Community

Bertemu Denganmu Adalah Satu Hal Indah dalam Hidupku

Waktu berjalan dengan indahnya, ditambah dengan keberadaanmu dalam hidupku. Seolah hidupku menjadi lebih berwarna karenamu. Kamu datang dengan nuansa kehangatan yang tak bisa kuungkapkan. Kamu jadi penenang dalam risauku, kamu jadi pelipur dalam laraku, entahlah, aku tak tahu jadi apa aku tanpamu.

Selama ini, kusadari aku belum menjadi sosok yang sempurna untukmu. Aku masih sering merengek manja padamu saat aku inginkan sesuatu. Aku masih sering marah tanpa alasan yang jelas kepadamu. Aku masih sering merepotkanmu karena ketidakmandirianku.

Tapi tenang, Sayang. Kini aku mencoba merubah diriku menjadi sosok yang lebih baik untukmu. Aku ingin kelak kamu tak menyesal telah memperjuangkanku untuk jadi pasangan halalmu. Aku ingin memantaskan diriku sendiri untuk kelak bersanding denganmu.

Maafkan aku yang sempat gila saat tak dapat kabar darimu. Kusadari aku terlalu berlebihan dalam menghadapi hal itu. Kini aku ingin lebih memahamimu, aku ingin kau pun nyaman berada di sampingku.

Ada hal yang ingin kuungkapkan padamu dari tulisan ini. Aku ingin kamu tahu bahwa aku akan terus sabar menunggumu. Sampai Tuhan menunjukkan waktu yang tepat bagi kita untuk melangkah ke jenjang selanjutnya. Aku akan selalu setia disini, berproses untuk memantaskan diri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hasil Studi : Perempuan yang Doyan Selfie Seksi, Berarti Sedang Krisis Ekonomi

Digadang-gadang sebagai bentuk ekspresi diri, potret selfie cukup banyak digemari. Mulai dari menjadi trend di sosial media, hingga pose-pose menggoda dari para kaum hawa. Tak ada yang salah memang, toh setiap orang berhak melakukan apa saja di sosia media miliknya. Selama hal tersebut tak menganggu orang dan melanggar UU, ya sah-sah saja.

Menariknya, maraknya presentasi para perempuan yang kerap mengunggah potret selfie, ternyata membuat para peneliti dari University of New South Wales (UNSW) di Australia, tertarik untuk melakukan penelitian. Sebab, dibandingkan generasi sebelumnya, generasi saat ini, dinilia tidak canggung foto sensual di sosial media.

Awalnya Para Peneliti Mencari Tahu, Latar Belakang dan Karakter Setiap Perempuan yang Doyan Foto Sensual

Dengan menggunakan hastag sexy, hot, dan kata-kata sensual lainnya, tim peneliti berhasil mengumpulkan foto-foto dan melacak lokasi pengunggah foto tersebut. Para tim peneliti dari UNSW mengumpulkan 68.562 foto sensual yang diunggah di media sosial seperti Twitter dan Instagram. Foto-foto tersebut terkumpul dari 113 negara, termasuk Indonesia. 

Setelah mendapatkan lokasi pengunggah, tim peneliti kemudian mencari data tentang informasi di lokasi tersebut, baik persoalan gender maupun ekonomi. Nah, Dari penelitian tersebut, mereka menemukan fakta jika para perempuan yang gemar selfie sensual ternyata kebanyakan berada di wilayah yang memiliki ketimpangan ekonomi sangat tinggi.

Dr Khandis Blake, selaku pemimpin tim peneliti mengatakan jika temuannya ini ternyata berbeda dengan perkiraannya sebelumnya. Karena, tadinya ia menyangka jika mereka yang suka berselfie seksi kebanyakan berasal dari kota. Tapi ternyata tidak! Dan dibandingkan perkotaan, daerah dengan tingkat ekonomi rendah ternyata lebih banyak menyumbang foto-foto sensual di dunia maya.

Dan Ternyata Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Mereka Berani Mengunggah Foto Selfie Seksi di Dunia Maya

Dijadikan sebagai ajang untuk menarik perhatian. Menurut Dr Khandis Blake, ketimpangan ekonomi di daerah-daerah menjadikan banyak perempuan gelisah dengan status sosialnya. Demi  “menyelamatkan” status sosialnya, mereka akan lebih berani mempertontonkan seksualitas guna menaikkan pamor.

Lebih lanjut, Dr Khandis Blake juga menjelaskan, jika selfie dengan pose seksi bisa menjadi jembatan perempuan untuk meningkatkan perekoniman, dengan harapan kelak akan dilirik oleh lelaki yang tingkat ekonominya lebih baik.

Lagipula Selfie Tak Butuh Banya Biaya, Mereka Bisa Menarik Perhatian dengan Mudah

Sebagian besar, potret selfie tersebut dilakukan dengan alat seadanya. Cukup dengan kamera pada ponsel, filter editing dan beberapa aplikasi yang bisa merubah penampilan. Mereka bisa terlihat cantik bahkan meski nyatanya jauh dari hasil yang dibagikan pada laman Instagram.

Yap, selfie seksi bisa jadi alternatif untuk meningkatkan popularitas tanpa mengeluarkan banyak anggaran. Setelah merasa dirinya sudah banyak dikenal, biasanya mereka akan memakai kesempatan ini untuk menghasilkan uang dengan menerima endorsement.

Jadi, selain haus akan pujian, para perempuan yang doyan mengunggah foto-foto seksi di sosial media juga krisis dalam hal ekonomi dan jati diri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hati-hati! Curhat Pada Sembarangan Teman, Bisa Jadi Rahasiamu Terbongkar

Mengira dia bisa menyimpan rahasia, sering kali kita menceritakan semua hal pada seorang teman. Bukannya menutup rapat mulutnya, ia malah jadi pihak yang kerap membeberkan cerita. Tak bermaksud membuatmu menaruh curiga, tapi beberapa orang bersedia mendengar hanya karena tahu ada informasi yang bsia dijadikan bahan gibah.

Uneg-uneg yang kita keluarkan, mendadak jadi bahan gosip dengan tambahan beberapa kalimat yang sejatinya tak kita sebutkan. Alih-alih membuat diri lebih tenang, curhat ke sembarangan orang malah membuat hati kian gusar. Curhat memang membuat tenang, memberi jawaban atas masalah yang kita sampaikan. Tapi perlu diingat pula, teman curhat yang kita pikir kawan bisa mendadak berubah jadi lawan.

Jangan Langsung Menyerah, Sebelum Curhat Berusahalah Sendiri dalam Menyelesaikan Masalah

Pada dasarnya, setiap manusia memiliki kemampuan untuk menghadapi dan menyelesaikan masalahnya seorang diri. Hanya saja, kadang kala kita butuh teman untuk mendengarkan apa yang sedang kita rasakan. Inilah yang mungkin jadi penyebab, mengapa kita memilih curhat dengan teman. Berharap mereka bisa memberi saran yang tak kita pikirkan atau hal lain yang bisa membantu jalannya pikiran.

Namun sebelum memutuskan untuk bercerita pada temanmu, cobalah untuk berusaha sekuat tenaga mencari jalan keluar dari semua masalah. Uraikan semuanya pelan-pelan, cari titik mana yang jadi sumber persoalan, hingga nanti akan ada jalan keluar yang jadi jawaban.

Lagipula Daripada Curhat ke Teman, Bercerita ke Pasangan atau Keluarga Justru Lebih Aman

Yap, meski katamu teman bisa seperti saudara, pada waktu tertentu mereka bisa saja berubah secara tiba-tiba. Berbeda dengan pasangan atau saudara dan keluarga yang akan tetap menjaga rahasia yang kamu bagikan pada mereka. Tapi, lain hal jika kamu memang lebih percaya teman daripada pasangan atau keluargamu.

Semuanya kembali pada kita sebagai si pencerita. Apakah yakin sudah memilih teman curhat yang benar, atau memilih bicara pada pasangan saja, setiap kali ada masalah. Tapi ingat, sebaik-baiknya teman, keluargalah yang akan selalu menerima kita untuk pulang dalam segala keadaan.

Tapi Jika Memang Terpaksa Butuh Didengar Orang Lain, Pilihlah Teman yang Bisa Menyimpan Semua Cerita

Sejalan dengan yang tadi sudah dijelaskan diatas, kadang kala kita memang butuh didengar. Tapi persoalan yang sedang mendera mungkin adalah masalah kelaurga, sehingga kita merasa akan lebih baik jika yang mendengar adalah teman saja. Harapannya cuma satu, didengar atau diberi saran dan semua cerita tak akan bocor keluar.

Maka untuk berjaga-jaga, cobalah cari teman yang bisa dipercaya. Bisa menyimpan rahasia, dan tahu batasan tentang menjaga semua isi pembicaraan. Meski tak bisa memastikan jika ia tak akan bercerita kepada orang lain. Kesediannya untuk mau mendengarkan adalah sesuatu yang patut diapresiasi. Dan akan berbeda jika ternyata dirinyalah yang kemudian membeberkan semua rahasia kita.

Minta Ia Menutup Rapat Mulutnya, Jangan Ember dan Mengobral Semua Masalah

Demi mengingatkan seorang kawan, tak ada salahnya jika kita kembali menngingatkan dirinya tentang semau cerita yang baru saja kita bagikan bersamanya. Sampaikan padanya, jika kita tak ingin kabar ini diketahui banyak orang atau terdengar sampai keluar. Memilihnya menjadi teman bercerita karena kita percaya, jadi sebisa mungkin mintalah ia tetap menjaga kepercayaan yang sudah kita sematkan padanya.   

Namun Jika Tak Ingin Menambah Masalah, Cobalah Curhat Kepada Allah

Nah, alternatif paling baik setiap kali ada beban yang mendera, tentu saja curhat kepada Alla. pasangan bisa saja berubah tak mau mendengarkan, sahabat atau kawan bisa saja membeberkan semua rahasia dan cerita yang kamu sampaikan, tapi Tuhan sang pemiliki semesta akan selalu siap untuk mendengarkanmu bercerita, dimana dan kapan saja.

Jangan takut ceritamu dijadikan bahan gosip, karena yang sesungguhnya akan kau dapat bisa jadi jalan keluar dari persoalan yang kau sampaikan. Dekatkan diri untuk berbagai semua hal, datang padanya setiap kali kamu lemah dan bahagia. Dengan begitu, Allah tahu jalan seperti apa yang sedang kamu butuh.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Bertemu Teman 2 Kali Seminggu, Turunkan Resiko Kematian

Selain menghabiskan waktu dengan pacar, bertemu teman di akhir pekan jadi salah satu kegiatan yang menyenangkan. Bahkan tak hanya itu saja, energi dalam diri terasa seakan baru selepas selesai bercerita dengan mereka. Tapi ternyata, tak hanya membuat hati bahagia saja. Bertemu teman juga berdampak baik bagi kesehatan tubuh dan mental kita.

Bahkan semakin banyak jumlah teman yang kita miliki, semakin sedikit pula resiko kesehatan. Mulai dari kemungkinan kecil untuk menderita penyakit, lebih cepat pulih dari operasi, dan lebih baik lagi, mengurangi resiko kematian dalam diri.

“Angka dua kali seminggu berasal dari temuan kami bahwa ini adalah jumlah waktu yang biasanya Anda habiskan bersama teman atau keluarga terdekat,” kata profesor psikologi evolusi Dr. Robin Dunbar, dikutip dari Huffington Post, Kamis, 13 Juni 2019.

Beliau melanjutkan, jika ketika kita memiliki jaringan sosial yang besar dan terintegrasi dengan baik memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan fisik dan emosional. Ada sejumlah alasan untuk ini.

Paka kaum Hawa memiliki mekanisme koping yang oleh peneliti UCLA disebut “kecenderungan dan berteman.” Pada dasarnya, anak perempuan merespons stres dengan lebih baik ketika mereka memiliki teman. Ini banyak berhubungan dengan faktor hormonal, yakni oksitosin, alias ‘hormon cinta’ yang dihilangkan dalam otak kita ketika menghabiskan waktu bersama orang yang kita cintai.

“Ikatan dapat dibentuk melalui serangkaian kegiatan, mulai dari olahraga tim hingga bercerita tentang pria atau sekadar minum bir bersama teman-temanmu pada Jumat malam,” lanjut Dunbar.

Selanjutnya, Ia juga menyampaikan sebuah kunci untuk tetap bisa mempertahankan hubungan persahabatan dengan teman adalah dengan bertemu dau kali dalam seminggu. Dengan melakukan hal-hal menyenangkan, setidaknya bersama 4 orang sahabat terdekatmu. Jadi sudah ketemu teman belum minggu ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top