Trending

Berkeinginan Sejak 8 Tahun Lalu, Meisya Siregar Akhirnya Mantap Berhijab

Meisya Siregar resmi memakai hijab sejak sepuluh hari menjelang hari raya Idulfitri. Kendati baru beberapa hari, Meisya mengaku telah memiliki keinginan berhijab sejak delapan tahun yang lalu.

“Sebenarnya tuh dari aku umrah pertama berarti sekitar 8 tahun yang lalu (udah pingin berhijab). Umrah kemarin, setahun lalu juga emosionil pingin tapi sampai Jakarta gerah lagi kan, akhirnya kebuka lagi,” ungkapnya seperti dikutip dari Detik.com.

Istri Bebi Romeo ini akhirnya memilih waktu untuk berhijab tepat di malam Lailatul Qadar pada bulan Ramadan kemarin.

“Alhamdulillah malam Lailatul Qadar akhirnya keberanian itu muncul meluap menggebu-gebu sampai akhirnya alhamdulillah berhijab,” tambahnya.

Selain itu Meisya juga telah bernazar di usia 40-nya akan menggunakan hijab.

“Aku punya nazar, anak aku juga udah tahu kalau umur aku pas 40 itu kan life begin at 40,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Sutradara Joko Anwar, Minta KPI Dibubarkan

Setelah polemik tentang keingin KPI untuk turut serta mengawasi kontek Netflix dan Youtube, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali menjadi sorotan. Yap, baru-baru ini, lembaga yang mengawasi jalannya tayangan di pertelevisian Tanah Air itu dianggap mengeluarkan sejumlah sanksi dan keputusan yang sangat aneh.

Salah satu contoh misalnya, KPI melakukan teguran terhadap stasiun Global TV yang menayangkan tayangan kartun Spongebob Squarepants. Di mana dalam salah satu tokoh Spongebob melakukan pelemparan kue tart dan pemukulan.

Masyarakat pun tak diam, sebagian besar menilai keputusan KPI tersebut adalah pendapat yang amat keliru. Berita ini juga menarik perhatian salah satu sutadara kondang di tanah air, yakni Joko Anwar. Pada laman Twitter pribadinya, sutradara Gundala itu bahkan dengan tegas dan yakin menuliskan tagar Bubarkan KPI.

Sumber : https://twitter.com/jokoanwar

Tak hanya itu saja, lelaki kelahiran Medan, Sumatera Utara tersebut juga mengunggah foto ilustrasi sejumlah tayangan televisi yang mendapat teguran dan sanksi KPI. Tak hanya Spongebob, ada pula sejumlah tayangan seperti infotainment “Obsesi” Global TV, “Ragar Perkara” Tv One, “Rumpi” Trans TV dll.

“Promo Gundala kena sanksi @KPI_Pusat karena ada dialog bilang ‘Bangsat.’ Bangsat artinya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:,” twitt Joko Anwar, sambil menyematkan keterangan kata “bangsat” dari sebuah kamus bahasa Indonesia.

“Kalau ada lembaga yang anggap tontonan kayak SpongeBob melanggar norma kesopanan, lembaga itu nggak layak dipercaya menilai apapun di hidup ini. #BubarkanKPI @KPI_Pusat,” sambung Joko Anwar.

Menurutmu bagaimana?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Adela Resmi Layangkan Gugatan Cerai pada Sang Suami

Kabar tak megenakkan, baru-baru ini datang dari pelantun lagu ‘All I Ask”, Adele. Yap, belum lama ini, ia mengumumkan perpisahannya dengan sang suami, Simon Konecki. Dan kini, penyanyi perempuan berusia 31 tahun tersebut secara resmi melayangkan gugatan cerai pada suaminya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh oleh pihak Adele melalui sebuah pernyataan yang dikutip dari E! News, Jumat (13/9), dimana Adele menggugat cerai Simon setelah 8 tahun, dan memutuskan akan merawat anak mereka, Angelo, bersama-sama.

“Mereka berkomitmen untuk membesarkan Angelo bersama dengan penuh cinta,” ungkapnya sang sumber.

Akan tetapi, hingga ini dituliskan, baik Adele maupun Simon Konecki masih belum angkat bicara terkait kabar gugatan cerai mereka tersebut.

Sebelumnya, Ryan Tedder, vokalis OneRepublic sekaligus sahabat dekat Adele, mengungkap kabar sang musisi setelah memutuskan untuk berpisah. Ia menyebut Adele tengah merasa kesulitan karena perceraian, namun keadaannya baik-baik saja.

“Perceraian memang sangat membuatnya kesulitan. Tapi sekarang dia baik-baik saja,” ujar Ryan beberapa waktu sebelumnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Meski Sering Rindu, Jarak Merubah Kita Jadi Kian Tangguh

Tak bisa ditolak, kabar bahwa kita harus berjarak adalah kenyataan yang awalnya terasa berat. Takut jika berjauhan, berbagai macam ketakutan tiba-tiba memenuhi hati dan pikiran. Bagaimana jika kamu butuh bantuanku, jatuh sakit dan tak ada yang mengurusmu, atau yang lebih parah lagi, bertemu perempuan baru dan lupa pada diriku.

Namun hidup terus melaju, meski kita berdua mungkin tak mau, dirimu tetap harus pergi dan kita menjadi jauh. Kerap mengeluh dan berkata rindu, perjalanan awal dari hubungan yang terbentang jarak ini, tentu tak semudah yang orang bilang. Berkali-kali aku menahan sepiku sendiri, berkali-kali pula kau berkata rindu dan ingin segera bertemu. 

Kita belajar menikmati prosesnya, meredam semua amarah kita sedang ingin bertengkar, dan kembali saling mengungkapkan perasaan jika sudah sedikit tenang. Pelan-pelan kita percaya jika jarak ternyata merubah kita berdua menjadi manusia yang lebih dewasa. Paham jika waktu jadi sesuatu yang berharga, setiap kali ada waktu luang, bertemu adalah hal yang wajib kita kita lakukan.

Sialnya, pada waktu lain yang tak dapat kita halau, aktivitas berbeda dengan zona waktu yang juga tak sama, jadi sesuatu yang kerap memicu salah paham. Kamu bisa jadi sudah ingin tidur, ketika aku baru saja sampai di rumah dari tempat kerja. Di lain waktu, aku yang tak tahu kamu lelah, merasa kecewa karena tak didengar ketika hendak bercerita bagaimana hariku di tempat kerja. Butuh waktu memang, untuk bisa saling paham, untuk itulah kita belajar, bagaimana meredam semunya dengan porsi yang seharusnya.

Kini, kita berdua harus sama-sama berterimakasih, sebab jarak yang masih membentang justru jadi ajang pembelajaran yang kian menangguhkan hubungan. Dari yang tadinya tak bisa menahan rindu, kita belajar bagaimana mengatur waktu. Kita yang dulunya masih kerap mengedepankan ego, berubah jadi dua manusia waras yang tahu kapan harus berkutat dengan pendapat dan kapan harus menurunkan keinginan.

Tak apa, jika kita masih berjauhan, karena aku percaya kau dan aku akan terus belajar bagaimana menjaga hubungan. Jika jarak ini sudah usai, aku percaya hubungan ini akan jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top