Tips

Berbagi Manfaat Itu Sederhana, Tak Harus Rumit

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kesempatan untuk berbagi dengan orang lain akan memberikan makna hidup yang lebih dalam, dan akhirnya berpengaruh pada kondisi mental yang sehat. Riset yang digagas oleh Roy F. Baumeistera, Kathleen D. Vohsb, Jennifer L. Aakerc dan Emily N. Garbinskyc menemukan bahwa seseorang akan merasa hidupnya lebih bermakna ketika ia mampu memberikan sesuatu bagi orang lain.

Ketika kebahagian sering dikaitkan dengan pemenuhan kebutuhan diri sendiri, penelitian ini justru membahas bahwa seseorang akan merasa “lebih hidup” ketika ia berbagi dengan orang lain. Bukan ketika ia berhasil mendapatkan sesuatu sebanyak-banyaknya untuk orang lain.

Masalahnya kita selalu terkungkung dengan pemikiran bahwa berbagi itu hanya bisa dilakukan ketika kita sudah punya materi macam uang dan kekayaan. Padahal sesungguhnya kita punya banyak hal yang bisa dibagi meski bukan dalam bentuk materi. Hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita bisa bermakna lebih ketika diberikan kepada orang lain. Apa saja itu?

Percayalah Kamu Akan Lebih Bahagia Ketika Berbagi Informasi Positif di Laman Sosial Mediamu

man-1191845_640

Dunia maya memang terkadang sudah terlalu riuh. Banyak informasi sesat nan negatif yang membanjiri lini masa kamu. Pilihannya dua, ikut dalam arus emosi itu atau kamu justru ingin menjadi secercah bahagia untuk orang lain dengan berbagi informasi yang lebih positif.

Itu memang linimasa kamu, bebas untuk mengisinya dengan apa saja. Tapi bukankah ada orang lain yang membacanya. Coba ingat dan resapi kembali, rasa bahagia yang kamu rasakan ketika membagikan informasi positif di akun sosial mediamu. Terlalu banyak hal baik yang masih perlu untuk dikabarkan. Kenapa tidak kita menjadi salah satu pembawa pesan tersebut bukan?

Meski Kamu Bukan Profesor Tak Ada Salahnya Membagikan Ilmu yang Kamu Punya

memasak

Tak semua orang butuh ilmu tentang cara membuat roket. Tidak juga semua orang perlu rumus jitu matematika. Terkadang solusi sederhana terhadap masalah sehari-hari justru sangat bermanfaat buat orang lain.

Karena itu, kenapa tidak kamu membagikan resep sarapan yang kamu kuasai. Kenapa juga tidak kamu bagikan tips menghilangkan bau mulut yang kamu tau. Sesungguhnya pengetahuan yang kamu miliki itu banyak. Dan kamu bisa menjadi lebih bahagia karena membagikannya dengan orang lain. Semua orang pasti punya ilmu tanpa terkecuali. Jadi kenapa kamu harus menunggu.

Walaupun Cuma Tempat Duduk di Kendaraan Umum, Tapi Maknanya Besar untuk Orang Lain

bangku bus

Kamu pernah dengar kampanye gantian duduk yang dikampanyekan Tegar Mardhika? Ia adalah salah satu pengguna commuter line daerah Jabodetabek dan juga penggagas gerakan gantian duduk. Konsepnya sederhana, mengajak para pengguna kereta Jabodetabek untuk memberikan tempat duduknya secara bergantian.

Yup, berbagi memang bisa sesederhana itu. Tapi manfaatnya bisa jadi sangat besar buat orang lain. Kita pasti paham situasi kendaraan umum di Indonesia, umumnya belum senyaman di luar negeri. Karena itu memberikan tempat duduk kita agar bisa digunakan orang yang lebih membutuhkan adalah hal yang istimewa. Tak cuma di kereta, kamu yang di bus umum juga bisa melakukan hal ini bukan?

Tegur Sapa Tak Sekedar Basa-Basi, Ia Punya Makna yang Lebih Dalam

orangtua foto

Mungkin mengucapkan salam, menanyakan kabar menurutmu sesuatu yang penuh basa-basi. Tapi sesungguhnya hal itu bisa berarti banyak untuk orang lain. Sapaanmu bisa kamu bagikan untuk mencerahkan hari mereka.

Apalagi untuk kamu yang tak lagi tinggal serumah dengan orang tua. Kapan terakhir kali kamu menyapa mereka? Sudahkan menanyakan kabarnya, sehatnya, bahagianya? Sisihkan sedikit saja waktumu untuk diberikan kepada mereka. Sapalah orang tuamu.

Menyediakan Telinga Dan Hatimu untuk Mendengarkan, Pengaruhnya Besar Untuk Orang Lain

pasangan

Cobalah belajar untuk menjadi pendengar yang baik. Mungkin ini terkesan sebagai sebuah tindakan pasif, padahal sebenarnya tidak. Ketika kita memilih mendengarkan orang lain, pada saat itu kita telah memberikan dan membagikan perhatian kepadanya.

Banyak sahabat-sahabat di luar sana yang merasa sendirian dan sepi hanya karena merasa dirinya tidak pernah didengarkan. Karena itu, sediakanlah waktumu untuk mendengarkan cerita mereka. Tak perlu untuk segera memberikan solusi atau tanggapan, karena terkadang yang mereka butuhkan hanyalah didengar.

Segurat Senyum Kamu, Bisa Berarti Dunia dan Seisinya untuk Orang Lain

senyum listerine

Kadang kala kamu tersenyum karena bahagia, tapi tak jarang kamu bahagia karena tersenyum. Ya, tahukah kamu kalau senyum itu menular? Hal ini terjadi karena bagian cortex otak manusia yang berpengaruh terhadap senyuman, bersifat otomatis ketika merespon senyuman orang lain yang tulus.

Seburuk apapun hari seseorang, sulit baginya untuk tidak ikut tersenyum ketika ia melihat orang lain tersenyum. Bisa kamu bayangkan apa yang terjadi ketika kamu memilih membagikan senyuman kepada orang lain. Seketika itu pula secara tanpa bisa ditolak, orang tersebut akan membalas senyumanmu. Secara berantai kamu akan melihat senyum balasannya, dan akan mempengaruhi kebahagianmu lagi dan secara tak sadar membuatmu makin tersenyum.

Tak cuma berhenti sampai di situ. Ternyata senyum kamu juga bisa membantu saudara kita yang membutuhkan bantuan loh. Karena di bulan Ramadan, LISTERINE® mempunyai aktivitas bernama #BerbagiSenyum. Aktivitas apa itu?

Ada beberapa dari kita yang tidak bisa tersenyum dengan baik, seperti anak-anak dengan bibir sumbing. Untuk mengembalikan senyuman mereka, LISTERINE® mengajak kamu untuk ikut dalam kampanye #BerbagiSenyum di sini. Hanya dengan senyuman kamu, anak-anak dengan bibir sumbing di Indonesia bisa menjalani operasi. Sehingga mereka bisa tersenyum seperti kamu.

Yuk, sekarang adalah saatnya kamu untuk membagi senyuman untuk anak-anak dengan bibir sumbing. Senyum kamu akan sangat berarti untuk mereka!


Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

5 Bantahan Terhadap Argumentasi Konyol Penolak Vaksin MR

Kamu termasuk yang mana, pendukung vaksin MR atau mereka yang menolak? Yup, dalam satu bulan terakhir dunia maya dibuat berisik soal urusan Vaksin MR ini. Tak percaya? Google bahkan menangkap kenaikan hingga lebih 1000 persen perbicangan soal ini. Penyebabnya apa? Tak lain karena menguatnya debat antara para pendukung vaksin dan mereka yang anti vaksin tadi.

Masing-masing punya argumen. Tapi ini soal kesehatan yang sudah selayaknya tak dijadikan bahan debat apalagi cuma jadi penghias gadget dan linimasa semata. Karena Vaksin MR itu diperlukan untuk menghindari penyakit Rubella yang bisa menyebabkan cacat bisu, tuli, kebutaan, kelainan jantung dan komplikasi lainnya.

Sementara Campak pada anak-anak gejalanya kesannya ringan tapi komplikasinya yang berbahaya bisa diare berat, menyerang sistem syaraf, kejang-kejang dan mungkin kebutaan dan kematian.

Mengerikan bukan? Lantas kenapa masih saja ada yang menolak vaksin MR ini? Karena mereka punya alasan yang sesungguhnya sudah bantahannya.

Rubella Dibilang Bisa Disembuhkan Menggunakan Obat Alami Dan Herbal, Faktanya?

Sebetulnya mereka yang anti vaksin itu bukan berarti gagah berani dan merasa tak mungkin anaknya terkena penyakit rubella dan campak. Tapi mereka berani tidak ikut vaksin karena merasa bahwa anaknya tidak akan terkena penyakit itu selama kesehatannya dijaga. Dan kalaupun terkena bisa disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan herbal macam madu atau jintan hitam

Padahal faktanya penyakit Rubella itu disebabkan oleh virus yang bisa menular jika korban dalam kondisi seperti apa pun. Dan fatalnya mereka yang sudah terkena penyakit ini tidak ada obatnya. Pernyataan ini bukan asal comot karena dokter dan mereka yang fokus dibidang medislah yang menyatakan ini.

Bahkan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek juga menegaskan hal ini bahwa penyakit campak (measels) dan rubella bila sudah terkena anak-anak akan mematikan. Menggunakan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menghindari kedua penyakit tersebut. Kalau sekelas Menteri kesehatan saja sudah menyatakan seperti ini lantas kenapa kita yang tak punya pendidikan kesehatan masih berani mengambil kesimpulan sendiri?

“Saya mengingatkan kalau terkena penyakit ini tidak ada pengobatannya. Kita hanya mencoba meningkatkan supaya gejala berkurang,” ujar Nila.

Belum Bersertifikat Halal, Bukan Berarti Lantas Haram

Nah ini yang bikin ramai kemarin. Vaksin MR dikabarkan haram dan tidak boleh digunakan oleh mereka yang muslim. Padahal informasi tepatnya, vaksin MR ini sertifikasinya sedang dalam proses pengurusan.

Analogi sederhananya begini. Ketika kita membeli mie ayam atau ketoprak yang lewat di depan rumah, pernahkah kita mencap makanan tersebut haram karena tidak ada sertifikat halalnya? Kenapa kita bisa tenang saja dan tak mempermasalahkan makanan tersebut? Kalau untuk perkara yang lebih ringan saja kita bisa melihatnya secara jernih, kenapa pulak untuk urusan mendesak macam vaksin MR kita begitu ngotot?

Apalagi urusan vaksin MR ini sebetulnya sudah tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 yang memutuskan bahwa Vaksin MR produksi Serum Institute of India (SII) diperbolehkan untuk imunisasi. Kalau sudah ada fatwa berhukum Mubah dari para ulama macam ini, kenapa masih harus ragu lagi?

Paling Konyol Adalah Tuduhan Vaksin MR Dibuat Dari Darah Pelacur

Mungkin ini tuduhan paling gila dan brutal. Disebarkan isu bahwa vaksin MR ini dibuat dari campuran darah pelacur dan darah para penjahat. Jelas ini tuduhan yang begitu sesat. Karena vaksin MR ini merupakan produk kesehatan yang harus melalui uji yang ketat. Proses berisiko seperti menggunakan darah apalagi darah pelacur dan penjahat jelas tidak mungkin dilakukan.

Vaksin MR yang digunakan di Indonesia sudah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Jadi, vaksinasi MR aman dilakukan. Vaksin ini pun nyatanya telah digunakan di lebih dari 141 negara dunia. Apa iya 141 negara itu akan diam saja kalau vaksin MR dibuat asal-asalan seperti tuduhan itu?

Efek Samping Vaksin MR Hanya Minor Dan Nyaris Tidak Dirasakan

Salah satu alasan orang tua menolak anaknya di vaksin MR adalah karena adanya isu bahwa vaksin ini bisa menyebabkan autisme pada anak. Padahal hingga saat ini tidak ada studi yang membenarkan isu tersebut.

Sementara yang benar, umumnya vaksin MR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping yang ditimbulkan cenderung umum dan ringan, seperti demam, ruam kulit, atau nyeri di bagian kulit bekas suntikan. Ini merupakan reaksi yang normal dan akan menghilang dalam waktu 2-3 hari.

Tak Bisa Egois Soal Vaksin MR, Karena Mereka Yang Tak Divaksin Bisa Menularkan

Seringnya mereka yang menolak vaksin beralasan bahwa ikut tidaknya vaksinasi adalah urusan ranah pribadi. Masalahnya untuk urusan penyakit macam campak dan rubella ini, pencegahannya hanya bisa dilakukan secara bersamaan.

Ambil contoh misalnya jika anak kita sudah divaksin, maka dia tidak akan terkena penyakit tersebut. Masalahnya jika sekelilingnya tidak divaksin, jika nanti anak kita memiliki keturunan bisa jadi tertular di dalam kandungan oleh orang lain yang tidak divaksin.

Jadi kalau masih ngotot tak mau ikut vaksinasi rasanya tepat idiom yang tersebar selama ini. Tak masalah kamu tidak mau ikut vaksin, tapi silahkan mengasingkan diri jauh-jauh dan jangan tinggal dekat kami yang memilih untuk ikut vaksinasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Rencana Sekuel Pengabdi Setan Menurut Ayu Laksmi sang Pemeran ‘Ibu’

Kesuksesan salah satu film dengan genre horor Tanah Air yang berjudul Pengabdi Setan membuat masyarakat berharap akan adanya sekuel maupun prekuel film ini. Hal ini lantaran jalan cerita yang menarik serta karakterisasi yang kuat membuat film ini masih melekat di ingatan masyarakat. Bahkan tak sedikit yang tak bisa lupa dengan sosok Ibu. Hal itulah yang membuat para penikmat film berharap akan dibuat sekuel Pengabdi Setan.

Hanya saja sepertinya para pecinta film harus gigit jari lantaran pemeran Ibu dalam film Pengabdi Setan, yaitu Ayu Laksmi mengatakan sampai saat ini belum ada informasi soal dibuat atau tidaknya sekuel film tersebut nantinya.

Ayu mengaku belum mendengar kabar tentang dibuatnya sekuel Pengabdi Setan dari pihak produksi, tetapi ia juga tak menampik jika  ingin mengambil peran jika akan dibuat sekuel Pengabdi Setan.

“Untuk film Pengabdi Setan kami belum diinfo. Saya masih menunggu apakah film ini akan dibuat yang kedua,” ungkap Ayu saat ditemui di ICE BSD, Tangerang Selatan, Minggu, 23 September 2018.

Ia pun menambahkan, “Saya sih mau (ikut ambil peran), tetapi sutradaranya akan menghendaki saya untuk terlibat di dalamnya enggak, gitu,” ucapnya.

Tak hanya itu, Ayu mengaku setelah membintangi film Pengabdi Setan, tawaran untuk memerankan film horor banyak yang berdatangan. Namun, ia belum mau menerimanya karena sengaja menunggu proyek Pengabdi Setan selanjutnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Iis Dahlia Siap Jadi Tameng bagi Putranya dari Serangan Warganet

Serangan dari warganet tak hanya dirasakan oleh Iis Dahlia. Melainkan juga sang anak, Devano Danendra saat lagu miliknya yang bertajuk “Ini Aku” dianggap melakukan plagiasi lagu milik Fiersa Besari yang berjudul “April”. Lantaran masalah tersebut, Iis sampai sigap membantu anak bungsunya. Apalagi Devano diketahui sampai putus asa melihat komentar warganet terhadap lagu barunya itu.

“Saya bilang sama Devano, ‘Dek, sosial media itu jangan terlalu diambil hati’, karena dia itu jadi kayak males. Akhirnya jadi tiba-tiba yang tadinya pengin jadi artis, dia jadi ada satu omongan kayak gini nih ‘aku bingung sekarang aku mau jadi apa’. Nah, haters ya. Lu lihat ya, awas lu kalau sampai anak gue kenapa-kenapa, gue parangin lu semua!” ujar Iis sambil tertawa di Jakarta.

Devano sendiri mengaku merasa tak enak seiring menerima banyak komentar negatif dari warganet. Dia mengatakan jadi merasa bersalah terhadap orang tuanya dan pihak label meski lagu tersebut bukan ciptaannya.

“Ya mungkin aku pada saat itu lagi seneng-senengnya mengeluarkan lagu single kedua, apalagi lagu itu soundtrack film, perasaan enggak enak itu tiba-tiba muncul. Enggak enak sama mama, enggak enak sama pihak filmnya, sama pihak label, sama Mas Fiersa,” ungkap Devano.

“Saya mengerti banget perasaan Mas Fiersa kalau misal lagu ciptaan kita dijiplak sama orang. Devano ngerti. Tapi di sini Devano belajar bahwa harus bersikap dewasa. Menyikapinya dengan dewasa,” lanjutnya.

Sementara itu, sebagai ibu sekaligus orang yang sudah memakan banyak asam garam di industri musik, Iis hanya bisa memberinya wejangan. Sebab, dalam dunia hiburan jatuh bangun dihujat oleh masyarakat adalah hal yang biasa.

“Saya bilang sama dia menjadi artis itu enggak semua orang memuja kita. Ada juga yang enggak sukanya, itu yang harus dihadapi, belajar menghadapi itu, ikhlas aja enggak usah diambil pusing apalagi diambil hati. Nanti impact-nya ke karier,” ujar Iis.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Hamish Daud Sudah Sibuk Beli Perlengkapan Bayi, Warganet Justru Menganggapnya Pamali

Pasangan Raisa dan Hamish Daud tengah merasakan kebahagiaan seiring kehamilan Raisa. Seperti pasangan pada umumnya, keduanya pun tengah mempersiapkan segala keperluan demi menyambut sang buah hati. Salah satunya yaitu dengan mempersiapkan pakaian untuk bayinya kelak. Terlihat baru-baru ini Hamish terekam dalam sebuah video saat ia tengah sibuk memilih beberapa pakaian bayi di salah satu pusat perbelanjaan.

Video Hamish yang tengah sibuk mencari pakaian sang buah hati pun sempat diunggah oleh salah satu akun gosip. Dia pun sempat terlihat bingung memilih di antara dua baju dan meminta pertimbangan baju mana yang harus dipilihnya. Hal tersebut pun menuai sejumlah reaksi dari warganet.

“Kok udah pilih baju, q aja yang belum 7 bulan blm beli ap2,” kata warganet.

“Masih kecil aja bajunya udah branded, aku mah apa tuh beli bajunya di toko tayo yang sablonnya makin lama makin ilang,” kata yang lain.

“Klo kata orang tua, pamali klo belum hamil besar udh belanja baju,” kata warganet lainnya

Menurutmu, benarkah yang dilakukan Hamish itu bisa dibilang pamali? Bagaimanapun, sah-sah saja lho bila calon orangtua hendak membelanjakan sesuatu untuk calon anaknya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top