Trending

Beli Sepatu untuk Diinjak, Tapi Kaki Jadi Korban Injak-injakan. Haruskah?

Siapa yang tidak tergiur melihat diskon 90 persen? Apalagi jika barang yang didiskon adalah kategori barang hits nan branded. Terbaru, fenomena pesta diskon Nike yang berlangsung di Grand Indonesia memang sedang jadi perbincangan. Atau jangan-jangan kamu pun sempat ikut mengantre ya?

Lagi pula, siapa yang bisa menolak pesona Nike? Produsen sepatu asal Amerika Serikat dengan logo tanda ceklis itu memang sudah punya nama besar. Tiap mengeluarkan model baru pasti laris manis di pasaran. Tak heran, bazaar diskon besar-besaran kali ini pun menarik atensi penggemar Nike hingga rela antre berjam-jam.

Berkat Tawaran Diskon Bombastis, Jumlah Pengunjung pun Meningkat Drastis

 

Bazar dan diskon Nike di Grand Indonesia berakhir rusuh. Diskon sampai dengan 90%.

Dikirim oleh Eris Riswandi pada 22 Agustus 2017

Sejumlah media yang meliput langsung menuliskan antrean mengular sejak pagi. Bahkan semakin malam, situasi venue kian sesak oleh pemburu diskon. Jumlahnya pun membludak! Wajar saja, lagi-lagi karena diskon yang ditawarkan terbilang bombastis mencapai 90 persen.  Bahkan ada pengunjung yang memborong hingga empat pasang sepatu sekaligus karena mereka menganggap momen seperti ini jarang berlangsung. Pada momen pesta diskon Nike ini, harga sepatu yang tadinya mencapai harga Rp 5 juta bisa jadi kurang dari Rp 500 ribu. Sangat menggiurkan bukan?

Warganet yang berada di sana pun banyak yang mengabadikan lewat foto dan video. Dari foto-foto yang beredar, kita bisa melihat betapa banyak sepatu yang akhirnya berserakan di mana-mana layaknya obral sepatu kaki lima. Panitia dan petugas setempat sudah berusaha menertibkan antrean, namun lantaran jumlah pengunjung yang membludak, kericuhan pun sempat tak terhindarkan. Bak kompetisi, demi mencari alas kaki untuk diinjak, kaki  terlebih dahulu harus rela terinjak-injak. Haruskah demikian?

Impulsif, Inilah Faktor yang Membuat Banyak Orang Akhirnya Hobi Berburu Barang Diskon dan Egois dengan Keinginannya

 

Bazar dan diskon Nike di Grand Indonesia berakhir rusuh. Diskon sampai dengan 90%.

Dikirim oleh Eris Riswandi pada 22 Agustus 2017

Di Amerika ada istilahnya Black Friday, yaitu adanya satu hari khusus yang ditujukkan bagi para shopper untuk berburu barang diskon sampai puas. Produsen dan perusahaan ritel pun giat berlomba-lomba menawarkan  potongan harga yang terbilang gila. Akhirnya, para pemburu diskon kerap mengeluarkan uang hingga melebihi budget saat musim belanja tiba.

Zina Kumok, seorang profesional dibidang komunikasi mengatakan, ketika dilanda impulsif seseorang bisa memutuskan dengan cepat untuk membeli barang menurut kehendak hati tanpa berpikir panjang lagi.

Hanya Karena Melihat Label Diskon, Tak Jarang Insting Berburu dan Berkompetisi dalam Diri Seseorang Langsung Bangkit

Sementara, menurut penjelasan ilmuwan konsumen James Mourey asal Driehaus College of Business di DePaul University, ketika orang berbelanja biasanya mereka akan menemukan banyak hal semacam kegembiraan dan kesenangan secara psikologis.

Hal ini yang membuat banyak orang akhirnya rela berdesakan, terdorong, bahkan terinjak-injak hanya demi mendapatkan barang incaran mereka. Lebih jauh lagi, Mourey menjelaskan jika seseorang melihat sesuatu yang disukainya, hal itu akan mengaktifkan nucleus accumbens yaitu pusat penghargaan pada otak. Maka ketika pembeli melihat produk yang mereka sukai dengan harga yang dianggap cukup ekonomis, dan berhasil mendapatkan produk incaran tersebut, hal itu akan memunculkan kepuasan yang luar biasa di nucleus accumbens.

Situasi Ricuh yang Kerap Terjadi Saat Pesta Diskon Berlangsung Ternyata Juga Dimotori Oleh Kondisi Psikologi Manusia yang Merasa “Ditekan”

Dikirim oleh Eris Riswandi pada 23 Agustus 2017

Kericuhan yang terjadi di Exhibition Hall Grand Indonesia akibat pesta diskon memang sulit dihindari. Timbulnya situasi ini sejatinya sudah terbaca oleh para psikolog terutama bagi mereka yang memang meneliti psikologi konsumen.

Laura Brannon, seorang psikologi sosial dari Kansas State University menjelaskan, keterbatasan waktu untuk mendapatkan diskon besar-besaran  memicu seseorang menjadi “tak terkendali”.

Menurutnya, membatasi kesempatan untuk membeli barang dengan diskon besar akan membuat orang menginginkan kesempatan yang lebih. Makanya, kalau kamu melihat sejumlah iklan menggunakan kata ‘persediaan terbatas’, sebenarnya itu untuk menarik minat konsumen saja.

Sejatinya sah-sah saja datang dan berbelanja ke pesta diskon. Hanya saja, kamu perlu punya ‘tameng kuat’ sebelum memutuskan untuk datang. Ancaman over budget sudah pasti, terutama jika kamu kategori konsumen yang mudah tergiur dengan harga miring yang ditawarkan. Rencana beli satu pasang, bisa jadi pulang dengan tiga pasang sepatu. Sebelum hal itu benar-benar terjadi, akan lebih bijak jika kamu memasang target ingin membeli apa di gelaran pesta diskon yang akan kamu kunjungi. Meski akan ada banyak godaan, setidaknya lindungi diri dengan ‘tameng’ berupa prinsip pribadi. Dengan demikian, kamu tak akan kalap saat berada di lokasi, apalagi ikut-ikut ricuh hanya karena berebut barang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Apa yang Harus Kita Lakukan, Saat Orangtua Tak Kunjung Memberi Restu atas Hubungan

Percayalah, jika hubunganmu bukanlah jalan tol yang bisa bebas dari hambatan. Beberapa kali, kamu akan bertemu kerikil tajam yang bisa menganggu hubungan. Dan salah satunya adalah restu dari orangtuamu atau orangtua si pacar.

Perkara ini jelas jadi mimpi buruk bagi sebagian besar pasangan. Karena biar bagaimanapun, titik akhir yang akan jadi tujuan hubungan tentulah pernikahan yang jelas butuh restu dari orangtua. Melepas dia yang kita cintai tentu tak mudah, tapi melawan apa kata orangtua juga adalah dosa. Lantas kita harus apa?

Awali dengan Memberi Orangtua Pengertian, Yakinkan Jika Pacar adalah Sosok yang Memang Kita Butuhkan

Perbedaan pola pikir pada orangtua, sering jadi pemicu tak mengalirnya restu atas hubungan kita. Kamu mungkin percaya bahwa si pacar adalah sosok yang memang pantas diperjuangkan. Sedangkan orangtua sering berpikir bahwa kita tak akan bisa hidup bahagia denngannya.

Jangan dulu buru-buru marah, sebab hal terpenting yang perlu diupayakan adalah memberi pengertian pada ibu dan ayah di rumah. Sampaikan pada mereka, jika perempuan atau laki-laki  yang sekarang jadi pacarmu adalah sosok pendamping yang sesungguhnya kau butuh.

Setelah babak ini, selanjutnya hanya akan dua kemungkinan yang bisa kita dapatkan. Direstui karena akhirnya orangtua percaya, atau tetap tak memberi restu dan meminta kita memutuskan hubungan dengan pacar saat itu juga.

Namun Jika Tetap Tak Mendapat Restu, Percayalah Kamu atau Dia Bisa Bahagia Meski Tak Bersama

Tahu lebih cepat jika restu tak akan kita dapat, jauh lebih baik daripada terus menjalani hubungan tanpa ada tujuan. Karena biar bagaimanapun, perihal restu selalu jadi perkara besar yang akan berpengaruh pada hubungan. Maka ketika sudah tahu jika ayah dan ibu tak setuju, ada baiknya jika persoalan ini buru-buru diobrolkan dengan pacarmu.

Cari titik tengah yang bisa jadi jalan keluar dari masalahmu, beri si dia pengertian jika hubungan kalian tak bisa dilanjutkan. Tekankan pula, jika keputusan ini mungkin jadi akhir dari hubungan. Tapi kita berdua tetap bisa berteman, dan tetap bisa sama-sama bahagia meski tak bersama.

Yakinlah Sepenuh Hati, Apa yang Orangtua Inginkan adalah Sesuatu yang Memang Kita Butuhkan

Naluri dari orangtua adalah sesuatu yang alami. Biasanya, meski tak memberi tahu mereka. Ibu atau Ayah selalu tahu apa yang kita butuhkan. Walau kadang, pandangan mereka terhadap sesuatu hal memang tak sejalan dengan apa yang kita pikirkan. Demi mengobati patah hatimu atas restu yang tak bisa kamu dapatkan. Lebih baik isi pikiran dengan hal-hal yang bisa membahagiakan. Dan salah satunya adalah, meyakinkan diri jika keputusan yang diberikan oleh orangtua adalah jalan terbaik untuk kebahagian kita.

Bukan untuk Menciutkan Nyalimu, Patah Hati Karena Tak Mendapat Restu Bisa Mendewasakanmu

Pertambahan usia adalah sesuatu yang mau tak mau harus kita terima. Seiring dengan hal tersebut, berbagai macam penolakan dan kesedihan dalam hidup, tentu akan menghampiri kita. Dan salah satunya adalah ketika cintamu tak mendapat restu dari orangtua.

Hatimu mungkin patah, jiwamu pun pasti terluka. Sebab cinta yang selama ini kau percaya harus berakhir hanya karena terhalang restu orangtua. Tapi, ini bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Sebab mampu menghadapinya justru jadi kekuatan tersendiri yang kelak membuktikan bahwa kamu adalah orang yang bijaksana. Mampu melepas cinta demi nasihat orangtua.

Sebab mengesampingkan ego tentu tak mudah, dengan kata lain kamu berhasil membuktikan bahwa dirimu memang sudah dewasa.

Setelah Cukup Kuat, Beranikan Diri untuk Membuat Hati Pada Cinta yang Lain Lagi

Perjalan cerita hidup terus berjalan, begitu pula dengan kisah cinta yang harus tetap kamu jalankan. Jangan jadikan patah hati membuatmu tak mau membuka hati. Karena bisa jadi dihalangnya restu memang jadi jembata lain yang kan mempertemukanmu dengan cinta yang sejati.

Move on memang terdengar klise, tapi ini adalah satu-satunya cara yang harus kamu lakukan agar bisa bangkit dari keterpurukan hubungan. Namun seseorang yang sudah dewasa, harusnya paham bagaimana cara berlapang dada untuk menerima semua kenyataan yang ada.

Restu memang jadi sesuatu yang rumit, tapi cobalah untuk selalu ingat ini. Sekuat apapun kamu menolak, dia yang ditakdirkan untukmu tetap akan menghampirimu Dan sebaliknya, sekuat apapun kamu menahannya, dia yang tak tercipta untukmu pasti akan pergi meninggalkanmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Laudya Cynthia Bella Tertantang Dalami Peran dengan Dialog Bahasa Padang

Untuk kali pertama, dua rumah produksi film yaitu Falcon Pictures dan Starvision bekerjasama untuk menggarap sebuah film berjudul Buya Hamka. Film tersebut bercerita tentang kehidupan seorang pahlawan nasional, Haji Abdul Malik Karim Amrullah, atau yang lebih dikenal dengan Buya Hamka.

Sosok Buya Hamka akan diperankan oleh aktor Vino G Bastian. Dua artis papan atas Indonesia lainya yakni Laudya Cynthia Bella dan Desy Ratnasari juga ikut terlibat. Menariknya, film ini menggunakan bahasa Padang, sementara Bella dan Desy lahir dan besar di lingkungan adat Sunda. Bagi keduanya, tentu bahasa jadi kendala utama.

“Tantangannya tentu bahasa. Saya biasa gunakan bahasa Sunda dan di sini saya jadi orang Padang,” tutur Desy seperti dikutip Viva.co.id.

Hal itu juga yang dirasakan Bella, perempuan Bandung itu mengungkapkan bahwa ia sangat kesulitan berdialog menggunakan bahasa Padang.

“Bahasa doang yang susah, karena kalau bahasa dihapal mudah yah, tapi ini bahasa dibuat dialog sulit ya, untuk jadi rasa ke hati itu connect itu butuh waktu yang panjang butuh waktu yang banyak,” ucap Bella.

Waktu reading yang dirasa sangat sebentar, juga membuat Bella kesulitan untuk memahami bahasa Padang dengan baik.

“Sementara aku reading hanya sekitar 20 hari dan menurut aku kalau bisa milih pilih please satu bulan lagi readingnya,” tutur dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Fokus di Dunia Akting, Zara Vakum Sementara dari JKT48

Aktris muda Adhisty Zara mengatakan jika dirinya sementara vakum dari grup idola JKT48 lantaran keinginanya untuk fokus pada dunia akting.

“Sebenarnya enggak ditinggalkan, cuma aku vakum dari JKT48 sebentar karena kita enggak bisa fokus melakukan dua kegiatan barengan,” kata Zara seperti dikutip dari kompas.com, Selasa (26/5).

Zara JKT48, demikian ia biasa dikenal sejatinya tak ingin menekuni dua bidang sekaligus namun hasilnya tak maksimal. Ia ingin memberikan yang terbaik untuk setiap bidang yang ditekuni.

“Karena nanti hasilnya akan setengah-setengah jadi sayang juga, mendingan aku tetap sebagai member JKT48 tapi aku mungkin lebih fokus di film. Filmnya beres baru JKT48. Kalau kata aku sih bukan berarti di komplain karena justru aku bawa nama Zara JKT48 main film, bukan Adisty Zara. Itu membantu JKT48 masih ada dan anggotanya enggak cuma bisa nyanyi tapi akting,” tutur Zara.

Banyak DM yang diterima Zara agar dirinya tak keluar dari grup tersebut. Ia pun menampik isu keluar, justru ia ingin tetap akting sembari membawa nama JKT48.

Zara diketahui bermain dalam beberapa judul film yang berhasil mendapatkan lebih dari satu juta penonton seperti Dilan 1990, Dilan 1991 dan Keluarga Cemara. Kini dara berusia 15 tahun itu akan kembali terlibat dalam penggarapan film horor arahan sutradara Kimo Stamboel berjudul Ratu Ilmu Hitam.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top