Feature

Berbagai Macam Kelakuan Pacar yang Menyebalkan, Tapi Juga Bikin Rindu Tuk Berduaan

Kisah cinta dengan sang pacar, tak melulu tentang hal-hal bahagia saja. Selain rentetan makan malam romantis yang selalu membuatmu tersenyum manis. Ada juga hal-hal receh nan konyol hingga menyebalkan dari dirinya yang kamu panggil pacar.

Si dia mungkin memang lihai membuatmu tertawa, pintar mencairkan suasana, atau justru lebih banyak diam di depan banyak orang, tapi selalu konyol jika hanya berduaan. Nah, dari sekian banyak tingkah menyebalkannya, sebagian besar mungkin memaksamu untuk banyak bersabar. Tapi anehnya, sering membuat rindu padanya jika sedang tak bersama.

Dari semua hal menyebalkan yang selalu ia lakukan, apakah yang paling kau kenang?

Meski Sudah Diarahkan, Sering Nyasar Tiap Kali Bepergian

Coba ingat lagi deh, terakir kamu menghabiskan waktu akhir pekan ke luar kota. Sudah siap sedia jadi maps berjalan untuknya, arahan yang kamu ucapkan justru diganti dengan kesoktahuan.

“Udah, kamu tenang aja. Aku yakin ini jalannya” *tiba-tiba di depan jalan buntu.

Kesal sih, tadinya bisa sampai lebih cepat, malah berubah jadi lebih lama. Tapi dibalik kejengkelan kita padanya, hal lain yang sering membuat hati luluh adalah, sebuah pengakuan yang tak tahu benar atau bukan.

“Aku tuh sengaja ambil jalan yang salah, biar bisa berduaan di jalan sama kamu lebih lama”

Cerita Sesuatu yang Kita Pikir Tak Ia Tahu, Eh Ternyata Ia Sudah Lebih Dulu Tahu

“Aku mau cerita, jadi ternyata Dokter Well di serial Flash itu nggak baik-baik amat. Karena ternyata musuh Flash si Reverse-Flash, ya si Dokter Well. Ih Jahat ternyata”

Lalu dijawab “Ya, emang iya. Kamu baru tahu?”

Sudah susah payah menjelaskan, eh ternyata ia sudah lebih tahu lebih dulu dari kita. Dan semakin terasa menyebalkan lagi, respon yang ia berikan kerap hanyalah sebauh kalimat pendek yang menyebalkan. “Oh gitu”, “emang iya ya?” atau “udah tahu kali”.

Walau terkesan menyebalkan, entah kenapa sikapnya yang seperti inilah yang membuatmu kian cinta. Dia tak pernah bersikap lebih pandai darimu, tak suka pamer untuk apa yang ia tahu. Ya, walau ujung-ujung kamu harus akui lagi. Jika ternyata meski menyebalkan begitu, ia lebih pintar dan banyak tahu. Maka wajar kalau sering buat rindu.

Tiap Kali Serius Bertanya, Jawabannya Justru Buat Emosi Jiwa

Hayo pada ngaku aja deh, berapa ia menjawab pertanyaan dengan cara yang tak wajar. Bertanya balik, atau malah memberi balasan dengan jawaban yang tidak kita harapkan. Menghela nafas dan banyak meminta diri sendiri bersabar, mungkin satu-satu jalan menghilangkan kekesalan.

Namun disadari atau tidak, jawaban menyebalkan yang kerap ia lontarkan malah jadi sesuatu yang kita harapkan saat sedang berjauhan. Karena hanya dia satu-satunya orang menyebalkan, yang justru sering kita rindukan.  

Sering Coba Buat Ngelucu, Tapi Dia Sendiri Bingung Sama Lawakan yang Ia Sampaikan

Antara mau ketawa karena guyonannya tak lucu, atau ketawa karena tak biasanya ia begitu. Memang benar sih, itu mungkin upayanya untuk membuat kita senang atau tertawa. Tapi karena tak biasa, jadinya terkesan lucu saja. Ditambah lagi, ekspresi wajahnya yang kian membuat kita ingin tertawa.

Dan sialnya lagi, sudah susah payah untuk meyakinkannya jika apa yang ia lakukan memang lucu. Ia justru lebih tahu, jika sesungguhnya apa yang barusan ia jadikan bahan bercanda memang tak ada lucu-lucunya. Sedikit membuat bingung memang, tapi justru kadang membuat hati senang.

Kirim Pesan yang Membingungkan, Ditanya “Apa Maksudnya”, Malah Diminta “Lupain Aja”

Tanpa aba-aba :

“Aku mau nanya deh”

“Iya kenapa?”

“Eh nggak jadi deh, lupain aja”

Tuh kan, siapa juga yang tak sebel kalau sang pacar mengirimi pesan demikian. Rasa penasaran yang tadi sudah dipikirkan, berubah jadi kejengkelan yang menyebalkan. Pelan-pelan kita mulai menerka-nerka, kira-kira apa maksud si dia berkata begitu kepada kita. Walau kenyataannya, ia mungkin hanya iseng saja. Iya, iseng buat kita kesal padanya.

Tak Tahu Dapat Darimana, Panggilan yang Ia Berikan Tak Ada Kesan Spesialnya Sama Sekali

Ini bukan tentang panggilan “Honey” atau “Baby” yang terdegar manis sekali. Sebutan yang ia pakai justru kadang terdengar tak ada romantis-romantisnya. Sesuka hati memanggilmu dengan nama yang ia cari entah darimana. Tapi kamu tak pernah marah jika ia memanggilmu dengan sebutan buatannya.

Dia memang nggak panggil kamu sayang, juga nggak memberimu kalimat-kalimat puitis lain yang mungkin kamu inginkan. Tapi percaya atau tidak, tingkah-tingkah seperti itulah yang kian membuatmu senang di dekatnya, dan selalu rindu jika tak berdua.

Tak Ada Apa-apa Tapi Kasih Hadiah, Pas Ditanya Alasannya Dijawabnya “Ya Pengen Aja”

Ini sih point lain yang lebih absurd lagi. Tidak ada angin nggak ada hujan, tiba-tiba datang ke rumah bawa hadiah. Ini bukan hari ulang tahunmu, bukan juga tanggal jadian kalian berdua. Tapi sewaktu ditanya, hadiahnya dalam rangka apa. Eh katanya, “Iseng aja, lagi pengen beli hadiah”.

Tak terlalu mengjengkelkan memang, kalau yang ini mungkin masuk kategori menggemaskan. Lagipula, semua orang pasti suka mendapat hadiah dari pacarnya, yang kadang membuat diri bertanya-tanya adalah jangan-jangan ini untuk menutupi sesuatu. Untungnya kita paham, jika dia memang sering begitu.

Membelikanmu hadiah yang kamu mau, tanpa kamu minta terlebih dahulu. Tapi untuk alasannya membelikan, pasti akan selalu dijawab “Ya, lagi pengen aja, memangnya nggak boleh?” dengan ekspresi wajah yang menyebalkan. Huh

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top