Tips

Besar Atau Kecilnya Gaji, Bukan Alasan Untuk Tidak Bersyukur

Katanya uang memang tak bisa membeli kebahagiaan, tapi faktanya kamu bisa bahagia ketika punya uang. Untukmu yang kini duduk dibangku permulaan perjalanan, gaji kecil yang masih pas-pasan tentu jadi salah satu yang mungkin kamu keluhkan.

Pelan-pelan kita mulai berandai-andai, hingga membandingkan gaji dengan teman lain yang mungkin lebih besar. Tak ingin jadi seseorang yang naif, siapa pun tentu akan senang jika mendapat gaji besar. Akan tetapi keinginan untuk mendapat gaji yang lebih besar, kadang membuat kita lupa bagaimana cara bersyukur untuk hidup kita sekarang.

Cobalah sejenak bayangkan, bagaimana jika hari ini kita belum punya penghasilan. Jika masih dirasa kurang, beberapa fakta baik ini bisa jadi sesuatu yang wajib untuk direnungkan sebelum berteriak untuk gaji yang tak kunjung bertambah besar.

 

Berterimakasihlah Pada Semesta, Karena Sekarang Kita Sudah Punya Penghasilan Sendiri Meski Tak Seberapa

Perihal gaji besar yang sedang kamu mimpikan, tentu bukanlah sesuatu yang salah. Bagi siapa pun, hal ini tentu jadi mimpi besar yang ingin dijadikan nyata. Tapi terlalu fokus untuk menantikan kenaikan gaji hanya membuatmu banyak berangan-angan. Bukannya berubah menjadi nyata, justru semuanya hanya jadi sia-sia.

Cobalah untuk membuat dirimu mengerti bahwa setidaknya kamu sudah punya penghasilan sendiri. Sehingga tak lagi menyusahkan orang di sekelilingmu. Karena besar atau kecilnya gaji hanya perihal nominal saja. Lebih dari itu, harusnya kamu berbangga diri karena biar bagaimana pun kamu ini sudah memiliki penghasilan yang mampu menghidupimu.

 

Jika Dirasa Masih Kurang, Cobalah Untuk Tengok Mereka yang Gajinya Jauh Lebih Dibawah

Barangkali kamu lupa, kalau begitu mari coba mengingat kembali para buruh pabrik petasan yang beberapa waktu lalu jadi korban sebuah kebakaran di tempat kerjanya di daerah Tangerang. Perlu kamu tahu, jika ternyata mereka hanya mendapat upah 40 ribu rupiah dalam sehari, dengan durasi waktu kerja 8 jam sehari. Hingga beberapa orang lain yang juga punya penghasilan dibawah kata ‘cukup’.

Melihat mereka yang memiliki gaji lebih besar tentu jadi sebuah motivasi untuk diri. Akan tetapi jika kamu malah terfokus pada nominal uang yang mereka terima. Itu malah membuat pikiranmu tak berusaha untuk menemukan jalan yang seharusnya. Kamu terlalu sibuk untuk mencari cara agar bisa mendapat gaji yang banyak dalam waktu cepat.

Kamu perlu sesekali melihat ke bawah, agar kamu dapat lebih bersyukur dan berterima kasih kepada Pemilik Semesta. Bahkan mereka yang gajinya lebih kecil darimu saja, masih ingat bagaimana caranya mensyukuri semua nikmat yang ada.

 

Bahkan Mereka yang Kini Telah Jadi Jutawan, Dulu Juga Berawal dari Bawah

Sumber : instagram @achmadzaky

Sukses tentu jadi mimpi semua orang, tapi jangan pikir semua itu akan datang sendiri. Kita jadi satu-satunya pihak yang memang harus berupaya keras untuk mewujudkannya. Ini bukan sekedar omong kosong belaka, kita bisa melihat kisah hidup mereka yang namanya kini besar, dulu juga sama seperti kita. 

Bukti nyata yang bisa kita lihat adalah Achmad Zaky, CEO Bukalapak.com. Diawal karirnya ketika merintis perusahaan start-up miliknya, ia pernah mendirikan perusahaan konsultan teknologi, hingga usaha kuliner mie ayam. Namun nyatanya dewi fortuna saat itu tak berpihak padanya. Bahkan kegagalannya dalam usaha mie ayam tersebut sempat membuatnya trauma untuk kembali membuka usaha.

Berkat ketekukan dan kerja kerasnya, kini perkembangan usahanya terbilang cukup pesat, sudah lebih dari 10.000 pedagang yang bergabung di Bukalapak. Fakta ini sekaligus membuktikan bahwa keras keras dan usaha yang memang sungguh-sungguh akan berbuah hasil besar.

 

Sebab Gaji Kecil Adalah Rangkaian Proses, Suatu Saat Nominalnya Juga Akan Bertambah

Jangan buru-buru berkecil hati atau berpikir posisimu akan terus begitu. Pekerjaan dengan gaji yang masih kecil, adalah sebuah babak yang memang harus dilalui. Saat ini kamu mungkin sedang berada di anak tangga paling bawah, namun setiap proses yang ada akan membawamu naik ke atas pada posisi yang mungkin kamu impikan.

Benar memang uang jadi sesuatu yang mengendalikan segalanya, namun bukan berarti kamu akan menakar pekerjaan dengan nominal uang dihasilkan. Sebaliknya, bekerja dan berpenghasilan akan membuatmu membuka mata, bahwa banyak hal lain yang akan membuatmu merasa bahagia. Entah itu pengalaman kerja, ilmu, teman baru, hingga hal lain yang mungkin akan memicu semangat untuk lebih giat dalam segala hal.

 

Hal Lain yang Mungkin Jadi Pelajaran, Masa Ini Akan Jadi Tantangan Untuk Lebih Jeli Mengatur Keuangan

Konon besar atau kecilnya gaji akan selalu cukup, sesuatu yang merubahnya kian terasa tak cukup adalah kesalahan kita dalam menempatkan pundi-pundi rupiah. Mulai dari belanja hal-hal yang tidak terlalu berguna, hingga pengeluaran yang tidak seharusnya.

Berkaca dari hal ini, alangkah baiknya kita mulai belajar untuk memahami bagaimana menempatkan gaji pada kebutuhan yang memang dibutuhkan. Sisihkan gaji untuk kebutuhan yang sewaktu-waktu diperlukan, biaya perawatan kesehatan, hingga  gawai baru yang mungkin sedang kamu inginkan.

Jangan terfokus pada nominal gaji yang sekarang kamu terima, karena kinerja dan upaya yang kamu tunjukkan kelak akan menjadi bahan pertimbangan untuk nominal yang lebih besar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top