Feature

Berubah Itu Tak Perlu Menunggu Tahun Baru

“Tahun baru, semangat baru, mimpi baru, dan bla bla yang baru”

Berhenti untuk membuat resolusi tahun baru, memangnya mau apa dengan itu? Bukan bermaksud tak percaya padamu, hanya saja rencana-rencana seperti itu biasanya hanya akan berujung sia-sia.

Bahkan Bob Sadino, sang pengusaha yang melegenda dengan kerendahan hatinya pernah berkata, “Berhenti membuat rencana, melangkahlah!”. Sebab dimata beliau, mengatur terlalu banyak rencana tak membuat jalan kita lebih mudah. Justu malah sebaliknya.

Dan benar memang, belajar dari kejadian-kejadian yang mungkin juga pernah kamu rasakan. Keinginan dan harapan yang kita buat setiap kali menjelang tahun baru, hanya akan jadi sesuatu yang akhirnya kita nikmati sebagai hiasan. Dibiarkan menempel di dinding kamar hingga usang, atau sebagai catatan yang terlupakan pada aplikasi telepon genggam.

Terbawa Antusiasme Orang Itu Biasa, Namun Bertahan Pada Komitmen Luar Biasa

Tak ada yang salah memang, toh ini adalah hak semua orang. Terlepas dari kesan ikut-ikutan tren, ini justru jadi pengingat keinginan yang akan kita wujudkan. Namun umumnya, bukannya memang berniat untuk membuat list-list rosolusi sebagai bahan pengingat. Kebanyakan kita membuat hal ini hanya karena ingin ikut-ikutan tren. Tanpa tahu betul apa itu resolusi yang sebenarnya ingin dijalankan.

Bahkan bila ditelisik lebih dalam, hanya sedikit dari kita yang akhirnya berhasil mewujudkan hal-hal yang tadinya dijadikan resolusi itu. Terlalu terbawa euforia yang sedang panas, kita lalai menanamkan komitmen dalam diri. Padahal jika tanpa komitmen yang jelas, semua ini tentu tak akan berjalan.

Dan Seringnya Hal yang Menjadi Masalah Adalah Keseriusan

Beberapa hal lain, kerap kita dapati dengan mudah. Bahkan tak perlu usaha, sesuatu yang diingini bisa dengan mudah diraih. Sikap ini terus berlanjut pada hal-hal yang seharusnya disikapi serius. Bentuk sepele yang tetap terpelihara, berpengaruh pada hal lainnya. Jadi jangan heran jika hidup kita masih begitu-begitu saja.

Tak perlu jauh-jauh untuk menelaah letak salah yang jadi penyebabnya. Karena bisa jadi keseriusan kitalah yang bermasalah. Mulai dari rasa malas yang masih sulit dikendalikan, hingga kebiasaan menunda pekerjaan.

Sebab Jika Memang Mau Berubah Kita Bisa Melakukannya Kapan Saja

Terdengar sedikit menggelitik memang, tiap kali tiba di ujung tahun kita berbondong-bondong menyuarakan perubahan untuk diri sendiri. Pertanyaannya, mengapa harus menunggu sekarang? Bukankan berubah itu bisa dilakukan setiap saat?

Barangkali kamu atau siapa saja mungkin akan berdalih dengan berkata bahwa ini adalah resolusi yang berbeda. Bukan seperti biasa. Oke baiklah.

Belajarlah untuk tidak menggunakan kata berubah disaat menjelang tahun baru saja. Dengan menyelipkannya pada keinginan setiap hari. Tak hanya tahun baru saja, tapi hari ini, esok dan seterusnya. Karena untuk belajar dan berubah kita tak hanya butuh satu hari, tapi setiap hari.

Tak Perlu Banyak Rencana, Sebab Kita Hanya Perlu Realistis Saja

Untuk menentukan sebuah keputusan, logika jadi sesuatu yang paling dibutuhkan. Daripada harus merangkai berpuluh-puluh keinginan namun tak kesampaian, cobalah membuat beberapa rencana yang sudah pasti bisa. Jadilah bijak dengan mengedepankan hal-hal yang sekiranya penting untuk didahulukan.

Tentukan dulu, mana keinginan yang akan dipenuhi dalam waktu dekat hingga bagaimana cara untuk mengeksekusinya. Karena biasanya, keinginan yang terlalu banyak hanya akan merusak fokus pikiran. Dan menganggu rencana lain yang harusnya bisa diselesaikan.

Ini sekaligus jadi ajang untuk melatih diri dalam hal menangani sesuatu, hingga pada cara penyelesaiannya.

Mulailah Membuat List Hal-hal yang Memang Kamu Mau Tanpa Menunggu Hari Baru

Ini penting untuk kita lakukan. Mengatur waktu untuk setiap hal yang sedang ingin dilakukan. Tak hanya berfungsi sebagai pengingat saja, membuat list juga jadi motivasi tersendiri agar diri tak bermalas-malasan.

Poin lain yang jauh lebih penting adalah menumbuhkan motivasi dari dalam diri. Ingat mimpimu setiap kali rasa malas datang menderu!

Jika hari ini kamu masih berpenghasilan dibawah rata-rata, yakinilah beberapa tahun ke depan kamu akan jadi seseorang dengan pendapatan lebih.

Berhenti Untuk Berusaha Senangkan Semua Orang, Sebab Itu Bukanlah Tujuanmu

Dari sekian banyak sikap dan pembawaan manusia, barangkali kamu adalah salah satu yang sering tak enak hati pada sesama. Mulai dari dimintai tolong untuk suatu hal, hingga berhenti melanjutkan mimpimu karena merasa tak disukai temanmu.

Mulai sekarang, mari kita coba untuk berhenti mengangguk tanda setuju. Karena memang, jika tak suka tidak ada alasan untuk terus mengiyakan. Berilah penjelasan kepada mereka yang sering memberimu beban. Bahwa kini kamu bukan lagi dirimu yang lama.

Meski harus menjaga perasaan marah dari mereka, kita juga patut untuk memikirkan hal lain yang menjadi masa depan.

Jika Memang Perlu, Carilah Satu Orang Contoh yang Akan Memotivasimu

Konon ini jadi bagian motivasi paling manjur setelah keinginan dari diri sendiri, yakni menempatkan satu orang yang ingin disamai. Meski terkesan sedang merasa iri dengan seseorang, tapi jadikan rasa iri itu memotivasi dirimu. Bukan untuk sesuatu yang buruk, tapi demi memicu semangatmu.

Hari ini kamu mungkin sedang melihat ia sebagai seseorang yang berhasil, tapi siapa tahu kelak akan bisa bersanding dengan dia yang kita kagumi karya-karyanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ketika Hidupnya Lebih Buruk denganmu, Itu Artinya Ia Tak Tercipta Untukmu

Pernah tidak kamu tiba-tiba bepikir, bahwa ada sesuatu yang sepertinya tak beres dalam hubunganmu? Iya, ini bukan tentang kamu tak bisa membuatnya tertawa atau bahagia. Tapi tentang kenyataan lain yang justru jadi tanda tanya.

Coba lihat hidupnya kini, lalu bandingkan dengan hidupnya sebelum kalian bersama. Dulu ia adalah seorang periang, punya banyak teman dan pekerjaan yang lancar. Tapi bersamamu, harinya justru berubah. Menjauh dari temannya, karena memastikan kamu tak kemana-mana jadi yang lebih utama.

Sering khawatir karena cemburu, ketakutan akan kehilangmu menganggu pekerjaan yang ia lakoni. Lantas, sanggupkah kamu terus menerus melihatnya begitu?

Cinta yang Baik Membawanya Kedamaian, Bukan Membuatnya Gusar Tak Berkesudahan

Sikap periang yang dimilikinya, bisa jadi adalah salah satu hal yang membuatnya suka padanya. Tapi, jauh berbeda dari saat pertama jumpa. Akhir-akhir ini ia justru terlihat sering berwajah sendu, karena tak bahagia. Senyum manis yang tadinya sering mengembang, pelan-pelan mulai hilang. Berganti dengan segudang kekhawatiran atas hubungan yang kalian jalankan.

Tak terlihat secara jelas datang darimana sedihnya, yang terlihat hanyalah raut wajah kecewa, takut, serta kerap khawatir untuk berbagai macam alasan. Jika memang begitu, cobalah untuk melepasnya sendiri dulu.

Jauh dari Kata Berkembang, Hidupnya Kian Monoton Setelah Kamu Datang

Rasa sayang harusnya mendorong seseorang untuk melakukan banyak hal yang sebelumnya terlihat mustahil. Membantunya meningkatkan kemampuan dan kreativitas, dan semua hal baik itu jelas memberi dampak baik untuknya.

Namun jika yang terjadi justru sebaliknya, itu artinya memang ada sesuatu yang salah. Bandingkan lagi, bagaimana hidupnya ketika kalian tak bersama. Seberapa banyak pencapaian yang ia perbuat dengan seorang diri saja? Dan kenapa ketika sudah bersama ia justru berdiam diri dan tak berbuat apa-apa?

Semangatnya pelan-pelan hilang, dan jika benar begitu sebaiknya kau lepaskan genggamanmu.

Hanya Demi Kamu, Ia Sering Berbohong

Tak jelas apa alasannya, dari seluruh perubahan sikap yang ia tunjukkan. Kebohongan jadi salah satu hal yang paling banyak kau temukan. Mulai dari kebohongan kecil, hingga yang besar. Dari yang menurutmu tak penting untuk ditutupi sampai hal besar lain yang harusnya tak perlu disembunyikan lagi.

Hubungan kalian, kerap kali dijadikan alasan untuk berbohong dan tak ingin membuatmu marah atau kecewa padanya. Tapi asal kamu tahu saja, cinta yang baik merubah sesorang untuk lebih terbuka dan membicarakan semuanya. Jika ia kerap kedapatan berbohong, itu artinya ada sesuatu yang salah.

Tak Lagi Bergairah untuk Melakoni Hal Lain, Hidupnya Seolah Bertumpu Hanya Padamu Saja

Jadi sesuatu yang kadang sulit diterima, perubahan sikap yang ia tunjukkan kadang memang tak masuk akal. Namun itu semua adalah kenyataan yang mau tak mau harus kamu terima. Kamu bisa melihat ia kehilangan semua gairah, tak lagi terlihat hidup melakukan hal yang tadinya ia suka.

Dan kesimpulan yang bisa ditarik dari sikapnya, kemampuan yang tadinya ia bisa perbesar berubah jadi ketidakpastian yang kian kecil. Tak mau berbuat apa-apa tanpa dirinya, baginya kamulah roda pemutar hidup yang ia percaya. Tapi, bukankah cinta harusnya membuat kita kian kuat? Jika dirinya justru melemah, itu artinya bukan cinta.

Lari dari Tanggung Jawab, Ia Berubah Lebih Buruk dari yang Sebelumnya

Yap, coba tengok seseorang yang katamu paling kamu cintai itu. Ingat kembali bagaimana ia dulu menyelesaikan semua pilihan dan menyelesaikannya dengan benar. Lalu masihkah ia bersikap demikian sampai sekarang? Jika ternyata jawabannya adalah tidak. Berarti ada sesuatu yang memang perlu dibenahi dalam hubungan kalian berdua. Dia yang terjebak dan tak bisa memilah perilakunnya, atau sikapmulah yang membuat ia jadi demikian berubah.

Mungkin Bukan Hanya Salahmu Juga, untuk Itu Cobalah Mencari Penyebabnya

Perkara hubungan yang bisab merubah setiap orang. Siapa yang salah jelas sulit untuk ditentukan. Satu pihak bisa saja merasa biasa dan tak berbuat salah, tapi di sisi lain bisa jadi pasangannya mengira dialah penyebab seseorang berubah.

Tak harus buru-buru, coba dilihat pelan-pelan dulu. Pihak manakah yang sekiranya jadi penyebab perubahan diri. Jika memang itu karenamu, belajarlah untuk lebih bijaksana dalam menanggapinya. Lepaskan ia jika ternyata, tak ada bahagia yang ia terima setelah sekian lama bersama. Jujurlah pada dirimu sendiri dengan mengakui bahwa kamu memang jadi sosok yang membuatnya berubah menjadi lebih buruk dari dirinya yang sebelumnya.

Maka, jika benar-benar cinta, cobalah lepaskan ia. Biarkan ia mencari jalannya, dan belajar untuk mencari bahagianya dulu sebelum nanti berbagi bahagia lagi bersamamu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kadang Seorang Teman Memberi Solusi Bukan Karena Empati, Tapi Sekadar Asal Bicara Saja

Sadarilah, tak semua teman tempat kita curhat adalah seorang pendengar yang baik, yang mau turut merasakan apa yang sedang kamu rasakan saat itu. Karenanya, tak usah heran kalau akhirnya yang kamu dapat adalah solusi yang terdengar ‘ala kadarnya’ bahkan terkesan menggampangkan sebuah masalah.

Padahal jika dikembalikan ke dirinya sendiri belum tentu mereka akan terima dengan masukan seperti itu. Namun bukan berarti berbagi cerita ke teman adalah langkah yang salah ya. Mungkin supaya tak mendapat respon yang tak enak, kamu perlu mengenali karakter mereka dulu. Carilah sosok teman yang benar-benar tepat, yang bisa menjadi pendengar dan pemberi solusi yang baik bagi dirimu.

Seorang Teman Belum Tentu Merasakan Emosi yang Kamu Rasakan

Bagaimanapun, seorang teman belum tentu bisa merasakan emosi seperti yang kamu rasakan saat kamu menceritakan ceritamu. Padahal ada kalanya kamu hanya butuh didengarkan saja dibanding meminta saran dari mereka. Hati-hati, salah cerita pada orang, justru bisa membuatmu merasa sia-sia.

Sadarilah, meski sejak awal kita berharap mereka mau turut merasakan emosi yang sama seperti yang kamu rasakan kala itu. Tak semua orang bisa merasakan apa yang kita sedang rasakan.

Selesai Cerita Justru Dapat Penghakiman dari Teman yang Kamu Ajak Cerita, Menyebalkan Bukan?

Percayalah, tak semua curahan hati kamu bisa diterima dan direspon dengan baik oleh teman yang kamu ajak berbagi. Bahkan, tak semua teman akan setuju dengan jalan cerita yang kelak kamu bagikan pada mereka. Alih-alih ingin mendapat hati yang plong setelah mengeluarkan segala keluh kesahmu, yang ada kamu hanya akan mendapatkan kecewa.

Jika tahu bakal mendapat penghakiman dari lawan bicaramu. Pastikan terlebih dahulu, sebenarnya seberapa besar ia mau mendengarmu.

Tak Menutup Kemungkinan Ceritamu Justru Disebarluaskan pada yang Lain

Tak semua teman bisa menjaga rahasiamu dengan baik setelah kamu ceritakan seluruhnya pada mereka. Karenanya, jangan menceritakan masalahmu ke sembarang orang. Namun carilah sosok teman yang dapat dipercaya bisa menjaga rahasiamu dengan aman.

Susah memang, tapi kuberitahu, jangan sampai setelah kamu curahkan semua pada temanmu, masalahmu malah makin runyam dan akhirnya hanya mengganggu ketentraman hatimu, kan?

Berujung Penyesalan yang Menderamu Karena Sudah Cerita ke Temanmu

Akhirnya ketika kamu tahu bahwa teman yang kamu ajak berbagi cerita tidak bisa dipercaya dalam menjaga segala rahasiamu, yang ada kamu akan merasa menyesal sendiri. Bahkan hal ini bisa berdampak pada merenggangnya hubungan pertemanmu dengannya. Mungkin pada akhirnya kamu bisa petik pelajarannya dari sini agar bisa lebih berhati-hati lagi dalam memilih teman untuk diajak berbagi cerita.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jatuh Cinta Itu Mudah, Tapi Menjaganya Susah

Semua kita pasti setuju, jika proses jatuh cinta selalu dipenuhi dengan hal-hal manis yang menenangkan jiwa. Tak berhenti memikirkan dirinya, sampai senyum-senyum manis meski tak ada yang orang disamping kita.

Tapi jatuh cinta, jelas tak hanya sampai pada proses menyatakan cinta lalu diterima saja. Setelah itu, kita justru diminta untuk berjuang dengan porsi yang lebih besar. Memulainya mungkin cukup dengan sebuah perasaan suka, tapi untuk terus bisa bertahan jelas kita butuh usaha. Maka dengan demikian, jika jatuh cinta terasa mudah, menjaganya sudah pasti susah.

Awalnya Semua yang Terasa Kurang Terkesan Manis, Tapi Percayalah Itu Tak Akan Berjalan Lama

Pada beberapa waktu awal, segala hal yang terasa kurang bisa dirayakan dalam sebuah kesederhanaan. Memesan satu porsi lauk dengan dua porsi nasi demi menghemat biaya, memang bukanlah sesuatu yang buruk untuk berdua. Selama masih bisa dinikmati bersama, jelas selalu terasa istimewa.

Namun juga akan terdengar manusiawi, jika kita menginginkan sebuah hubungan yang berjalan dengan angan besar. Bukan yang melulu jalan di tempat. Kita butuh perubahan, sesederhana bisa makan berdua di restoran mewah tanpa takut tak bisa bayar.

Bukan Tak Percaya Rasa Cinta, Tapi Pasti Bosan Jika Setiap Akhir Pekan Hanya Duduk Manis di Rumah Saja

Jangan bilang perempuanmu sedang ingin meragukan rasa sayang dan ketulusan. Biar bagaimanpun dia selalu percaya jika cinta akan mendatang berbagai macam hal baik dalam hubungan. Akan tetapi, kamu juga perlu mencari celah bagaimana caranya untuk terus menghidupkan rasa.

Bayang-bayang akan hidup berdua bisa jadi belum siap diterima. Karena masih pacaran saja, hubungan kalian terasa hambar tanpa ada istimewanya. Sesekali, kalian harus pergi kencan berdua. Walau hanya sekedar menikmati dua gelas kopi, sembari bercerita beberapa angan bersama. 

Kita Harus Realistis, Seberapa Serius Kita Akan Menjalani Hubungan Ini

Tantangan dalam hubungan kita jelas akan berubah, dari hal-hal remeh yang tak harusnya jadi sumber masalah. Berubah dengan berbagai macam pertanyaan seputar keseriusan berdua. Perempuanmu mungkin bisa mendadak marah, karena tahu kamu menghabiskan 30% gaji hanya untuk foya-foya. Padahal jauh lebih berguna jika uangnya kamu tabung saja.

Begitupun sebaliknya, lelakimu bisa saja merasa kecewa jika kamu masih saja bersikap kekanak-kanakan dan mempermasalahkan tentang mantan yang jelas-jelas sudah lama dilupakan. Belajar untuk terbuka dalam segala, mengemukakan sesuatu yang memang sekira tak benar. Dan sama-sama belajar untuk memahami, akan dibawa kemana hubungan ini.

Demi Cinta yang Tetap Terjaga, Kita Pun Butuh Waktu yang Baik untuk Berdua

Memupuk rasa cinta dan kasih sayang, bukan hanya tentang ikatan. Bagi perempuan, perlu untuk bepergian bersama pasangan walau si lelaki mungkin merasa enggan. Hidupkan semua rasa dan cinta dengan cara yang istimewa, agar tak pernah ada kata bosan untuk bersama.

Tak harus sering, asal bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan berguna. Belajar memasak berdua kala akhir pekan, atau berkebun bersama untuk suasana yang lebih kekeluargaan. Dengan begitu kalian akan terlatih, jadi pasangan yang tak hanya saling mencintai tapi juga bisa jadi rekan kerja yang baik untuk segala hal yang akan dilakukan nanti.

Hingga Akhirnya Kalian Akan Sadar, Menjalin Hubungan Bukan Soal Cinta Semata

Membuat perhitungan dalam hubungan, bukan berarti sedang ingin menancapkan sebuah standar besar. Ini lebih kepada sebuah kesadaran, tentang hal-hal nyata lain yang memang akan dirasakan setiap pasangan. Kita butuh pergi berkencan, kita butuh makan malam berdua yang berkesan, kita butuh menghadiahi pasangan, dan berbagai hal lain yang memang membutuhkan perhitungan dan jelas jadi pengeluaran.

Maka dengan demikian, walau katamu jatuh cinta itu mudah, menjaganya jelas saja susah. Karena selain biaya, kau pun perlu untuk mau terbuka. Mempelajari bagaimana sebenarnya sikap aslinya dan seberapa besar kemungkinan bisa berdua selamanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top