Feature

Belum Tentu yang Namanya ‘Sisa’ Harus Berakhir di Tempat Sampah

Coba lihat lemari bajumu, pasti ada baju yang sudah lama tak terpakai tapi kamu diamkan saja di situ. Atau tilik lagi lemari es di rumahmu, tentu juga ada makanan sisa yang dibiarkan begitu saja dan kamu memilih masak lagi atau membeli lauk baru kemudian melupakan makanan yang ada di dalam kulkas.

Entah kenapa, masih banyak lho dari kita yang belum bijak dalam mengelola baik sisa makanan maupun barang-barang yang tak lagi digunakan. Padahal, kalau kita mau sedikit usaha, sebenarnya baik makanan yang masih sisa maupun barang-barang yang sudah tak lagi dipakai masih bisa jadi hal yang bermanfaat.

Soal Makanan, Biasakan untuk Berbagi pada Sekitarmu, Entah Itu Tetangga Maupun Mereka yang Bekerja Dekat Denganmu

Untukmu yang terbiasa beli makanan dalam porsi yang cukup banyak, jangan ragu untuk berbagi. Ingatlah lagi prinsip kalau berbagi tak akan membuatmu kekurangan. Bukankah lebih menyenangkan kalau makanan habis dibanding dibiarkan tersisa dan pada akhirnya terbuang sia-sia? Untuk itu, kalaupun kamu memasak dalam jumlah yang banyak pada akhir pekan, bagikan juga masakanmu pada tetangga. Kebiasaan ini selain baik untuk silaturahmi tapi juga kamu ikut berkontribusi dalam gerakan anti buang makanan sisa.

Sementara Bagimu yang Punya Banyak Kaos, Coba Cari Tutorial Lewat YouTube untuk Membuat Proyek DIY

Kaos yang sudah tak lagi kamu pakai, selain bisa kamu sumbangkan, sejatinya bisa saja kamu manfaatkan untuk membuat kreasi baru. Lihat saja, di YouTube pasti banyak sekali tutorial video yang akan memberikan inspirasi untukmu. Mulai dari membuat sarung bantal dari kaos, atau menjahitnya jadi selimut sederhana, atau bahkan menjadikannya alas tidur hewan peliharaanmu. Mengeksekusi ide-ide semacam itu jauh lebih bermanfaat, bukan?

Kalau Lihat Kulit Pisang, Jangan Langsung Dibuang

Kata orang, kalau buang kulit pisang sembarangan bisa membahayakan orang lain. Memangnya iya? Padahal daripada buang kulit pisang sembarangan lebih baik dimanfaatkan untuk membersihkan sepatumu, lho Kawan. Selain buat membersihkan sepatu, kamu pun bisa memakai kulit pisang untuk mencerahkan gigi.

Caranya mudah, cukup ambil satu potongan kulit pisang, kemudian usapkan ke area gigi. Lakukan cara ini setiap hari, dan kamu akan merasakan perbedannya dalam lima hari. Di lain sisi, kulit pisang juga bisa kamu manfaatkan untuk menghilangkan kutil di permukaan kulit. Banyak sekali manfaat dari kulit buah ini dibanding kamu langsung membuangnya.

Kotak Sepatu, Kotak Susu, atau Bahkan Wadah Telur, Sebaiknya Dialihfungsikan Menjadi Pot Tanaman

Dalam seminggu, kira-kira berapa kali kamu membuang kotak bekas kemasan makanan atau benda yang kamu beli? Sebaiknya kotak seperti itu jangan langsung dibuang, sebab kalau kamu pintar berkreasi, justru membawa manfaat untuk kehidupan sehari-hari, lho.

Misalnya, wadah telur, orang Barat justru biasa memakai wadah telur yang umumnya terbuat dari kardus sebagai pengganti pot. Di lain sisi, wadah atau kemasan susu pun, alih-alih dibuang ternyata bisa dimanfaatkan sebagai wadah untuk pakan ayam atau burung. Menarik, kan?

Kalau Kamu Penikmat Kopi, Gunakan Ampasnya sebagai Pengganti Masker

Untuk penyuka kopi, jangan terburu-buru membuang ampas kopi racikan sendiri. Sebab sekalipun bentuknya encer dan pekat, ternyata ampas kopi memiliki manfaat unik, lho. Pertama, bagi perempuan, gunakan saja sebagai masker karena ternyata bisa mengangkat sel kulit mati. Gunakan racikan ampas kopi untuk masker setiap pagi. Kira-kira begitu resepnya menurut Life Hacks.

Atau manfaatkan ampas kopi sebagai pengusir bau tak sedap dalam kulkas. Cukup taruh ampas kopi pada stoples kaca dan diamkan semalaman. Maka ampas kopi pun akan menetralisir bau di dalam kulkas. Menarik, ‘kan?

Nah, sekarang setidaknya sudah tahu kan benda-benda apa saja yang sekiranya bermanfaat untuk sekitarmu sekalipun menurutmu sudah tak terpakai lagi?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dia yang Membicarakan Orang Lain di Depanmu Adalah Orang yang Akan Membicarakanmu di Belakangmu

Pernah dengar saran, yang kira-kira intinya begini, “Jangan mau main sama orang yang suka ngomongin orang, karena kalau kamu nggak ikutan, kamulah yang akan jadi bahan omongan”.

Beruntung memang jika kita bertemu dengan orang-orang yang sepemikiran. Tapi, kita juga tak bisa menghindari orang-orang yang suka merusak suasana. Berbicara tentang orang lain di hadapan kita, untuk kemudian menjadikan kita bahan cibiran ketika tak bersamanya.

Sekilas, urusan membicarakan orang memang terlihat menyenangkan. Dia mungkin merasa bahwa dirinya jauh lebih dari segalanya dibanding orang yang sedang ia bicarakan. Sehingga merasa berhak untuk bersikap sok benar. Sulit untuk dibuat sadar, mencoba memberinya pengertian sering tak berarti baginya. Lalu kita harus apa?

Bahagia Kita Akan Selalu Jadi Cibirannya

Begini, orang-orang yang suka bergosip ria, adalah tanda hidup yang tak bahagia. Sehingga orang yang dilihatnya tampak hidup tenang dan aman-aman saja. Seringkali dijadikan bahan obrolan murahan yang tak berdasar. Entah itu mengkritik kehidupan kita, pekerjaan, sampai ke hal pribadi yang lainnya.

Seolah-olah kita selalu ada di pihak yang salah, sedangkan ia adalah seseorang yang benar tanpa cela. Ini sudah jadi pola pikir yang ia pakai, jadi tak perlu kita jadikan beban. Semua hal tentang orang lain, akan selalu ia jadikan bahan kritikan.

Lagipula Waktu Kita Terlalu Berharga untuk Memikirkan Dia

Daripada memikirkan dia yang sibuk bikin cerita halu tak benar. Lebih baik kita berbahagia, dan menikmati hidup dengan cara yang kita bisa. Jalani hari dengan sesuatu yang bermakna, dan optimalkan waktu dengan mereka yang membuat kita bahagia juga. Kunci rapat semua sela untuk orang-orang beracun yang tahunya hanya ingin mencela.

Karena biar bagaimanapun kita tak bisa merubahnya. Tapi bagaimana cara kita menanggapinya adalah pilihan dan tanggung jawab kita. Waktu dan pikiranmu terlalu berharga hanya untuk memikirkan dirinya.

Bahkan Meski Tak Menyinggung Perasaannya, Ia Akan Tetap Berbicara Semaunya

Berhadapan dengan si mulut besar yang suka ngomongin orang, memang tak akan ada habisnya. Sekalipun yang kita perbuat tak bersinggungan dengan dirinya. Ada saja hal yang salah untuk dikritik dan dijadikan pembahasan.

Tak perlu susah payah membuatnya percaya pada kita, jangan pula merasa butuh membantunya untuk berubah. Karena manusia seperti itu, sudah kebal oleh berbagai macam petuah. Yang ia tahu, dirinya adalah satu-satunya orang yang paling benar.

Daripada Menjadi Beban untuk Diri Sendiri, Lebih Baik Kita Pergi

Yap, berhubungan atau berteman dengannya hanya akan jadi sesuatu yang sulit. Diam dipikir tak bisa melawan, tapi ketika dilawan ia pasti akan bersikap lebih garang. Maka, balasan terbaik adalah menjaga jarak dari dirinya.

Tak perlu merasa tak enak hati, sekalipun ia adalah teman yang konon sudah dekat. Kita berhak untuk memilah-milah, kepada siapa saja kita akan berteman. Kalau dirinya memang terlihat menyusahkan, sebaiknya tinggalkan.

Dan Kalau Masih Tetap Menjadikan Kita Bahan Gosip, Sebaiknya…

Untuk kemungkinan lain, jika memang kamu sudah kehabisan kesabaran atas semua tingkah dan cerita-cerita tak sedap yang ia ciptakan. Silahkan buat keputusan besar yang sekiranya wajar untuk dilakukan. Menegurnya ketika bersikap tak baik secara langsung, hingga memintanya berhenti menjadikan kita bahan obrolan murahan yang tak benar.

Namun, jika ternyata apa yang kita sampaikan masih tak berarti apa-apa untuknya. Itu artinya dirinya memang adalah seorang pengarang cerita bohong yang handal. Sudah, tak perlu dekat-dekat dengan dia!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top