Community

Berada Jauh dari Rumah Membuatku Mengerti akan Arti Rindu yang Tak Pernah Mati

Tempat ternyaman untuk pulang adalah rumah. Bagi kamu para pecari ilmu yang rela merantau jauh, pasti tahu rasanya jauh dari keluarga tercinta. Semua itu perlu kamu korbankan demi meraih kehidupan yang lebih baik di masa depan. Juga untuk membanggakan orang tua yang selama ini telah berjuang mati-matian dalam mendidikmu sampai sedewasa ini.

Kamu mahasiswa rantau, pasti sudah tahu bagaimana rasanya melewatkan masa penting tanpa keluarga. Apalagi saat kamu jatuh sakit. Atau mungkin ada hari penting bersama keluarga yang harus kamu lewatkan seperti halnya saat-saat indah di bulan Ramadan. Jika kamu renungkan, beberapa hal berikut mungkin pernah kamu rasakan selama menjadi mahasiswa rantau di bulan Ramadan.

Mungkin Ramadanmu Akan Sedikit Berbeda Tanpa Adanya Keluarga

Ramadan setiap tahunnya memanglah sama. akan selalu ada iklan religi dimana-mana. Lebih banyak orang yang berbondong-bondong beribadah bersama untuk lebih hikmat dlam beribadah di bulan Ramadan. Penjual menu buka dan sahur pun banyak ditemui di sepanjang jalanan kota.

Namun apakah tetap sama bagimu jika kamu yang biasanya berkumpul bersama keluarga, kini harus sendirian saja? Satu-satunya teman yang bisa diandalkan hanya teman kos semata. Itu pun terkadang mereka punya acara lain bersama teman kuliahnya.

Jika tidak, ada kemungkinan juga dia hanya ingin sendirian saja. Jika di rumah kamu selalu buka dan sahur bersama, makan tak bisa dipungkuri, di tanah rantau kamu akan lebih seing menghabiskan waktu dengan sendirian saja.

Jika Di Rumah Tak Perlu Bingung Memikirkan Menu Sahur dan Buka Puasa, Menumu di Kos Tergantung Uang yang Masih Kamu Punya

Di rumah, tentu kamu hanya tinggal bersantai tanpa memikirkan mau buka puasa dan sahur dengan menu apa. Semua sudah di siapkan dan kamu tinggal menyantapnya saja. Namun hal itu akan berbeda saat kamu menjadi anak rantau. Kamu harus menyesuaikan menu buka dan sahurmu dengan uang sakumu yang masih tersisa.

Selalu Ada yang Membangunkan Saat Sahur di Rumah, Sedangkan di kos, Apa Kamu Bisa Bangun Hanya dengan Alarm HP Saja?

Kamu tergolong orang yang sulit bangun? Mungkin di rumah kamu tak perlu khawatir jika kamu tak bisa bangun di saat waktu sahur tiba. Pasti aka nada salah satu keluargamu yang membangunkan.

Berbeda jika kamu menjalankan ibadah puasa di kos-kosan. Kamu hanya bisa mengandalkan alarm HP sebagai cara ampuh untuk emmbangunkanmu di waktu sahur. Masalahnya, apakah kamu bisa bangun sahur dengan bermodalkan suara alarm HP saja?

Jika di Rumah Waktu Menjelang Buka dan Imsak Ada Canda Tawa Keluarga, Apa Kamu Pun Ada Teman di Kos Untuk Sekedar Berbicara?

Jika biasanya di rumah kamu biasa menghabiskan waktu menjelang buka dan imsakmu dengan bercanda tawa bersama keluarga, mungkin hal ini akan sangat berbeda jika kamu menghabiskan bulan Ramadan di tanah rantau.

Apakah kamu yakin ada teman kos yang tetap tinggal di kos dan menjadi temanmu berbincang menghabiskan waktu menjelang buka puasa dan imasak? Mungkin jarang aka nada teman kos yang tinggal diam di tempat kos. Kebanyakan dari mereka pun punya acara sendiri ngabuburit di luar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Apa yang Harus Kita Lakukan, Saat Orangtua Tak Kunjung Memberi Restu atas Hubungan

Percayalah, jika hubunganmu bukanlah jalan tol yang bisa bebas dari hambatan. Beberapa kali, kamu akan bertemu kerikil tajam yang bisa menganggu hubungan. Dan salah satunya adalah restu dari orangtuamu atau orangtua si pacar.

Perkara ini jelas jadi mimpi buruk bagi sebagian besar pasangan. Karena biar bagaimanapun, titik akhir yang akan jadi tujuan hubungan tentulah pernikahan yang jelas butuh restu dari orangtua. Melepas dia yang kita cintai tentu tak mudah, tapi melawan apa kata orangtua juga adalah dosa. Lantas kita harus apa?

Awali dengan Memberi Orangtua Pengertian, Yakinkan Jika Pacar adalah Sosok yang Memang Kita Butuhkan

Perbedaan pola pikir pada orangtua, sering jadi pemicu tak mengalirnya restu atas hubungan kita. Kamu mungkin percaya bahwa si pacar adalah sosok yang memang pantas diperjuangkan. Sedangkan orangtua sering berpikir bahwa kita tak akan bisa hidup bahagia denngannya.

Jangan dulu buru-buru marah, sebab hal terpenting yang perlu diupayakan adalah memberi pengertian pada ibu dan ayah di rumah. Sampaikan pada mereka, jika perempuan atau laki-laki  yang sekarang jadi pacarmu adalah sosok pendamping yang sesungguhnya kau butuh.

Setelah babak ini, selanjutnya hanya akan dua kemungkinan yang bisa kita dapatkan. Direstui karena akhirnya orangtua percaya, atau tetap tak memberi restu dan meminta kita memutuskan hubungan dengan pacar saat itu juga.

Namun Jika Tetap Tak Mendapat Restu, Percayalah Kamu atau Dia Bisa Bahagia Meski Tak Bersama

Tahu lebih cepat jika restu tak akan kita dapat, jauh lebih baik daripada terus menjalani hubungan tanpa ada tujuan. Karena biar bagaimanapun, perihal restu selalu jadi perkara besar yang akan berpengaruh pada hubungan. Maka ketika sudah tahu jika ayah dan ibu tak setuju, ada baiknya jika persoalan ini buru-buru diobrolkan dengan pacarmu.

Cari titik tengah yang bisa jadi jalan keluar dari masalahmu, beri si dia pengertian jika hubungan kalian tak bisa dilanjutkan. Tekankan pula, jika keputusan ini mungkin jadi akhir dari hubungan. Tapi kita berdua tetap bisa berteman, dan tetap bisa sama-sama bahagia meski tak bersama.

Yakinlah Sepenuh Hati, Apa yang Orangtua Inginkan adalah Sesuatu yang Memang Kita Butuhkan

Naluri dari orangtua adalah sesuatu yang alami. Biasanya, meski tak memberi tahu mereka. Ibu atau Ayah selalu tahu apa yang kita butuhkan. Walau kadang, pandangan mereka terhadap sesuatu hal memang tak sejalan dengan apa yang kita pikirkan. Demi mengobati patah hatimu atas restu yang tak bisa kamu dapatkan. Lebih baik isi pikiran dengan hal-hal yang bisa membahagiakan. Dan salah satunya adalah, meyakinkan diri jika keputusan yang diberikan oleh orangtua adalah jalan terbaik untuk kebahagian kita.

Bukan untuk Menciutkan Nyalimu, Patah Hati Karena Tak Mendapat Restu Bisa Mendewasakanmu

Pertambahan usia adalah sesuatu yang mau tak mau harus kita terima. Seiring dengan hal tersebut, berbagai macam penolakan dan kesedihan dalam hidup, tentu akan menghampiri kita. Dan salah satunya adalah ketika cintamu tak mendapat restu dari orangtua.

Hatimu mungkin patah, jiwamu pun pasti terluka. Sebab cinta yang selama ini kau percaya harus berakhir hanya karena terhalang restu orangtua. Tapi, ini bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Sebab mampu menghadapinya justru jadi kekuatan tersendiri yang kelak membuktikan bahwa kamu adalah orang yang bijaksana. Mampu melepas cinta demi nasihat orangtua.

Sebab mengesampingkan ego tentu tak mudah, dengan kata lain kamu berhasil membuktikan bahwa dirimu memang sudah dewasa.

Setelah Cukup Kuat, Beranikan Diri untuk Membuat Hati Pada Cinta yang Lain Lagi

Perjalan cerita hidup terus berjalan, begitu pula dengan kisah cinta yang harus tetap kamu jalankan. Jangan jadikan patah hati membuatmu tak mau membuka hati. Karena bisa jadi dihalangnya restu memang jadi jembata lain yang kan mempertemukanmu dengan cinta yang sejati.

Move on memang terdengar klise, tapi ini adalah satu-satunya cara yang harus kamu lakukan agar bisa bangkit dari keterpurukan hubungan. Namun seseorang yang sudah dewasa, harusnya paham bagaimana cara berlapang dada untuk menerima semua kenyataan yang ada.

Restu memang jadi sesuatu yang rumit, tapi cobalah untuk selalu ingat ini. Sekuat apapun kamu menolak, dia yang ditakdirkan untukmu tetap akan menghampirimu Dan sebaliknya, sekuat apapun kamu menahannya, dia yang tak tercipta untukmu pasti akan pergi meninggalkanmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Laudya Cynthia Bella Tertantang Dalami Peran dengan Dialog Bahasa Padang

Untuk kali pertama, dua rumah produksi film yaitu Falcon Pictures dan Starvision bekerjasama untuk menggarap sebuah film berjudul Buya Hamka. Film tersebut bercerita tentang kehidupan seorang pahlawan nasional, Haji Abdul Malik Karim Amrullah, atau yang lebih dikenal dengan Buya Hamka.

Sosok Buya Hamka akan diperankan oleh aktor Vino G Bastian. Dua artis papan atas Indonesia lainya yakni Laudya Cynthia Bella dan Desy Ratnasari juga ikut terlibat. Menariknya, film ini menggunakan bahasa Padang, sementara Bella dan Desy lahir dan besar di lingkungan adat Sunda. Bagi keduanya, tentu bahasa jadi kendala utama.

“Tantangannya tentu bahasa. Saya biasa gunakan bahasa Sunda dan di sini saya jadi orang Padang,” tutur Desy seperti dikutip Viva.co.id.

Hal itu juga yang dirasakan Bella, perempuan Bandung itu mengungkapkan bahwa ia sangat kesulitan berdialog menggunakan bahasa Padang.

“Bahasa doang yang susah, karena kalau bahasa dihapal mudah yah, tapi ini bahasa dibuat dialog sulit ya, untuk jadi rasa ke hati itu connect itu butuh waktu yang panjang butuh waktu yang banyak,” ucap Bella.

Waktu reading yang dirasa sangat sebentar, juga membuat Bella kesulitan untuk memahami bahasa Padang dengan baik.

“Sementara aku reading hanya sekitar 20 hari dan menurut aku kalau bisa milih pilih please satu bulan lagi readingnya,” tutur dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Fokus di Dunia Akting, Zara Vakum Sementara dari JKT48

Aktris muda Adhisty Zara mengatakan jika dirinya sementara vakum dari grup idola JKT48 lantaran keinginanya untuk fokus pada dunia akting.

“Sebenarnya enggak ditinggalkan, cuma aku vakum dari JKT48 sebentar karena kita enggak bisa fokus melakukan dua kegiatan barengan,” kata Zara seperti dikutip dari kompas.com, Selasa (26/5).

Zara JKT48, demikian ia biasa dikenal sejatinya tak ingin menekuni dua bidang sekaligus namun hasilnya tak maksimal. Ia ingin memberikan yang terbaik untuk setiap bidang yang ditekuni.

“Karena nanti hasilnya akan setengah-setengah jadi sayang juga, mendingan aku tetap sebagai member JKT48 tapi aku mungkin lebih fokus di film. Filmnya beres baru JKT48. Kalau kata aku sih bukan berarti di komplain karena justru aku bawa nama Zara JKT48 main film, bukan Adisty Zara. Itu membantu JKT48 masih ada dan anggotanya enggak cuma bisa nyanyi tapi akting,” tutur Zara.

Banyak DM yang diterima Zara agar dirinya tak keluar dari grup tersebut. Ia pun menampik isu keluar, justru ia ingin tetap akting sembari membawa nama JKT48.

Zara diketahui bermain dalam beberapa judul film yang berhasil mendapatkan lebih dari satu juta penonton seperti Dilan 1990, Dilan 1991 dan Keluarga Cemara. Kini dara berusia 15 tahun itu akan kembali terlibat dalam penggarapan film horor arahan sutradara Kimo Stamboel berjudul Ratu Ilmu Hitam.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top