Community

Berhati-hatilah, Ini 7 Tanda Orang Bermuka Dua

Berhati-hati dalam memilih teman nyatanya sangat diperlukan. Kamu tak boleh lengah dalam menilai mereka, barangkali mereka hanya memanfaatkanmu saja. Atau memiliki tujuan buruk terhadapmu.

Apalagi mereka yang bermuka dua, harus benar-benar kalian hindari. Berikut 7 tanda orang yang bermuka dua.

1. Memiliki Sifat yang Cenderung Sombong

Keangkuhan yang mereka miliki hanya untuk menunjukkan bahwa mereka bukan orang yang bisa diremehkan. Padahal belum tentu apa yang mereka sombongkan itu memang hal yang pantas.

2. Suka Cari Perhatian

Dia salah satu orang yang akan bekerja keras hanya untuk sebuah pujian. Baginya, pandangan orang lain sangatlah penting. Segalanya akan dia lakukan hanya untuk mendapatkan perhatian dari orang lain.

3. Gemar Bergosip

Membicarakan keburukan orang lain adalah hal yang dia sukai. Dia akan menjejalimu dengan pembicaraan yang sebenarnya tidaklah penting. Kamu harus berhati-hati dengan orang seperti ini karena mungkin saja kamu adalah target orang yang akan dia gosipkan selanjutnya.

4. Mudah Membuat Janji, Pun Mudah Mengingkarinya

Dengan mudah ia akan membuat janji dengan seseorang, namun dengan mudahnya pula dia akan mengingkarinya. Dia bukan orang yang bisa menepati apa yang sudah menjadi janjinya kepada orang lain. Semacam tak punya komitmen dalam hidupnya.

5. Sering Mengkritik Orang Lain Untuk Membuat Dirinya Terlihat Lebih Hebat

Dia tak segan untuk menjatuhkan orang lain demi membuat dirinya sendiri terlihat lebih hebat. Orang seperti ini akan baik di depan, namun saat tahu kelemahanmu, bisa jadi dia akan berbalik menghancurkanmu.

6. Baik Saat Ada Butuhnya

Dia akan bersikap sangat manis padamu saat dia membutuhkan sesuatu darimu. Dia pun akan menolongmu saat kamu butuh bantuannya. Karena memang dia memiliki tujuan untuk meminta bantuan juga darimu.

7. Menghargai Orang yang Memiliki Kedudukan Tinggi Saja

Jika kamu adalah orang yang tergolong memiliki kedudukan rendah, maka dia pun akan memperlakukanmu rendah. Sebaliknya, dia akan menjadi seorang penjilat di depan orang yang memiliki kedudukan yang tinggi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Usah Terlalu Diumbar, Kemiripan diantara Kalian Belum Bisa Jadi Jaminan Melenggang ke Pelaminan

Relationship goals yang dikira orang selama ini bukan hanya yang selalu membagikan foto-foto bahagia di media sosial. Ada yang beranggapan relationship goals adalah saat kamu punya pasangan dengan hobi, kebiasaan, dan aneka sifat yang sama denganmu. Karena kesamaan itu, menurutmu pasti tipikal pasangan semacam ini akan terus adem ayem dan tak ada masalah yang cukup berarti.

Nyatanya tak selalu demikian. Kesamaan sifat atau kesukaan tak menjamin kebahagiaan dan hubungan yang langgeng. Misalnya, kamu dan pasangan dikenal sama-sama keras kepala, kalau dipaksakan bersama yang ada satu sama lain lebih sulit menyesuaikan dan tak ada yang mau mengalah. Pusing sendiri kan? Untuk itu, kesamaan tak menjamin kebahagiaan.

Jangan Takut dengan Perbedaan, Hubungan Asmara Justru Lebih Berwarna untuk Dilakoni

Kita ambil saja contoh dari pasangan Nick Jonas dan Priyanka Chopra. Keduanya bukan hanya beda usia, namun datang dari budaya yang berbeda sekaligus karier yang bertolak belakang. Namun perbedaan yang dijalani keduanya malah berakhir indah. Sebagai orang Amerika, Nick perlahan-lahan belajar adat sang istri yaitu India sehingga pengetahuannya pun bertambah. Tidak sia-sia kan punya pasangan yang berbeda?

Perbedaan karakter pun baik. Menurut hasil penelitian yang pernah dipublikasikan oleh Psychology Today, pasangan dengan karakter beda justru lebih langgeng bila dibandingkan dengan pasangan yang serba sama. Ini karena pengalaman yang dirasakannya dalam hidup lebih bervariasi.

Kalau Sama-sama Perfeksionis, Hati-hati Ada Momennya Kamu Tersiksa Saat Salah Satu dari Kalian Berbuat Kesalahan

Ukuran perfeksionis seseorang sejatinya berbeda-beda. Ada yang perfeksionisnya tinggi, ada yang sedang-sedang saja. Tingkat perfeksionis ini dapat memengaruhi bedanya ukuran prinsip masing-masing. Yang sedikit fatal adalah kalau salah satu dari pasangan melakukan kesalahan, bisa jadi pasangan satunya lagi tidak bisa mentolerir dan menunjukkan kekesalannya secara langsung. Semoga saja kamu tak mengalami hal semacam ini ya kawan.

Sama-sama Dikenal Ramah dan Peduli Pada Orang Lain, Ada Masanya Kalian Langsung Cemburu

Menjadi pribadi yang baik ke sesama dan selalu memikirkan kepentingan orang lain terlebih dahulu memang sangat baik. Hanya saja, hati-hati, jangan sampai lantaran kamu sibuk peduli dan menolong orang, waktumu selalu habis untuk orang lain sementara pasangan yang memerlukan keberadaanmu justru tak mendapat respon sama sekali. Alhasil, muncul rasa cemburu. Kalau kamu tidak bisa memanipulasi pikiran sendiri, bisa terjadi konflik lho kawan.

Kalau Kalian Sama-sama Haus Prestasi, Siap-siap Saat Menikah Nanti Selalu Saingan Karier Siapa yang Lebih Tinggi

Misalnya kamu di kondisi kalau kamu dan pasanganmu adalah sosok yang sama-sama berpengaruh di lingkungan kerja. Jabatan kalian juga tinggi dan selalu bekerja keras demi suksesnya perusahaan. Akhirnya, kalian disibukkan dengan jadwal di sana-sini.

Tapi, kalian tak mungkin kan sibuk terus kan? Terlebih saat pacaran, tentu harus bisa meluangkan waktu. Pun saat berdiskusi, bukan berarti kamu dan pasangan jadi saling menyibukkan diri pamer prestasi masing-masing. Ada lho karakter seseorang yang tak mau kalah saat pasangannya berada di puncak karier. Apa iya kamu saingan dengan pasanganmu sendiri?

Pasangan yang Keduanya Romantis Namun Punya Sisi idealis, Kalau Sedang Bosan, Justru Riskan Membanding-bandingkan

Buat kalian, pacaran itu harus romantis dan mengupayakan yang terbaik. Kamu pun bersyukur karena kamu menemukan pasangan yang sama-sama mendukung dan mampu bersikap romantis satu sama lain. Mungkin idealisme semacam ini terdengar bagus.

Tapi hubungan itu juga tak bisa selalu romantis. Pasti akan ada masalah tertentu. Selain itu, kalau terlalu sering romantis dan kadarnya berlebihan, bukannya justru membosankan? Di saat yang bosan inilah, rentan membanding-bandingkan hubungan dengan pasangan lain yang kamu lihat. Kawan, berhentilah membandingkan. Tuntutan untuk meniru pasangan lain ke pasangan sendiri justru bisa jadi beban lho.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hadapi Si Pendendam dengan Cara yang Elegan

Punya banyak teman pertanda kamu harus mengerti dan memahami sifat masing-masing temanmu. Bukan hanya sifat atau karakter positif, seringkali kita justru terjebak pada pertemanan yang menyebalkan lantaran karakter negatif yang dimiliki oleh teman kita. Salah satu yang cukup menyebalkan adalah tipikal teman yang suka menyimpan kesalahan orang lain alias si pendendam. Di depan kita, ia cukup bilang tidak apa apa. Namun di hatinya, ia mengingat terus kesalahan kita.

Perlu cara khusus menghadapi teman dengan karakter pendendam ini. Hati-hati lho, ada tipikal teman yang marah, namun tidak memberi tahu alasannya mengapa mereka marah. Paling parah adalah mereka yang menyimpan dendam selama bertahun-tahun lamanya. Tujuannya simpel, ia ingin menghukum orang tersebut dengan dendam dan amarahnya. Kamu tak mau terjebak dengan tipikal teman semacam ini kan?

Tak Usah Gengsi Meminta Maaf Duluan, Menghadapi Orang Pendendam Jangan Utamakan Ego ya Kawan

Jika memang bersalah, maka kamu wajib bertanggung jawab. Namun jika kita merasa tidak bersalah, namun ia bersikukuh kita melakukannya, pastikan dia tahu bahwa kita mengerti dengan cara pandangnya itu.  Katakan juga kepadanya bahwa kita tidak pernah berniat untuk membuat masalah dengannya. Tunjukkan ketidaknyamanan kita dengan situasi itu.

Dengan meminta maaf, setidaknya kamu berusaha untuk meredam amarah dan mencegahnya dendam terhadap kesalahanmu.

Tanyakan Padanya Apa yang Harus Kamu Lakukan demi Memperbaiki Hubungan

Ada lho tipikal orang yang enggan menerima permintaan maaf tanpa itikad apa-apa. Setulus apapun maaf yang kita ucapkan, pasti tetap kurang di matanya. Kalau kamu tak sengaja terjebak pada situasi sukar dimana kamu melakukan salah namun permintaan maafmu tak diterima, mungkin coba untuk menanyakan padanya, adakah hal yang harus dilakukan agar dia benar-benar melihat ketulusan hati kita.

Penting, Jangan Posisikan Diri Kita Sebagai Pendendam

Jangan pula akhirnya kita yang menjadi terpuruk karena sifat pendendamnya yang buruk.

Kita harus lebih realistis menghadapi situasi seperti ini. Namun jangan pula mengabaikannya. Si pendendam biasanya memiliki banyak korban yang disalahkan. Ingatkan dia betapa banyaknya orang yang mengalami kerugian karena sifatnya.

Kalau perlu Cari Dukungan dari Orang Lain

Mencari bantuan pada orang lain bukan berarti membicarakannya dari belakang. Namun sejatinya karena kamu benar-benar butuh dukungan positif dari orang lain yang mau membantu kita untuk mengatasi hal ini.  Tanyakan saran dan dukungan positif dari orang lain semisal orangtua atau sahabat terdekatmu untuk membantu kita.

Jangan Terlalu Berkeras, Banyak Hal dalam Hidup ini yang Tak Bisa Kita Ubah

Ada kalanya tidak bisa menghadapi orang-orang yang menyimpan dendam. Jangan mau terpuruk dengan hal tersebut dan jangan pula terlalu banyak berharap.  Sebab dendam adalah bukan saja soal kesalahan yang telah kita lakukan. Problem utamanya ada pada diri si pendendam itu. Untuk memperbaiki hubungan, kedua belah pihak harus saling membuka diri. Kalau dirinya masih saj atidak bisa terima, sebaikknya atur jarak saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Keuntungan yang Akan Kamu Dapatkan, Jika Menikahi Anak Pertama

Seorang kawan bercerita tentang bagaimana tangguhnya sang suami atas berbagai macam perkara kehidupan mereka setelah menikah. Jiwa memimpin yang luar biasa hingga selalu jadi pihak yang menenangkan dalam semua ketegangan.

Tak berekspektasi banyak sebelumnya, semua sikap suaminya itu. Konon jadi sebuah kejutan yang luar biasa pasca menikah. Lalu ketika, saya mencoba bertanya menurutnya, kira-kira apa yang membuat suaminya bisa jadi sosok yang begitu mengangumkan seperti ceritanya? Teman tadi menjawab dengan cepat, “Karena dia adalah anak pertama”.

Nah, kamu mungkin masih ragu dan mencoba mencari dimana titik sambung dari pernyataan ini. Beberapa hal ini, mungkin akan jadi jawaban yang sedang kamu cari. 

Tulus dan Baik Hati, Jiwa Kepemimpinannya Lahir Secara Alami

Kenyataan yang selalu harus diterima oleh meraka adalah menjadi suri tauladan bagi adik-adiknya. Itulah mengapa, kebanyakan anak pertama pasti punya jiwa kempemimpinan yang baik dari orang lainnya. Ditakdirkan jadi contoh menempahnya jadi sosok panutan bagi orang sekitar.

Dirinya sudah belajar mandiri sedari kecil ditambah lagi dorongan dari orang tua yang membentuknya jadi pribadi berbeda. Karena kelak akan jadi pimpinan keluarga, kalau mereka sudah tiada. Semua proses itu jadi sesuatu yang menumbuhkan kekuatan baginya untuk bisa memimpin dengan benar.

Paham Bagaimana Caranya Menganyomi Kamu yang Mungkin Lebih Muda dari Dirinya

Sebagaimana dirinya yang selalu berhasil untuk mengatur semua keluhan atau apapun yang terjadi dalam hubungannya dengan sang adik-adik. Ia sangat mengerti bagaimana meredam situasi dari orang-orang yang lebih muda darinya. Banyak belajar dalam membuat keputusan dari kedua orangtuanya, ia bisa menganyomi kamu yang lebih muda. Anak pertama tahu kapan harus melantangkan suara, dan kapan harus mendengarkanmu bercerita.

Tanggung Jawab yang Kuat Jadi Kemampuan yang Melekat Pada Dirinya

Anak pertama punya tanggung jawab yang sangat baik. Dan salah satunya adalah menjaga adik-adiknya dengan telaten. Terbiasa oleh tugas-tugas yang membutuhkan tanggung jawab sedari kecil. Ia tahu bagaimana harus bersikap dan apa saja yang harus tetap dijalankan.

Jadi, kamu tak lagi perlu khawatir, sebab kalau ia sudah berkata atau berjanji untuk sesuatu yang ia ingini. Itu berarti ia sudah berjanji untuk bertanggung jawab atas keinginan tersebut.

Walau Tak Banyak Bicara, Sebenarnya Ia Adalah Pemerhati yang Baik Bagi Pasangannya

Terkesan cuek atas apa yang terjadi di sekitarnya, bukan berarti ia tak peduli akan apa yang kamu alami. Sebaliknya, ketika orang lain tak tahu apa yang sedang menimpamu. Ia bisa saja datang dengan tiba-tiba untuk meringankan bebanku. Yap, tidak selalu ditunjukkan. Perhatian dan rasa sayang yang ia miliki, selalu disampaikan dengan cara berbeda. Tak terang-terangan, tapi selalu membuatmu terkesan.

Bahkan Kalaupun Ia Terlihat Keras Kepala, Semuanya Demi Kebaikan Bersama

Yap, ini mungkin akan jadi salah satu sikap yang menyebalkan. Tapi kamu harus percaya, bahwa sikap keras kepala yang ia punya selalu memiliki alasan yang kuat. Kamu mungkin tak mengerti mengapa ia akhirnya bersikap sekeras itu padamu. Tapi, setelah kamu tahu apa tujuannya, kamu pasti akan selalu berterimakasih padanya.

Bukan untuk sesuatu yang mengekang atau membatasi ruang gerak pasangan. Sikap keras kepala yang ia tunjukkan adalah bentuk lain dari kata sayang. Jadi, masihkah kamu ragu menikah dengan anak pertama?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top