Feature

Benarkah Cemburu Adalah Penyakit? Ini Ulasannya!

Cemburu adalah hal yang lazimnya ada dalam hubungan antara laki-laki dan wanita dengan sebuah komitmen didalamnya . Bahkan sebagian besar orang  beranggapan bahwa cinta dan cemburu adalah dua hal yang sulit untuk dipisahkan. Dengan kata lain ada orang yang berpikiran bahwa cemburu adalah tanda dari cinta yang sebenarnya. Benarkan hal itu? Lalu bagaimana dengan orang yang mencemburui  pasangannya hingga pada taraf yang sangat menganggu, bahkan malah meyebabkan keretakan hubungan ? Nah, ulasan di bawah ini akan memberi jawaban yang tak terduga untukmu.

Cemburu Yang Berlebihan Adalah Bukti Ketidakpercayaanmu Pada Pasangan

Selama ini cemburu selalu dianggap perasaan yang memiliki kedudukan sejajar dengan bahagia, sedih atau kecewa. Cemburu juga dianggap sebagai sebuah rasa yang lumrahnya mengiringi cinta. Bahkan ada orang yang beranggapan bahwa  cinta tak akan bisa menjadi utuh tanpa rasa cemburu. Namun sebenarnya cemburu yang berlebihan adalah bukti ketidakpercayaanmu pada pasangan.

Kamu Boleh Saja Cemburu, Asalkan Masih Dalam Batasan Wajar. Jika Tidak, Siap-siap Saja Tersiksa Dalam Penjara Prasangka Rekaanmu Sendiri!

Cemburu yang berlebihan akan berujung pada tindakan yang berpotensi mengganggu kehidupanmu dan juga orang yang menjadi objek cemburumu itu. Rasa cemburu yang berlebihan hanya akan memenjarakan kamu dalam pikiran dan prasangkamu sendiri. Duniamu pun hanya berpusat pada objek cemburuanmu itu. Bahkan kamu bisa melupakan mimpi dan ambisimu. Kalau sudah begini, bukan saja hidup kamu yang jadi tak tenang, akan kian sulit pula untuk mencapai tujuan hidupmu. Bahkan bukan tak mungkin hubunganmu dengan dia yang kamu cintai akan jadi berantakan hanya karena dirimu yang yang mencemburuinya berlebihan.

Apakah Cemburu Bisa Dianggap Sebagai Penyakit? Ini Ulasannya!

Setujukah kamu jika cemburu dianggap sebagia suatu penyakit? Eits… jangan buru-buru menyangkal. Ilmuwan Italia dari University of Pisa telah menemukan bagian dari otak manusia yang mampu menghasilkan perasaan luar biasa seperti cemburu, saat bagian tersebut mendapat pengaruh. Respon dari bagian otak tersebut juga bisa ditemukan pada otak manusia dengan kecanduan alkohol, skizofrenis dan penyakit parkinson. Dapat diketahui bahwa penyakit yang mempengaruhi otak tersebut disertai gejala cemburu.

Menurut Penelitian Sebenarnya  Cemburu Adalah Penyakit Patologis

Bagian otak yang dipelajari ilmuwan itu meliputi prefrontal cortex. Bagian otak ini memiliki tugas untuk mengatur perasaan, seperti rasa bersalah dan empati. Cemburu juga terkoneksi dengan daerah lain di otak, yaitu amygdala yang memegang kendali pada ketakutan dan kecemasan. Bahkan menurut ilmuwan, cemburu sebenarnya adalah sebuah panyakit patalogis, yang lazim disebut “Othello Syndrome”, seperti dilansir dari Geniusbeauty, Rabu (6/2/2013).

Bahkan Cemburu Bisa Menjadi Obsesi Yang Berbahaya. Dari Bunuh Diri Hingga Pembunuhan

Seorang pemimpin penelitian yang juga seorang neuropsychiatrist, Donatella Marazzi menyatakan bahwa cemburu tidak datang sengan sendirinya. Cemburu disebabkan oleh ketidakseimbangan biokimia pada  tubuh. Bahkan cemburu pun menjadi obsesi yang berbahaya. Bahkan menurut peneliti, cemburu dalam bentuk ekstrim dapat memprovokasi konsekuensi mengerikan yang dapat mendorong seseorang untuk melakukan bunuh diri bahkan pembunuhan.

Pada Akhirnya Belajar Percaya Pada Pasangan Adalah Hal Terbaik Yang Bisa Kamu Lakukan

Jika melihat akibatnya yang tidak lagi bisa dianggap main-main itu, mencoba mengendalikan cemburu adalah hal terbaik yang bisa dilakukan. Belajar percaya pada pasangan akan membuat pikiranmu jauh lebih tenang, hal ini juga akan memberi pengaruh positif psa hubungan yang tengah kamu jalani. Dengan begini, kamu pun akan tetap bisa membagi perhatian pada cita-citamu. Duniamu tak akan hanya terpusat padanya. Belajarlah untuk memahami apa yang dirasakan pasangannmu. Toh kamu juga tak akan merasa nyaman jika dia berbalik mencemburuimu terus menerus. Bukankah cinta yang sesungguhnya itu ketika dua orang saling percaya?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Simaksi Naik Rinjani Akan Pakai Registrasi Online

Sudah digodok sejak satu tahun belakangan, akhirnya prosedur pendakian Gunung Rinjani akan memakai sistem booking online per Juni 2019 mendatang. Untuk jalur pendakian, akan ada 4 jalur dibuka dengan kuota pendaki yang masih akan dibatasi.

Kepala BTNGR, Sudiyono pada Kamis (16/5/2019) kemarin menyatakan akan ada 4 jalur pendakian yang rencananya dibuka, yaitu melalui Senaru, Sembalun, Timbanuh dan Aik Berik. Dimana setiap jalur akan diberi batas kepasitas antara 100 hingga 150 orang pendaki setiap hari.

Selain itu, setiap pendaki juga akan diberi rentang waktu untuk menginap selama dua malam di areal camping yang sudah ditentukan. Namun untuk sistem pembayaran tiket simaksi kemungkinan masih menggunakan proses manual.

“Kami menggunakan booking online nanti. Jadi tetap pakai kuota begitu. Tapi bayar tiketnya kemungkinan masih manual, langsung. Sudah ada bookingnya baru bayar gitu,” jelas Sudiyono.

Sistem itu diterapkan demi efektivitas dan efisiensi pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani. Di sisi lain, reservasi online ini juga jadi salah satu hal yang akan  menguntungkan para pendaki. Karena memberi akses kemudahan untuk mengecek kuota yang tersedia hingga pembayaran tiket yang juga akan terhubung dengan beberapa metode pembayaran. Nantinya, sistem reservasi online Gunung Rinjani dapat dilakukan via web eRinjani atau melalui aplikasi berbasis android yang bisa diunduh di PlayStore.  

Saat ini, keempat titik jalur menuju puncak Rinjani masih dalam proses perbaikan. Masih tetap dengan atauran sebelumnya, setiap pendaki tidak diperkenankan untuk mencapai puncak dan mendirikan tenda di areal Danau Segara Anak. Buat yang ingin segera ke sana, bisa segera melihat jadwal libur ya. Karena kordinasi perizinan dan persiapan sistem booking online yang akan diterapkan akan mulai beroperasi pada awal Juni mendatang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Karena Penelitian Bilang: “Benci Mantan Itu Normal”

Urusan perasaan memang tak selalu bisa ditebak. Hari ini masih sayang-sayangan, besok bisa saja sudah bersikap bak tak saling kenal. Dulu ia adalah segalanya, hari ini bisa jadi kita sangat membencinya. Jangan terlalu khawatir atas perubahan hati, karena membenci mantan pacar konon adalah sesuatu yang normal.

Dikutip dari inc.com, sebuah penelitian terbaru dari Wellcome Laboratory of Neurobology meneliti para relawan yang memendam rasa benci pada seseorang, dan ternyata kebanyakan pada mantan kekasih, sebagian lain pada saingan dan figur politik terkenal. Para relawan itu kemudian dipindai otaknya.

Para peneliti menganalisis aktivitas saraf pada para partisipan saat mereka memandang foto dari orang yang paling mereka benci tersebut. Hasilnya cukup mengejutkan. Para peneliti menemukan bahwa lingkaran rasa benci dipengaruhi oleh dua bagian otak yang ada pada sub-korteks: putamen dan insula. Putamen adalah bagian pada otak yang berkaitan dengan fungsi sistem motorik juga perasaan menghina dan jijik. Insula diketahui ikut memengaruhi respon untuk menekan stimuli.

Menurut ahli neurologi dan kepala penelitian, Profesor Semi Zeki menjelaskan, “Jaringannya melibatkan area puteman dan insula yang hampir mirip dengan jaringan yang aktif saat ada gairah, perasaan romantis, dan cinta.” Dengan kata lain, jaringan di otak yang memengaruhi rasa benci sama dengan jaringan yang memengaruhi rasa cinta.

Di sisi lain, kita mungkin akan berpikir bagaimana bisa hal itu terjadi. Tapi faktanya, meski rasa cinta dan benci ini bagai dua kutub yang berlawanan, secara fisiologis keduanya saling berkaitan. Maka saat seseorang menatap orang yang dibencinya, ketika otaknya dipindai akan menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil korteks serebral yang nonaktif. Tapi ketika mereka menatap orang yang dicintainya, sebagian besar area korteks serebal yang nonaktif. Hal ini juga yang menjelaskan kenapa saat kita sudah jatuh cinta pada seseorang, kita akan sangat mudah kehilangan akal sehat.

Nah, selain hasil dari penelitian yang sudah dijelaskan di atas. Ada banyak hal lain yang juga menjadi alasan, mengapa kita membenci si dia ketika sudah jadi mantan.

Gelagat yang Tak Kita Sukai Kian Terlihat, Wajar Jika Dirinya Tak Lagi Mengangumkan

Pernah terbuai karena cinta, semua hal yang dilakukannya terlihat jadi sesuatu yang istimewa. Meski banyak kekurangan, kita kerap menggenapkan semuanya itu dengan berpura-pura tak melihat apa yang jadi kenyataan. Tapi selepas berpisah, kita jadi lebih kristis dalam menilai dia. Kekurangan yang selama ini seolah tak kita lihat, kini jadi alasan kuat untuk mantap berpisah.

Benar memang, barangkali ini dikarenakan pudarnya rasa cinta yang tadinya bersemanyan di hati kita. Putus cinta memang membuat mata kita kian terbuka, sehingga tak dan pikiran kita pun kembali aktif untuk melihat  bahwa ia memang tak pantas untuk dijadikan pasangan.

Pernah Bilang Cinta Lalu Pergi, untuk Apa Ditangisi?

Siapa sih yang tak kesal, jika seseorang yang pernah berjanji bersama mendadak pergi dan meninggalkan kita. Sekalipun alasan berpisah mungkin bukan karena dia saja, tapi selalu ada rasa kecewa yang bisa jadi amarah. Sudah berkhianat dan pergi melenggang, balasan yang paling sesuai tentulah memutus hubungan.

Tak perlu tak enak hati, hapus semua kontak yang ada. Bahkan memblokir dirinya di sosial media jadi sesuatu yang wajar untuk dilakukan. Anggaplah ini jadi salah satu bentuk kebencian atas janji yang tak lagi ia jalankan.

Sudah Tak Lagi Bersama, Tak Ada Keharusan untuk Tetap Baik Padanya

Lupakan dulu perintah berbuat baik yang jelas diajarkan agama, ini perihal perasaan. Sebab ada beberapa hal yang kadang bisa dilakukan sesuai kebutuhan. Dan untuk urusan hubungan yang sudah berakhir, bisa kita artikan sebagai tanda berakhir pula segala bentuk sikap baik padanya.

Tak perlu berpura-pura merasa biasa dengan tetap berbuat baik padanya. Jika memang kamu merasa ia berubah dan menunjukkan sikap yang tak lagi bersahabat. Membalasnya dengan perbuatan yang sama, bisa jadi jalan keluar untuk menuntaskan rasa kecewa. Setidaknya kita punya alasan mengapa harus membencinya. Selain ia sudah mengecewakan, sikapnya memang tak pantas dijadikan teman.

Lagipula Hanya Psikopat yang Masih Berteman Sama Mantan

Kamu perlu tahu, berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Justin Mogilski dan Dr Lisa Welling dari Oakland University, pada 861 orang yang diberi pertanyaan tentang alasan mengapa mereka tetap berteman dengan mantan. Hasilnya para peneliti ini menemukan perilaku menyimpang yang mencakup, sifat narsistik, sifat mendominasi, dan psikopat.

Lebih parahnya lagi, para peneliti tersebut merangkum bahwa mereka yang memiliki skor tinggi pada uji coba ini, cenderung memilih berteman dengan mantan karena ada manfaat lain yang akan menguntungkan diri sendiri. Nah, kalau ternyata mantanmu menunjukkan gelagat demikian. Perlu untuk mengatur  jarak darinya.

Tak Ada yang Salah, Seperti Pilihan untuk Mencintai Kita Juga Berhak untuk Membencinya

Untuk segala hal yang akan terjadi atas hidup kita. Diri sendiri selalu jadi pihak penentu tentang apa yang akan terjadi. Tak ada yang perlu ditakutan, selama hal tersebut baik untuk diri, lakukan saja. Tak perlu menghiraukan orang lain yang mungkin menyarankanmu untuk tetap bersikap baik pada mantan. Jika memang dirimu merasa tak nyaman, karena masih menyimpan kemarahan. Jauhi ia semampu yang kamu bisa. Tapi dengan catatan, jangan sampai rasa bencinmu itu merusak dirimu sendiri. Jadi bencilah dengan sewajarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berani Kritik Kebijakan Sekolah, Aldi Siswa SMA di Lombok Tak Diluluskan

Selama duduk di bangku sekolah, sikap berani untuk mengkritisi apa yang tak kita anggap tak benar, dinilai jadi sikap baik yang harus kita semua miliki. Namun apa jadinya jika sikap kritis yang kamu sampaikan, malah berujung dengan ancaman tak diluluskan. Itulah yang saat ini tengah dihadapi seorang siswa kelas XII SMAN 1 Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggar Barat. Dia adalah Aldi Irpan, yang pada pengumuman kelulusan pelajar tingkat SMA pada Senin (13/05/2019) lalu dinyatakan tak lulus karena mengkritik kebijakan sekolah tempat ia belajar.  

Ini menjadi sebuah hasil yang terlihat dilatari suatu hal, karena pada kenyataannya Aldi tercatat berada di peringatk 2 di jurusannya dengan total nilai 192. Untuk itulah, dilansir dari tribunnews.com, Aldi berceritanya hal tersebut dikarenakan sikap kritisnya terhadap sekolah.

“Saya tidak lulus, karena dianggap terlalu berani melawan kebijakan kepala sekolah. Saya dianggap tidak menurut. Itu alasan kepala sekolah tidak meluluskan saya” kata Aldi yang dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (16/05/2019).

Lebih lanjut. siswa SMA jurusan IPS tersebut menuturkan, kemarahan sang kepala sekolah bermula saat pada awal bulan Januari lalu, ketika seorang temannya dianggap melanggar aturan sekolah karena menggenakan jaket di lingkungan sekolah. Padahal kala itu, cuaca di Sembalun sedang dingin.

Merasa hal tersebut tak sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah Sembalun yang berada di kaki Gunung Rinjani, Aldi menyampaikan protes kepada kepala sekolah melalui wali kelasnya dan beberapa guru lainnya. Tak berhenti di situ saja, kemarahan Aldi bertambah-tambah tatkala temannya bernama Holikul Amin, mendapat perbuatan kasar dari sang kepala sekolah dengan dipukul dan dilampar dengan bak sampah hanya karena dianggap melanggar aturan sekolah dengan memakai jaket di lingkungan sekolah.

“Padahal ketika itu , kawan saya sudah lepas jaketnya di parkiran sekolah, malah dipukul dan dilempar bak sampah. Banyak kebijakan kepala sekolah yang tidak sesuai dan tidak adil, tetapi kawan-kawan saya tidak berani mengutarakan. Saya berani mengutarakannya demi kawan-kawan saya,” tutur Aldi.

Masih merasa ada peraturan lain yang tak adil, selanjutnya pada tanggal 16 Januari 2019 lalu. Aldi kembali menuliskan satu kritik terhadap pihak sekolah tentang jam masuk siswa yang konon tak sesuai dengan kondiri daerah mereka. Harus berjalan kaki menuju sekolah, hujan yang pada saat itu hampir setiap turun, mengakibatkan jalanan di Sembalun becek dan licin karena ada proyek pelebaran jalan di beberapa wilayah. Bukannya mengerti dengan apa yang sedang di hadapi siswanya, sekolah malah memulangkan pada siswa yang ketahuan telat dari jam 07.000 WITA.

Sumber : Facebook

“Kami siswa SMAN 1 Sembalun tolong hargailah perjuangan kami, kami ingin sekolah untuk masa depan kami agar kami bisa membahagiakan kedua orangtua kami pendidikan diperuntukkan untuk siswa bukan untuk dipersulit, tolong lihatlah perjuangan kami….. Salam Demokrasi” Tulis Aldi sebagai status dengan turut serta melampirkan beberapa foto teman-temannya yang berjalan kaki di jalanan rusak dan becek, karena hujan.

Selepas status itu ia unggah di laman facebook miliknya. Ia dan beberapa temannya di apnggil oleh kepala sekolah dengan maksud menanyakan apa maksud dari status yang ditulisnya. Merasa perlu untuk menyampaiakan apa yang jadi keresahannya, Aldi pasang badan untuk menyampaikan ketidak setujuan atas banyaknya kebijakan sekolah yang tak berpihak pada siswa. Mulai dari jam masuk sekolah, saksi untuk dipulang jika terlambat, hingga larangan menggunakan jaket di sekolah, padahal suhu sedang dingin karena musim hujan.

Untuk merespon apa yang disampaikan Aldi, sang kepala sekolah konon meminta Aldi mengumpulkan berapa banyak siswa yang setuju dengan pendapatnya. Sebagai balasan, jika ternyata banyak siswa yang setuju pihak sekolah akan mengubah kebijakannya. Tapi meski sudah berhasil mengumpulkan 200 orang siswa, Aldi tak mendapat balasan yang dijanjikan oleh sang kepala sekolah.

“Saya berhasil mengumpulkan 200 kawan-kawan saya, tetapi ketika semua berkumpul bukannya menepati janji, kepala sekolah justru memojokkan saya di hadapan seluruh siswa dan guru. Dia tidak menepati janjinya,” kata Aldi dengan nada kecewa.

Kejadian lain, pada salah saat melaksanakan try out Senin (6/5/2019), Aldi dimarahi oleh salah satu guru karena mengenakan baju putih abu-abu, selanjutnya ia diminta pulang dan tidak diperbolehkan mengikuti try out. Padahal, hal tersebut dikarenakan seragam yang seharusnya Aldi kenakan hari itu basah karena hujan. Tak mau menolak pulang, Aldi justru balas bertanya kepada sang guru BP yang hari itu juga tak sesuai aturan, karena seharusnya sang guru harus mengenakan seragam hitam putih. Karena beberapa protes yang kerap disampaikan oleh Aldi tersebut, pihak sekolah menggelar rapat untuk memecat Aldi dari sekolah.

Pasca rapat tersebut, kepala sekolah kembali memanggil Aldi dengan bertanya apa yang sebenarnya ia inginkan. Dengan jujur ia hanya menjawab, ingin peraturan sekolah dirubah. Jawaban tersebut tak digubris, kepala sekolah justru memintanya untuk pindah dan mengancam tak akan meluluskannya.

“Saya akan dibiayai jika mau pindah sekolah. Tapi saya menolak tetap tidak mau karena saya akan ujian. Kepala Sekolah mengancam tidak akan meluluskan. Saya tetap menolak. Kepala Sekolah akhirnya mengatakan terserah kamu, saya sudah menyerah,” tutur Aldi.

Melihat ketetapan hati Aldi yang tetap tak mau pindah, pihak sekolah sempat mengirimkan dua orang guru ke rumahnya. Jika ingin lulus, ia berserta orangtuanya harus menyampaikan permintaan maaf kepada pihak sekolah. Dimana pada saat itu, ia dan orangtuanya pergi untuk menemui kepala sekolah di rumahnya. Namun, permintaan maaf tersebut tak diterima karena dilakukan di hari Minggu.

Orangtua Aldi yang sehari-hari berprofesi sebagai seorang petani tak bisa berbuat banyak untuk menuntut keadilan atas nasib anaknya. Meski, Rusman, kakak ipar Aldi beserta organisasi Aliansi Gerakan Reforma Agraria (Agra), Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), dan Pembaru telah mendamping Aldi dan sempat melakukan pertemuan dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru kurikulum, tim kesiswaan dan BP pada Rabu (14/5/2019), hasilnya masih tetap sama. 

Kepala sekolah masih tetap pada keputusannya, bersikeras tidak mau mencabut keputusannya dengan dalih Aldi dan pihak keluarganya tidak pernah datang untuk meminta maaf dan mendiskusikan masalah tersebut. Bahkan kepala sekolah memberikan alasan tidak meluluskan Aldi karena sering menentang dan melawan kebijakan sekolah.

Rusman mengatakan dari pengamatannya,  guru-guru dan kawan sekolahnya memeluk Aldi sembari menangis dan mengatakan bahwa Aldi tidak pantas diperlakukan tidak adil oleh kepala sekolah. Begitu juga sang wali kelas, Ruhaiman yang mengaku sedih dan tak bisa berbuat banyak untuk merubah keputusan kepala sekolah. Sebagai wali kelas dirinya ingin selalu membela anak didiknya, apalagi Aldi adalah ketua kelas. Karena menurutnya, Aldi adalah anak yang baik, rajin, sopan, dan pintar.

“Anak kita ini aktif di OSIS. Selalu membantu sekolah. Dia membantu mendatangkan donatur yang menyumbang 60 buah Al-Quran. Sampai sekarang sumbangan itu dipakai untuk mengaji anak-anak di sekolah ini,” kata Ruhaiman. Dimatanya dari segi akademis dan perilaku, Aldi tergolong anak baik. Dan memang kerap kritis jika mendapati kebijak yang merugikan banyak temannya.

Hingga ini dituliskan, konon sang kepala sekolah, Sadikin Ali, belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan. Namun, dari informasi yang didapat dari salah satu guru di SMAN 1 Sembalun, beliau dipanggil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTB. Tapi belum diketahui, apakah pemanggilan tersebut terkait masalah Aldi atau yang lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top