaan pun harus dibangun ketika kamu tak malu menunjukan kebiasaan joroknya kepadanya.

Ya, yang namanya keterbukaan memang mutlak diperlukan. Ketika semua hal sudah diketahui oleh keduabelah pihak, hal itu akan memudahkan segalanya. Kesemuanya itu merupakan salah satu indikasi bahwa hubunganmu baik-baik saja.

Ketika Hubungan Bisa Membuatmu Jadi Diri Sendiri, Jelas Ini Jadi Awal Untuk Hubungan yang Semakin Serius Lagi

Menjadi diri sendiri juga sebuah keterbukaan yang diperlukan demi sebuah hubungan yang menyehatkan. Untuk apa jaim di hadapan pasangan? Bukankah kelak kamu akan melakukan banyak hal bersamanya?

Jadilah dirimu sendiri. Meski kesulitan dan tantangan utamanya adalah penyesuaian, tapi bukan berarti dia tak bisa menerimamu. Perbanyaklah komunikasi karena pada dasarnya pasanganmu harus siap menerima segala kekurangan dan kelebihanmu, bukan?

Komunikasikan Apapun, Jangan Sampai Hubungan Kalian Justru Membuat Salah Satu Merasa Tertekan

Sungguh tak menyenangkan kalau ada salah satu pihak yang merasa tertekan dengan hubungan yang sedang dijalani. Meski yang namanya hubungan tetap membutuhkan peraturan, bukan berarti ada pihak yang harus merasa tertekan.

Kamu dan dia perlu memahami bahwa aturan yang ada di hubungan kalian adalah kesepakatan bersama. Agar kamu dan dia punya batas karena hubungan butuh pedoman atas mana yang boleh dan tidak dilakukan, mana yang baik dan tidak untuk hubungan.

Jikalau aturan-aturan itu masih tahap wajar –dalam artian tidak memberatkan satu sama lain, kamu mesti bersyukur karena hubunganmu tergolong sehat.

Masalah dalam Hubungan Bukan Untuk Ditinggal Lari, Maka Cobalah Untuk Mencari Solusi 

Menjalin hubungan tak mungkin bisa dipisahkan dari yang namanya pertengkaran. Karena faktanya tak semua pertengkaran selamanya dipandang buruk Karena kadang justru dibutuhkan seperti saat kamu dengan dia sedang dalam fase yang menjenuhkan.

Ya, selalu butuh pertengkaran untuk kembali mempersatukan. Selain itu pertengkaran juga memberikan kesempatan bagi kalian untuk mengetahui sifat masing-masing dan menememukan komunikasi yang pas satu sama lain.

Kuncinya, jadikanlah pertengkaran sebagai momen evaluasi dan hadapilah dengan penuh pengertian. Bukan berujung perpisahan. Semangat ya, kawan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Hal yang Dulu Pernah Kamu Rasakan, Kala Dirimu Jadi Anak Lab!

Jika kamu hendak memilih jurusan,ada banyak hal yang harus kamu pertimbangkan. Terlebih jika kamu memiliki minat di bidang science. Tentu saja kamu harus menyiapkan dirimu untuk bersahabat dengan yang namanya laboratorium.

Nah, untuk sekedar bernostalgia pada masa-masa jadi anak IPA di SMA atau kamu yang juga jadi Mahasiswa dengan jurusan yang berhubungan dengan Lab. Berikut ini adalah hal-hal yang sering kamu rasakan. Kira-kira apa saja ya?

1. Harus Melewati Banyak Anak Tangga untuk Mencapai Laboratorium

Sebagai anak lab, kamu harus memiliki fisik yang juga kuat. hal ini dikarenakan pada umumnya laboratorium di sekolah atau universitas terletak di lantai paling atas. Jadi kamu perlu menaiki anak tangga yangcukup banyak untuk sampai di ruangan laboratorium.

2. Kalau Jas Lab Sampai Ketinggalan, Opsinya Hanya Satu yaitu Balik Lagi

Jas lab menjadi perlengkapan penting yang harus dipakai saat berada di laboratorium. Jadi saat jas laboratoriummu ketinggalan, otomatis kamu harus rela balik lagi untuk mengambilnya.

3. Datang Lebih Pagi

Anak Lab nggak boleh sampai terlambat. Terlebih biasanya praktikum lebih sering dilakukan di pagi hari dan kamu harus sudah ada di lab 15-20 menit sebelum praktikum dimulai.

4. Pulang Larut Malam

Kamu harus siap saat harus merelakan waktu soremu untuk menyelesaikan tugas di laboratorium. Tapi dengan hal ini kamu akan terlatih menjadi pribadi yang lebih dewasa kok.

5. Bermalam di Lab

Jika kamu merupakan mahasiswa tingkat akhir, kamu harus siap jika suatu hari harus bermalam di laboratorium. Kesannya memang menyeramkan, namun hal ini harus kamu lakukan untuk menyelesaikan penelitianmu secepatnya.

6. Tanggung Jawab Kalau Sampai Ada Alat Gelas Pecah

Harga untuk peralatan laboratorium cukup mahal, terlebih untuk kalangan mahasiswa. Jadi lebih baik kamu lebih berhati-hati lagi saat berada di lab. Jangan sampai kamu memecahkan alat gelas, karena kamu harus menggantinya jika hal itu sampai terjadi.

7. Menangisi Laporan yang Belum Selesai

Pertanyaan tentang laporan sudah selesai atau belum sama halnya dengan pertanyaan “kapan nikah?” bagi seorang anak lab. Kamu harus menyiapkan energi ekstra untuk mengerjakan segala praktikum dan laporannya.

8. Tertidur di Lab

Saking lelahnya, tak jarang kamu bisa sampai ketiduran di lab. Hal ini bisa terjadi karena pada umumnya anak lab memang menghabiskan sebagian besar waktunya di laboratorium.

9. Selfie Pakai Jas Lab

Ya namanya juga anak lab, pasti juga nggak lepas dengan yang namanya jas lab dan perangkat laboratorium lainnya. Meski begitu, tentu saja kamu tak akan mau ketinggalan buat update di medsos. Alhasil foto yang kamu update adalah foto dengan jas lab.

10. Cinta Lokasi di Lab

Karena kamu menghabiskan sebagian besar waktumu di laboratorium, akhirnya kamu tak bisa melihat dan berdekatan dengan cewek atau cowok di luaran sana. Alhasil, kamu bisa saja cinlok di lab dengan temanmu satu jurusan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Meski Cinta, Tak Berarti Boleh Pinjamkan Barang Ini pada Pasanganmu

Bagi yang namanya pasangan, berbagi barang ini-itu sudah jadi hal biasa memang. Kamu pun tak keberatan sebab yang meminjam barang adalah orang yang kamu sayangi. Sejatinya maklum kalau kamu berpikir demikian. Dan bukan jadi hal yang aneh juga kalau kamu sering pinjam-meminjam barang dengan pasangan. Tapi bukan berarti semua barang-barang patut dipinjamkan, lho.

Sekalipun kamu dan dia sudah bersama sekian lama, ada lho benda yang hanya diperuntukan bagi pribadi alias satu individu saja. Sebab kalau dipinjamkan justru membawa ancaman kesehatan tersendiri. Untuk itu, coba cek dulu apakah kamu masih sering menggunakan barang-barang ini berbarengan? Sebab kalau iya, cobalah berhenti dari kebiasaan itu. Dan kalau pasanganmu bertanya, jelaskan saja kalau semua ini demi alasan kesehatan.

Mendengarkan Musik Berdua Lewat Earphone Memang Romantis, Hanya Saja Apa Kamu Tega Membiarkan Pasanganmu Jadi Berisiko Kena Infeksi?

Setiap orang sejatinya memiliki bakteri unik di dalam telinga. Jumlahnya pun berbeda-beda. Bakteri ini ada untuk menyeimbangkan kinerja telinga. Nah, kalau kamu justru terbiasa memakai earphone bersama-sama, yang ada keseimbangan bakteri ini terganggu dan tak menutup kemungkinan memicu terjadinya infeksi telinga.

Agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, lebih baik gunakan earphone masing-masing. Pun kalau kamu dan dia mau mendengarkan musik bersama-sama, maka gunakan speaker saja atau beli earphone yang dibuat sengaja untuk pasangan.

Deodoran Itu Dibeli Bukan untuk Dipakai Bersama-sama

Kendati deodoran memiliki kandungan antibakteri, tapi permukaan roll deodoran yang melakukan kontak langsung dengan kulit ketiak seseorang pasti akan terkontaminasi bakteri. Untuk itu, jangan sekalipun memberikan deodoranmu untuk dipakai bersamaan. Selain tak menyehatkan kulit, memakai deodoran bersama-sama justru bisa dianggap jorok karena kamu dan dia terkesan saling berbagi bakteri.

Pun dengan Skincare atau Masker…

Masker sudah jadi kebutuhanmu baik perempuan maupun laki-laki. Sebenarnya tak masalah kamu dan dia berbagi produk masker yang sama, masalahnya, cobalah untuk tidak memakai satu kuas untuk memulaskan masker ke dua permukaan wajah. Artinya, akan lebih baik kalau kamu dan dia punya kuas yang berbeda saat sama-sama membersihkan muka.

Kamu perlu tahu, membersihkan wajah dengan kuas atau spons bisa membuat kuman dan bakteri di permukaan wajah jadi menempel pada kuas. Kalau kuasnya dipakai oleh orang lain, otomatis kuas tersebut mentransfer bakteri, bukan? Karenanya, selain menghindari berbagi pemakaian kuas, cobalah untuk rutin membersihkan kuas dan ganti kuas setiap 2-3 bulan sekali.

Sandal Rumahan Pun Bisa Jadi Media Transfer Kuman Lho, Kawan…

Kamu pasti sering, kalau habis dari kamar mandi, kamu kemudian langsung memakai sandal sehingga membuat kondisi sandalnya lembab. Nah, kondisi semacam ini yang bisa mempercepat pertumbuhan jamur di alas kakimu. Bayangkan kalau pasanganmu juga memakai sandal yang sama, berarti ada kemungkinan jamur pun jadi berpindah ke permukaan kakinya, bukan? Untuk itu, lebih baik terbiasa gunakan sandal milik masing-masing. Serta jangan lupa, cuci sandalmu sering-sering dengan sabun atau zat disinfektan seperti cuka.

Sama Halnya dengan Sandal, Kamu dan Pasangan Pun Tak Dianjurkan Memakai Handuk Bersama

Handuk adalah benda yang paling banyak menyerap cairan dari permukaan kulitmu, bukan? Kemungkinan handuk lembab, berjamur, dan tempat bakteri bersarang pun jelas ada. Untuk itu, sangat tidak dianjurkan kamu dan pasangan untuk berbagi handuk. Karena kalau pasanganmu terkena masalah kulit, kemungkinan kamu pun jadi ikut kena sekalipun kamu sudah berusaha menjaga kebersihan semaksimal mungkin.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Negara yang Terkenal Paling Ramah di Dunia

Sebagai wisatawan, tentu kenyaman menjadi hal yang penting untukmu saat berkunjung ke suatu negara. Nah, dilansir dari Rough Guides, berikut adalah negara yang dianggap paling ramah di dunia. Peringkat ini berdasarkan hasil dari pemungutan suara dari Facebook dan Twitter.

1. Ethiopia

Negara Ethiopia merupakan negara yang selama ini tidak pernah dijajah. Negara ini dianggap sebagai negara paling ramah di dunia dengan beragam keunikan yang ada di dalamnya.

2. India

Negara India termasuk negara dengan jumlah penduduk yang cukup banyak. Saat tengah berjalan-jalan di sana, kamu akan bertemu dengan orang baru setiap menitnya. Dan di negara ini, penduduknya terkenal sebagai penduduk paling ramah peringkat kedua.

3. Uganda

Nama negara yang satu ini mungkin masih terdengar asing di telingamu. Namun kamu perlu tahu, ternyata negara ini memiliki penduduk paling ramah di dunia urutan ketiga.

4. Kolombia

Penduduk Negara Kolombia terkenal dengan tingkat keramahannya yang cukup tinggi. Negara yang satu ini mendapat peringkat ke empat sebagai negara paling ramah di dunia.

5. Jepang

Negara yang satu ini termasuk negara yang sangat maju dalam hal teknologinya. Namun semua hal itu takk lantas menghilangkan sisi ramah yang dimiliki orang-orang di negara ini. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya peringkat lima sebagai negara paling ramah di dunia.

6. Indonesia

Negara Indonesia sudah sejak lama dikenal dengan penduduknya yang sangat ramah. Hal ini juga dibuktikan dengan peringkat keenam yang diperoleh Negara Indonesia sebagai negara paling ramah di dunia.

7. Kenya

Di negara yang satu ini terdapat lebih dari 40 kelompok etnis. Tak hanya itu, negara ini juga menempati posisi ke tujuh sebagai negara paling ramah di dunia. Penduduk di negara ini sudah terbiasa berbicara dengan 3 bahasa loh, yaitu bahasa mereka sendiri, Inggris, dan Swahili.

8. Myanmar

Negara Myanmar menjadi salah satu negara di wilayah Asia Tenggara yang masuk di peringkat ke delepan sebagai negara paling ramah di dunia. Kamu bisa membuktikannya sendiri dengan mampir ke kedai teh atau beberapa tempat makan lainnya saat kamu berkunjung ke sana.

9. Finlandia

Di Negara Finlandia, kamu bisa menemui banyak orang ramah. Hal ini karena negara ini merupakan salah satu negara paling ramah di dunia dengan menempati urutan ke-sembilan.

10. Bolivia

Negara Bolivia merupakan satu negara yang terletak di Amerika Selatan. Dulunya negara ini sempat disebut sebagai negara paling tidak ramah. Namun dengan seiring berjalannya waktu, hal itu berubah. Hal ini dibuktikan dengan masuknya negara ini di urutan ke sepuluh sebagai negara paling ramah di dunia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top