Feature

Benarkah Cinta Tak Harus Memiliki?

Mencintai artinya bisa memiliki, berkeinginan untuk terus bersama, selalu ada saat ia susah, hingga jadi orang pertama yang selalu ia cari setiap kali membuka mata. Ya, ini adalah cinta dari kacamata mereka yang mungkin bisa bersama. Sedang pada beberapa tempat, ada pula pihak-pihak yang berkata jika merelakan ia bahagia pun termaksud bagian dari cinta. Tak memaksanya bersama kita, karena katanya cinta tak selalu harus memiliki.

Tapi, benarkah begitu?

Maaf nih, bukan mau terlihat paling paham urusan perasaan, tapi bukankah cinta selalu datang bersamaan dengan rasa ingin melindungi dan menjaga? Lalu, kalau begitu, masihkah kamu bisa bilang jika cinta tak harus memiliki? Hem, kurasa ada yang perlu diperiksa pada hatimu.

Menjaganya Jadi Bagian dari Cinta, Lantas Bagaimana Kamu Melakukannya Kalau Tak Memilikinya?

Saat kamu mencintai seseorang, segala harapan yang berbau kebaikan akan lahir dengan sendirinya. Pelan-pelan kamu akan berharap dirinya selalu bahagia, mendapat kebaikan, hingga bisa berada disampingmu selamanya, tanpa harus melirik manusia yang lain. Lalu pada masa-masa tertentu, lain dari harapanmu. Ia berpaling, berpindah pada hati lain. Berpikir bahwa itu bukanlah salahnya, bukan pula salahmu. Dengan enteng, kau berkata bahwa tak apa dia bersama yang lain, aku tetap cinta. 

Bukan sedang ingin meremehkan perasaanmu, tapi ketika kamu diam dan mengaku masih tak ada rasa cemburu melihatnya dengan orang lain. Barangkali sedari awal kamu memang tak pernah mencintainya, sebagaimana katamu. Sebab, siapapun itu orangnya, selalu akan merasa kecewa kala tak lagi bisa menjaga sosok yang dicintainya.

Memberimu Rasa Nyaman Karena Bersama, Lalu Bagaimana Bisa Kalau Kau Tak Didekatnya?

Pendeknya mungkin begini, mantan pacar yang sudah bertahun-tahun kamu cintai. Mendadak pergi dengan perempuan atau laki-laki lain. Meninggalkanmu karena tak lagi sejalan, lalu datanglah kamu dengan sebuah pernyataan “turut bahagia”, meski tak lagi bersama. Padahal segala hal yang datang dari cinta, hanya bisa dirasakan nyata jika hati dan rasanya bisa kau dekap kapan saja.

Beberapa pasangan memang tak selalu bersama, tapi masih saja saling cinta dengan begitu hebatnya. Tapi, bukan berarti mereka juga rela kala salah satu darinya pergi untuk pihak lain. Namanya ditinggalkan, pasti sedih kan? Tapi berkata masih tetap mencinta ketika orangnya sudah meninggalkan kita, rasanya bukanlah sesuatu yang benar adanya.

Jangan-jangan Kamu Memang Tak Pernah Benar-benar Cinta?

Untuk cinta yang kau suarakan, ada beberapa hal yang juga perlu dipahami. Tentang masuk ke dalam bentuk cinta seperti apakah rasa sayangmu. Apakah cinta sebagai seorang kawan, layaknya saudara, atau rasa khusus untuk dijadikan pacar. Seseorang bisa berkata cinta pada seorang teman, dan memang tak berharap untuk memilikinya. Namun, untuk dia yang katanya dicintai dan disayangi layaknya pasangan, pastilah selalu ada dorongan untuk memilikinya. Tak hanya hatinya saja, tapi juga dengan raga miliknya.

Dalam artian, cinta untuk seorang pasangan selalu disertai dengan ambisi untuk memilikinya secara utuh, bukan hanya hatinya saja, bukan pula hanya raga miliknya saja. Lalu, jika katamu cinta pada pasangan atau pacar, tak apa jika tak memilikinya. Rasanya perlu ditanya, bagaimana letak cintamu yang sesungguhnya?

Karena Berkata Sayang Tanpa Memilikinya, Jelas Tak Akan Mudah

Tanpa berniat menyamakan kedudukan seseorang manusia dengan sebuah barang, namun keinginannmu untuk mencintai satu benda kesukaan selalu datang ketika kamu sudah berhasil memilikinya. Menjamahnya dalam bentuk yang bisa dipegang, dilihat dalam posisi kenyataan, hingga selalu bisa bersama dalam berbagai kesempatan.

Selanjutnya mari bayangkan jika benda tersebut tak bisa kamu lihat, tak bisa kamu pegang, dan tak lagi ada disampingmu. Masihkah kau akan berkata kau tetap mencintainya? Begitu pun perasaan sayang pada seseorang. Bisa dibilang, ini jadi salah satu bentuk kebohongan terhadap diri sendiri. Bersikap seolah mampu tetap mencintai walau tak bersama lagi. Padahal isi hatimu sedang meringis, karena akhirnya ia memilih pergi.

Barangkali Ketidakmampuanlah yang Memaksa Kita untuk Rela Berkata “Cinta Tak Harus Memiliki”

Alih-alih berusaha untuk tetap bersama, kamu justru mencari jalan pintas untuk tetap terlihat tegar dan bijaksana. Berkara bahwa cintamu masih sama, meski si dia sudah pergi dengan pasangan barunya. Baik memang jika ternyata kamu bisa mencintainya walau sudah tak lagi terhubung dalam satu ikatan pasti, meski hanya dirimulah yang tahu bagaimana perasaanmu yang sesungguhnya.

Berhenti untuk terus membohongi hati, karena setiap cinta yang benar pastilah disertai dengan keinginan untuk bersama. Saling menggenggam dan memiliki satu dengan yang lain, kecuali kamu memang tak bisa memintanya untuk tetap tinggal dan dia tak lagi punya alasan untuk bertahan. Maka wajar, jika akhirnya kamu akan berkata demikian.

Bukan karena “cinta tak harus memiliki”, tapi dirimu tak punya kemampuan untuk tetap menahannya bersama lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Aku Siap Hidup Susah, Tapi Harusnya Lelakiku Tak Akan Membiarkannya

Fakta tentang menjalani hidup berdua dari titik terendah sampai mas-masa bahagia. Tentu terdengar begitu manis di telinga. Dipercaya jadi bukti nyata dari cinta, beberapa lelaki akhirnya berpikir bahwa perempuannya haruslah mau diajak susah. Kalau tidak, itu artinya dia tak benar-benar cinta.

Eits, tunggu dulu sayang. Aku rasa kamu perlu berpikir sebentar. Tentang bagaimana ayah dan ibuku susah payah membuatku bahagia. Lalu sekarang, tiba-tiba kamu datang untuk mengajak hidup susah. Ini bukan perkara cinta atau tak cinta. Tapi lebih ke bagaimana kesiapanmmu untuk hidup berdua. Karena jika memang benar-benar sayang, kamu tentu akan selalu membuatku bahagia, bukan malah mengajak hidup susah.

“Kita ngontrak dulu ya, sembari nyicil rumah” jauh lebih terdengar bertanggung jawab daripada “Mau beli rumah gimana, hidup juga masih gini-gini aja”. Kalau sama kemampuan diri sendiri saja kamu sudah tak percaya, bagaimana bisa bertanggung jawab atas hidup kita nanti? 

Disamping itu, aku pun tahu jika segala sesuatu butuh proses. Sebelum bisa duduk bersantai di akhir pekan, kita berdua mungkin akan kerja keras, walau di hari libur, demi kebutuhan lain yang sudah menunggu. Tak apa, kupikir ini memang akan jadi bagian dari proses yang harus kita jalani bersama. Tapi, berbeda cerita, jika ajakan hidup susah bersama kamu sampaikan karena kesalahan dalam membuat keputusan. Bukan tak cinta atau tak siap menderita, tapi diriku berhak untuk menolaknya.

Tak perlu terburu-buru, kita masih punya waktu untuk mengatur dan mempersiapkan semuanya terlebih dahulu. Lagipula, hidup berdua bukan perkara mudah. Sebab cerita kita bukan hanya tentang bahagia saja, ada sekelumit cerita sedih yang juga bisa menghampiri diri kapan saja. Untuk bisa siap menghadapinya, kita butuh kuda-kuda yang tak sekedar kata ‘pasrah’ dan ‘jalani saja’.

Tak ada yang mengejar kita. tak juga diminta oleh keluarga agar segera menikah. Lantas apa yang kau jadikan alasan untuk menikah dalam waktu dekat? Lupakan puluhan undangan yang sudah datang tiap akhir pekan. Tak semua pencapaian orang harus kita jadikan patokan. Membangun bahtera hidup berdua adalah perkara besar. Ada ribuan kesiapan yang harus direncanakan dengan cepat dan perlahan.

Serupa denganmu, aku pun percaya jika rejeki bisa datang kapan saja. Tapi disamping itu semua, kita juga perlu menjalankan logika. Berpikir rasional untuk segala kemungkinan. Sebab, sebuah persiapan matang saja masih bisa berjalan melenceng dari rencana, apalagi yang tak ada persiapan apa-apa?

Rasa sayang dan cintaku tak perlu kamu pertanyakan, tapi jika kamu datang untuk memintaku mengiyakan ajakan hidup susah. Kupikir aku punya hak untuk menolaknya!

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Di Film Chapter 3-nya, John Wick Makin Gila

Kalian yang sudah menonton 2 seri film sebelumnya, pastilah setuju jika sekuel ‘John Wick’ jadi salah satu film laga terbaik yang pernah ada. Tak banyak basa-basi, keseruan yang ditampilkan berjalan dengan euforia ketengangan yang cukup mengesankan. Baku hantam tanda ampunan, barangkali itu jadi sesuatu yang akan melekat di ingatan.

Keanu Reeves, seorang pembunuh bayaran kelas kakap yang sedang berusaha untuk pensiun. Jadi pesona yang akan membuat semua orang jatuh cinta pada John Wick. Setelah proses syuting yang sudah dirampungkan tahun lalu. Trailer film ketiganya, baru saja dirilis pada Kamis (17/1) lalu. Selain membuat diri makin tak sabar, cuplikan dari trailer ini memperlihatkan satu adegan yang cukup membuat orang penasaran. Yap, John Wick bakalan naik kuda untuk menghajar para pembunuh yang ingin mematikannya.

Mengusung judul John Wick: Chapter 3 – Parabellum, seri ini akan dimulai dari lanjutan film sebelumnya. Ketika John dikeluarkan dari organisasi pembunuh bayaran yang selama ini jadi tempat ia bekerja. Resikonya? Siapapun diperbolehkan untuk merenggut nyawanya. Bahkan ada imbalan 14 Juta Dollar, untuk yang berhasil membunuhnya.

Tapi bukan John Wick namanya, kalau tak bisa melawan semua pasukan yang menghadangnya, termaksud aktor laga tanah air yakni Cecep dan Yayan Ruhiyan. Ya, walaupun pasti ada beberapa adegan yang akan membuatnya berdarah-darah juga.

Masih disutradarai oleh Stahelski, bisa dipastikan John bakalan tetap hidup dan melawan semua orang. Lagipula, kali ini, John Wick akan dibantu oleh Sofia (Halle Berry), pembunuh bayaran yang ingin John tetap hidup. Nah, akan bagaimana aksi mereka. Silahkan saksikan sendiri tanggal 17 Mei 2019 nanti. Sekarang tonton trailernya aja dulu. 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Terlalu Lama Menjomblo, Membuat Kamu Kian Dekat dengan Hal-hal Ini!

“Sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu lama aku asyik sendiri”

Mungkin lirik lagu tersebut sangat cocok untukmu yang sudah lama menghabiskan waktumu seorang diri. Terlalu lama menjomblo ternyata juga tak baik loh untukmu. Terlebih jika akhirnya kamu sudah benar-benar terbiasa dan asyik dengan kesendirianmu itu. Bahkan nih, dari  hasil beberapa penelitian. Sendiri kelamaan, bisa memicu kematian. Untuk itulah, kamu disarankan segera mencari pacar.

Akan tetapi, sebelum beranjak untuk menebarkan pesonamu. Kami ingin mengajakmu menyadari beberapa hal yang selama ini kamu alami. Iya, kamu alami selama sendiri tanpa kekasih.

1. Merasa Kaku Saat Berkenalan dengan Orang Baru

Karena kamu sudah terlalu lama sendiri, akhirnya kamu pun tak terbiasa dengan kehadiran orang baru dalam kehidupanmu. Kamu pun akan terkesan canggung saat bertemu dengan orang baru. Akhirnya akan sulit untuk orang lain mendekat padamu karena tidak nyaman dengan sikap canggungmu itu.

Bukan tak mau membuka diri, hanya saja ada sedikit keraguan yang masih menghiasi pikiran. Semacam pertanyaan kurang percaya diri, karena sudah lama menyendiri.

2. Banyak Temanmu yang Akhirnya Menyerah untuk Mencarikanmu Pendamping

Temanmu pun ingin melihatmu memiliki pendamping. Mereka berusaha mengenalkanmu dengan kenalannya dengan maksud siapa tahu dia bisa cocok denganmu. Namun karena sikapmu yang cenderung cuek, akhirnya teman-temanmu pun menyerah untuk mencarikanmu pendamping. Bahkan setelah upaya  yang mereka perbuat, tak sedikit pula yang akhirnya merasa kesal padamu.

“Lu maunya pacar yang kaya gimana sih?” 

Sering mendengar kalimat ini? Ya, kadang kamu merasa terharu pada teman-teman yang sibuk mencarikanmu pacar baru. Namun juga sering merasa lucu, kenapa mereka sesibuk itu. Karena bisa jadi kamu sendiri masih menunggu dan tak mau terburu-buru.

3. Padahal Kamu Merasa Bahwa Cinta Bukanlah Hal yang Penting untuk Dipikirkan

Kondisi kesendirianmu yang sudah terlalu lama akhirnya juga memengaruhi pola pikirmu pada makna cinta itu sendiri. Kamu mulai merasa bahwa cinta bukanlah suatu hal penting untuk kamu pikirkan. Ada hal penting lain yang harus lebih dulu kamu dahulukan dibandingkan hanya untuk sebuah cinta. Dan barangkali inilah sebabnya, mengapa kamu masih betah sendiri sampai sekarang.

4. Bisa Jadi, Kamu Merasa Jauh Lebih Baik Saat Sendiri

  

Bisa dibilang kamu sudah cukup nyaman dengan kesendirianmu. Kamu justru tak tertarik meskipun melihat banyak temanmu yang selalu bersama dengan pasangannya. Kamu cenderung asyik dengan duniamu sendiri. Menikmati hobi dan belajar hal baru lebih banyak lagi. Selalu  jadi sesuatu yang lebih menyenangkan daripada harus buru-buru mencari pacar. Walau pada beberapa orang, ini hanyalah sebuah alasan atas ketidakmampuan. Upss…

5. Kamu Sudah Kebal dengan Komentar dan Pertanyaan Orang Terkait Status Single-mu

Mungkin di awal kamu sempat memikirkannya. Namun karena kamu sudah cukup lama sendiri dan menikmati kesendirian itu, akhirnya kamu pun mulai kebal dengan banyaknya komentar dan pertanyaan orang lain terkait dengan statusmu yang masih saja sendiri sampai saat ini.

Jadi pertanyaan semacam “Sendiri mulu, berduanya kapan?”, tak lagi jadi sesuatu yang menyinggung perasaan. Ini lebih terdengar jadi sebuah basa-basi dalam membuka obrolan. Ya, walau kadang-kadang ada juga yang merasa jadi beban. Tergantung bagaimana kamu menyikapinya.

6. Setiap Kali Ada yang Mendekati, Ada Serangkaian Cerita yang Sudah Kamu Persiapkan

Padahal kamu belum tahu pasti. Namun saat ada orang yang mendekatimu kamu akan dilanda kecemasan dan kepanikan. Kamu mulai berpikir keras akan tujuannya mendekatimu, ingin sekedar bermain-main atau benar-benar ingin serius. Hingga akhhirnya, ketakutakan dan kekhawatiran itu membawamu pada keputusan, akan hal-hal yang ingin dilakukan.

Kamu mulai berandai-andai, jika si dia nanti akan melakukan sesuatu apa yang perlu kamu persiapkan untuk merespon tindakannya itu. Sering membuatmu cemas tak karuan, tapi setidaknya kamu merasa tenang jika ada sesuatu yang sudah dipersiapkan.

7. Kamu Menciptakan Tembok yang Semakin Tinggi Karena Keinginanmu untuk Melindungi Diri

Tujuanmu memang ingin melindungi dirimu. Namun tanpa kamu sadari, lambat laun justru tembok yang kamu bangun untuk berlindung semakin tinggi. Akhirnya akan sulit untuk seseorang bisa mejangkau tempatmu berada. Nah, untuk yang satu ini tak selalu sepenuhnya salah. Biar bagaimanapun ini adalah upaya perlindungan untuk diri sendiri.

Dengan kata lain, kamu bisa lebih memilah orang-orang seperti apa yang nanti akan berada di dekatmu. Sehingga patah hati atau disakiti yang dulu pernah terjadi, tak akan terulang kembali. Nah, dari beberapa hal yang tadi sudah dijelaskan. Mana yang saat ini sedang kamu rasakan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top