Feature

Bersosmed dengan Bijak karena Kini di Follow Anak

Tak hanya orang dewasa, mereka yang kini beranjak remaja pun juga ingin sekali memiliki sosial media. Sebagai orangtua kita tak mungkin menolak kenyataan itu. Mereka bertumbuh seiring dengan perkembangan yang juga terus bergerak. Jadi wajar memang jika akhirnya tiba-tiba dia akan bilang “Ayah dan Bunda kok belum konfirmasi permintaan berteman dari kakak sih?”

Keinginannya tersebut memang bukanlah sesuatu yang salah, anehnya kita malah was-was dibuatnya. Seolah ingin tahu segalanya, bisa jadi dia akan mejelajahi semua postingan yang ada. Hingga pada status lama yang yang kita buat, bahkan sebelum si kecil lahir di dunia.

Tak Mampu Menolak Teknologi, Mau Tak Mau Kita Memang Harus Berdamai Dengan Fenomena Ini

Kita tentu tak bisa melawan gempuran dari berbagai sosial media yang ada. Jika kita sendiri mungkin telah bosan dengan itu semua tapi tidak dengan mereka yang baru ingin memulainya.

Namun alangkah baiknya jika kita memang memberinya batas usia, apabila benar buah hati ingin memiliki sosial media. Ambilah contoh sosial media Facebook besutan Mark Zuckerberg, yang memberi batas usia minimal 13 tahun untuk para pemakainya. Beritahu buah hati bahwa ada aturan yang memang harus diikuti. Tanpa harus berpikir untuk membuat data palsu, semoga dia mengerti dan lebih mempelajari apa itu sosial media lebih dalam lagi sebelum nanti benar-benar punya akun sendiri.

Jika Memang Akhirnya Akan Berteman Dengan Anak Di Sosial Media, Tentu Akan Banyak Postingan Status Yang Akhirnya Kita Urungkan

Dia akan lebih sering bertanya, apa arti status yang baru saja kita kirimkan. Hingga konten yang kita bagikan. Dengan kata lain, berteman dengannya di sosial media perlahan jadi sesuatu yang memaksa untuk lebih bertindak bijak di akun milik kita.

Tapi masa-masa ini membuat kita belajar, bahwa apa yang dilihat olehnya memang bisa jadi hal yang akan dia perbuat pula. Perlahan menghapus satu persatu postingan status dan foto lama mungkin jadi salah satu yang sedang kita upayakan. Lalu mendadak kita lebih suka dia tetap jadi bocah kecil yang dulu kita punya.

Sosial Media Yang Tadinya Mungkin Jadi Tempat Berekspresi, Rasanya Sudah Harus Dirubah

Tanpa perlu berkelit lagi, sosial media memang jadi ajang untuk kita mengeluarkan segala unek-unek yang ada. Mulai dari hal-hal yang diamati, politik yang berkembang saat ini hingga perihal kecil yang kadang kita jadikan status.

Coba bayangkan jika kebetulan ada satu postingan yang kita kirimkan dengan bahasa yang kurang pantas. Kemudian esoknya tanpa sepengetahuan kita, dirinya membuat postingan dengan bahasa yang sama. Dan satu-satunya orang yang patut dipersalahkan, tentu saja kita.

Tanpa Membuat Mereka Merasa Terganggu Atau Dibebani Olehnya, Ini Justru Salah Satu Cara Untuk Mengawasinya

Meski masih mempertimbangkan permintaan teman darinya, cobalah buka mata pada manfaat lain jika kita berteman dengannya. Mungkin hal itu kita anggap sebagai sesuatu yang menganggu, justru ini adalah cara baik untuk melihat apa yang dia lakukan.

Tak mudah memang untuk memahami beberapa fitur yang ada pada sosial media mereka. Wajar memang jika kadang kita merasa ini jadi sedikit menyusahkan. Namun ini jadi interaksi yang justru mampu membantu kita dengannya.

Beritahu Pula Dia Manfaat Baik Dan Buruk Yang Nanti Mungkin Akan Diterimanya

Untuk menghindari sesuatu yang mungkin tidak kita inginkan, beritahu pula dia bahaya dan konsekuensi dari sosial media yang digunakannya. Mungkin saja dia hanya memahami sosial media sebagai tempat berinteraksi dengan teman-teman.

Berilah dia peringatan untuk tak ikut-ikutan menggunakan bahasa-bahasa yang tidak baik dibaca. Karena bisa jadi itu akan jadi pemicu, hal-hal yang tak kita inginkan. Ceritakan pula contoh beberapa kasus yang kadang berubah buruk di sosial media. Dari situ mungkin dia akan lebih memahami apa yang harus dan tidak boleh dilakukannya.

Sesuatu Yang Jauh Lebih Penting, Jadilah Contoh Yang Baik Untuk Dirinya

Ini mungkin jadi hukum yang berlaku selamanya,orangtua sebagai contoh untuk anaknya. Tak hanya untuk sikap, perkataan dan perbuatan saja tapi juga pada pemakaian sosial media. Berhenti untuk menyebar sesuatu yang kurang layak untuk dibagikan, sebaliknya berilah dia contoh bagaimana menggunakan sosial media dengan baik.

Ini tentu merubah kita dalam hal menggunakan sosial media, tapi jika memang itu bertujuan baik. Maka apa salahnya?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Jurusan Kuliah yang Bisa Bikin Kamu Mudah Untuk Mendapat Kerjaan Saat Sudah Lulus Nanti

Sebelum kamu memutuskan jurusan apa yang ingin kamu ambil saat kuliah nanti, akan lebih baiknya kamu memikirkan beberapa hal penting lainnya. Seperti pengetahuan yang kamu kuasai, kamu sukai dan memiliki peluang besar untuk mendapatkan pekerjaan dengan cepat setelah lulus nanti.

Tapi, jika kamu masih saja bingung dan tak bisa menentukan jurusan mana yang akan jadi pilihanmu. Kali ini, ada beberapa berikut jurusan yang bisa bikin kamu mudah mendapatkan pekerjaan saat sudah lulus.

1. Jurusan Aviation Safety

Jika kamu memiliki ketertarikan dengan dunia penerbangan, sepertinya jurusan ini patut kamu pertimbangkan. Kamu bisa mencoba mengambil jurusan Aviation Safety di STPI (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia). Selain antimainstream, kelak saat kamu sudah lulus, kamu juga akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan loh.

2. Jurusan Cyber Security

Saat ini jumlah pengguna internet terus bertambah dengan seiring berjalannya waktu. Jika tidak didukung dengan pengamanan yang mumpuni, tentu akan menjadi boomerang bagi dunia. Untuk itu, tak ada salahnya jika kamu memiliki kemampuan di bidang komunikasi, kamu bisa memilih jurusan ini untuk kamu tekuni.

3. Jurusan Teknik Lingkungan

Jurusan ini mungkin memang seringkali disepelekan. Namun kamu harus tahu,bahwa seorang ahli teknik lingkungan sebenarnya banyak dibutuhkan oleh orang-orang. Karenanya nggak ada salahnya nih kamu mengambil jurusan yang satu ini.

4. Jurusan Fashion Designer

Kamu tak akan kehabisan ide dalam hal pekerjaan jika kamu memiliki kemampuan sebagai seorang fashion designer. Kamu bisa bekerja di sebuah perusahaan desain jika nanti kamu sudah lulus. Jika hal itu sulit untukmu, kamu bisa memulai mengembangkan sayapmu untuk membuka usaha sendiri.

5. Jurusan Hubungan Internasional

Jurusan yang satu ini sangat tepat buat kamu yang memiliki kecerdasan dan keterampilan yang tinggi. Ditambah jika kamu merupakan sosok pemberani dalam mengungkapkan opini, jurusan ini sangat cocok untukmu.

6. Jurusan Pembangunan Daerah/Wilayah

Jika kamu ingin berkontribusi dengan pemerintahan kelak saat sudah lulus, kamu bisa nih memilih jurusan ini. Saat kamu sudah lulus nanti,kamu bisa menerapka ilmumu dengan menjadi bagian dari pemerintahan dan berusaha untuk lebih memajukan daerah tempatmu tinggal.

7. Jurusan Astronomi

Kamu akan merasakan suasana yang berbeda saat belajar di jurusan yang satu ini. Tak perlu takut untuk prospek kerja ke depannya. Kamu bisa bekerja sebagai seorang peneliti di LAPAN atau LIPI, dosen, dan masih banyak lagi pekerjaan yang bisa kamu geluti saat kamu sudah lulus nanti.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kawanku, Hanya Lelah yang Kamu Dapat Kalau Punya Pasangan yang Hobinya Play Victim

Menjalin relasi kalau hanya membuatmu lelah dengan karakter dan kepribadiannya, ya buat apa diteruskan? Pada dasarnya, seseorang butuh pasangan yang benar-benar jujur dan mau menerima adanya kita, bukan? Sekalipun mungkin ada waktunya kita berbuat salah, maka akuilah salahmu itu, bukan justru menyalahkan orang lain dan seolah-olah kamu yang selalu jadi korban.

Kamu perlu tahu, tindakan semacam itu kerap dikenali sebagai ciri-ciri orang yang gemar play victim. Dan menjalin relasi dengan orang yang suka berlaku demikian tak akan membawa dampak positif apa pun untukmu dan justru bisa menganggu kesehatan mentalmu, lho!

Pasangan yang Suka Play Victim, Hobinya  Hanya Akan Selalu Mengumbar Kemalangan Hidupnya di Depanmu Dan Tak Ragu Menyalahkanmu

Baginya, apa pun yang terjadi padanya, itu semua salahmu. Dia kelaparan dan kamu tak bisa menemani makan di tempat yang dia mau, berarti itu salahmu. Padahal apa susahnya ya coba datang ke tempat itu seorang diri atau kalau memang sibuk, ya pesan antar saja. Intinya, dia tipikal yang tak ragu untuk mengarahkan segala kemalangannya itu akibat ulahmu.

Bukan hanya soal sepele, menurutnya, segala hal salah yang ada di dalam hubungan kalian adalah perbuatanmu. Kalau sudah begini, sebenarnya tak baik untuk hubunganmu, karena bisa jadi dia justru merasa tak punya  tanggung jawab untuk hubungan kalian.

Masalah Kecil Tak Bisa Asal Berlalu Saja, Pasti Ada Drama yang Dia Ciptakan Terlebih Dahulu

Ya, pasangan seperti ini hobi sekali membesarkan masalah. Kamu tak balas chatnya karena tertidur, bisa-bisa dalam kurun waktu satu jam, dia bisa terus-terusan missed call sampai kamu mengangkatnya. Tak peduli sampai berapa kali. Setelahnya, belum tentu dia langsung memaklumi keletihanmu. Yang ada, dia pasti marah-marah dulu saat kamu sudah bisa memberinya kabar. Drama pun berlanjut, setelah tak percaya kalau kamu hanya sebatas tertidur, dia jadi membesar-besarkan masalah dan menuduhmu dengan tuduhan macam-macam.

Meski Dia Selalu Mengandalkan Rasa Iba dan Simpati Orang Lain, Tapi Giliran Berbuat Salah, Dia Tak Akan Mau Minta Maaf Duluan

Begini, dalam sebuah hubungan, kamu dan dia itu punya tanggung jawab yang sama besarnya. Baik dalam susah dan senang, kamu sama-sama punya andil dalam keadaan tersebut. Intinya, tak ada yang benar tapi tidak ada yang perlu juga disalahkan. Karena jika kamu berdua bisa bekerja sama, sepatutnya kesalahan serupa tak akan kejadian lagi di masa depan. Tapi prinsip ini tak berlaku bagi mereka yang suka play victim. Ucapan maaf sebagai bentuk empati tak akan meluncur dari mulut mereka. Untuk alasan apa pun mereka enggan meminta maaf.

Bahkan Dia Terus-terusan Mencoba Menyudutkanmu Setiap Kali Kamu Berusaha Mengungkapkan Sesuatu

Setiap kali kamu mengungkapkan sesuatu perihal kondisi hubunganmu dan dia, pacar yang play victim hanya akan menganggapnya sebagai bentuk konfrontasimu terhadapnya. Dia enggan sekali sadar kalau dia selalu bersikap demikian, itu namanya dia sedang menyudutkanmu. Apa iya kamu mau terus-terusan bertahan dengan orang yang memiliki sikap semacam ini? Selain melelahkan, dia pun lebih membesarkan egonya dibanding mencoba memahamimu.

Saat Ada Masalah, Dia Tak Mau Mengulas Masalah Sampai Selesai

Hubunganmu bisa terancam jadi toxic relationship kalau kamu dan dia terbiasa tak menuntaskan masalah sampai selesai. Setiap ada masalah, baik kamu dan pasanganmu memilih untuk tidak mendiskusikannya karena kamu merasa dia lagi-lagi akan berlaku play victim atau dia memang yang enggan disalahkan. Karenanya, coba pikirkan baik-baik, benarkah kamu mau seterusnya bertahan pada sebuah hubungan dimana partnermu susah sekali diajak untuk memiliki kedewasaan perilaku dan mental didalamnya?

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

7 Tanda dari Lelaki yang Memang Benar-benar Naksir Kamu

Buat kamu para perempuan yang kadang takut-takut mempercayai, tentang lelaki yang sebenarnya, suka nggak sih sama kamu? Udah jangan bingung lagi. Berikut adalah 7 tanda laki-laki yang sedang naksir kamu. Kamu bisa coba lihat sendiri, si dia memiliki 7 tanda ini nggak sih?

1. Banyak Bertanya Tentangmu

Jika dia banyak tanya tentang dirimu, itu artinya dia ingin tahu lebih banyak tentangmu. Dia ingin lebih dekat denganmu karena dia memiliki ketertarikan kepada sosokmu yang mungkin istimewa menurutnya.

2. Suka Nyari Hal yang Sama

Dia seringkali menyamakan dirinya denganmu. Lebih tepatnya mencari hal-hal yang sama tentangnya dan tentangmu. Dia ingin menunjukkan bahwa kamu dan dia adalah pasangan yang serasi.

3. Mendekat Padamu Saat Tengah Berbicara

Jika saat kamu berbicara dia berusaha mendekat kepadamu, artinya dia memiliki ketertarikan kepadamu. Dia ingin mendengarmu dengan jelas karena dia tak mau melewatkan apapun tentangmu.

4. Bersikap Beda Terhadapmu Saat Tengah Berdua

Kamu bisa memperhatikan lagi bagaimana sikapnya saat berdua denganmu dan saat bersamamu namun berbarengan dengan temanmu yang lainnya. Biasanya kalau hanya berdua, dia akan bersikap jaim atau malah lebih cerewet dari biasanya.

5. Berusaha “Terlalu Keras” untuk Cuek Kepadamu

Bukan karena dia tak suka padamu. Namun dia ingin melihat apakah kamu juga tertarik kepadanya. Dia ingin melihat bagaimana sikapmu saat dia berusaha bersikap cuek kepadamu.

6. Sering Curi Pandang ke Arahmu

Diam-diam dia suka memperhatikanmu. Seringkali kamu mendapatinya tengah mencuri pandang ke arahmu. Dan saat dia mengetahui bahwa kamu menyadarinya, dia bisa salah tingkah sendiri.

7. Suka Mencari Perhatianmu

Dia ingin membuatmu terkesan olehnya. Karenanya dia kerapkali berusaha untuk mendapatkan perhatianmu. Bahkan tak jarang dia melakukan hal yang terkesan konyol.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top