Community

Berhenti Jadi Orang Ketiga Dalam Hubungan Orang Atau Kamu Akan Menyesal Seumur Hidupmu

Dalam kehidupan ini, kita kerap dihadapkan dengan banyaknya pilihan hidup yang dapat kita ambil. Semua tergantung pada apa yang kita inginkan. Setiap pilihan pun pasti memiliki dampak baik dan buruknya sendiri. Tinggal bagaimana seseorang menghadapinya.

Akhir-akhir ini ramai diperbincangkan perihal hubungan percintaan dengan maraknya orang ketiga dalam suatu hubungan. Menjadi orang ketiga bukanlah hal yang mudah. Selain itu, tak ada yang bisa dibanggakan dengan predikat orang ketiga di suatu hubungan.

Hal yang kamu akan dapat hanyalah stigma buruk dari orang-orang. Dan jika kamu salah satunya, seharusnya kamu bisa berpikir ulang tentang apa yang kamu lakukan.

Menjadi Orang Ketiga Artinya Mengambil Hak dan Kebahagiaan Orang Lain

Saat kamu memutuskan untuk menjadi orang ketiga, artinya kamu telah merenggut kebahagiaan orang lain. Apa kamu tak takut jika suatu saat kebahagiaanmulah yang akan direnggut oleh orang lain?

Tak Ada yang Dapat Dibanggakan dari Predikat Orang Ketiga

Menjadi orang ketiga bukanlah suatu prestasi. Kamu tak dapat menjadikannya hal yang membanggakan. Sebaliknya, malah cercaan buruk yang akan kamu terima bukannya sebuah pujian yang membahagiakan.

Meskipun Orang Lain Tak Tahu Asal Mula Hubungan yang Kamu Jalani, Kamulah Orang yang Selalu Disalahkan

Meskipun dia yang kamu rebut juga ikut bersalah dalam hal ini, tetap kamulah yang menjadi sorotan banyak orang. Akan lebih banyak celaan kotor yang kamu dapatkan dibanding dia yang kamu rebut dari orang lain.

Menjadi Orang Ketiga Artinya Menjatuhkan Harga Dirimu Sendiri sebagai Manusia

Dengan menjadi orang ketiga, artinya kamu pun telah menjatuhkan harga dirimu sendiri. Kamu tak menyadari seberapa beharganya dirimu sampai harus mengorbankannya demi suatu hal yang sebenarnya bisa kamu dapatkan dengan jalan yang baik, bukan malah menjadi seorang perebut milik orang lain.

Stigma Buruk akan Selalu Mengiringi Langkahmu sampai Akhir Hayatmu Nanti

Sekali kamu mendapat predikat orang ketiga, selamanya orang lain akan menganggapmu sebagai perebut milik orang lain. Bagaimana pun kamu saat ini, stigma itu tak akan mudah hilang dari pandangan orang terhadapmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dari Segala Kesibukan yang Membosankan, Kita Butuh “Me Time” Demi Menjaga Kewarasan

Berdasarkan beberapa hasil temuan, manusia sekarang mengalami gangguan kejiwaan yang cukup signifikan. Dan salah satu hal yang mempengaruhinya adalah banyaknya tekanan atas gaya hidup manusiamo modern era sekarang.

Selanjutnya menjalani hidup dengan monoton serta terjebak dalam padatnya rutinitas harian, juga dipercaya mampu memburuknya kondisi psikis dan fisik seseorang. Kalau sudah begini, menyisihkan waktu untuk diri sendiri, jadi sesuatu yang amat kita butuhkan. Cobalah keluar dari segudang pekerjaan, dengan bersantai sejenak tanpa beban.

Sebab, menurut sebuah penelitian yang dilakukan Annals of Behavioral Medicine menyatakan, ketika kita meluangkan waktu minimal 15 menit sehari untuk menghibur diri. Hal tersebut mampu menurunkan tekanan darah, mengurangi stres, mengurangi resiko serangan jantung, serta mampu membuat pikiran terasa lebih tenang. Selain itu, ini juga membuktikan dapat membuat kita tetap waras. Baik kondisi psikis maupun fisik akibat berbagai tekanan pekerjaan.

Selain itu, ada beberapa manfaaat baik lagi yang juga bisa kamu dapatkan ketika menyisihkan sedikit waktu untuk “Me Time” dari aktivitasmu.

Jadi Ajang Kontemplasi untuk Bisa Berpikir Jernih

Coba bayangkan, setiap hari milikmu selalu digunakan untuk memikirkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan. Tak hanya, menyita perhatian saja hal ini juga selalu menguras fokus pikiran kita. Nah, dengan menyisihkan waktu untuk diri sendiri. Kamu bisa berpikir tentang banyak hal diluar pekerjaan.

Dan tak hanya menenangkan dan melahirkan ide-ide baru yang lebih cemerlang. Ajang kontemplasi juga bisa membantu kita menemukan produktivitas yang selama ini telah lama hilang. Bagaimana, menarik kan?

Lepaskan Semua Beban Pikiran Agar Terhindar dari Stres yang Menakutkan

Memilih untuk melakukan “Me Time”, serupa dengan menekan tombol “restart” pada komputer milikmu. Sebab sekuat dan sesibuk apapun kamu, tubuhmu selalu butuh waktu untuk berhenti sejenak untuk kemudian mengumpulkan tenaga lagi. Tak harus dilakukan dengan sesuatu yang terlihat besar, bepergian menghirup udara segar di akhir pekan boleh jadi pilihan.

Pastikan jika apa yang kamu lakukan, membuatmu lupa sebentar atas tumpukan laporan mingguan. Tugas yang belum diselesaikan, hingga rapat besar yang sudah menunggu di minggu depan. Mengistirahatkan diri sebentar untuk memperoleh amunisi yang kuat di hari mendatang.

Berguna Juga dalam Mempererat Hubungan Kita

Untuk kamu yang punya pasangan, tapi juga selalu sibuk dalam urusan pekerjaan. Tanpa harus merasa bersalah pada pasangan, cobalah beri ia pengertian jika kamu sedang butuh waktu untuk sendiri. Apalagi jika memang, sedang ada perdebatan yang belum menemukan titik terang.

Ambilah waktu untuk menepi sebentar, pikirkan semua hal yang sudah kamu dan si dia lakukan dengan tenang. Tak hanya menghantarmu pada rasa nyaman yang baru, “Me Time” juga akhir melahirkan pemikiran lain yang bisa jadi jawaban atas hubungan. Maka, bukan tak mungkin pula jika selepas ini. Hubunganmu dan pasangan, akan lebih erat dari waktu yang sebelumnya.

Sebagai Jalan untuk Menemukan Sesuatu yang Selama Ini Diinginkan

Merasa buntu atas semua hal yang selama ini sedang dijalani. Ada titik yang akan menghantarmu pada fase jemu. Tak tahu apa yang akan dipilih, tapi juga bingung akan hal yang sedang dijalani. Namun setelah “Me Time”, kamu bisa meyakinkan diri tentang apa yang selama ini diingini.

Sendirian, memberimu keleluasaan untuk menemukan hal-hal tanpa harus terdistraksi oleh pendapat dari luar. Kamu tak perlu merasa butuh mendengar apa pendapat orang. Semua hal yang kamu inginkan, bisa dengan mudah kamu lakukan. Lupakan semua yang ada pada luar diri, karena inilah saatnya kamu lebih tahu tentang apa yang kamu ingini.

Merasa Bisa Menikmati Hidup, Setelahnya Kita Bisa Lebih Produktif Lagi untuk Bekerja

Atas nama kesibukan dan segudang pekerjaan, kadang kala memaksa diri untuk tetap bekerja justru malah meciptakan beban baru dalam pikiran. Kamu mungkin mendadak akan merasa tak lagi bisa sproduktif dulu, pikiran terganggu, hingga beban lain yang menganggu konsentrasimu.

Memaksakan diri, mungkin boleh-boleh saja. Tapi hasilnya? Tentu saja tak akan maksimal. Istirahatlah sebentar. Cari kegiatan lain yang bisa membuatmu lupa pada pekerjaan. Pergi mencicipi beberapa kuliner di pinggir jalan, menginap sebentar ke luar kota di akhir pekan, atau sekedar bersantai membaca buku di rumah.

Sebab setiap kali kita berhasil mendapatkan waktu berkualitas untuk menenangkan diri sendiri. Kita akan lebih mudah berkonsentrasi lagi. Hasilnya, kita bisa kembali bekerja dengan produktivitas yang lebih baik dari sebelumnya. Jadi, kapan mau “Me Time?”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Didera Isu Rumah Tangga Tak Akur, Thalita Latief Tanggapi dengan Santai

Rumah tangga Thalita Latief dan Dennis Rizky diisukan bermasalah hanya lantaran keduanya jarang foto bersama. Thalita pun angkat bicara, ia mengaku sang suami memang bukan tipe yang suka berfoto dan mengunggahnya di media sosial.

“Ya emang suami aku tuh modelnya cuek banget ya. Maksudnya dia musisi banget, sometimes dia juga yang motoin. Jadi memang dia tipikalnya bukan yang tipikal social media gitu. Dia itu, jadi kalau kita kan cewek-cewek gitu. Jadi kalau lagi manggung di mana baru dia post. Kalau nggak ya nggak, dia gamers soalnya,” ucap Thalita seperti dikutip dari detik.com, Senin (10/12).

Seiring profesinya, Thalita seringkali bertugas ke luar kota atau luar negeri membawa anak semata wayangnya. Menurut Thalita wajar jika ada saja yang salah sangka.

“Kita kan host program, keluar kota kita ke luar negeri. Jadi ya gitu, orang suka salah sangka aja sih sebenarnya. Karena memang suamiku tipe yang kalau hobi di luar kerjaan itu kerjaannya musisi jelas ya, di studio, manggung, ke luar kota, di televisi, tapi kalau ngomongin di rumah hari-hari dia itu tipenya gamers,” tuturnya

“Jadi bukan tipikal cowok yang ribet sama social media tuh dia nggak. Cuma kan karena kita publik figur orang mungkin suka ‘Ini kenapa?’ Padahal sebenernya nggak,” tegas Thalita Latief.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Hamil Anak Kedua, Dahlia Poland Jadi Lebih Sensitif

Kabar bahagia datang dari pasangan Dahlia Poland dan Fandy Christian, pasalnya Dahlia diketahui tengah hamil anak kedua. Kini usia kehamilannya menginjak empat bulan, ia pun merasakan perbedaan dengan kehamilan pertamanya dulu. Kini, ia merasa lebih sensitif dibandingkan kehamilan pertama dulu.

”Benar-benar hamil ngerasain morning sickness, ngidam, sensitifnya yang sedikit-sedikit mewek dan ngambek. Denger orang banyak omong saja aku bisa nangis dan ngambek,” kata Dahlia Poland seperti dikutip dari detik.com.

Sebagai suami, Fandy Christian juga merasakan perubahan yang dialami oleh sang istri di kehamilan kedua ini. Ia pun mengaku sempat terkejut dengan hal tersebut. Dahlia dan Fandy kemudian bercerita bahwa kehamilan kedua ini tidak mereka rencanakan sama sekali.

“Kita enggak rencanain, tiba-tiba Tuhan ngasih gitu saja. Kalau Tuhan kasih berarti kita siap, kalau belum siap ya belum. Ternyata Tuhan kasih cepat,” kata Dahlia.

Dahlia Poland dan Fandy Christian menikah pada 24 November 2015. Dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama James Nathaniall Christian Halomoan.

Saat ini, Fandy dan Dahlia sedang berusaha memberi tahu James jika sebentar lagi ia akan memiliki seorang adik. Mereka juga belum mempersiapkan segala keperluan anak kedua mereka karena masih ingin memberi perhatian ke James.

“Belum ada persiapan karena masih empat bulan. Kita masih fokus sama James karena kan sebentar lagi fokusnya akan kebagi. Jadi belum ada persiapam gimana-gimana,” tutup Dahlia Poland.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top