Feature

Bersyukurlah Kalian yang Tinggal di Indonesia Karena Risiko Diterpa Krisis Sangat Kecil

Untuk negara-negara berkembang diterpa krisis merupakan sesuatu yang menakutkan. Negara bisa hancur bahkan sampai porak poranda, adapun masa depan negara ditentukan dengan kestabilan ekonomi yang terjaga. Baru-baru ini analisis yang dilakukan oleh Nomura Holdings Inc, menunjukan ada beberapa negara berkembang yang dipandang memiliki risko paling kecil terpapar krisis moneter salah satunya, adalah Indonesia.

Indonesia termasuk negara risiko yang sangat kecil untuk mengalami krisis, analisis Nomura didasarkan pada model peringatan awal krisis yang dinamakan Damocles. Model tersebut diperiksa dari beberapa faktor loh seperti cadangan devisa, tingkat utang, suku bunga dan impor.

Selebihnya ada beberapa penjelasan terkait delapan negara berkembang yang memilki risiko paling kecil terpapar krisis moneter. Selain itu terdapat juga beberapa negara berkembang lainnya serupa Indonesia yang memperoleh skor nol terkait risiko krisis moneter. Kira-kira siapa saja?

Indonesia Memiliki Cadangan Devisa Milliaran Dolar

Meskipun beberapa waktu lalu Indonesia mengalami pelemahan terhadap Dollar AS. Pelemahan tersebut pun dipandang sebagai cenderung gradual dan sejalan dengan kebijakan pengetatan moneter yang dilakukan bank sentral AS Federal Reserve. Selain itu, cadangan devisa yang dimiliki Indonesia cukup tinggi guna menahan pelemahan nilai tukar rupiah.

Dilain hal pemerintah memiliki salah satu cara untuk melakukan serangkaian upaya guna memperbaiki defisit transaksi berjalan. Cadangan devisa yang tercatat saat ini adalah 117 Milliar Dollar AS. Rendahnya utang terhadap produk domestik bruto (PDB) membuat negara ini dinilai cukup kuat menahan pelemahan nilai tukar.

Meski Underperform Brasil Masih Jauh dari Kata Krisis

Perekonomian negeri Samba memang sedang mengalami pemulihan meski masih cenderung underperform yang didorong oleh konsumsi dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi Brasil sejauh ini pun mencapai 1,1 persen yang sehingga masih di bawah ekspektasi yakni 2,7 persen.

Di sisi lain nilai tukar real Brasil memang cenderung buruk dan terpuruk terhadap dollar AS selama 2,5 tahun terakhir. Bank sentral Brasil telah melakukan serangkaian upaya stabilisasi real, antara lain kebijakan swap valas. Pada awal Agustus 2018 lalu pun suka bunga acuan ditahan di level 6,5 persen.

Pertumbuhan Negara Tetangga Filipina, Mencapai 6 Persen!

Filipina termasuk dalam kategori negara yang terpapar risiko krisis moneter yang kecil, pertumbuhan negara tetangga ini tinggi karena mencapai 6 persen pada kuartal II 2018. Meskipun pertumbuhan ekonomi Filipina dihantui beberapa risiko antara lain inflasi yang tinggi dan risiko ekternal.

Bank sentral Filipina menyatakan, perekonomian Filipina cukup resilien menghadapi risiko eksternal termasuk ke dalam krisis di sejumlah negara berkembang seperti Turki dan Argentina. Gubernur Banko Sentral Ng Filipinas Nestor Espenilla mengungkapkan, fundamental ekonomi Filipinan sangat bagus.

Pertumbuhan (ekonomi) kita sangat kuat, posisi fiskal kita tersusun rapi, dan posisi eksternal kita cenderung baik meski defisit, serta rasio utang rendah,” kata Espenilla seperti dikutip dari Philippines Star.

Meski Dijatuhkan Sanksi oleh AS Rusia Tak Pernah Mencium Kata Krisis

Pertumbuhan eknomi negara Rusia dipandang memiliki prospek yang cukup baik, meski diyakini tidak akan terlalu tinggi. Tapi ini hebat loh karena negara Paman Sam telah menjatuhkan beberapa sanksi tapi perekonomian Rusia tidak goyang. Dmity Medvedev, Perdana Mentri Rusia mengatakan bahwa sejumlah indikator perekonomian Rusia tercatat baik.

Bahkan rasio utang luar negeri mencapai level minimum. Beberapa hal yang membuat Rusia kuat adalah daya saing industri manufaktur Rusia yang juga menguat, serta subtitusi impor terjadi di dalam sejumlah segmen, eskpor non-migas pun juga tumbuh positif termasuk peningkatan peran dalam sektor keuangan.

Baht, Mata Uang Berkinerja Terbaik di Asia

Cukup berkebalikan dengan beberapa negara berkembang lain, nilai tukar Baht Thailand justru menguat dan cenderung stabil wajar kalau mata uang tersebut berkinerja terbaik di Asia. Fundamental ekonomi Thailand yang kuat diperkasai oleh Baht yang menjadi fundamentalnya.

Inflasi di negeri Gajah Putih tersebut rendah dan surplus transaksi berjalannya pun besar. Satu sisi yang mendorong perekonomian Thailand makin kuat adalah pertumbuhan sektor pariwisatanya. Thailand pun adalah eksportir besar mobil dan barang-barang lainnya, yang juga memberikan kontribusi penting terhadap surplus transaksi berjalan.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top