Feature

Bolehkah Laki-laki dan Perempuan Berteman Tanpa Embel-embel?

Tidak!

Ini takkan mudah, sebab perbedaan jenis kelamin yang ada kadang menyeret beberapa rasa yang berbeda. Ketertarikan, romantisme hingga seksualitas. Benar memang, sejauh ini belum ada larangan serius yang mengatur hubungan pertemanan antara laki-laki dan perempuan. Selain untuk menjaga perasaan pasangan, atau menghindari diri dari omongan orang.

Tapi nampaknya tameng pertemanan yang kerap dijadikan bahan untuk berlindung dari beberapa status hubungan, jadi sesuatu yang memicu kami untuk coba menguliknya.

Merasa sedang dijadikan bahan perbandingan, mereka yang kebetulan ada dalam posisi ini boleh saja mengelak. Dan berkata bahwa hubungan yang ada murni hanya pertemanan semata. Tapi jika ditelisik lebih dalam, ada banyak hal yang justru melatarinya.

Goncang-ganjing Pertemanan Perempuan dan Laki-laki Selalu Jadi Sorotan, Dan Kita Harusnya Paham

Tak perlu dijelaskan lagi, semuanya tentu tahu bahwa orang-orang di sekeliling kita kerap bersikap layaknya hakim. Berperan untuk menilai kelakuan, bahkan jadi pembuat peraturan yang mau tak mau harus kita jalankan. Padahal kenal pun tidak.

Selama hidup di tengah masyarakat, kita tak pernah lepas dari peraturan tak tertulis yang berlaku didalamnya. Perempuan tak boleh begitu, laki-laki harusnya begini dan beberapa aturan ini-itu lainnya.

Tapi ini jadi masalah yang memang sulit menemukan titik terang, sebab akan ada pro dan kontra yang saling bertentangan. Mereka yang setuju tentu saja menjawab dengan balasan yang sama kuatnya dengan aturan-aturan yang katanya harus dijaga.

Sebab Peneliti Pun Berkata, Pertemanan Antara Perempuan dan Laki-laki Tak Mungkin Terjalin Tanpa Melibatkan Intensi Seksual

Untuk persoalan ini setiap orang mungkin akan datang dengan persepsi yang berbeda. Perempuan boleh lega, sebab merasa tak ada sesuatu yang memang mengganjal di hatinya, tapi tidak untuk lelaki. 

Bahkan Adrian F. Ward, seorang psikolog dari Harvard University dalam salah satu tulisannya yang berjudul Men and Women Can’t Be “Just Friends”, di situs Scientific American, pernah berkata bahwa dalam keseharian laki-laki bisa berlaku tanpa sikap-sikap hubungan yang romantis, baik dalam hubungan sehari-hari dan ranah pekerjaan. Dengan kata lain ada dorongan sesksual yang biasanya hanya dipendam kedua belah pihak. 

Temuan Ward dengan beberapa temannya yang lain, juga menunjukkan bahwa laki-laki memang cenderung lebih tertarik (secara romantis) kepada perempuan. Tidak sebatas itu saja, laki-laki juga sering kali menganggap teman perempuan mereka merasakan hal yang sama

Sebab Hampir Setiap Orang Pernah Jatuh Cinta dengan Temannya

Yap, tak perlu ditanya satu persatu lagi. Dari salah satu data penelitian yang dilakukan oleh Tirto pada bulan Oktober tahun 2017 lalu, mayoritas masyarakat percaya bahwa hubungan tersebut dapat tercipta tanpa adanya keinginan untuk berhubungan romantis.

Bahkan ada sekitar 95,9 persen masyarakat yang menyatakan pernah jatuh cinta terhadap teman lawan jenisnya, dalam arti lawan jenis yang memang menjadi temannya. Pertemanan yang dijalin, memang tak selalu berujung pada hubungan yang serius seperti pacaran dan pernikahan.

Karena rasa tersebut hanya akan tumbuh jika ada pertemuan yang intens dan berkegiatan bersama. Selain itu, fisik juga menjadi alasan seseorang tertarik dengan temannya.

Kalaupun Masih Ngeyel Bilang Berteman, Pasti Ada Sesuatu yang Sedang Berusaha Ditutupi

Berkaca dari banyaknya kasus pertemanan yang hanya dijadikan tameng, ada beberapa hal yang mungkin sedang berusaha disembunyikan. Sekilas alasan ini tampak sebagai sesuatu yang cukup bisa menyelematkan. Perempuan bisa saja merasa biasa, tak beranggapan berlebihan, tapi laki-laki yang menjadi lawan belum tentu merasakan hal yang sama.

Jika hubungan ini dijalan oleh mereka yang berstatus lajang atas keinginan bersama, tentu tak akan berdampak terlalu buruk. Tapi tidak untuk mereka yang sejatinya sudah menikah dan sama-sama memiliki pasangan. Alih-alih ngotot mengaku cuma berteman, tentu ada hal lain yang sedang berupaya disembunyikan.

Entah Memang Butuh Atau Saling Menguntungkan

Radhika Sanghani pada tulisannya di The Telegraph menyatakan, di luar intensi seksual, definisi pertemanan menurut laki-laki dan perempuan juga berpengaruh terhadap bagaimana hubungan akan berujung. Dan hal ini sekaligus jadi pertentangan yang kadang cukup membingungkan, bahkan bagi mereka yang malakoninya.

Hasilnya, ada banyak laki-laki dan perempuan yang sepakat untuk menjalin hubungan meski tanpa status pacaran. Walaupun faktanya mereka telah terlibat dalam aktivitas seksual. Tapi perlu diingat bahwa, studi lain menyatakan adanya konsekuensi lain yang kadang berujung pada perubahan perasaan dan keterikatan, ketika dua orang tersebut melakukan hubungan badan.

Sedangkan hal lain yang menjadi pilihan bagi mereka yang bertahan pada status pertemanan, itu dikarenakan ada sesuatu yang bersifat menguntungkan pada salah satu pihak. Entah itu bagi si laki-laki atau perempuan.

Karena Meski Sedari Awal Tak Cinta, Perubahan Perasaan Tentu Akan Ada

Waktu berjalan, akan ada banyak hal yang mungkin sudah dilakukan. Bertukar cerita, terlibat kegiatan bersama hingga bercinta. Batasan-batasan yang tadinya mungkin harus dijaga, bisa hilang begitu saja.

Disadari atau tidak, intensitas pertemuan yang berjalan berkesinambungan jadi hal lain yang memungkinkan semuanya perubah. Termasuk perasaan. Hari ini si perempuan bisa saja bilang tak cinta, namun perlakuan baik dan rasa nyaman dari laki-laki bisa saja meluluhkan pertahanannya.

Meski demikian, selalu ada celah yang mungkin membuatmu bisa berteman tanpa embel-embel sayang. Tapi percayalah ini akan tak mudah, karena itu artinya si laki-laki atau perempuan sedang memendam perasaan yang mendalam.

Dan Sekarang Cobalah Tanyakan Pada Diri Sendiri, Benarkah Kalian Hanya Berteman?

Keberhasilan untuk menjalin hubungan pertemanan dengan yang jenis kelaminnya berbeda tentu bukanlah sebuah upaya mudah. Kamu mungkin nyaman bercerita dengannya, merasa tenang jika di dekatnya namun tak ingin menjadikan ia sebagai pacar. Atau sebaliknya, saat kamu telah nyaman, ia yang malah tak ingin menjadikanmu pacar.

Hubungan pertemanan dengan status yang tak jelas, kadang jadi sesuatu yang terdengar merugikan. Apa lagi jika kedua belah pihak masih sama-sama sendiri, jika memang merasa nyaman kenapa tidak pacaran? Masalahnya fenomena ini terjadi justru ketika masing-masing sudah punya pasangan. ya udah kita temenan aja, temenan tapi bercinta!

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Sudah Kebal, Andika eks Kangen Band Enggan Ladeni Olokan dari Orang

Eks vokalis Kangen Band, Andika Mahesa sudah sering menerima olokan atau nyinyiran yang ditujukan padanya. Ia sendiri mengaku sudah kebal dengan olokan dari orang-orang, baik di dunia nyata, maupun di media sosial.

“Udah kebal banget gua. Tapi, di bulan puasa belum ada yang nyinyirin gua, mudah-mudahan (tidak ada),” ujar Andika seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (23/5).

Ia mengaku tak ambil pusing, sebab bila meladeni olokan orang justru membuatnya kesal sendiri. Ia pun enggan menguras energinya hanya untuk menyikapi olokan terhadap dirinya.

“Gua enggak peduli omongan orang sih sekarang, karena mau ngomong banyak, kan, gua tetap salah di mata orang,” kata Andika. Menurut Andika, semua orang berhak untuk menilai seseorang. Begitu pula Andika yang tidak mau meladeni mereka. “Jadi gua bodo amat, itu hak orang masing-masing,” kata dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Aktris Scarlett Johansson Resmi Bertunangan, Siap Nikah untuk Ketiga Kalinya?

Setelah berpacaran dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Scarlett Johansson dan kekasihnya, Colin Jost, diberitakan baru saja resmi bertunangan. Sebagaimana kabar yang dilansir dari  Entertainmet Weekly, melalui salah seorang perwakilan Scarlett Johansson.

Aktris perempuan 34 tahun itu dan Colin Jost yang merupakan pengisi acara Saturday Night Live pertama kali mengumumkan hubungan asmara mereka pada November 2017. Sejak saat itu, mereka dikabarkan sudah bertemu keluarga satu sama lain dan menikmati waktu bersama anak Scarlett yang masih berusia 4 tahun, dari pernikahannya dengan Romain Dauriac.

Tak hanya itu saja, pada premier film Avengers: Endgame beberapa waktu lalu, keduanya juga hadir bersama. Walau hingga kini masih belum ada rencana untuk segera menikah. Akan tetapi kepada People, salah satu sumber mengatakan setelah bertunangan keduanya memang berencana ke arah sana.

“Scarlett dan Colin saling mencintai dan berbagi banyak kesukaan dan humor. Scarlett sangat bahagia,” kata sumber tersebut.

Sebelumnya, pemeran Black Widow ini sudah pernah menikah dengan Aktor Ryan Reynolds dan jurnalis Romain Dauriac. Sementara untuk kekasihnya Jost, ini adalah pertunangannya yang pertama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Robert Pattinson Didapuk Gantikan Ben Affleck sebagai Batman

Warner Bros. akhirnya mengumumkan aktor pengganti Ben Affleck untuk peran Batman dalam film Batman garapan sutradar Matt Reeves. Mengutip Variety, rumah produksi tersebut akhirnya memilih aktor Twilight Saga, Robert Pattinson. Meskipun belum ada tanda tangan kontrak, kata sumber-sumber tersebut, Pattinson adalah pilihan utama.

Sejauh ini memang belum ada komentar dari Warner Bros. mengenai kabar tersebut. Namun film The Batman rencananya siap diputar di bioskop pada 25 Juni 2021. Proses praproduksinya film Warner Bros. dan DC Comics itu diharapkan bisa dimulai pertengahan tahun 2019. Matt Reeves mengambil alih kursi sutradara The Batman dari Ben Affleck pada Januari 2017 lalu. Sejak itu sosok di balik kesuksesan Planet of the Apes tersebut sudah mengembangkan ceritanya.

Affleck sendiri berbicara tentang pengunduran diri dari peran dan kursi sutradara The Batman setelah Justice League rampung. Matt Reeves pun mendapat keleluasaan untuk memilih aktor pemeran Batman. Ia juga menjadi produser The Batman bersama rekan kerjanya di Planet of the Apes, Dylan Clark. Pilihan pada Pattinson disebut sudah diputuskan ketika Reeves merampungkan versi final skenarionya. Robert Pattison yang kini berusia 33 tahun akan menjadi Batman termuda di layar lebar dalam sejarah karakter komik karya Bob Kane dan Bill Finger itu.

Sementara itu, Robert Pattinson sendiri merupakan aktor idola remaja, namanya mulai dikenal sejak membintangi film Harry Potter and The Goblet of Fire sebagai Cedric Diggory. Namun namanya baru melambung semenjak ia mendapatkan peran sebagai Edward Cullen di trilogi Twilight. Robert Pattinson memiliki total empat film sepanjang 2019. Film-film itu adalah High Life, The Lighthouse, The King, dan Waiting for the Barbarians.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top