Tips

Bergadang Jangan Bergadang Kalau Tiada Artinya

“Bergadang jangan bergadang, kalau tiada artinya. Bergadang boleh saja kalau ada perlunya”

Setidaknya demikian kata raja dangdut Rhoma Irama. Secara kesehatan menunda tidur terlalu sering memangtak dianjurkan. Segudang penelitian sudah menunjukan efek buruk ini. Tapi sebetulnya seperti apa sih orang-orang yang gemar bergadang itu?

Orang Yang Suka Begadang Memiliki Aktivitas Otak Yang Lebih Tinggi Dibanding Mereka Yang Tidur Lebih Cepat dan Bangun Pagi

otak

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Individual Differences mengemukakan bahwa orang yang melakukan aktivitas pada malam hari lebih cepat dalam memberikan ide-ide yang kreatif dibanding mereka yang bangun pada pagi hari. Hal lain yang bisa kita percaya bahwa begadang memang membuat otak beraktivitas lebih produktif dan kreatif.

Juga Mempunyai Skor Intelegensi Yang Jauh Lebih Tinggi Dari Orang-Orang Lainnya

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Jurnal Science menemukan, para pekerja malam secara umum bisa melampaui kemampuan para pekerja pagi dalam seberapa lama mereka bisa terjaga dan mentalnya waspada sebelum merasa lelah secara mental. Dengan demikian memang benar bahwa kemampuan betindak yang baik berada pada orang-orang yang suka begadang.

Sebuah fakta yang bisa kita percaya dari seorang psikolog bernama Richard Roberts dari University of Sydney dan Patrick Kyllonen dari Air Force Research Lab, menunjukan hal menarik. Hasil dari penelitian mereka terhadap sejumlah responden menunjukan bahwa mereka yang gemar bergadang punya skor kecerdasan yang lebih tinggi dibanding mereka yang punya durasi tidur normal. Di samping itu, Roberts dan Kyllonen juga menemukan perbedaan signifikan kecepatan kerja memori mereka yang tidur larut dan mereka yang tidak.

Kemampuan Untuk Menemukan Solusi dan Mengembangkan Ide Kreatif Yang Tidak Perlu Diragukan Lagi

Pada peneliti dari Catholic University of the Sacred Heart, Italia menyimpulkan hasil penelitian yang menyatakan bahwa mereka yang bekerja pada malam hari biasanya adalah pemikir yang lebih kreatif. Karena situasi pada malam hari lebih tenang dibanding siang menjadikan waktu ini untuk mempengaruhi seseorang untuk bisa mengembangkan ide-ide kreatif dan solusi dari berbagai permasalahan yang ada.

Hal lain yang mendukung adalah situasi tenang pada malam hari membuat kita merasa lebih bebas untuk bisa menjelajahi kegelapan, meski orang lain sedang tertidur kita sedang bercengkrama dengan imajinasi untuk menemukan berbagai hal kreatif yang bisa kita ciptakan.

Membakar Kalori Tanpa Harus Banyak Bergerak

Para ahli dari Colorado Sleep and Chronobiology Laboratory mengatakan begadang dapat membakar kalori sebanyak 135 kalori jumlah tersebut setara dengan berjalan kaki sepanjang 3,2 kilometer. Profesor Kenneth Wright, pemimpin penelitian ini juga mengatakan bahwa jumlah penyimpanan energi yang dibutuhkan untuk menjelaskan epidemi obesitas adalah 50 kalori sehari, sehingga temuan itu sangat berarti.

Meski demikian Wright juga menekankan bahwa begadang bukanlah cara yang baik untuk digunakan dalam program penurunan berat badan karena ketika kita menghabiskan waktu lebih dari 16 jam untuk tetap terjaga harus diseimbangi dengan tetap mendapatkan istirahat tanpa jeda selama 8 jam. Dan hal ini bertujuan untuk menjaga kondisi beberapa organ tubuh untuk menghindari sesuatu yang mungkin tidak diinginkan.

Meningkatkan Kekuatan Untuk Pagi Yang Lebih Tenang Tanpa Beban Pikiran

Kebiasaan begadang secara alami juga dipercaya mampu meningkatkan kemampuan fisik kita, hal ini dikarenakan adanya peningkatan motor cortex dan kekuatan tulang belakang di malam hari. Sehingga meski orang-orang yang bangun pada pagi hari itu lebih konsisten pada aktivitasnya sepanjang hari, kita sebagai orang-orang malam menunjukkan puncak kekuatan dalam beraktivitas pada malam hari. Yang juga menjadi kesenangan tersendiri yang akan kita rasakan pada pagi hari, ketika kita bisa mengerjakan segala sesuatu pada malam hari biasanya pagi yang kita jalani lebih menenangkan dibanding orang lain yang memiliki jam tidur yang berbeda dengan kita. Karena biar bagaimanapun aktivitas yang kita kerjakan tersebut akan mengurangi beban pikirna yang ada pada diri kita masing-masing.

Serta Memiliki Logika Yang Jauh Lebih Tanggap Untuk Segala Sesuatu

Hal lain yang perlu kita ketahui adalah para penelitian dari University of Madrid yang mengobservasi 1000 remaja untuk mengindikasikan orang-orang yang mempunyai kebiasaan bergadang, ternyata berkemampuan logika lebih baik dibanding orang-orang yang tidur lebih awal dan selalu bangun pagi. Selain itu penelitian dari The University of Leige, Belgia, juga menemukan bahwa mereka yang bangun pagi cenderung lebih cepat lelah mentalnya dibanding tukang bergadang. Saat diberikan serangkaian tes 10,5 jam setelah kedua tipe responden terbangun, seorang yang suka bergadang tampak siaga lebih lama daripada mereka yang suka bangun pagi.

Namun perlu untuk diketahui juga bahwa aktivitas begadang yang dimaksudkan disini adalah, waktu malam hari yang memang kita isi dengan aktivitas yang bermanfaat bukan hal yang disebabkan oleh kegiatan yang tidak memiliki tujuan. Karena pada dasarnya begadang itu boleh asalkan ada tujuan dan manfaatnya

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hasil Riset : Perempuan Tak Bisa Bekerja dengan Produktif di Ruang yang Terlalu Dingin

Tak hanya perkara fisik semata, untuk urusan pola dan cara kerja, laki-laki dan perempuan memang punya kemampuan yang berbeda. Bahkan ini kian dikuatkan dengan sebuah temuan terbaru dari beberapa peneliti, tentang temperatur udara dalam ruang kerja yang bisa mempengaruhi kemampuan kerja para kaum hawa.

Lain dari para laki-laki yang merasa lebih nyaman untuk bekerja ketika suhu udara lebih dingin, perempuan justru tak bisa bekerja dengan maksimal jika suhu udara terlalu dingin.

Fenomena Ini Tak Hanya Terjadi di Iklim Tropis Saja, Penduduk Negara dengan 4 Musim Pun Merasakannya

Suhu di Indonesia sebagai negara tropis, memang selalu terasa lembab dan panas saja. Tapi ternyata kejadian ini tak terjadi atas perempuan-perempuan yang ada di negara kita saja, bahkan orang-orang di Amerika yang memiliki 4 musim pun merasakannya. Rupanya ini tak sekedar perkara kebiasaan saja, perbedaan tingkat kenyamanan atau daya tahan tubuh seseorang terhadap suhu dingin saja. Karena ada beberapa alasan ilmiah yang mendasari hal tersebut.

Melalui sebuah penelitian, para ahli tersebut menemukan jika perempuan tak bisa lebih baik dalam tes matematika dan verbal ketika temperatur ruangan lebih rendah. Dengan kata lain, ruangan yang dingin membuat perempuan tak bisa produktif dalam berpikir dan bekerja.

Dari Survey, Jumlah Lelaki yang Memilih Suhu Ruang Kerja yang Lebih Dingin Memang Lebih Banyak Dibanding Perempuan

Yap, dari hasil Studi yang dilakukan USC Marshall School of Business, AS dan WZB Berlin Social Science Center di Jerman, penelitian yang berkonsentrasi pada kemampuan kognitif ini, menunjukkan ada alasan spesifik mengapa selama ini pria dan wanita sering berdebat tentang suhu ruangan.

Dilakukan kepada lebih dari 500 pelajar yang diminta untuk mengikuti tes matematika dan verbal. Tes diambil dalam ruangan bersuhu sekitar 16C dan 90C. Hasil pun menunjukkan jika perempuan bukan hanya bisa mengerjakan dengan lebih baik tapi mereka bisa menjawab dengan lebih banyak, ketika berada dalam ruangan dengan suhu yang lebih hangat.

Dan sebaliknya, ketika suhu ruangan direndahkan, para perempuan menjawab lebih banyak salahnya. Anehnya, yang terjadi pada lelaki justru kebalikan dari yang dialami para perempuan. Lelaki lebih bisa menjawab dengan benar ketiika suhu ruangan lebih dingin dan tak bisa menjawab dengan baik ketika ruangan kian hangat.

Fakta Lainnya, Hal Ini Dipengaruhi Pula Oleh Suhu Tubuh antara Perempuan dan Lelaki yang Memang Berbeda

Sebelumnya, penelitian Univesitas Utah juga menemukan jika tangan dan kaki perempuan memang lebih dingin beberapa derajat dari pada laki-laki. Inilah yang kemudian membuat para perempuan kedinginan lebih cepat dan menganggu konsentrasi mereka berpikir.

Pada studi lain yang dilakukan Univesitas Maryland pun menemukan jika tingkat metabolisme laki-laki 23% lebih tinggi dari perempuan. Dengan begitu, berarti pula jika tubuh perempuan memang menghangat lebih lambat daripada tubuh para lelaki. Dan mudah merasa kedinginan ketika dalam ruangan yang dingin.

Kesimpulannya : Perempuan Akan Lebih Produktif Bekerja Pada Suhu Udara yang Lebih Hangat Dibanding Suhu Dingin

Maka dari beberapa fakta ilmiah yang ditemukan oleh para peneliti tersebut, perusahaan dan beberapa tempat kerja disarankan untuk bisa mengatur termostat yang lebih tinggi dari pada standar sekarang.

“Temuan ini menyarankan bahwa tempat kerja dengan pekerja bergender campur bisa meningkatkan produktivitas dengan mengatur termostat lebih tinggi dari pada standar sekarang,” ungkap peneliti tersebut.

Selain itu, peneliti ini juga menjelaskan tentang mengapa para perempuan kerap terlihat membawa berbagai lapisan pakaian atau jaket serta kaus kaki ke tempat kerja. Hal itu dikarenakan, para lelaki yang mungkin kerap merasa kepanasan jika para pekerja perempuan menaikkan suhu di ruangan. Nah, daripada berdebat, biasanya perempuan memilih untuk  menghangatkan tubuhnya sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Karena Sosial Media Sedang Down, Kamu Harus Tahu Efek Negatif Penggunaan VPN

Sejak dibatasinya penggunaan media sosial sedari kemarin, Rabu (22/5/2019) sore, sebagian besar pengguna beralih untuk menggunakan VPN agar tetap bisa terkoneksi dengan baik, demi mengakses sosial media instagram, facebook atau aplikasi pesan instan whatsApp.

VPN atau Virtual Private Network, diartikan sebagai akses penghubung yang akan memberi koneksi dari sebuah jaringan pribadi tanpa pengawasan dari pemerintah lagi. Kita memang bisa kembali menggunakan berbagai macam aplikasi yang koneksinya sedang diturunkan, tapi sudahkah kamu tahu bahaya dari penggunaan VPN itu? Berikut adalah beberapa contoh bahayanya.

 

1. Kita Bisa Kebocoran Alamat IP 

VPN ibarat sebuah teroowongan rahasia demi sebuah tujuan yang diinginkan oleh si penguna, yakni internet. Memudahkan kita untuk bisa tetap tersambung pada beberapa situs yang mungkin diblok atau sedang dibatasi, faktya jalur rahasia dari VPN tersebut memiliki banyak lubang yang memungkin Alamat IP kita akan diketahui banyak pihak. Inilah yang kemudian bisa membuat alamat IP kita digunakan oleh seseorang yang bertanggung jawab untuk beberapa hal yang bisa saja buruk. Entah itu dipakai untuk meretas, hingga mencuri data.

 

2. Risiko Terkena Serangan ‘Man in the Middle’ 

Beberapa layanan VPN dapat berpotensi melancarkan serangan Man in the Middle. Man in the Middle adalah serangan terhadap sebuah sistem perangkat yang salah berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Sementara sang penyerang berada di tengah jalur komunikasi tersebut untuk membaca, membajak, dan mencuri data bahkan hingga menyisipkan malware. Salah-salah dalam mencari koneksi untuk berkomunikasi, kita bisa saja kehilangan data milik kita.

3. Berpotensi Juga Akan Penyebaran ‘Malware’

Kalau belum tahu, dalam dunia internet, ada istilah Malvertising, yakni sebuah proses penyaluran Malware ke perangkat komputer manapun smartphone yang menggunakan VPN gratis. Sehingga tatkala kita sedang berselancar di Web menggunakan VPN, ada beberapa virus yang bisa saja masuk melalui beberapa iklan yang kemungkinan terpasang pada sebuah web. Terlihat sepele memang, tapi ini bisa berdampak buruk pada ponsel atau pc serta laptop yang kita gunakan.

 

 

 

4. Setiap User Digunakan Sebagai ‘Network End-Poin’

Ingat, walau saat penggunaan terlihat baik-baik saja, pihak ketiga dapat mengggunakan alamat IP kita sebagai Network End-Poin kapan saja. Konon, ini berguna sebagai penyokong yang akan meningkatkan bandwith layanan VPN demi naiknya kecepatan internet yang dipakai oleh pemakai internet lain. Lebih ngerinya lagi nih, beberapa sumber menyebut ada kemungkinan Network Endpoint dijual.

5.Dan Jadi Ajang untuk Melakukan Pencurian Data

Menggunakan VPN berarti kita sedang menembus batas dari akses yang sudah ditetapkan pemerintah sebelumnya. Selain memberikan kemudahan, pilihan ini juga berpotensi dengan terjadinya pencurian data dari pengguna. Dan akan bertambah buruk jika VPN yang kita gunakan adalah VPN yang tak bisa dipercaya. Dan sebagaimana yang tadi sudah disebut, proses pencurian data ini biasanya dilakukan dari beberapa iklan yang tersemat pada sebuah web yang sedang kita buka.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Simaksi Naik Rinjani Akan Pakai Registrasi Online

Sudah digodok sejak satu tahun belakangan, akhirnya prosedur pendakian Gunung Rinjani akan memakai sistem booking online per Juni 2019 mendatang. Untuk jalur pendakian, akan ada 4 jalur dibuka dengan kuota pendaki yang masih akan dibatasi.

Kepala BTNGR, Sudiyono pada Kamis (16/5/2019) kemarin menyatakan akan ada 4 jalur pendakian yang rencananya dibuka, yaitu melalui Senaru, Sembalun, Timbanuh dan Aik Berik. Dimana setiap jalur akan diberi batas kepasitas antara 100 hingga 150 orang pendaki setiap hari.

Selain itu, setiap pendaki juga akan diberi rentang waktu untuk menginap selama dua malam di areal camping yang sudah ditentukan. Namun untuk sistem pembayaran tiket simaksi kemungkinan masih menggunakan proses manual.

“Kami menggunakan booking online nanti. Jadi tetap pakai kuota begitu. Tapi bayar tiketnya kemungkinan masih manual, langsung. Sudah ada bookingnya baru bayar gitu,” jelas Sudiyono.

Sistem itu diterapkan demi efektivitas dan efisiensi pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani. Di sisi lain, reservasi online ini juga jadi salah satu hal yang akan  menguntungkan para pendaki. Karena memberi akses kemudahan untuk mengecek kuota yang tersedia hingga pembayaran tiket yang juga akan terhubung dengan beberapa metode pembayaran. Nantinya, sistem reservasi online Gunung Rinjani dapat dilakukan via web eRinjani atau melalui aplikasi berbasis android yang bisa diunduh di PlayStore.  

Saat ini, keempat titik jalur menuju puncak Rinjani masih dalam proses perbaikan. Masih tetap dengan atauran sebelumnya, setiap pendaki tidak diperkenankan untuk mencapai puncak dan mendirikan tenda di areal Danau Segara Anak. Buat yang ingin segera ke sana, bisa segera melihat jadwal libur ya. Karena kordinasi perizinan dan persiapan sistem booking online yang akan diterapkan akan mulai beroperasi pada awal Juni mendatang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top