Feature

Belum Pernah Pacaran dan Tak Punya Mantan, tapi Kami Tak Pernah Malu Mengakui Itu!

Bicara soal pasangan dan berapa banyak deretan mantan, sepertinya tak pernah habis untuk dijadikan bahan pembahasan. Dari mulai kisah manis saat pendekatan, hingga getirnya perpisahan, dan kenangan lain masih sering melintas.

Terlepas dari hiruk pikuk kenangan dan cerita-cerita tentang mantan, hal lain yang kadang jadi kebanggaan adalah berapa banyak jumlah manusia yang pernah kamu jadikan pacar. Dinilai jadi tolak ukur kepercayaan diri, beberapa orang sering memicingkan mata pada orang seperti kami. Ya, kami adalah jajaran manusia yang sering dianggap aneh. Karena sampai kini belum pernah tahu bagaimana rasanya punya kekasih.

Dan semakin merasa bingung nan gusar, ketika mendengar beberapa pernyataan beberapa kawan yang terlihat bangga dan tenang. Tiap kali memutuskan hubungan, demi menambah jumlah mantan. Tak merasa butuh serupa dengan orang lain, kami masih merasa baik-baik saja meski sampai kini tak pernah berpacaran seperti mereka yang seusia.

Tak Punya Pacar Katanya Kesepian, padahal Hal Itu Tak Selalu Kami Rasakan

“Memangnya bahagia, selalu datang dari pacar? Toh, kami masih punya keluarga dan teman!”

Bukan berarti kami tak butuh cinta dari manusia yang lain. Tapi, sering menyuarakan kebahagiaan ketika sudah punya pacar rasanya tak melulu jadi ungkapan yang benar. Karena ada banyak sekali hal yang juga bisa dijadikan sumber bahagia. Beberapa kali, kami mungkin merasa sepi. Ketika tak ada kawan yang bisa diajak pergi, tapi bukan berarti kami kesepian. Sebab selalu ada alasan untuk bisa menikmati hidup meski sedang sendirian.

Daripada berbangga diri atas banyaknya lelaki atau perempuan yang pernah dipacari, kami jauh lebih merasa senang atas pertemanan yang telah sekian lama berjalan. Karena hubungan seperti ini, justru jauh lebih manis untuk dikenang.

Jangan Merasa Malu walau Dicap Tak Laku, Karena Hanya Orang Bodoh yang Bicara Begitu

Anggapan seperti ini jelas bukan sesuatu yang baru untuk kami. Tak hanya datang dari mereka yang mengenal dekat, beberapa orang yang baru kenal saja sering tanpa merasa berdosa menjadikan ungkapan tersebut sebagai bahan candaan. Kami memang tak ambil pusing untuk pandangan-pandangan simpang siur seperti ini. Toh lama-lama dia akan capek sendiri.

Tapi begini, apa yang mereka pikirkan sampai bisa melabeli sesorang yang tak punya pacar dengan kata “tak laku” seperti itu? Hey dengar, kami ini manusia, bukan barang dagangan yang memang diperjualbelikan.

Karena Ketika Kawan Pamer Banyaknya Mantan, Kami Bisa Balas dengan Deretan Pencapaian

Benar memang, menjadi manusia yang sama sekali belum pernah berpacaran. Jadi perjalanan yang sedikit ngeri-ngeri sedap. Tak selalu mudah dijalani, tapi tak juga sesedih yang orang-orang bayangkan tentang kami. Beberapa kali, pada beberapa pertemuan dengan kawan lama, reuni SMA hingga tak sengaja bertemu dengan sosok manusia yang dulu jadi kawan bermain saat remaja, mereka sering sibuk untuk membeberkan berapa banyak jumlah mantan. Sedangkan kami mungkin hanya bisa menyunggingkan sedikit senyum agar obrolan semacam ini segera berhenti.

Jika pernyataan-pernyataan yang terdengar semakin terlihat menyudutkan. Satu-satunya jalan adalah membalas mereka dengan deretan pencapaian yang sudah kita lakukan. Karena biasanya, mereka yang sibuk pamer jumlah mantan tak punya prestasi lain yang bisa dibanggakan.

Lagipula Itu Bukan Prestasi, Jadi untuk Apa Terus-menerus Dijadikan Bahan Berbangga Diri?

Dijadikan tameng untuk menunjukkan bahwa dirinya jauh lebih baik dari kami, kawan atau teman yang sering pamer mantan sesungguhnya sedang mempermalukan diri sendiri. Bukan apa-apa, saat kawan lain datang dengan berbagai macam prestasi, masa iya jumlah mantan kita jadikan prestasi?

Harusnya orang-orang yang seperti itu merasa malu. Karena memiliki banyak mantan pacar bukanlah prestasi, apalagi jadi bahan untuk menilai pilihan orang lain yang mungkin masih ingin sendiri. Lupakan dulu sebentar kisah cintamu yang sering gonta-ganti, mari fokuskan diri demi capaian prestasi yang lebih mumpuni.

Belum Punya Pacar dan Mantan Sampai Sekarang, Bukan Berarti Tak Akan Punya Jodoh Masa Depan

Disebut tak akan punya jodoh atau pasangan hidup, jadi pandangan lain yang sungguh tak enak untuk didengar. Bagaimana mungkin, kita yang sejatinya adalah sama-sama manusia mampu mengucap sesuatu yang jelas diluar kendali kita. Perihal jodoh dan segala macam yang akan terjadi di hidup manusia, sudah diatur oleh sang empu-Nya.

Lantas siapakah kita, berani untuk berkata jika dia tak akan punya jodoh di masa depan? Situ Tuhan?

Sebab daripada Sibuk Pamer Jumlah Mantan, Kami Lebih Bangga Bisa Bertahan dengan Satu Orang

Nah, selain ingin fokus pada diri dan cerita hidup yang sedang dijalani. Kemantapan hati untuk memilih akan berpacaran dengan dia yang kelak jadi istri atau suami adalah hal lain yang bakal kami pilih. Sebab, bertahan dengan satu orang pasangan sampai menikah dan menua, jauh lebih membanggakan daripada harus mengecap banyak kisah dengan berbagai macam jenis manusia.

Yaya, kamu boleh berbangga dan bilang hidupmu lebih berwarna karena sudah menjajaki banyak kisah. Tapi, serupa denganmu. Kami jua berhak untuk berkata bahwa pilihan yang kami lakukan, jauh lebih baik dari apa yang kamu bayangkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lika-Liku Selingkuh, yang Perlu Kamu Tahu

Setelah banyaknya kasus selingkuh yang kerap dikaitkan dengan istilah ‘Pelakor’, beberapa orang menjadi was-was. Takut jika pasangannya dipikat atau terpikat oleh pihak lain. Padahal yang namanya selingkuh, itu tak hanya karena si penggoda saja. Lihat juga reaksi yang digoda, atau jangan-jangan pasanganmulah yang menggoda.

Jangan buru-buru sensi, buat bilang kalau si lelaki selingkuhan istrimu adalah brengsek. Atau perempuan yang konon merebut suamimu, kau cap murahan. Sekali lagi, selingkuh dilakukan dua orang dengan sadar. Tak ada yang bisa dibenarkan dan disalahkan. Agar tak terjebak dalam pemahaman yang salah, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang selak beluk penyelewengan yang melukai hati.

Kenali Dulu Siapa Dia, Sebab dari Hasil Penelitian Ada Orang yang Memang Gampang Selingkuh

Selingkuh itu merenggut kebahagian, dan memotong impian masa depan. Untuk itu, mendapati pasangan yang mendua jelas jadi sesuatu yang tak diinginkan kita semua. Nah, untuk membebaskan dari ancaman kejadian yang menyakitkan ini. Dari hasil beberapa penelitian, inilah beberapa jenis karakter orang yang disebut-sebut mudah sekali untuk selingkuh.

Apalagi Jika Dirinya Gemar Posting Foto Mesra di Sosial Media

Dikutip dari laman Tirto.id, Gwendolyn Seidman, seorang profesor psikologi pada Albright College, yang mempelajari relationship dan cyberpsychology menyatakan bahwa saat ini banyak pasangan yang merasa perlu menampilkan hubungan percintaan mereka di media sosial. Bukan benar-benar bahagia, pasangan yang gemar memasang foto mesra, bisa jadi sedang menyembunyikan masalah hubungannya.

Dan Jika Suamimu Mendadak ‘Bernafsu’ Bisa Jadi Ia Sedang Selingkuh

Tanpa bermaksud untuk mengajakmu tak percaya pada suamimu. Namun, perubahan yang signifikan perlu untuk dicurigai. Coba perhatikan lagi, bagaimana ia bersikap sebelumnya. Masih serupa atau mendadak berbeda. Bahkan, dari hasil penelitian. Suami atau pasangan yang sedang berselingkuh, konon akan lebih bernafsu bercinta dari hari-hari biasa. 

Itulah Sebabnya, Hasil Studi Bilang : Tukang Selingkuh Berpotensi Meninggal Lebih Cepat dari Dia yang Setia

Untuk kamu para pelaku yang kerap berselingkuh, hati-hat saja nih. Pasalnya, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan dan diterbitkan dalam Jurnal Of Sexual Medicine oleh University Of Florence, Italia menyebutkan, kebiasaan selingkuh terbukti membuat usia lelaki lebih cepat meninggal dibandingkan laki-laki yang setia.

Tapi Selalu Ada Alasan, yang Memicu Seseorang Selingkuh dari Pasangannya

Percayalah selingkuh selalu jadi awal atas segala kerhancuran hubungan dengan pasangan. Namun, kalaupun harus ditelisik lebih dekat, faktor pemicu yang akhirnya membuat seseorang selingkuh jelas sangatlah beragam. Untuk itu, sekelompok ilmuwan punya penjelasan menganai alasan seseorang menyeleweng dari pasangannya. Berikut ini adalah beberapa alasannya.  

Lalu Jika Sudah Selingkuh, Pantaskah Ia Kembali Lagi Padamu?

Jadi momok yang selalu ditakutkan dalam hubungan, tak seorang pun ingin hubungannya berakhir karena perselingkuhan. Tapi, perjalanan cerita cinta selalu datang dengan berbagai macam kejutannya. Jika “selingkuh” tiba-tiba jadi prahara, kita tak selalu bisa menolaknya. Untuk bisa mempertimbankan apakau dirinya layak diterima lagi atau tidak, kamu bisa membacanya disini.

Sebagai Pelajaran yang Akan Menguatkan, Mari Berbenah Diri dari Sakit Hati Karena Diselingkuhi

Tak bisa memilih cerita hidup, beberapa orang bernasib sial karena pernah menjadi korban perselingkuhan dari seseorang yang mungkin disayang. Tapi nasi sudah menjadi bubur, segala bentuk sakit hati yang tak bisa dihindari. Ada beberapa pelajar yang bisa kamu jadikan acuan untuk terus bangkit dari sakit hati, karena diselingkuhi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sederet Alasan, Mengapa Seseorang Selingkuh dari Pasangan

Percayalah selingkuh selalu jadi awal atas segala kerhancuran hubungan dengan pasangan. Namun, kalaupun harus ditelisik lebih dekat, faktor pemicu yang akhirnya membuat seseorang selingkuh jelas sangatlah beragam. Untuk itu, sekelompok ilmuwan punya penjelasan menganai alasan seseorang menyeleweng dari pasangannya.

Dan dari hasil temuan tersebut, sebagaimana yang dilansir dari Brightside.me, ada beberapa alasan yang bisa membuat seseorang berselingkuh. Berlaku untuk setiap orang, termaksud mereka yang hubungannya terlihat mesra. Sebab mereka juga berpotensi untuk tergoda oleh orang ketiga.

Keintiman Memudar dan Tak Tahu Bagaimana Caranya Mengembalikan

Bayangkan, kamu akan bertemu dengan orang yang sama setiap hari. Dari sejak kamu membuka mata hingga tertidur pada malam harinya. Bosan itu manusiawi, tapi jika hal tersebut justru merubah kalian berdua sampai kehilangan keintiman. Jelas bisa berbahaya. Tak mamu untuk menciptakan suasana yang bisa membawa kalian dalam percakapan hangat, jadi kemungkinan yang bisa menghantar hubungan pada perselingkuhan, yang bisa berakhir pada perceraian. 

Seks sering disebut-sebut sbagai salah satu hal yang dicari oleh lelaki yang berselingkuh dari pasangannya. Padalah, pada buku The Truth on Cheating, konselor pernikahan Gary Neuman mengatakan bahwa 47% klien lelakinya yang berselingkuh mengaku tak memiliki keintiman emosional dengan pasangannya. Dan kian sulit untuk bisa dideteksi, karena laki-laki tidak suka menunjukkan perasaan mereka. Padahal, banyak perempuan yang sangat menginginkan agar pasangan prianya memiliki perasaan terbuka.

Merasa Tak Dihargai Oleh Pasangan Sendiri

Percaya atau tidak, sebagian besar lelaki menginginkan eksistensi dan penghargaan atas apapun juga. Akan jadi cerita buruk, jika ternyata sang istri berperilaku dengan sesuka hati tanpa berpikir bagaimana perasaan sang suami. Entah dari perkataan, sikap, perbuatan, dan hal lain dalam interaksi serta hubungan berdua.

Laki-laki akan merasa dilukai tatkala istrinya memandang rendah pekerjaannya, hanya karena si istri punya penghasilan yang lebih besar, misalnya. Rasa rendah diri atas sikap seperti ini akhirnya melahirkan sakit hati yang kemudian memicunya untuk mencari perempuan lain yang bisa menghargai dirinya seperti keinginannya. Dan bisa terjadi juga sebaliknya, perempuan selingkuh karena tak merasa dihargai oleh suaminya.

Berkurangnya Romansa dan Gairah Tiap Kali Ingin Bercinta

Yap, tetap mempertahankan romansa cinta seperti awal menikah memang susah. Geliat bercinta dan emosi bisa pudar seiring bertambahnya usia. Tapi, hal yang perlu dan baiknya tetap ditumbuhkan keterbukaan perihal kehidupan seks pada pasangan kita. Karena kalau tidak, pasanganmu bisa pergi dan mencari kebutuhan jasmaninya di luar.

Hal ini dibenarkan oleh survei dalam buku berjudul The Normal Bar oleh Chrisianna Northrup, Pepper Schwartz, dan James Witte. Katanya, kurangnya emosi, hilangnya geliat romansa, serta kehidupan seks yang membosankan menjadi alasan bagi 70% pria dan 49% wanita memutuskan untuk berselingkuh dari pasangannya. Menariknya, orang-orang dalam surveri tersebut mengaku memiliki kehidupan yang bahagia secara umum. Tak ada masalah atau skandal lainnya.

Waktu yang Tadinya Dipake Berdua, Direnggut Oleh Sosial Media

Mewabahnya tren sosial media, memang memberi dampak tersendiri bagi hubungan. Lelaki yang sibuk pada games di ponsel pintar atau perempuan yang terus berselancar pada timeline Instagram. Kadang perempuan lupa, bahwa ada pasangan yang perlu disambut ketika pulang kerja. Begitu pun sebaliknya, laki-laki lupa kalau istrinya pun butuh waktu berdua untuk tetap menghidupkan rasa.

Maka jika salah satu pasangan sudah terjebak pada aktivitas dunia maya yang berlebihan, kemungkinan selingkuh akan meningkat. Sementara kamu sibuk denga gadgetmu, lelakimu mungkin akan sibuk mencari perempuan yang bisa menggantikan peranmu.

Salah Satu atau Masing-masing, Terlalu Sibuk untuk Bekerja

Kecintaan terhadap pekerjaan dan alasan lain, seringkali membuat seseorang lupa. Bahwa selain mengumpulkan pundi-pundi rupiah, ada pasangan yang juga membutuhkan dirinya. Perjalanan bisnis atau kebohongan yang disengaja, jadi celah paling banyak yang dimanfaatkan oleh lelaki untuk menyeleweng dari pasangan.

Sedangkan perempuan, biasanya akan berselingkuh di tempat kerja, pada rekan yang biasanya dekat dan bisa memahaminya. Dan, tahun 6 hingga ke 9 konon jadi tahun paling rawan atas perselingkuhan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Dari sini kita belajar, bahwa manajemen waktu antara bekerja dan pulang ke rumah menikmati kebersamaan dengan pasangan bisa jadi salah satu penekan keinginan selingkuh dari pasangan.

Mendapat Pengaruh dari Luar Diri

Yap, circle pertemanan memang kerap disebut-sebut sebagai pembentuk karakter seseorang. Walau sebenarnya kita tetap jadi pihak terkuat yang bisa menentukan akan jadi seperti apa kita kelak. Kita cenderung bersikap sebagaimana beberapa teman kita bersikap.

Bahkan dalam sebuah polling anonim, lebih dari 75% laki-laki yang melakukan hubungan badan dengan perempuan yang bukan istrinya mengaku terpengaruh karena teman-temannya juga melakukan hal yang sama. Dengan kata lain, orang sekitar bisa jadi pemicu yang mendorong seseorang untuk selingkuh.

Selingkuh, Sudah Jadi Kebiasaan yang Mendarah Daging Baginya

Percayalah, persentase seorang peselingkuh berubah sangatlah sedikit. Jadi, jika sudah pernah ketahuan satu kali selingkuh, kemungkinan besar akan melakukan hal serupa di hari berikutnya. Sebab, selingkuh itu memberi efek ‘nagih’. Ada sensasi berbeda yang dirasa ketika berhasil menaklukkan banyak perempuan, jika ia adalah seorang lelaki. Pun begitu sebaliknya.

Maka jika sedari pacaran saja, kamu sudah tahu ia adalah ‘tukang selingkuh’. Sebaiknya pertimbangkan niatmu untuk terus bersamanya. Karena sifat tersebut, mungkin sudah jadi tabiatnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melody Dambakan Momongan Sembari Coba Bisnis Baru

Setelah resmi menikah dengan Hanif Fathoni pada 2018, Melody Nurramdhani Laksani eks personel JKT48 mengaku tengah mendambakan hadirnya momongan.  Pernyataan itu langsung dilontarkan sendiri oleh Melody. Penyanyi kelahiran Bandung itu mengatakan bahwa keinginannya untuk memiliki momongan belum tercapai hingga saat ini.

“Ya pasti mau lah (punya momongan), cuma kan gimana yang ngasih saja,” ucap Melody seperti dikutip Viva.co.id, Jumat (22/3).

Kemudian, Melody pun mengatakan bahwa ia tidak melakukan program kehamilan ataupun menunda kehamilan. Semuanya ia pasrahkan kepada Tuhan.

“Enggak lah enggak ada nunda-nundaan (kehamilan) Segimana di kasih Allah saja,” tuturnya.

Lebih lanjut, wanita kelahiran tahun 1992 itu juga mengatakan bahwa pasca menikah, ia dan sang suami tertarik untuk berkarir di dunia bisnis, khususnya bisnis di bidang pertanian.

“(Bisnis) kuliner sih enak, tapi sudah banyak. Cuma kalau kita berinovasi kan kita juga enggak tahu ya, tapi kalau ada kesempatan bisnis pertanian ada mengarah ke situ juga,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top