Trending

Bela Negara Zaman Now

“Tuhan tidak mengubah nasib suatu bangsa sebelum bangsa itu mengubah nasibnya sendiri” – Bung Karno

Barangkali, kalimat ini adalah salah satu hal yang dulu menggawangi semangat dari sang proklamator bangsa. Para pahlawan yang dulu berjuang percaya bahwa negara kita hanya akan merdeka ketika masyarakatnya berjuang bersama. Mengorbankan jiwa dan raganya demi sebuah kebebasan untuk hidup bernegara.

Akan tetapi itu dulu, beda halnya dengan kehidupan kita sekarang. Hidup di negara yang sudah merdeka, kita tak lagi harus membela negara dengan senjata. Tidak pula harus bertaruh nyawa dengan penjajah.

Sebab membela negara bukan hanya tanggung jawab para pemimpin saja, bukan pula kewajiban para abdi negara, tapi jadi tanggung jawab setiap kita. Lalu bagaimana kita akan membela negara di zaman sekarang?

Tumbuhkan Rasa Nasionalisme dengan Benar-benar Memahami Arti dari Pancasila Sebagai Dasar Negara

Sedari kecil kita sudah banyak diberi pemahaman untuk memaknai nilai-nilai yang terkandung pada setiap butir Pancasila. Sayangnya, hal yang telah susah payah ditanamkan oleh para orangtua dan guru di sekolah, justru hilang begitu saja.

Cobalah tengok beberapa masalah yang kerap terjadi pada kehidupan berbangsa. Mulai dari ricuhnya panggung politik kita, bergesernya nilai-nilai budaya, hingga konflik lain yang kadang berimbas pada situasi ekonomi negara.

Kita lebih suka untuk mengkritik upaya pemerintah, yang selalu dianggap gagal. Namun lupa sejauh mana kita telah merefleksikan diri sebagai warga negara. Tak perlu ribut menyuarakan hal-hal yang sekiranya masih jauh, jika dasar negara saja kita masih tak tahu.

Jangan Mudah Percaya, Berita yang Kadang Kamu Baca dan Bagikan Belum Tentu Benar Adanya

Sebab kualitas dari suatu negara konon akan tersirat dari seberapa jauh kemampuan berpikir masyarakatnya. Tanpa harus susah payah untuk mencari celah kekurangan kita, mari kita telisik lagi hal-hal yang kini sudah menjadi kebiasaan. Salah satunya aktivitas di media sosial.

Hiruk pikuk masalah yang banyak terjadi beberapa tahun belakang, kerap terbawa pada perbincangan di media sosial. Perbedaan pendapat dan jalan pikiran yang tak sepaham berimbas pada hubungan pertemanan. Tak heran jika akhirnya beberapa dari kita akhirnya memutus tali silaturahmi hanya karena hal-hal yang belum tentu benar.

Simpan semua emosimu, saling menjatuhkan tak akan memberi dampak apa-apa bagi negara. Bukannya membuat kita semakin dikenal karena kehangatannya, pelan-pelan kita justru dikenal karena terlalu beringas di media sosial.

Tolerenasi Bak Amunisi, Kita Akan Kalah Jika Masih Tak Bisa Menerima dan Memahami Ragamnya Manusia

“ Tidak akan menang tanpa adanya kekuatan, tidak akan ada kekuatan tanpa adanya persatuan” – Panglima Sudirman.

Berkaca dari kalimat yang diungkapkan sang panglima perang, harusnya kita paham jika kehidupan berbangsa tak bisa terkotak-kotakkan. Sebab para pahlawan yang dulu berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan, tak pernah mempermasalahkan perbedaan. Dan hal yang sama, harusnya juga sedang kita lakukan sekarang.

Seolah berbanding terbalik dengan kehidupan yang ada dihadapan kita saat ini. Perbedaan justru gencar dijadikan pertentangan. Entah itu masalah ras, agama hingga pandangan politik yang tak sama. Jika masih akan terus berada pada situasi seperti ini, apakah kita sudah jadi warga yang sedang membela negaranya? Rasanya tidak! Cobalah untuk bertanya pada masing-masing diri, sudahkah kita memahami toleransi?

Semua Hal Melaju, Tunjukkan Kemampuan dengan Berlomba Membawa Nama Bangsa di Panggung Dunia

Pesta musim panas 2018 sudah di depan mata, kegiatan ini akan jadi salah satu ajang yang bisa kita gunakan untuk membela negara. Bukan menyelamatkan namanya dari tangan para penjajah, bukan pula dari konflik panas seperti negara-negara tetangga. Tapi bagaimana kita bisa menunjukkan kemampuan pada hal-hal yang bisa dilakukan. Menjadi atlet dan pendukung dalam pertandingan.

Ini bukan perkara mudah, sebab tak hanya menyumbangkan waktu dan tenaga saja. Ajang ini jadi sebuah panggung yang membuat mereka bertaruh nyawa, demi memenangkan pertandingan dan mengharumkan nama bangsa.

Supaya Tak Jadi Bangsa yang Lupa Jati Diri, Tetap Junjung Tinggi Budaya dan Adat Istiadat yang Kita Miliki

Masih lekat diingatan, beberapa klaim dari negara tetangga akan hal-hal yang sebenarnya kita punya. Mulai dari kebudayaan dan tradisi lain yang memang bukanlah milik mereka. Hingga gencarnya budaya barat yang pelan-pelan mulai menggeser kentalnya budaya timur.

Jadi jangan heran jika sekarang banyak anak kecil yang sudah tak tahu bahasa daerah, tak hafal lagu wajib, hingga tak lagi tahu siapa presiden pertama yang berjuang untuk kemerdekaan negara.

Hingga nanti akan ada beberapa negara lain yang bersikap ingin menjarah apa yang sebenarnya kita punya. Dengan klaim bahwa hal tersebut adalah milik mereka. Alih-alih terlihat ingin membela negara, sikap kita kadang malah bak pahlawan kesiangan.

Bentuk atau wujud bela negara di era sekarang tak lagi dengan bambu runcing dan meriam. Kita dapat melakukannya dengan mencintai budaya Indonesia melebihi budaya luar negeri, memperkenalkan budaya Indonesia di kancah internasional dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi dan komunikasi seperti jejaring sosial untuk hal-hal yang benar. Serta mengemukakan aspirasi yang disertai dengan tanggung jawab berekspresi pada segala aspek kehidupan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Saat Kamu Berkunjung ke Bali, Jangan Lupa Untuk Mengunjungi Tempat Murah Ini ya!

Bali adalah salah satu tempat yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Tak hanya wisata alamnya yang menarik, Bali juga memiliki wisatu kuliner yang sangat sayang untuk dilewatkan. Nah berikut adalah 10 daftar rumah makan murah yang patut kamu kunjungi saat berwisata ke Bali.

1. Warung Ibu Ode

Warung Ibu Ode ini terletak di Jalan Nangka Utara, Denpasar, tepatnya di sebelah selatan pom bensin di sebelah barat jalan. Di sana kamu bisa mencoba beragam menu makanan khas Bali dengan harga yang sangat murah, yaitu hanya 10.000 rupiah untuk satu porsi.

2. Warung Men Madia

Warung Men Madia ini terletak di Jalan Tukad Yeh Aya Nomor 245, Renon, Denpasar, Bali. warung ini menyediakan menu nasi lawar yang memang merupakan makanan khas Bali. kamu hanya perlu mengeluarkan uang 10.000 rupiah saja per porsinya.

3. Warung Nasi Babi Guling Sari Ayu

Warung ini terletak di Jalan Kepundung No. 1 Denpasar, Bali. di warung ini kamu bisa mencoba menu nasi babi guling yang sangat enak. Harganya juga cukup murah, hanya 10.000 rupiah saja jika kamu membungkusnya dan 20.000 rupiah jika kamu makan di tempat.

4. Warung Pinggir Jalan Bedugul

Warung ini terletak di pinggir jalan Bedugul. Tepatnya berada di puncak Bedugul (jalan menuju Singaraja, pinggir jalan). Warung ini menyediakan sate khas Bali plus tipat dengan harga 10.000 rupiah saja per porsinya. Kamu juga bisa mencoba menu rawonnya, harganya hanya 5.000 rupiah saja.

5. Sate Babi Sambal Matah depan Pasar Sukawati

Bagi kamu yang sangat suka menu makanan babi, kamu bisa mengunjungi tempat makan yang satu ini. Sate babi ini bisa kamu temukan di depan pasar sukawati. Harga satu porsinya juga sangat murah, yaitu 10.000 rupiah saja.

6. Kedai Ceret

Warung ini terletak di Jalan Rukad Yeh Aya Nomor 119. Di sana kamu bisa menemukan banyak menu yang enak dan murah banget. Kamu bisa mencoba mulai dari menu sego oseng atau mercon atau harimau, nasi bakar ayam atau ampela, beragam gorengan dan ragam sate. Harganya pun sangat murah, setiap menunya tidak lebih dari 10.000 rupiah kok.

7. Warung Rahayu

Warung Rahayu berlokasi di Jalan Hayam Wuruk Nomor 205, Denpasar. Di sana kamu bisa mencoba menu nasi kuning yang super enak. Tak perlu khawatir, kamu hanya perlu membayar 10.000 rupiah saja untuk menu yang satu ini.

8. Warung Men Gege

Warung yang satu ini memiliki menu yang patut kamu coba. warung Men Gege ini terletak di Jalan Danau Baraton Nomor 49, Sanur. Di warung ini terdapat menu berupa tipat, sayur, telor asin dan kacang yang sangat pas dinikmati di siang hari dengan es daluman yang memang khas dari Bali. Kamu hanya perlu mengeluarkan uang 10.000 rupiah untuk tipat dan 7.000 rupiah untuk es daluman.

9. Warung Mek Resi

Warung ini terletak di Guwang, Gianyar Bali. Di sana terdapat menu tipat plecing yang enak dan murah. Dengan bermodalkan uang 10.000 rupiah saja kamu sudah bisa mencicipi makanan enak ini. Jika masih kurang puas, di sana juga terdapat menu es Bubuh Injin plus biji salak yang sangat segar dengan harga hanya 4000 rupiah saja.

10. Warung Tanpa Nama

Warung ini berlokasi di Jalan Sedap Malam, Gang Sandat nomor 15. Warung ini menjual bubur khas Bali yang sangat enak. Harga bubur itu pun sangat terjangkau, yaitu hanya senilai 7000 rupiah saja. Patut dicoba nih guys.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

7 Pasangan Artis yang Jatuh Cinta dari Pertemuan yang Tak Terduga

Hidup memang penuh misteri. Salah satunya adalah perihal jodoh. Kita tidak akan pernah tahu siapa jodoh kita serta kapan dan dimana kita akan bertemu dengannya. Seperti halnya dengan 7 artis ini. Mereka akhirnya jatuh cinta setelah pertemuan yang tak pernah mereka duga sebelumnya.

1. Nicholas Cage dan Alice Kim

Kisah cinta yang satu ini merupakan kisah antara idola dan penggemarnya. Alice merupakan penggemar berat dari Nicholas Cage. Pertemuan mereka berawal saat Alice bertemu di sebuah restoran dengan Nicholas secara tak sengaja. Awalnya Alice hanya ingin meminta tanda tangannya, tak disangka ternyata Alice juga mendapat nomor teleponnya.

2. Ashton Kutcer dan Mila Kunis

Ashton dan Mila sebenarnya pernah bermain di sebuah serial yang sama. Namun kemudian mereka berdua disibukkan dengan kehidupan mereka masing-masing. Bahkan Ashton pun sempat menikah dengan aktris Demi Moore. Meski begitu, kini Ashto dan Mila sudah hidup bahagia sebagai pasangan dan sudah memiliki dua orang anak.

3. Matt Damon dan Luciana Bozan

Kamu bisa mengambil pelajaran dari kisah yang satu ini bahwa kita tak pernah tahu kapan nasib baik akan berpihak kepada kita. Luciana dulu adalah seorang pekerja bar. Pertemuannya bermula saat Matt sedang bersembunyi dari kejaran penggemarnya.

Luciana pun membantu Matt untuk bersembunyi dan mengobrol banyak hal dengannya. Kini status Luciana sendiri sudah berubah menjadi seorang istri dari Matt Damon.

4. Andien dan Ippe

Pasangan ini salah satu pasangan dengan pertemuan yang tak disangka. Ternyata Ippe merupakan sosok di balik event organizer di acara ulang tahun Andien yang ke-17. Dulu sekedar partner kerja, kini jadi partner kehidupan.

5. Ben Affleck dan Jennifer Garner

Ben dan Jennifer pernah bermain dalam satu film yang sama, yaitu Pearl Harbor. Namun mereka benar-benar saling suka saat bertemu dalam set film Daredevil. Kini mereka masih tetap saling mendukung meski hubungan mereka sedang putus-nyambung.

6. Darius Sinathrya dan Donna Agnesia

Kedua artis ini jatuh cinta karena terbiasa bersama. Ya, mereka mulai jatuh cinta sejak disatukan dalam suatu pekerjaan sebagai presenter untuk Piala Dunia 2004. Kini keduanya sudah menikah dan hidup bahagia.

7. Patrick Dempsey dan Jillian Fink

Pertemuan antara Patrick dan Jillian sangat tak terduga. Dulu nama Patrick Dempsey Pernah menjadi daftar tamu di salon tempat Jillian bekerja. Perkenalan pun dimulai dari situ. Kini, Patrick dan Jillian kini sudah tinggal bersama selama 16 tahun dan Jillian menjadi hairstylist nomor satu bagi Patrick.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Yakin Pacarmu Setia? Coba Tanyakan Beberapa Pertanyaan Ini Padanya!

Bukan bermaksud untuk menggoyahkan kepercayaanmu pada sang pacar, namun yang namanya kesetiaan ‘kan perlu dibuktikan. Meki kadang kita pun bingung bagaimana cara menyampaikan rasa keingintahuan tersebut dengan cara yang tepat.

Yap, dengan alasan tak mau membuat pacar tersinggung, sebagian dari kita justru lebih memilih diam, tak memperpanjang pertanyaan. Walau ada beberapa kegundahan yang memang perlu disampaikan.

Nah, kali ini, demi membantumu, ada beberapa pertanyaan yang bisa kamu pakai untuk meyakinkan diri jika si dia memang setia. Dan jika jawabannya memang terdengar menyakinkan, maka tak perlu ada yang kamu ragukan.

“Kamu Mau Tidak, Menerima Aku Apa Adanya?”

Iya sih, kata Tulus kita tak boleh mencintai apa adanya. Tapi, kamu perlu paham kalau sebagai pihak yang menanyakan ini konteksnya agak berbeda. Karena tujuan awal memang ingin mempertanyakan kesetiaan, maka kalimat ini bisa kamu jadikan pertanyaan.

Selanjutnya kamu boleh menilai, apa balasan yang ia sampaikan padamu tentang pertanyaan yang barusan kamu katakan. Jika memang dirasa cukup menguatkan, maka bertahan tak salah untuk kamu lakukan.

“Kalau Aku Minta Kamu Gambarkan Kesetianmu dengan Tiga Kata, Kamu Akan Bilang Apa Sama Aku?”

Beberapa sosok yang tidaklah benar-benar sayang, mungkin akan buru-buru mencari kata atau kalimat paling manis untuk didengar pasangan. Tapi dia yang benar-benar setia, mungkin akan menjawabnya dengan kalimat sederhana yang penuh makna. Tak berisi banyak janji, tapi apa yang ia jadikan jawaban adalah sesuatu yang ia yakini bisa diberikannya padamu.

“Mantanku Hubungi Aku Lagi, Kira-kira Apa yang Harus Aku Lakukan?”

Jika dia yang kamu panggil pacar akan buru-buru marah dan terlihat tak senang. Itu artinya, ada hal yang perlu kamu pertimbangkan lagi untuk tetap menjadikannya pasangan. Cemburu mungkin sah-sah saja, tapi tergesa-gesa untuk marah dan emosi hanya karena seseorang yang ada di masa lalu pasangannya, jelas tak baik.

Cobalah simak penuturannya, tentang bagaimana respon yang akan ia sampaikan perihal mantan yang kini tiba-tiba datang.

“Dari Sekian Banyak Orang, Kenapa Kamu Milih Aku Untuk Jadi Pacar?”

“Karena kamu itu…” jelas sudah terdengar biasa, apalagi jika kata selanjutnya adalah bualan receh yang biasa dipakai oleh lelaki remaja. Ini perlu kamu dengarkan dengan seksama. Karena dari sini, kamu bisa menilai bagaimana ia menempatkanmu dalam hidupnya.

Entah sebagai pacar biasa, sebagai pacar sementara, atau sebagai calon teman hidup yang akan menemaninya hingga tua. Pasang telinga dan duduklah, dengarkan baik-baik apa yang menjadi alasannya.

“Aku Pasti Sering Sibuk Kerja, Kamu Siap Menerimanya?”

Untuk urusan ini, memang perlu kita diskusikan dengan pacar mulai dari sekarang. Sebab, sebuah hubungan hanya akan bisa berjalan lancar, jika keduanya dapat saling mendukung dan terbuka atas apa yang menjadi keresahan.

Kamu mungkin khawatir ia akan protes karena sebagian besar waktumu tersita untuk bekerja. Untuk itulah kamu perlu bertanya padanya. Jika ternyata ia bisa memahami dan memaklumi kesibukan yang kamu punya, rasanya ia pantas untuk dipertahankan maupun dijadikan pasangan masa depan.

“Diriku Bukanlah Anak Orang Berada, Kamu Siap Untuk Hidup Sederhana?”

Sosok yang benar-benar setia tak akan memintamu untuk melakukan hal-hal yang sejatinya tak bisa kamu lakukan untuknya. Maka, sedari sekarang kamu boleh sampaikan, sejauh mana kemampuanmu untuk membahagiakannya kelak, dan apa saja yang mungkin sulit untuk kamu berikan padanya.

Dari reaksinya, kamu akan bisa tahu dan menimbang rasa. Apa yang memang benar-benar ia inginkan darimu. Hidup bersama untuk bersenang-senang saja, atau menikmati semua hidup dalam suka dan duka.

“Suatu Saat Nanti, Aku Mungkin Akan Tua dan Tak Lagi Gagah. Kamu Yakin Masih Akan Mencintaiku dengan Rasa yang Sama?”

Hidup terus berjalan, kita bisa saja yakin untuk mencintainya dengan rasa yang sama. Tapi isi hatinya, tak ada yang bisa menerka. Untuk itulah kita perlu bertanya, sanggupkan ia akan tetap mencinta jika kelak sudah menua?

Setiap orang memang boleh saja ingkar, tapi setidaknya jawaban atas pertanyaan yang kita sampaikan, boleh jadi alasan, mengapa akhirnya kita memilihnya sebagai teman hidup di masa depan.

Jadi kapan, kamu akan bertanya pada pacarmu?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top