Feature

Biasanya Mereka yang Selalu Berkorban untuk Sesama, Justru Sukar Bahagia

Jiwa yang berbahagia, adalah mereka yang suka menebar senyum dan berbicara lembut, tapi benarkah mereka yang demikian adanya benar-benar berbahagia? Faktanya, menolong sesama memang selalu membuat hati gembira, tapi ketahuilah, kebahagiaan tak selalu datang ketika kamu memberi atau berbuat kebaikan. Justru yang sering terjadi, rasa sukar bahagia sering dirasakan oleh mereka yang selalu berkorban untuk sesama.

Sebab Mereka yang Selalu Berbuat Kebaikan Juga Memendam Hasrat Pribadi yang Ingin Dipenuhinya

Tak ada manusia yang tak memiliki hasrat. Semuanya punya. Ada yang ingin mengejar cita-citanya, ada yang ingin bepergian ke berbagai tempat, dan sebagainya. Saat hasrat itu terpenuhi, tentu saja hal itu akan membuatmu merasa bangga, senang, dan puas bukan? Itulah yang dirasakan setiap orang, apa yang membahagiakanmu ya salah satunya saat keinginanmu terwujud.

Sementara orang yang senantiasa memberi diri pada orang lain, tak ada yang bisa menjamin kebahagiaannya. Meski senyum tulus memang selalu terpancar dari wajahnya, tapi jauh di dalam hatinya, saat dia masih punya mimpi yang belum sanggup dicapai, pasti ada kesedihan tersendiri yang terperangkap dalam jiwanya.

Terlalu Banyak Memberi Diri

Orang yang baik hatinya selalu menanamkan prinsip hidup untuk terus memberi. Mereka akan melakukan hal itu sekalipun dirinya sendiri sejatinya kekurangan. Bahkan dalam kondisi yang demikian, mereka sampai lupa pada situasi hidupnya sendiri. Akhirnya? Mereka pun jadi berrpikir bagaimana caranya bertahan hidup namun tak menyulitkan orang di luar sana. Mereka sama sekali tak mengharap pamrih dari orang-orang yang pernah ditolongnya. Karenanya, saat merasa kesulitan pun mereka enggan membebankan soal masalah yang dihadapinya pada orang lain, mereka cenderung menyimpannya sendiri.

Harapan Mereka Terhadap Sekitarnya Selalu Mengecewakan

Mereka punya hati yang tulus saat memberi, juga tak segan mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi demi menolong orang lain. Tapi dibalik itu, ada harapan yang tersemat saat mereka mengulurkan tangan. Yaitu entah orang yang ditolongnya jadi semakin lebih baik lagi, atau ada perubahan yang terjadi di lingkungan tersebut. Hanya saja, dunia tak selalu ramah padanya. Seringkali kebaikan justru dibalas dengan kekecewaan. Saat mereka menabur bibit kebaikan, belum tentu mereka akan menuai hasilnya di ladang yang sama.

Berani Berkorban Membuat Ada Gejolak yang Sering Muncul dari Dalam Dirinya

Ketika hendak berkorban, pasti terjadi pergolakan batin yang luar biasa. Tapi masih ada orang di luar sana yang rela berkorban sekalipun hal itu tak membawa manfaat bagi dirinya. Mungkin faktor itu yang memicu batinnya bergejolak. Mereka selalu memberikan waktu dan dirinya untuk membantu orang lain. Di lain sisi, pasti sisi lain dirinya selalu membisikkan sesuatu yang menurutnya tak usah berkorban terlalu banyak. Ya, bisa disimpulkan seringkali musuh terbesar seseorang itu memang dari dalam dirinya.

Kebahagiaan Sukar Datang Lantaran Mereka Tak Mudah Puas dengan Apa yang Sudah Dilakukannya

Mereka yang baik hatinya dan rela memberi diri pada sebuah lingkungan yang membutuhkan pertolongan sejatinya punya prinsip yang tak mudah menyerah pada situasi. Mereka selalu berusaha memberikan dan memenuhi apa yang dibutuhkan lingkungan tersebut. Ketidakmampuan atau keterbatasan mereka dalam situasi tertentu justru bisa membuat mereka depresi lantaran tak sepenuhnya bisa menolong orang lain. Mereka sukar sekali bahagia karena sebagian besar hidupnya didedikasikan untuk bekerja dan menolong sesama. Ada yang lebih besar dari sekadar kebahagiaan pribadi, yaitu keinginan untuk selalu memberi diri untuk sesama.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

4 Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Liburan ke New York, Biar Kamu Nggak Kaget

New York merupakan salah satu kota terbesar di dunia. Kota ini juga sangat layak dijuluki sebagai kota yang tak pernah mati. Ya, hal itu karena memang kota ini sangat ramai dengan segala hiruk-pikuk orang-orang di sana.

Nah kalau kamu hendak berlibur ke sana, ada baiknya kamu mengetahui 5 hal ini terlebih dulu agar kamu tak kaget nantinya.

1. Surga Bagi Para Pecinta Kuliner

Kamu tak perlu takut kesulitan dalam mencari makanan saat berada di New York. Di sana kamu bisa menemukan banyak makanan. Bahkan kalau dihitung, kamu bisa saja makan dalam jangka waktu satu tahun di tempat makan yang berbeda.

2. Jalannya Bisa Bersambung Kemana Saja

Kalau kamu berada di New York, kamu tak perlu takut terkena macet. Karena di sana ternyata jalannya bersambung antara satu jalan dengan jalan lainnya. Hal ini membuat semua tujuan bisa dicapai dengan banyak opsi rute yang berbeda.

3. Banyak Gedung Pencakar Langit

Bisa dibilang New York adalah “hutannya” gedung pencakar langit. Makhlum saja, New York sangat giat dalam melakukan peremajaan dan pembangunan kotanya. Gedung megah yang sudah dibangun di sana misalnya Empire State Building yang tingginya mencapai 381 meter, 432 Park Avenue yang mencapai tinggi 426 meter, dan One World Trade Center yang tingginya mencapai 541 meter.

4. Terdapat Taman Kota yang Paling Terkenal

Taman kota yang terletak di Manhattan adalah salah satu taman yang sering dipakai untuk syuting film. Area taman ini sendiri seluas 341 hektar. Di sana kamu bisa duduk santai, tur keliling taman sambil naik kuda, lari pagi, hingga berkunjung ke kebun binatang yang juga ada di taman kota ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Nabilah Ex-JKT48 Tetap Ingin Ditemani Ibunda Sepanjang Kariernya di Dunia Hiburan

Nama Nabilah Ratna Ayu Azalia semula dikenal seiring kariernya yang tergabung dalam idol group bernama JKT48. Bersama teman-temannya dalam idol group tersebut, Nabilah—sapaannya berkesempatan untuk bisa berkarya di dunia entertainment lewat jalur musik.

Karier yang semakin menanjak ia dapatkan semasa bergabung di JKT48. Namun sejak 2017, ia memilih keluar dari idol group yang sudah membesarkan namanya itu. Bukan tanpa alasan dirinya pergi, namun satu hal yang pasti, Nabilah semakin dewasa, ia berhak menentukan keputusan perihal masa depannya. Dara kelahiran 11 November 1999 ini baru saja menamatkan studinya di jenjang SMA pada Mei lalu. Terbaru, ia tengah melakukan persiapan diri  sebelum masuk ke perguruan tinggi.

Kepada Gobagi.com, Nabilah menceritakan soal persiapannya sebelum resmi menyandang status sebagai mahasiswa.

“Aku daftar dua jurusan yaitu kedokteran dan hukum. Tapi akhirnya diterima di (jurusan) hukum. Mungkin memang Allah punya jalan terbaik, dan memang ada keinginan untuk jadi notaris atau pengacara,” kata Nabilah saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dibalik sosoknya, tak banyak orang yang tahu kalau Nabilah memang sudah memendam cita-cita di bidang hukum sejak lama. Profesi impiannya yaitu menjadi pengacara. Alasannya masuk akal, ia mengaku senang kalau bisa mengerti hukum lantaran setiap pekerjaan pasti ada sangkut pautnya dengan hukum. Ia tak ingin dibodohi orang untuk urusan yang satu ini. Karenanya, ia pun senang lantaran kedepannya akan mendalami soal ilmu hukum.

Saat masih duduk di bangku sekolah, Nabilah mengaku tak terlalu suka hitung-hitungan dan lebih suka hapalan. Harapannya, ini bisa menjadi modal awal saat nanti ia akan menjajaki status barunya sebagai mahasiswa hukum. Urusan kampus, Nabilah memilih untuk tidak mempublikasikan nama universitas atau tempatnya nanti menimba ilmu. Kalau sudah waktunya, baru ia siap memberitahu.

Peralihan dari bangku sekolah ke mahasiswa baru akan dijajaki oleh bintang Sunshine Becomes You ini. Keputusannya untuk berkuliah bukan berarti ia harus meninggalkan dunia hiburan yang sudah menjadi ladang profesinya. Kedepannya, Nabilah mengaku akan lebih selektif saat memilih tawaran pekerjaan. Sebab tentu saja, ia ingin memprioritaskan dahulu kuliah dan masa depannya. Apalagi soal tawaran pasti akan selalu berdatangan. Disinilah tantangan baru Nabilah untuk lebih profesional lagi dalam pekerjaannya.

“Alhamdulillah soal rezeki, ada saja (rezeki) yang datang. Entah apa itu pekerjaannya, dari film, catwalk, atau undangan bintang tamu di acara tv. Ya senang tentunya. Semoga terus dilancarkan. Amin,” kata Nabilah.

Ke depannya, ia tetap akan memprioritaskan kuliahnya. Sebisa mungkin kalaupun ada tawaran pekerjaan, ia mengaku akan menyesuaikan dengan jadwal kuliah. Kalau memang bentrok, Nabilah memilih enggan mengambilnya. Prinsip ini sejatinya sudah dijalankan Nabilah sejak lama. Apalagi, manajernya adalah ibunya sendiri, sehingga ia pun mengaku lebih dimudahkan dalam hal mengatur waktu.

Lantaran sudah dimanajeri oleh sang Ibu, Nabilah mengaku akan tetap bekerja didampingi ibunya sampai kedepannya nanti. Selain lebih nyaman, ia bersyukur karena diberi kesempatan untuk bisa tetap dekat bahkan semakin dekat dengan sang ibu.

“Karena bekerja didampingi Ibu, jadinya juga ibadah. Dan soal rezeki pun jadi lebih enak karena pada akhirnya bisa buat keluarga sendiri,” lanjutnya.

Bicara soal karier, Nabilah mengungkapkan ada satu lagi tawaran film yang datang pada dirinya. Menariknya, untuk genre film kali ini justru datang dari genre film horor. Nabilah mengaku tak merasa keberatan namun justru tertantang.

“Kenapa film horor, karena menurut aku kalau ada satu pekerjaan yang bisa kujalani, aku akan baik-baik saja. Selama itu rezekinya masih baik, kenapa ngga diterima?” ujarnya.

Film ini sendiri akan menjadi film keduanya setelah Sunshine Becomes You yang dibintanginya pada 2015 lalu. Kendati nama Nabilah sejatinya lebih dikenal sebagai penyanyi, untuk tawaran di bidang musik dirasa masih harus dipertimbangkan lagi.

“Waktu itu ada juga yang memberi tawaran masuk ke manajemen musik. Tapi kalau di musik, aku takut belum bisa bagi waktunya antara syuting film, kuliah, acara lainnya juga. Karenanya untuk musik ya nanti dulu,” lanjutnya.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

EXO Akan Tampil Sebagai Duta Pariwisata Korea Selatan

EXO ditunjuk sebagai duta kehormatan pariwisata Korea Selatan. Seiring kabar ini, mereka pun akan berpartisipasi sebagai model dari video promosi pariwisata yang dibuat oleh organisasi pariwisata resmi pemerintah Korea, Korea Tourism Organization.

Tahun ini, KTO berencana membuat video promosi pariwisata bertajuk ‘Korea Asks You, Have you ever?’ dengan tema yang dipilih yaitu membahas mengenai berbagai pengalaman unik di Korea Selatan dari sudut pandang turis mancanegara.

Mengutip dari Soompi, Minggu (24/6), akan ada enam kategori video yang digunakan anggota EXO untuk menjelaskan tema tersebut. Di antaranya adalah kategori sejarah dan tradisi, kehidupan sehari-hari, petualangan, tren, healing, serta hallyu.

EXO yang terdiri dari sembilan anggota akan berpartisipasi dalam setiap kategori yang ada demi mengiklankan berbagai pengalaman dan aktivitas yang bisa dinikmati oleh para turis di Korea Selatan.

Pihak KTO juga menyatakan, partisipasi boyband yang digawangi Kai cs ini diyakini akan mempengaruhi minat turis mancanegara terhadap Korea Selatan.

“EXO adalah salah satu bintang yang paling mewakili K-Pop, seperti yang bisa dilihat dari fakta bahwa mereka tampil dalam ajang Olimpiade Musim Dingin PyeongChang,” sebut KTO.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top