Feature

Bila Kamu Memendam Kritik pada Pasangan, Sampaikan dengan Cara yang Tepat ya!

Melakoni hubungan asmara tak pernah mudah. Baik sekadar berpacaran, sekalipun sudah menikah. Setiap relasi memiliki dinamikanya tersendiri. Dalam relasi, tak bisa kita selalu mengalah atau terus-terusan egois. Termasuk dalam hal menyampaikan kritik pada pasangan.

Kalau sering mengutarakan pendapat semau kita tanpa memperhatikan perasaan pasangan, hati-hati, ia jadi sakit hati padamu dan enggan mendengar segala komentarmu lagi ke depannya. Kamu tentu tak mau kan diperlakukan demikian?

Biasakan Mengungkapkan Kritik dengan Kata-kata yang Baik dan Bahasa yang Halus, Bukan dengan Berkomentar Sembarangan

Pertama kali yang perlu kamu lakukan yaitu biasakan menyampaikan kritik dengan bahasa yang halus dan kata-kata yang baik. Bukan apa-apa, ini agar dia pun mau mendengar dan tetap merasa dihargai.

Usahakan dengan memelankan suara dan tak usah bicara dengan nada tinggi karena situasi ini rentan membuat pasangan merasa tersinggung. Hanya karena mereka seringnya mengikuti apa maumu bukan berarti mereka tak bisa sakit hati dengan ucapanmu. Bicaralah yang tenang agar kritikan yang kamu sampaikan bisa diterima dengan baik olehnya.

Hindari Membuat Kesimpulan Sendiri Sebelum Bertanya Mengenai Apa yang Sejatinya Sedang Terjadi

Ini sering terjadi pada perempuan yang biasanya lebih dulu membuat kesimpulan tanpa bertanya apa yang sesungguhnya sedang terjadi. Hal ini memicu pasangan jadi tersinggung setelah mendengar kritikan darimu. Memberikan kritik boleh-boleh saja kok tapi pastikan dulu kalau pasanganmu memang melakukan hal yang keliru.

Kalau dia tak terbukti melakukan hal yang kamu anggap salah jangan dulu-dulu menilai atau menyangka mereka melakukan sesuatu berdasarkan asumsimu saja, karena jelas mereka takkan suka dengan apa yang kamu lontarkan.

Perhatikan Waktu yang Tepat Saat Menyampaikan, Jangan Asal Melontarkan Kritik Tanpa Pikir Panjang

Soal timing atau waktu pun perlu kamu perhatikan. Bisa jadi pasangan atau pacarmu sedang dalam suasana hati yang buruk. Entah karena urusan kantor atau urusan lainnya. Oleh karena itu saat hendak memberikan kritik perhatikan waktu yang tepat, jangan ketika dia sedang lelah atau emosi karena pasanganmu jelas akan marah.

Hindari jam-jam setelah pulang bekerja. Berikan kritik saat dia merasa lebih tenang, jangan hanya memikirkan perasaanmu sendiri saja. Kalau kamu mau dihargai mulai sekarang hargailah orang lain, terutama pasanganmu.

Hindari Mengkritik dengan Emosi

Semua hal bila dilakukan dengan emosi cenderung takkan berhasil dan hanya membuat keributan, termasuk saat kamu memberikan kritik padanya. Terlebih saat kamu menyampaikan dengan emosi, bukannya masalahmu selesai yang ada hanya membuat masalah semakin runyam dan puncaknya bisa saja hubungan kalian terancam.

Pikirkan perasaan pasanganmu, kendalikan egomu dan jangan sampai tenggelam dalam emosi karena hanya akan membuat segalanya jadi lebih rumit.

Beri Dia Kesempatan untuk Bicara dan Jangan Hanya Ingin Menang Sendiri

Yang ini juga perlu, kamu harus memberikan dia kesempatan untuk bicara. Siapa tahu dia memang mempunyai alasan sendiri saat melakukan sesuatu yang memancing munculnya kritik darimu. Kalau memang alasannya masih masuk akal tentunya kamu harus menerima itu.

Bukankah hubungan harus dilandasi dengan kerjasama diantara kedua belah pihak? Semua ini demi setiap masalah bisa dihadapi dengan lapang dada dan dapat kalian atasi bersama, bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perjalanan Transisi Hidup Menuju Dewasa dan Bijaksana

“Jadi orang dewasa itu menyenangkan, tapi susah untuk dijalankan”

Kami percaya, setidaknya beberapa orang akan setuju dengan kalimat yang barusan kalian baca. Menjadi dewasa berarti siap dihadang banyak perkara, mulai dari yang remeh sampai yang berat. Dari pekerjaan sampai perkara hubungan. Walau bebas memilih akan jadi orang dewasa yang seperti apa, tapi setidaknya ada beberapa fase  yang juga akan kamu rasa.

Bayang-bayang hidup indah tanpa gangguan, bukan lagi jadi sesuatu yang kamu pikirkan. Lebih dari itu, menjadi dewasa seiring bertambahnya usia membuatmu membuka mata bahwa hidup tak melulu tentang bahagia.

Menjadi Dewasa Menyebalkan, Tapi Biar Bagaimanapun Harus Tetap Dijalankan

Sebelum sampai di usia yang sekarang, ada banyak sekali sumber bahagia. Gebetan yang memberi senyum sebagai isyarat suku, aktivitas di sekolah yang selalu berhasil mengundang tawa, hingga kencan pertama yang membuat hati berbunga-bunga hingga esoknya.

Sialnya, selepas memasuki usia di angka 20. Segala macam tetek bengek untuk menjadi manusia dewasa terasa kian berbeda. Tak melulu tentang urusan cinta, pikiran kita berubah kian kompleks untuk mencerna apa saja yang memang layak untuk membuat bahagia.

Bahkan Mendorong Kita untuk Bertanya Pada Diri Sendiri, “Sejauh Ini, Udah Ngapain Aja Sih?”

Quarter crisis life, memang sering membuat kita merasa hampir putus asa dengan kehidupan yang ada. Pekerjaan dan mimpi yang masih entah seperti apa, kisah cinta yang tak kunjung terlihat arahnya, hingga persoalan lain yang kian memusingkan kepala.  Di usia ini, hidup memang tak sesimpel dulu. Hal-hal yang dulu dirasa mudah, berubah jadi sesuatu yang berat dan susah.

Akan Tetapi, Dewasa Juga Membuat Kita Lebih Kritis dalam Segala Hal

Pada setiap masa dalam hidup, akan ada titik dimana kita selalu sikap kritis. Mempertanyakan segala sesuatu yang akan kita lakukan. Entah itu pada diri sendiri atau orang sekitar. Selanjutnya, situasi ini akan membawa kita pada satu titik yang bisa dinamakan kedewasaan. Melahirkan sikap yang berbeda, dari masa-masa sebelumnya. Kita mulai menyadari sebuah tanggung jawab, ketulusan, waktu yang berharga, rasa syukur, dan kemauan untuk terus berubah lebih baik lagi.

Namun Jika Harus Dibandingkan, Perempuan Disebut-sebut Lebih Cepat Dewasa Daripada Kaum Adam

Perempuan memang jauh lebih cepat dewasa dibanding kalian kaum adam. Tapi kalau ingin diperdebatkan. Pernyataan ini mungkin akan jadi debat kusir yang tak menemukan titik tengah. Tapi, asal kamu tahu saja. Hal ini juga disetujui oleh para peneliti. Untuk penjelasan yang lebih detail, kami pernah membahasanya di artikel ini.

Tapi Kita Tak Boleh Menyerah, Karena Setiap Masalah Membuat Kita Lebih Dewasa!

Kita mungkin merasa tak siap, tapi daripada lebih dulu pesimis atas masalah yang akan datang silih dan berganti. Mari kita pahami, bagaimana sebuah masalah bisa merubah kita jadi pribadi yang lebih baik lagi. Anggaplah ini sebagai upah, karena kita tetap bertahan untuk semua perkara.

Dan Tak Hanya Itu Saja, Dewasa Juga Merubah Cara Pandang Kita Pada Kriteria Pasangan

Saat belum sedewasa sekarang. Kamu mungkin punya berbagai macam keinginan ajaib tentang bagaimana dia yang kelak jadi pasangan. Namun sejalan dengan pertambahan usia, banyak pandangan baru yang berubah. Begitu pula dengan perubahan caramu berpikir tentang cinta.

Dewasa memang tak bertolak pada usia, tapi bagaimana kite memaknai setiap perjalanan hidup dengan berbagai macam pelajarannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pemilu Sudah Terlewatkan, Mari Sudahi Ajang Kubu-kubuan

Hampir satu tahun terakhir, kita semua jadi saksi bagaimana pesta demokrasi melahirkan berbagai macam kejadian. Teman lama yang mendadak bermusuhan, adu pendapat yang jadi sumber pertengkaran, hingga saling ejek atas pilihan yang tak sesuai dengan hal yang kita lakukan.

Banyak drama yang sudah kita saksikan bersama. Gilanya fanatisme atas usungan kepala negara, sampai perselisihan hebat yang terjadi pada beberapa grup whatsApp keluarga. Serupa dengan para legislatif yang gagal mendapat suara, kita semua juga pasti sudah lelah menyaksikan ajang kubu-kubuan yang selama ini jadi tembok pemisah.

“Tujuh belas April lalu, jadi penentu. Siapa yang menang dan kalah”

Untuk itu seharusnya kita pun bisa kembali seperti semula. Tak lagi memblokir teman lama karena sering memberikan komentar negatif atas pilihan kita. Kembali menyapa tetangga, meski pilihan kita kalah dan pilihannya jadi juara.

Perlu diingat, jika tak ada satupun peristiwa yang mampu memisahkan kita semua sebagai saudara sebangsa. Pemilu itu pesta demokrasi, bukan ajang yang bertujuan untuk mencerai-beraikan kita dari hidup bermasyarakat. Setiap usungan kita tentu punya niat dan maksud, dan kita percaya jika perjuangan mereka adalah yang terbaik yang patut dipilih. Namun bukan berarti, orang lain harus bisa mengerti. Sebab, setiap kepala memiliki cara pandang yang berbeda. 

Ingat, Bangsa yang merdeka adalah mereka yang bisa menerima perbedaan yang lahir dari tiap kepala. Ketidaksukaan kita pada satu pihak tertentu, tak lantas jadi alasan untuk memaksakan kehendak pada teman lain yang belum tahu. Sebagaimana kita yang merasa berhak untuk memilih sesuatu, orang lain pun memiliki hak serupa untuk menyuarakan apa yang dirasanya perlu.

Selepas jari yang sudah berwarna ungu, setelah puas karena telah menggunakan hak suaramu, mari kembali bersatu. Sebagaimana gerai pakaian atau restauran yang tak membeda-bedakanmu menikmati diskon bersadarkan pilihan suara, ayo lupakan semua perbedaan dan pertentangan yang kemarin ada.

“Saatnya kembali menjadi Indonesia, yang meski berbeda-beda tapi tetap satu jua”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Bus Terguling dan Tewaskan 29 Orang di Portugal

Sedikitnya 29 orang tewas setelah kecelakan bus turis yang mengangkut puluhan turis Jerman jatuh menggelinding di salah satu pulau di Portugal, Madeira. Kecelakaan terjadi pada pukul 18.30 waktu setempat, Rabu 17 April 2019 setelah pengemudi disebutkan kehilangan kendali kemudi di persimpangan dan tikungan yang jalannya tak mulus sebagaimana diberitakan kantor berita Portugal, Lusa.

Bus tersebut jatuh di jalanan di dataran tinggi, kemudian berguling dan menimpa atap rumah di pemukiman yang berada di area bawah.

“Saya sampai tak bisa berkata-kata atas kecelakaan fatal ini. Saya tak sanggup melihat penderitaan dan duka yang dialami korban,” kata Wali Kota setempat, Filipe Sousa.

Ia mengatakan seluruh turis dalam bus tersebut merupakan warga negara Jerman, namun tak menutup kemungkinan ada beberapa warga lokal diantara mereka. Korban tewas 11 orang lelaki dan 17 orang wanita, kemudian satu orang wanita lainnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, pemimpin pemerintahan daerah Madeira, Pedro Calado mengatakan, bus tersebut sebenarnya memenuhi standar keselamatan dan keamanan. Karenanya ia mengungkapkan, masih terlalu dini memastikan penyebab kecelakaan maut tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top