Feature

Bukan Antisosial, Rumah Memang Satu-satunya Tempat untuk Menikmati Waktu Luang Tanpa Gangguan

Dari sekian banyak teman yang kamu miliki, mungkin ada satu yang kerap terlihat menyendiri. Jarang ikut bergabung dengan teman seusia, bahkan meski itu adalah hari libur, ia akan tetap berdiam diri di dalam rumah. Berbagai macam perkiraan pun mungkin kau sebutkan. Mulai dari tak pantai berteman, memiliki masalah besar, atau memang antisosial.

Dengar, orang-orang instrovert bukan berarti antisosial. Mereka hanya tak bisa leluasa berbaur dengan kehidupan di luar rumah. Tapi bukan berarti pula ia adalah seseorang yang tak suka bersosial dengan manusia lainnya. Untuk itu, beberapa kemungkinan di bawah ini, mungkin bisa memberikanmu gambaran. Mengapa ada orang yang sering betah di dalam rumah dan tak mau kemana-mana.

Hanya di Dalam Rumah, Ia Merasa Bisa Mengisi Daya Kekuatan dan Pikiran

Seseorang yang memang mencintai kesendirian, biasannya akan merasa lebih kuat dan lebih tenang saat tak ada siapa-siapa di dekatnya. Dan barangkali, itulah yang kemudian membuatmu betah di dalam rumah. Aktivitas harian sepanjang setiap hari dan sepanjang minggu, membuat energinya hilang. Maka untuk mengisinnya ulang, ia mungkin akan berdiam diri sepanjang akhir pekan di dalam kamarnya. Bukan sesuatu yang menakjubkan, tapi baginya menikmati waktu luang di rumah adalah kebutuhan.

Bebas Melakukan Segalanya

Teman yang sehari-hari kerap terlihat pendiam di luar, bisa berubah menjadi sesosok yang ceria ketika di dalam rumahnya. Ya, ini bukan sesuatu yang aneh. Bahkan kerap dimiliki oleh mereka yang memang suka menyendiri. Seolah lepas dari sebuah ikatan yang membelenggu, ia selalu merasa bahagia tiap kali ada di dalam rumah, karena bisa bebas melakukan apa saja. Selama itu adalah sesuatu yang positif, tentu tak apa-apa. Sebagai teman, kamu pun harusnya mendukungnya.

Bahkan Leluasa untuk Berkarya Apa Saja

Beberapa orang yang doyan menyendiri, secara mengejutkan kerap melahirkan karya yang tak  banyak diketahui orang luar. Ternyata selama ada di dalam rumah, ia tak hanya berdiam diri saja seperti bayangan kita. Sebaliknya, rumah yang selalu djadikannya sebagai tempat pulang. Jadi saksi untuk semua karya yang dilahirkannya. Karena ketenangan dan suasana yang sepi, membuatnya bisa berpikir jernih. Hingga akhirnya melahirkan karya-karya ajaib yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Merasa Damai dan Tentram Tanpa Ada Gangguan

Untuk kesekian kalinya, kamu harus mulai memahami jika mereka yang introvert bukanlah manusia antisosial yang tak suka berbaur dalam keramaian. Hanya saja, ia membuat batasan dari dunia di luar rumah. Sehingga ia bisa mendapatkan ketenangan yang mungkin tak bisa ia temukan di luar sana. Bukan tak percaya pada beberapa tempat yang konon bisa memberikan ketenangan juga. Tapi, ia menyakini jika rumah adalah satu-satunya tempat untuk menemukan kedamaian yang ia inginkan.

Di Dalam Rumah, Ia Merasa Mampu Membenahi Diri Tanpa Terdistraksi

Bukannya mendapat dorongan untuk bisa berubah lebih baik, interaksi di luar dengan mereka yang kita mintai pendapat sering jadi bumerang yang justru berbalik menyerang. Sisi sensitif yang memang dimiliki orang-orang introvert mudah terganggu. Sedikit saja ada hal lain yang masuk ke dalam pikirannya, bisa berpengaruh pada apa saja yang akan dilakukannya.

Namun jika sedang berada di dalam rumah, ada kekuatan yang terasa mampu mendorongnya pada tahap evaluasi atas diri sendiri. Tanpa gangguan, tanpa suara sumnang yang bisa mematahkan semangat. Itulah, mengapa mereka begitu mencintai rumah.

Sesuka Hati untuk Melakukan Semua Hobi yang Dimiliki

Tak ada yang melarang, tak ada yang berkomentar. Berada di dalam rumah, menjadi masa kebebasan yang sebenarnya bagi mereka. Karena tak hanya bisa berbuat sesuka hati saja, mereka juga bis amelakoni semua hobi yang sedang disenangi. Entah itu memasak, menjahit, berkebun, melukis, atau hal indah lain yang ingin mereka lakukan. Tak ada larangan, mereka bebas jadi apa saja yang mereka inginkan.  

Dan, Karena Memang Rumahlah Satu-satunya Tempat Ternyaman yang Ia Miliki

Tak perlu memasang wajah heran, tatkala dirimu mendapati perubahan sikap dari seorang teman yang begitu signifikan. Dia yang diam saat di luar dengan dia yang sangat ceria ketika sedang ada di dalam rumahnya. Ya, ia memang kerap menunjukkan sikap yang berbeda. Namun dari titik ini kita kemudian tahu, jika hal-hal seperti itulah yang membuatnya selalu betah ada di dalam rumah. Karena tak ada yang bisa memberikan kenyamanan hebat, sebagaimana rumah selalu menunggunya pulang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kemarin Kita Berpisah, Hari Ini Semoga Kita Lebih Dewasa

Dari setiap kisah cinta yang sudah usai, sakit hati dan kecewa jadi sesuatu yang pasti kita rasakan. Aku manangis semalaman, begitu pula kamu yang tampak masih saja tak yakin jika hubungan kita sudah tak lagi bisa diteruskan. Sama-sama merasa kehilangan, membuat kita memendam sakit yang teramat dalam. 

Namun dari sekian banyak luka yang sedang bertengger di jiwa, ada banyak hikmah yang bisa kita ambil sebagai pelajaran untuk kisah cinta selanjutnya. Meski tak lagi bisa bersama, hidup kita tentu akan terus melaju seperti biasa. Mari sama-sama meyakini, sakit hati ini akan jadi pelajaran agar kita lebih dewasa di kehidupan mendatang. 

Setelah Putus Cinta Kita Belajar Arti Kehilangan dan Lebih Paham Bagaimana Cara Mempertahankan Hubungan

Percayalah, semua hal yang terjadi dan terlalui datang dengan masing-masing pelajaran. Selain merasakan kesedihan yang membuat hati terluka, kita berdua jadi lebih paham bagaimana rasanya kehilangan sosok yang dicinta. Sehingga kelak kita kita akan bertemu dengan sosok lain yang bisa dicintai, kamu dan aku akan lebih tahu, bagaimana cara menjaga dan mempertahankan hubungan dengan dirinya. Lebih kuat dalam urusan hati, perjalanan melewati kisah sedih ini jadi satu proses baru yang lebih dari sekeda cerita patah hati. 

Kita Berdua Kian Paham, Apa yang Sebenarnya Kita Cari dan Butuhkan 

Semua hal berubah, begitu pula kita berdua. Kamu yang tadinya kupercaya sebagai sosok yang tepat, ternyata bukanlah seseorang yang benar-benar aku inginkan. Begitu pula denganmu. Kita berdua kehilangan arah, tak lagi bisa menyatukan isi kepala. 

Hingga akhirnya memutuskan berpisah, yang secara tak langsung menikam satu belati ke masing-masing dada kita. Ya, sebagaimana aku yang merasa menderita, kamu juga terlihat kecewa dan sulit bersuara. 

Paham bahwa cerita kita sudah usai, kini kita tahu. Bahwa dia yang selama ini ada di dekat kita, bukanlah sosok yang benar-benar kita inginkan untuk bersama. Walau awalnya membuat gundah, aku dan kamu kini tahu bahwa ada sosok lain yang sebenarnya kita inginkan. 

Memutuskan Berpisah Karena Adanya Perbedaan, Mengubah Kita Agar Bisa Berubah Jadi Pribadi yang Lebih Baik Lagi 

Bukan tak berjuang menyelematkan hubungan, kita berdua sudah jadi manusia hebat yang terus mempertahankan semuanya demi hati dan pikiran. Hingga akhirnya kita sadar, bahwa apa  yang selama ini kita pertahankan bukanlah sesuatu yang layak untuk terus dijalankan.

Kita berdua mungkin terlihat bahagia, menikmati masa indah sebagai sepasang kekasih yang dipenuhi bahagia. Tapi terus berpura-pura baik-baik saja tentu tak berguna. Maka berpisah adalah jalan terbaik yang bisa kita ambil untuk semuanya. 

Satu babak kebahagian yang diakhiri dengan perpisahan sudah berhasil kita lewatkan, kini saatnya untuk saling membuktikan. Jika kita berdua bisa berubah lebih baik untuk dia yang kelak mau mencintai kita sebagaimana kita ada. 

Tak Akan Mengutuki Situasi, Kita Belajar Menerima Walau Akhir Cerita Ini Menyisahkan Sedih

Diawal perpisahan ini, kita memang akan merasa asing pada diri sendiri. Berpikir sebagian dari diri kita telah hilang dan tak lagi bisa menjalani kehidupan sebagaimana kita biasanya. Tapi ini adalah kenyataan yang mau tak mau harus kita jalankan. Belajar untuk gagal, kesalahan dan kekecewaan yang ada dihadapan jadi sebuah pelajaran yang membantu kita menerima dan memahami semuanya.

Daripada mengutuki situasi, kita belajar bahwa tak semua yang kita inginkan dapat kita dapatkan. Manusia yang tadinya kita cintai, harus pergi dan tak bisa kita tahan lagi. Luka kita mungkin tak akan sembuh dengan begitu saja. Tapi memangis dalam waktu yang lama pun tak akan merubah situasinya. 

Dan yang Paling Penting Kita Lebih Dewasa, Belajar Sabar untuk Menerima Semuanya

Kedewasaan tertinggi dalam menanggapi sebuah perpisahan tentu dengan belajar menerima semuanya dengan hati yang lapang. Tak lagi saling menyalahkan, kita tahu bahwa semua ini adalah kenyataan yang memang benar-benar harus dijalankan. Berterimakasih karena sudah pernah saling membahagiakan, kini saatnya kita saling melepaskan genggaman. 

Lupakan semua yang sudah lalu, biarkan hatimu sembuh. Jika memang sudah waktunya, kelak kita akan bertemu lagi dengan sosok lain yang bisa dicintai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Inilah 5 Sifat yang Menandakan Dia Layak Menjadi Pendamping Hidupmu

Menikah bukanlah untuk satu hari saja, melainkan satu kali dalam seumur hidup. Memilih seseorang untuk kita jadikan pendamping hidup memang tidaklah mudah. Kita harus benar-benar tahu sifat dia agar yakin bahwa dia bisa menjadi pasanganmu sampai akhir hayat nanti.

Lamanya hubungan pacaran tidak menjadi jaminan bahwa ia adalah jodohmu, begitu pula sebaliknya. Jika kamu menemukan 5 hal ini pada pasanganmu, bisa jadi ialah yang pantas kamu jadikan pendamping hidupmu.

1. Mampu Membimbingmu Secara Spiritual

Hal terpenting untuk memilih pasangan adalah bagaimana dia dalam menjalankan ibadahnya. Jika ia sangat rajin beribadah dan mencintai Tuhannya maka ia juga akan mencintai kamu dengan sepenuh hati. Pasangan yang baik akan berusaha mengajarkan hal-hal keagamaan demi mendekatkanmu dengan Sang Pencipta. Ia mampu membedakan mana yang baik dan buruk di mata Tuhan. Ia mengajakmu untuk beribadah bersama atau berbuat sesuai dengan ajaran agamanya.

2. Memiliki Sifat Penyabar

Sifat manusia yang sulit dicari adalah penyabar. Jika pasanganmu jarang marah, maka kamu beruntung. Bukan berarti ia tidak peduli dengan permasalahan, beberapa orang berpikir bahwa memaafkan lebih baik. Bukan berarti membiarkan masalah terulang kembali, melainkan menerima kesalahan tersebut dengan jalan pikiran yang berbeda. Dia memiliki banyak stok sabar dan maaf untukmu, sangat layak untuk dijadikan pendamping hidup.

3. Selalu Ada Ketika Dibutuhkan

Selalu ada disini bukan berarti dia harus selalu mengabarimu 1×24 jam atau setiap menit. Meskipun sibuk, ia meluangkan waktunya untuk sekedar mengingatkanmu makan atau tidur. Dia tak harus selalu bersamamu. Tetapi, perasaan dia selalu ada yang akan membuatmu nyaman dan merasa tak sendiri. Dan yang paling penting adalah dia selalu siap untuk membantumu kapan saja, dia selalu ada disaat kamu membutuhkannya.

4. Memiliki Sifat Humoris

Salah satu keuntungan memiliki pasangan yang humoris adalah kalian akan menghiasi hari-hari dengan keceriaan, jauh dari kata hambar. Humoris bukan berarti selalu menganggap segalanya adalah candaan. Tetapi, dia tahu kapan harus bercanda dan kapan harus serius terhadap suatu hal. Dan ketika kamu sedang memiliki suasana hati yang kacau, ia bisa menenangkanmu dengan sifat humor nya.

5. Menghargai Pasangan

Seseorang yang mencintaimu pasti akan menghargaimu. Pasanganmu tidak mengaturmu secara berlebihan, memang dia membimbing, tetapi bukan berarti mengekang. Dia membiarkanmu hang out dengan teman-temanmu dan tidak membatasi pertemananmu. Tetapi, kita juga harus tahu batasan-batasan tertentu jika sudah menikah nanti. Dia memberikanmu ruang, bukan kebebasan. Karena itulah salah satu cara dia menghargaimu sebagai pasangannya.

Nah, Itulah 5 hal yang perlu kalian perhatikan jika memilih pasangan suatu saat nanti. Tidak ada orang yang sempurna dan tidak perlu menunggu yang sempurna. Perbaiki dirimu sendiri maka tuhan juga akan memperbaiki kualitas pasanganmu kelak. Jadilah yang terbaik agar ditemukan oleh orang baik pula!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Nikah Diam-diam, Seorang Suami Disiram oleh Istrinya dengan Air Panas Hingga Meninggal

Seorang lelaki di Makassar, Sulawesi Selatan Bahtiar (28), meregang nyawa setelah sebelumnya disiram oleh sang istri Aminah (30) dengan air panas. Sang istri mengaku kesal terhadap suaminya, yang konon menikah diam-diam dengan perempuan lain. Saat ini, Aminah sudah ditangkap aparat kepolisian dan sedang menjalani pemeriksaan.

“Iya, pelaku yang juga istri korban telah diamankan,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani pada Minggu (21/7/2019), dilansir dari detik.com. 

Aminah diamankan oleh Polsek Bangkala bersama Polres Jeneponto setelah suaminya meninggal. Dari interogasi yang dilakukan oleh polisi, perempuan tersebut melakukan perbuatannya karena sakit hati kepada suaminya.

“Pelaku melakukan perbuatan tersebut dikarenakan sakit hati kepada suaminya karena telah menikah dengan perempuan bernama Marsela tanpa sepengetahuannya,” kata Dicky.

Dicky juga menambahkan, pelaku baru mengetahui kalau suaminya telah menikah secara sembunyi-sembunyi setelah mendapatkan kabar dari keluarganya.

“Istrinya mengetahui setelah mendapatkan kabar tersebut dari keluarga suaminya, kemudian pelaku pulang ke rumah dan menanyakan hal tersebut kepada suaminya dan suaminya mengakuinya bahwa telah menikah dengan Marsela di kota Makassar sekitar tahun 2018,” jelas Dicky.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top