Feature

Berhenti Jadi Manusia Manipulatif di Sosial Media, Sebab Itu Hanyalah Bualan Semata

Tak perlu malu-malu, sudah akui saja. Kamu pasti punya setidaknya satu akun pada salah satu laman media sosial. Dari sebuah hasil temuan dan Laporan Tetra Pak Index 2017 yang belum lama diluncurkan, ada sekitar 132 juta pengguna internet di Indonesia, hampir setengahnya adalah penggila sosial media, atau berkisar di angka 40%.

Terlena dalam kenyamanan dan segala hal menarik yang kita temukan pada laman media sosial. Bahkan kita kerap lupa, jika sesungguhnya hal ini telah merusak sebagian diri kita. Dan salah satunya adalah kita kerap berusaha untuk memanipulasi kehidupan sendiri. 

Yap, di sosial media kita berubah menjadi orang lain yang mungkin sesuai keinginan followers. Bahkan kerap berusaha walau sebenarnya tak bisa. Lantas bagaimana bisa menghentikannya? Kali ini kami akan membantu kamu untuk menemukan titik keseimbangan antara kehidupan di media sosial dan aktivitas di kehidupan nyata.

Walau Selalu Ingin, Tak Ada Aturan yang Mengharuskan Kamu Untuk Terus-menerus Memantau Timeline

Platform media sosial nampaknya memang cukup lihai untuk menarik perhatian para penggunanya. Bahkan sering menjebak kita hingga berjam-jam hanya untuk memantau apa saja hal baru yang ada.

Sebagaimana data dari statistik terakhir, setiap remaja menghabiskan waktu hingga 9 jam dalam sehari di platform media sosial dan rata-rata orang dewasa menghabiskan hampir 2 jam di berbagai platform media sosial, yang jika dibandingkan angka ini jauh lebih lama dari waktu yang kita habiskan untuk berinteraksi dengan keluarga di rumah.

Lantas apa hal yang melatari ini? Jika ternyata itu semua hanya jadi kegiatan yang percuma dan sia-sia, lalu untuk apa masih dilakoni?

Pahami Batasannya, Mana Kehidupan di Sosial Media dengan di Kehidupan Nyata

Coba ingat kapan terakhir kamu mengkritik salah satu potret dari para selebriti di media sosial. Bahkan tak jarang kita mengirimkan kritik bahwa apa yang mereka tunjukkan tak sesuai dengan kenyataan. Sadar atau tidak, sebenarnya kita pun melakukan hal yang sama. Berbagi hal-hal indah, dengan potret-potret bahagia yang nyaris tanpa cela.

Masih terasa kurang, cobalah bertandang pada satu laman media sosial dari orang yang kamu kagumi. Foto berlibur di Bali, berenang di Maldives, punya pacar yang gagah, hingga hari-hari yang selalu terlihat sempurna. Tapi apakah ada yang bisa menjamin, jika yang mereka tunjukkan adalah sebuah kenyataan?

Lebih seringnya mereka sama seperti kita, hanya ingin menunjukkan pada dunia sisi-sisi yang sempurna saja. Dari sini kita belajar untuk bisa melihat lebih jelas, mana citra yang memang benar dengan yang dirancang secara sengaja.

Ikuti Apa yang Kamu Sukai, Bukan Sekedar Mengikuti Tren dan Kepopuleran Belaka

Dari sekian juta akun yang ada di sosial media, pasti ada satu akun yang dengan sengaja diikuti karena memang suka. Namun tanpa diduga ketika sedang berselancar ada saja lingkaran lain yang membuat kita akhirnya terhubung dengan akun-akun lain yang sebenarnya tak ada juntrungannya dengan kehidupanmu.

Kamu berhak atas hidup yang kamu punya, waktu dan kesempatan untuk mengikuti akun-akun tersebut. Tempatkan waktu dan kesempatan pada hal-hal yang kamu anggap penting, bukan pada apa yang menurut orang lain penting. Karena jika terus terperangkap pada alurnya, itu semua hanya akan memanipulasi minat dan kesukaan yang sebenarnya ada.

Cobalah Untuk Membagikan Hal yang Memang Benar Perlu, Bukan yang Kamu Anggap Perlu

Tak perduli apa yang sedang dilakukan, kadang kala kita merasa sangat perlu untuk membagikan hal-hal yang sejatinya tidak penting. Bahkan tanpa merasa butuh untuk memperhatikan sekeliling, kita terlalu sering untuk memikirkan apa hal selanjutnya yang akan dibagikan pada laman sosial media.

Ketakutan akan ketinggalan berita dan informasi atau FoMO, jadi sesuatu yang justru bisa memicu hal buruk pada tubuh. Bahkan, menurut Tech Times, FoMO bisa menimbulkan depresi dan kecemasan pada pengguna media sosial usia remaja.

Belajarlah untuk menikmati momen bersama dengan keluarga dan teman, tanpa harus merasa perlu untuk berbagi di laman sosmed yang kamu miliki.

Berupayalah Untuk Lebih Sering Berinteraksi dengan Orang Di Sekeliling Tanpa Harus Terus Terpaku Pada Gadgetmu

Menjadikan gadget lebih dari segalanya, kamu mungkin sering lupa bahwa ada manusia yang bisa diajak bicara. Coba hentikan sejenak aktivitasmu, lalu lihatlah sekelilingmu. Berinteraksi dengan orang lain akan membantu kita untuk lepas dari jerat gadget yang kerap membuat lupa.

Ciptakan koneksi baru yang memang akan dibangun dari interaksi tatap muka yang nyata. Bukan hanya dengan komunikasi secara virtual yang selama ini kamu lakukan. Karena percaya atau tidak, cara ini jauh lebih baik untuk membangun hubungan dengan mereka yang ada di sekeliling kita.

Tak Mesti Semua, Kamu Hanya Butuh Menyalakan Notifikasi dari Akun yang Diperlukan Saja

Demi tidak ketinggalan informasi dan update terbaru, sah-sah saja memang jika harus menyalakan notifikasi dari akun-akun tertentu. Apa lagi jika itu memang bermanfaat untuk kehidupan kita. Video yang membantu mengembangkan hobi, misalnya.

Selanjutnya demi membatasi diri agar tak berleha-leha terlalu lama, cobalah untuk menetapkan berapa lama kamu akan berselancar di dunia maya. Ini akan jadi aturan yang cukup menyenangkan. Tak membuatmu bosan, hingga tak perlu takut terperangkap lebih dalam.

Sebab Apa yang Kita Lihat Tak Selalu Benar Adanya, Cobalah Untuk Belajar Memilah-milahnya

Tanpa perlu dijelaskan, harusnya semua kita sudah paham bahwa apa yang dipertontonkan oleh media sosial tak selamanya benar. Biar bagaimana pun, kemajuan zaman dan perubahan cara interaksi yang kini digantikan oleh  media sosial, jelas punya nilai baik yang juga bisa kita rasa.

Hal yang perlu kita lakukan hanyalah bijak dalam memahaminya. Mengutip apa yang dirasa berharga, tanpa harus merengkuh semuanya. Beranilah untuk menggunakan lebih banyak logika daripada perasaan yang tak semestinya. Pahami mereka yang kita lihat, dengan memahami diri sendiri juga.

Karena kita hidup di dunia nyata, bukan di dalam kehidupan virtual yang ada di dunia maya. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sesungguhnya Hubungan Itu Soal Tahapan, Mungkin Kamu Pernah Merasakan Tapi Tidak Paham

Satu ikatan, menjalani kehidupan, berbagi perhatian dan cinta adalah esensi bagaimana hubungan berjalan semestinya. Banyak dari mereka yang katanya mengerti cinta, mengatakan kalau berpacaran atau berhubungan itu adalah soal berbagi perhatian, saling mencintai dan juga mencurahkan apa yang dirasakan. Dan hal itu disebutnya sebagai tahapan dalam berhubungan.

Padahal bukan seperti itu yang dinamakan tahapan atau fase yang dilalui setiap pasangan. Menurut Independent, dalam sebuah survei yang dilakukan eHarmony sebuah aplikasi kencan asal Australia yang telah menyurvei lebih dari 1000 orang menyatakan, terhadapat 5 tahap yang dialami setiap pasangan dalam membangun hubungan mereka. Tahapan-tahapan itu menjadi penanda berada diposisi manakah kamu dan pasangan sekarang.

Masa-masa Awal, Saling Berbagi Perasaan Masih Dominan, dan Konflik Pun Belum Ditemukan

Wajar, di masa-masa awal, rasa cinta atau kasmaran masih bergelora. Saling cinta, saling mengenal satu sama lain menjadi pembahasan yang selalu ditanyakan setiap hari. Obrolan pun tak luput dari seputar saling menyelami kehidupan masing-masing. Bahkan kekurangan dan kebaikan masih diperhatikan dan belum terlihat secara keseluruhan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pahamilah, Disaat Kamu Dianggap Lebih Dari Sekedar Teman Karena Cinta Dapat Tumbuh Kapan Saja

Menjalin persahabatan dengan lawan jenis memang mengasyikkan. Kamu bisa saling tukar cerita dan mendapatkan sudut pandang yang berbeda saat mencurahkan hati dengannya. Selain itu, hal-hal menarik pun bisa kamu jalani, sekaligus kamu dapat memahami bagaimana cara berpikir lawan jenis lewat kacamata sahabatmu.

Persahabatan memang murni, tetapi perasaan tak bisa dibohongi. Sekian lama menyebut relasi ini sebagai persahabatan. Tak pelak ada benih-benih cinta seketika hadir begitu saja. Terbiasa melakukan aktivitas yang sama membuat kamu memiliki rasa nyaman saat bersamanya. Terkadang kamu tidak menyadari kalau perlakuan yang dilakukan atas dasar cinta. Tetapi karena kamu berpikir dia adalah sahabat, kepekaan itu tidak bekerja semestinya.

Dimulai Dari Mencari Persamaan Sebelum Mengharapkan Perhatian

Mencari persamaan antara dua orang adalah tanda kalau dia ada perasaan lebih. Pada awalnya kamu memang berbicara tentang apa saja. Sebelum pada akhirnya dia coba bertanya tentang apa kesukaanmu, mulai dari film, makanan, olahraga, musisi, sampai pada hal apa pun. Apabila ia memiliki kesamaan denganmu dalam satu bidang, maka ia akan membicarakan hal tersebut secara terus-terusan, agar jadi topik perbincangan yang menarik perhatian.

Seketika Mulai Suka Gelisah dan Sering Chat Duluan

Kegelisahan yang dialaminya bukan karena ada hal ganjil yang terjadi pada dirinya. Melainkan ada hal yang membuatnya rindu tapi bingung cara mengetahuinya. Alhasil, ia bakal memulai chat lebih dulu dengan konteks yang tidak jelas bahkan terkesan basa-basi. Tetapi karena kamu memandangnya sebagai teman, sikap tersebut tentu masih dianggap wajar. Mengirim pesan adalah salah satu cara yang dilakukan agar dia tetap bisa berkomunikasi denganmu.

Diam-diam Sering Memberikan Perhatian Selayaknya Pasangan

Sikapnya berbeda dari biasanya. Kalau pada awalnya ia hanya diam saja dan bercengkerama apabila kalian bertatap muka saja, sekarang ia mulai memberikan perhatian, lewat chat atau langsung di depan mata. Karena seseorang yang jatuh cinta akan memperhatikanmu tanpa disadari. Bahkan saat kamu memperhatikan gerak-geriknya, ia hanya memalingkan wajah seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal diam-diam ada asmara yang tertahan disana.

Sering Berlaku Iseng, Agar Kamu Selalu Tertawa Saat Bersamanya

Sering melakukan hal konyol atau iseng kepadamu, bukan karena ia memiliki tabiat sebagai pribadi yang usil atau komedian, ia hanya ingin memastikan kalau kamu akan tertawa saat bersamanya. Baginya, itu adalah poin penting yang menandakan kalau kamu bisa bahagia saat di dekatnya. Intinya, menghibur dirimu adalah salah satu tugas yang harus bisa diselesaikannya.

Hanya Ingin Berdua Saja, Tak Mau Ada Pengganggu Diantara Kamu dan Dia

Padahal kamu bosan dengan melakukan apa saja selalu berdua, terkadang kamu ingin mengundang orang lain yang kebetulan kalian kenal untuk membuat suasana lebih ceria. Karena kalau lebih ramai bakal makin asyik ‘kan? Tetapi dia selalu menolak dengan alasan ribet, tidak masuk dengan obrolan, atau semacamnya. Dengan bersikap begitu, sebenarnya ia hanya ingin memastikan kalau setiap momen yang tercipta denganmu, tak ada orang lain selain dirinya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Sukses Tak Melulu Soal Kerjaan, Ini Arti Sukses Bagi Anak Muda yang Cerdas

Ukuran sukses tentulah berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Tidak melulu soal pekerjaan, setiap orang haruslah paham bahwa arti sukses sendiri ada dari segala sisi kehidupan, termasuk dari sisi kepribadian. Berikut adalah arti kesuksesan bagi orang yang paham dan cerdas.

1. Mampu Memaafkan Orang Lain

Memaafkan bukan perkara yang mudah. Tidak semua orang mampu memaafkan kesalahan orang lain dengan tulus. Saat kamu berhasil memaafkan seseorang, artinya kamu sudah sukses menentramkan hatimu sendiri dari rasa dendam dan kebencian yang mungkin kamu rasakan sebelumnya.

2. Menyelesaikan Pendidikan dengan Baik

Menjadi seorang wisudawan dengan nilai dan prestasi yang memuaskan tentu merupakan sebuah kesuksesan tersendiri. Setidaknya satu langkah sukses sudah kamu lewati. Tinggal melanjutkannya dengan pilihanmu sendiri.

3. Tampil Apa Adanya

Banyak orang yang membohongi dirinya sendiri masalah penampilan. Hanya sedikit orang yang berhasil menjadi sosok dirinya yang apa adanya. Sebuah kejujuran dengan menjadi apa adanya dirimu merupakan satu bentuk kesuksesan tersendiri dalam dirimu.

4. Memenangkan Hati Dia yang Kamu Cinta

Berbicara perihal cinta, memang tak semua mengalami keberuntungan. Terlebih dalam urusan mendapatkan hatinya. Jika kamu sudah berhasil memenangkan hati orang yang kamu cintai, artinya kamu sudah mendapatkan satu kesuksesan dalam hidupmu.

5. Mampu Menikmati Kerja Kerasmu Sendiri

Ada kok orang yang terperangkap dengan apa yang dikerjakannya. Istilahnya dia salah pilih jalan yang sebenarnya tidak dia inginkan. Jadi saat kamu sudah bisa menikmati segala kerja kerasmu sendiri, artinya kamu sudah termasuk orang yang sukses.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top