Feature

Belum Ingin Menikah Hari Ini, Bukan Berarti Seumur Hidup Akan Sendiri

Mendapat pertanyaan, “Sudah punya calon belum?” saat acara kumpul keluarga, agaknya jadi hal yang biasa. Tapi jangan dulu menyalahkan mereka, sebab hal itu memang menjadi pertanyaan wajar untuk manusia yang sudah dewasa namun tak pernah terlihat menggandeng siapa-siapa.

Perihal usia yang sudah matang hingga keputusan melangkah yang harus disegerakan, memang selalu jadi perkara yang rumit untuk dibicarakan. Akan tetapi, pertanyaan-pertanyaan seperti itu justru menyadarkan kami yang masih sendiri, bahwa sebagian orang masih mendekskrisikan kesendirian sebagai situasi nelangsa.

Kemudian dengan santainya berpendapat bahwa kita yang masih sendiri hingga kini adalah pribadi yang menyalahi kodrat. Tak ingin terbawa emosi, tentu ada beberapa alasan dibalik pilihan itu. Sebab tak ingin menikah sekarang bukan berarti akan hidup sendiri sampai mati.

Hal Pertama yang Harus Kita Mengerti Adalah Setiap Orang Bebas Memilih

Tak ada alasan yang lantas akan membedakan kita dengan mereka yang lebih dulu menikah, sebab ini adalah bagian dari pilihan kehidupan yang sedang dijalankan. Sama halnya dengan mereka yang sudah menikah, harusnya yang lain juga paham jika sendiri dulu adalah pilihan yang harus dihargai.

Karena ini bukanlah perkara mudah, ada ribuan tantangan yang akan dibebankan pada pundak dan kepala. Jika memang belum merasa bisa mengembannya, tak perlu memaksa diri. Tak berniat untuk menyinggung mereka yang mungkin belum mengerti, hanya saja jika pilihan menikah bisa dihargai, hal yang sama harusnya bisa diberikan pada pilihan yang sebaliknya.

Seandainya Mereka Tahu Lelahnya Diberondong Pertanyaan yang Sama Setiap Kali Jumpa, Mungkin Mereka Tak Akan Sampai Hati Mengulanginya

Dielu-elukan sebagai pertanyaan yang bernada skak-mat, kalimat “Kapan nikah?” tak lagi terdengar menakutkan, cuma sedikit membosankan. Karena meski saat ini sudah memiliki kekasih yang bisa diajak bicara soal masa depan, pasti akan ada pertanyaan yang juga bernada serupa.

Seolah tak ada habisnya, mereka yang melempar tanya sepertinya memang doyan membuat hati orang lain nelangsa. Bukan apa-apa, baginya mungkin biasa namun mereka yang menjadi objek tentu punya penilaian yang berbeda.

Diingatkan Terus-menerus, Seolah Kami Tak Paham Bahwa Setiap Manusia Sudah Tercipta Berpasang-pasangan

“Mau apa lagi? Usia sudah cukup, pekerjaan pun sudah mapan. Segeralah cari pasangan,”

Komentar seorang teman yang memang telah lebih dulu jadi seorang bapak. Tak berpikir ia sedang menghakimi, ucapan itu dapat dianggap sebagai bentuk perhatian seorang teman sebaya. Tapi jika terus-menerus disampaikan, jelas menganggu pikiran.

Dengan berbagai alasan positif, memang ada batasan usia untuk seorang laki-laki dan perempuan berada pada masa yang baik. Keturunan dan hal lain jelas jadi pertimbangan memang, tapi bukankah dari awal sudah ada jodoh yang memang disiapkan oleh Tuhan? Lantas untuk apa membebani diri dengan meresahkannya?

Usia Memang Sudah Dewasa, Tapi Sejak Kapan Umur Jadi Patokan Untuk Menikah?

Saat kamu duduk di bangku SMA, mungkin ada temanmu yang memilih menikah lalu meninggalkan pendidikannya, teman lain yang usianya sudah lebih dari seperempat abad masih santai tanpa berpikir harus menikah buru-buru, dan yang lebih uniknya lagi ada yang sudah berkepala tiga namun mengaku masih belum siap menikah.

Lalu yang menjadi pertanyaan, teori menikah karena sudah cukup usia datang darimana? Tentu ini adalah pandangan yang salah, sebab sesungguhnya tak ada batasan usia untuk seseorang menikah. Prosesi nan sakral ini tak memiliki standardisasi. Akan lebih baik jika kita hanya akan melangkah saat sudah merasa siap untuk mengarunginya, bukan karena katanya sudah waktunya, atau dikejar usia.

Tak Ingin Menjadikan Pernikahan Sebagai Pelarian, Sebab Menikah Jelas Butuh Persiapan

Percayalah Kawan, dengan menikah tak lantas semua beban akan hilang, sebab seberat apa pun kamu menjawab pertanyaan kapan nikah, masih belum ada apa-apanya ketika nanti berumah tangga.

Lebih dari itu, menikah jadi gardu paling depan yang akan menghantarkan kita pada berbagai pengalaman. Contoh kecilnya, kamu yang biasa hidup dengan pola yang kamu suka, mendadak harus menyelaraskan langkah dengan manusia baru yang belum tentu akan selalu seirama. Bukan tak percaya akan adanya manusia yang rela menemani kita dan menurunkan egonya, hanya saja bepikir menikah adalah solusi dari berbagai macam beban tidaklah benar.

Belum Ingin Menikah Sekarang Bukan Berarti Selamanya Ingin Melajang, Aku Hanya Menunggu Dia yang Mau Menggenapkanku

Barangkali bukan aku yang jengah, sebab melakoni semua hal sendiri masih jadi sesuatu yang aku nikmati. Anehnya mereka yang jadi penonton justru berpendapat jika kesendirian ini, akan berakhir hingga kelak kematian datang.

Sebab jika memang sudah waktunya, aku pun ingin seperti yang lainnya. Menjadikan seorang sebagai alasan pulang, hingga rela berbagi bantal saat malam. Aku pun sebenarnya sama dengan mereka yang telah menikah, hanya saja hari ini memang belum waktunya. Sebab untuk mewujudkan itu, aku tak akan sembarangan memilih.

Tidak Perlu Menempatkan Orang Lain Sebagai Patokan, Karena Menikah Bukanlah Sebuah Perlombaan

“Si anu sudah menikah, istrinya baik dan punya anak perempuan nan cantik,” atau “Kamu apa nggak ngiri sama temanmu yang udah foto dengan anaknya di instagram, buruan cari calon suami!”.

Ini adalah pilihan untuk menjadi diri sendiri, tanpa perlu beranggapan jika teman lain sudah melakukan lantas aku pun harus mengikut dibelakang. Tidak, bukan seperti itu Kawan! Ada batas dimana aku akan menjadikan orang lain sebagai panutan, tapi untuk urusan menikah nampaknya tidak akan.

Aku memang masih sendiri, meski sudah banyak undangan pernikahan yang menanti rasanya tak jadi alasan harus buru-buru cari pacar yang mau diajak melangkah ke pernikahan.

Masih merasa nyaman akan kesendirian, bukan berarti selama aku akan melajang. Tak berniat melawat kodrat, aku hanya ingin menunggu dia yang tepat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bersyukurlah kalau Kamu Termasuk Golongan Zodiak Ini, Tandanya Kamu Berbakat

Kita dibekali talenta yang berbeda-beda. Ada yang diberi kemampuan musikalitas tinggi sehingga bisa bernyanyi atau bermain musik. Ada juga yang dibekali tubuh tinggi nan atletis, kemudian jadi punya  talenta di bidang olahraga. Nah, soal bakat dan talenta sejatinya kalau dilihat dari ilmu astrologi, ada lho tanda-tandanya kalau kamu orang yang berbakat yang dilihat berdasarkan zodiakmu. Nah dari sekian zodiak, ini dia zodiak yang paling dianggap berbakat dan kreatif.

Gemini

Gemini adalah zodiak yang mudah beradaptasi dengan banyak hal. Soal bakat, Gemini punya kemampuan untuk bisa jadi unggulan dalam segala hal. Seperti bernyanyi, olahraga, akting, main alat musik, sampai bahasa asing dan bakat lainnya. Biasanya mereka awalnya hanya penasaran, lalu mencoba, lalu tanpa sadar jadi bisa dan jago.

Virgo

Zodiak ini dikenal punya tekad kuat dalam melakukan sesuatu. Mungkin pada percobaan pertama, mereka gagal atau harus kembali mencoba lagi. Tapi mereka tak akan menyerah. Kegagalan bukan akhir dari segalanya. Begitu prinsip mereka. Jadi, saat belajar ilmu baru, awalnya mereka senang-senang, tapi lama-kelamaan mereka akan serius dan hal itulah yang membuatnya ahli dalam hal tersebut.

Scorpio

Sementara Scorpio adalah zodiak yang lahir dengan bakat untuk jadi performer atau penampil sejati. Mereka dikaruniai aura untuk jadi pusat perhatian. Ya, kepribadian ini membuat Scorpio selalu berhasil membuat orang lain memerhatikannya ketika melakukan sesuatu hal. Di lain sisi, seorang Scorpio juga punya kemampuan untuk tetap mempelajari sesuatu dari awal sampai akhir, yang membuatnya jadi penuh bakat.

Aquarius

Lain halnya dengan Aquarius. Zodiak ini selalu berhasil menemukan bakatnya dan mampu melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Aquarius punya kepribadian yang unik dan dikenal sebagai sosok yang terbuka dalam mempelajari hal baru yang bisa memperluas minat dan menambah bakatnya. Ia juga selalu haus dan ingin selalu jadi yang pertama dalam segala hal. Dan inilah yang membuat Aquarius selalu totalitas dalam mengembangkan dan menjaga talentanya.

Pisces

Sementara bagi Pisces, yang namanya mempelajari sesuatu baru berarti harus suka dahulu terhadap hal tersebut. Zodiak ini tidak akan membuang-buang waktu mengembangkan bakat jika itu membuatnya bosan. Pisces mungkin berbakat di banyak bidang, tapi zodiak ini hanya akan berusaha keras pada hal yang dicintainya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Bagi yang Perlu Tambahan Dana, Yuk Manfaatkan Peluang Bisnis Jelang Hari Raya Idul Adha

Umat Muslim sebentar lagi siap menyambut Hari Raya Idul Adha. Segenap keluarga yang merayakan pasti akan mempersiapkan segala keperluan beberapa hari atau minimal H-7 sebelum Idul Adha tiba. Nah, bagimu yang mungkin sedang perlu pemasukan tambahan, jangan ragu memanfaatkan momen seperti ini demi mencari rezeki. Kamu bisa melakoni bisnis yang mungkin akan berpeluang mendatangkan untung yang lumayan di momen hari besar seperti ini. Sini, biar kubantu membuat ide bisnis apa saja yang bisa kamu lakukan sembari menanti Hari Raya Idul Adha.

Karena Ini Salah Satu Hari Besar Umat Islam, maka Penjualan Baju Muslim pun Pasti Laku Keras di Pasaran

Beberapa hari jelang Idul Adha, pasti akan ada banyak sekali orang yang memanfaatkan waktu untuk belanja baju muslim serta alat ibadah. Baik itu dipakai sendiri atau untuk didonasikan. Nah, melihat peluang ini, yakin kamu tak mau memanfaatkannya? Kamu bisa kita menjual baju muslim serta alat ibadah. Demi menggaet pasar, kamu bisa promosikan dalam bentuk paket atau pasangan. Terpenting, kamu harus rajin memantau fesyen atau gaya terbaru di Instagram yang kebetulan sedang diminati orang-orang.

Jangan Dianggap Sepele, Saat Idul Adha Hampir Setiap Keluarga Perlu Alat Bakaran Sate

Kamu sudah mahfum, ‘kan? Saat Idul Adha tiba, kurban berupa daging sapi atau kambing pasti banyak dibagikan. Nah, biasanya daging ini kemudian diolah jadi aneka masakan. Mungkin salah satu yang paling mudah dan disukai adalah sate.

Pasti keluargamu pun termasuk yang akan bakar sate ketika Idul Adha, untuk itu tak ada salahnya kamu memanfaatkan peluang ini dengan berjualan alat bakaran sate. Tak perlu modal banyak, asal kamu bisa membuat variasi produk yang kamu tawarkan. Misalnya, satu paket alat bakaran sate lengkap dengan arang, kipas, tusuk sate, bahkan bumbu pelengkap. Pasti banyak yang akan memesan.

Idul Adha Identik dengan Potong Hewan Qurban, Kenapa Tidak Menjual Varian Bumbu Masak?

Sekarang ini orang lebih suka pakai bumbu masak siap saji lantaran dianggap lebih praktis. Melihat kebiasaan ini, kenapa tidak kamu coba jadikan peluang bisnis saja? Kamu bisa memulainya dengan membuka bisnis bumbu yang menyediakan berbagai varian produk bumbu untuk sajian daging seperti bumbu sate, tongseng, rendang, gulai, rawon, dan sebagainya.

Bahkan Kalau Kamu Mau Membuka Jasa Masak atau Mengolah Daging Qurban, ya Sah-sah Saja Lho, Kawan!

Kita sering mendapatkan daging qurban yang melimpah, sayangnya tak semua orang bisa mengolah daging dengan benar dan jadi sajian yang lezat, lho. Nah, untukmu yang suka bahkan punya talenta memasak, kenapa tidak jadikan keahlianmu jadi peluang bisnis?

Cobalah promosikan diri dengan membuka jasa masak daging qurban. Pasti ada peminatnya, terlebih di zaman yang serba praktis ini. Orang akan cenderung mencari peluang agar tak perlu repot atau berlama-lama di dapur. Dengan membuka jasa ini, mereka meminta jasamu cukup menyerahkan daging dan ‘menjemputnya’ dalam kondisi siap disantap. Menarik, ‘kan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bahagia Adalah Cara Pintar untuk Merayakan Hidup yang Lebih Bermakna

Merasa lelah karena didera masalah? Depresi karena banyaknya tanggung jawab yang membebani? Hingga rasa cemas yang tak henti-hentinya memenuhi isi kepala. Ya, hampir setiap orang sedang berjuang untuk menghadapi itu semua.

Memang sih, masih banyak hal-hal bahagia yang bisa kita ingat untuk menghibur hati. Tapi, kenapa akhir-akhir ini semua itu seolah terlihat menjauh, ya? Bukan, itu hanya perasaanmu saja.

Nah, demi menyelamatkanmu, bagaimana jika kami akan memberimu langkah yang mungkin lebih mudah dari yang terbayang sebelumnya agar kamu benar-benar bisa merasa bahagia. Biarlah kami bercerita, kamu cukup diam dulu untuk membaca dan memahaminya. Tentang bagaimana langkah-langkah dasar yang sebenarnya bisa kamu jalani untuk hidup yang lebih bermakna.

Bahagia Itu Adalah Bentuk Lain dari Pengalaman  

Memang sih, akan terasa mengada-ada jika kita diminta untuk bahagia, ditengah-tengah situasi sulit yang mungkin sedang diderita. Kebahagiaan itu sebenarnya merupakan kumpulan kecil dari makna-makna perjalanan dan kepuasan yang didapatkan.

Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan AS merilis Laporan Kebahagian Dunia, setiap tahunnya. Pada laporan tahun 2018, penduduk Firlandia jadi orang-orang yang menempati peringkat pertama untuk penduduk yang paling bahagia. Padahal dari beberapa negara yang diteliti, Amerika justru memiliki tingkat pendapatan yang paling tinggi. Tapi mereka justru berada pada urutan ke-18. Dengan kata lain, meski katanya bisa memilih bahagia karena memiliki apa saja yang diinginkan, belum tentu juga kita bisa mendapat bahagia.

Ini Akan Menjadi Rumit, jika Kita Tak Bisa Memecahkan Persoalan yang Sedang Mendera

Kamu pasti paham, ‘kan? Jika ekonomi Amerika dan penduduknya sudah jadi tolak ukur yang baik untuk berbagai negara. Mereka menghasilkan uang lebih banyak. Namun dari hasil rilisan penelitian yang tadi dijelaskan, negara tersebut justru tak menunjukkan peningkatan kebahagiaan. Konon kesenjangan antara pendapatan dan kebahagiaan ini disebut Easterlin Paradox. Dan tak melulu jadi patokan untuk bahagia yang banyak digadang-gadang orang.

Diri ini mungkin punya uang yang lebih dari cukup, bahwa lebih banyak dari yang sebelumnya kita bayangkan. Tapi kita justru terjebak, berjuang memahami. Kenapa sih kita tak bahagia? Padahal jawabannya sungguh sangat sederhana, bahagia itu adalah pilihan.

Ya, Sesimpel Memilih “Aku Ingin Bahagia Saja”

Diartikan dalam bentuk yang berbeda-beda. Setiap orang pasti punya penilaian yang tak serupa tentang bahagia. Kawan lain bilang bahagianya jika punya rumah dan mobil mewah, tapi untuk kita bisa jadi tak serupa. Jika kebahagiaanmu adalah keadaan, maka kita dapat berkata bahwa kebahagiaan hanyalah pengalaman, atau serangkaian pengalaman.

Selain itu, kebahagiaan juga bisa kita artikan sebagai tindakan untuk menemukan makna hidup dalam pengalaman sehari-hari dengan orang lain. Itulah sebabnya, Worl Happiness Report mengungkapkan bahwa kedermawanan dan jaringan dukungan sosial, juga jadi dua faktor kunci yang akan mengarahkan kita pada bahagia.

Pada setiap bahagia yang mungkin sedang diinginkan, kita menaruh harap untuk orang lain mengambil bagian. Kita percaya, memilih bahagia bisa didapatkan dengan mempersilahkan orang lain berperan untuk hidup kita.

Selanjutnya, Mari Bertindak Jadi Penentu untuk Bahagia yang Kita Inginkan

Jangan terlalu mendengar apa kata orang, jangan pula ikut-ikutan bisikan kawan. Sejatinya bahagia, hanya bisa kita rasakan sendiri. Bukan tentang takaran yang dibuat orang, atau berdasarkan kepercayaan yang digadang-gadang oleh mereka yang ada di sekitar.

Tentukan dan lakukan semua hal yang kita percaya jadi sumber bahagia. Perbuat segala sesuatu yang memang kita percaya. Ini bukan tentang siapa mereka yang ada di dekat kita saja. Tapi bagaimana kita bisa memaknai arti dari bahagia yang kita percaya.

Dan Jadikan Bahagia sebagai Pilihan Bijak demi Hidup Lebih Bermakna

Sesungguhnya banyak cara untuk memaknai hidup lebih dalam. Tapi belajar untuk memilih berbahagia dengan cara yang kita suka adalah salah satunya. Tak pernah ada pihak lain yang tahu, semuanya hanya akan jadi rahasia diri sendiri. Buang semua perkara yang jadi beban, dan mulailah merileksasi diri dengan cara yang kamu percayai.

Pertanyaannya, sudahkah kamu bahagia hari ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top