Feature

Bekerja untuk Mencari Uang Sudah Pasti! Pertimbangkan 7 Hal ini Agar Hasil Perkerjaanmu Luar Biasa

Bekerja untuk mendapatkan uang, ah itu biasa. Anak SD juga tahu kalau tujuan orang bekerja untuk mendapatkan uang. Kita bekerja untuk dibayar seseuai dengan kebutuhan pekerjaanmu.

Agar pekerjaanmu tak sia-sia, Kamu seharusnya mencari hal tak sekedar uang. Karena uang sudah pasti kamu dapatkan ketika bekerja.

1. Bukan Sekedar Uang, Kamu harus juga Cari Kepuasan Jangan Sampai Kamu Stres

orang minum

Tentu saja bekerja untuk mencari uang. Tapi rasanya akan kurang maksimal mengerjakan sesuatu tanpa passion.  Menurut Rene Suhardono, CareerCoach, Passion adalah segala hal yang kita minati sedemikian rupa sehingga kita tidak terpikir untuk tidak mengerjakannya.  Kamu mengerjakan perkejaan dengan sangat enjoy dan mencari kepuasaan.

Bila sudah kerja tapi tidak puas dan banyak galau, luangkan waktumu beberapa hari untuk mencari berfikir apakah Kamu akan terus membuang waktu untuk mengerjakan pekerjaan yang tidak sesuai passionmu. Akan tetapi, kalau belum bekerja, cari pekerjaan yang sesuai dengan minat.

2. Bukan Sekedar Uang, Sudahkah Pekerjaanmu Bermanfaat Bagi orang lain.

 Sumber: otomotifnet.com

Sumber: otomotifnet.com

Dalam berbagia kesempatan, Ridwan Kamil menyampaikan nasehat ibunya kepada dirinya: Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain.  Sebaiknya begitu juga dengan perkerjaanmu. Harus juga bermanfaat buat orang lain.

Bekerja itu memang ibadah. Mencari nafkah buat keluarga. Tentu akan semakin lengkap Ibdahmu itu jika perkerjaanmu bermanfaat bagi orang lain, apalagi bagi masyarakat.

3. Bukan Karena Gaji Besar, Tapi Kultur Perusahaan Juga Seharusnya Jadi Pertimbangan.

kultur perusahaan

Mencari gaji besar itu penting! kalau Kamu bisa mendapatkannya, ya kenapa tidak. Namun Kamu jangan terlena dengan perusahaan yang bergaji besar. Umumnya Gaji besar, tuntan dan tanggung jawab yang diberikan perusahaan juga besar.

Gaji besår itu penting, tapi jangan lupakan juga budaya perusahaan. Kamu sebaiknya juga mencari pekerjaan yang budayanya sesuai dengan keinginan kamu. Ini yang banyak dilupaka.

Setiap perusahaan memiliki budaya sendiri-sendiri. Umumnya tidak tertulis. Budaya meliputi psikologi, kegiatan dan kepercayaan dari sekelompok orang.  Definisi sederhana lain berbunyi cara perusahaan menyelesaikan pekerjaan.

Bila Kamu selalu punya ide-ide baru dan suka tantangan, mungkin Kamu bisa menjajal bekerja di perusaah yang masih startup. di startup pada umumnya, terbuka untuk ide-ide karyawanya. Tidak ada birokrasi yang berbelit.

4. Jangan Seperti Mahasiswa Kupu-kupu,  Kamu harus Perbanyak Networking. Sukses itu salah satunya karena Networkmu

Sumber: blog.djarumbeasiswaplus.org

Sumber: blog.djarumbeasiswaplus.org

Jika waktu mahasiswa Kamu setelah kerja langsung pulang, maka setelah kerja sebaiknya tidak dilakukan. Coba nongkrong dengan teman-temanmu, untuk menambah netwokmu. Sukses itu salah satunya karena Networkmu

Tap jangan sukedar soap kita, tapi harus pikirkan juga siapa yang kenal kita, dan kita dikenal sebagai apa . Menurut Career coach Rene Suhardono, dalam bukunya yang berjudul Your Job is Not Your Career!, Networking adalah mengenai siapa yang mengenal Anda, bukan siapa yang kita kenal. Atau dalam kata lain : Networking is about who knows you, NOT  who you know.

5. Bekerja juga harus jadi tempat belajar, bukan saja tempat mencari uang.

sosmed kepoSudah bekerja dan lulus kuliah, bukan berarti kita harus berhenti belajar. Belajar itu terus menerus, belajar itu seumur hidup dari lahir hingga meninggal.

Alangkan menyenangkan jika selain bekerja, Kamu juga bisa belajar banyak ditempat kerjamu.  Belajar banyak hal-hal baru yang tidak pernah Kamu dapatkan di kuliah. Kamu Belajar tapi di bayar. Menyenangkan bukan?

6. Untuk Sukses dalam karier, Kamu juga butuh Mentor, bukan sekedar BOS.

gender sosmedDalam bekerja, penting sekali mencari mentor. Kamu bisa belajar bayak dari mentormu dan Kamu bisa berkembang lebih jaih dari dirinya.   Jadi Kamu bukan sekedar bekerja, Kamu harus juga mencari mentormu akan Kamu bisa jauh lebih cepat berkembang.

Tentu Kamu mengenal Steve Jobs. Jobs yang mampu banyak mengubah dunia lewat Applenya. Pada saat umur 17 tahun, Jobs melamar pekerjaan Atari, sebuah perysahaan. Jobs akhirnya menjadi personal asisten Nolan Kay Bushnell founder atari. Ia belajar banyak dari  Nolan Bushnell. Boleh dibilang  Nolan Bushnell adalah mentor pertamanya.

7. Bukan Sekedar Uang, Pertimbangkan Jarak dan Waktu. Jangan Sampe Kamu tua di Jalan

macetAda istilah ‘tua di jalan’ untuk orang-orang pekerja sekarang, terutama yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta. Sebagian besar orang-orang ini bekerja dan menghabiskan banyak waktu di jalanan karena macet dan karena jarak tempuh.

Menurut sebuah penelitian sebelumnya dari Departemen Sosiologi National University of Singapore (NUS), fakta bahwa warga perkotaan harus menghabiskan banyak waktu di luar rumah, baik untuk bekerja maupun berkomuter di perjalanan, telah menciptakan fenomena yang disebut dengan istilah “provisional” atau temporer bagi warga Jakarta

Maka dalam berkerja, uang itu penting tapi Kamu juga harus pertimbangkan juga Jarak dan Waktu tempuh ke tempat pekerjaanmu. Jangan sampai Kamu tua di Jalan. Sayang waktu dan dirimu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Untuk Kamu Para Introvert, Ini 5 Bisnis yang Cocok Banget Untuk Kamu Geluti

Apakah kamu termasuk pribadi yang introvert? Jika iya, jangan khawatir dengan pekerjaan apa yang cocok dengan kepribadianmu itu. 5 pekerjaan ini cukup cocok untukmu karena kamu tidak perlu terlalu banyak berbaur dengan orang lain. Apa saja sih, yuk langsung cek saja pekerjaan apa yang cocok untukmu.

1. Penulis

Kamu yang punya keahlian dalam menulis rasanya sangat cocok dengan pekerjaan yang satu ini. Kamu tak perlu membaur dalam keramaian. Cukup diam di satu tempat dan mencurahkan segala ide dan pikiranmu ke dalam tulisan yang ingin kamu hasilkan.

2. Fotografer

Pekerjaan ini memerlukan fokus yang cukup tinggi. Kamu akan lebih menghabiskan waktu untuk mengamati titik yang cocok untuk di-explore seperti memotret dan juga melakukan editing foto. Tak heran jika banyak introvert yang menggeluti bidang pekerjaan yang satu ini.

3. Web Developer

Kamu tak perlu langsung bertatap muka dengan klienmu jika kamu memutuskan untuk terjun dalam dunia pekerjaan yang satu ini. Contoh introvert yang sukses dalam bidang ini adalah Mark Zuckerberg dan Bill Gates.

4. Bisnis Online

Pekerjaan di balik layar yang satu ini juga cocok untukmu yang memiliki kepribadian introvert. Kamu tak harus bertatap muka secara langsung dengan klienmu. Kamu bisa mengembangkan usahamu secara online.

5. Toko atau Kursus Musik

Biasanya intrivert memiliki keahlian khusus di satu bidang. Jika kamu kebetulan memiliki keahlian di bidang musik, kamu bisa mencoba untuk membuka toko alat musik atau membuka kursus bermain musik. Sepertinya bisnis ini akan sangat menyenangkan karena sesuai dengan keahlian yang kamu miliki.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Duit Habis Selepas Lebaran? Ini 5 Hal yang Harus Kamu Lakukan

Lelah setelah pulang dari kampung halaman, selanjutnya kita akan dipusingkan dengan isi dompet yang tak lagi bersisa. Yap, setelah lebaran, keuangan kita memang habis-habisan. Tapi ini mungkin dikarenakan kesalahan dalam hal mengatur keuangan menjelang Lebaran. Entah karena kita yang tak paham, atau memang ada banyak keperluan yang dadakan.

Alhasil, isi dompet akhirnya menipis. Padahal, menunggu hari gajian di bulan ini masih lama. Untuk itu, demi mengatasinya, ada lima hal yang bisa kita lakukan saat menghadapi ‘kantong kering’ selepas Lebaran.

1. Cari Tahu Penyebab Jeblosnya Saku

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari tahu apa yang menyebabkan pengeluarkan kita membengkak. Entah itu karena jumlah angpao THR untuk para keponakan, atau hal lain yang dibeli tanpa perhitungan. Jika kita sudah tahu apa yang menyebabkan uang ludes begitu saja, kita bisa menghitung kemana semua uang perginya. Karena bisa saja ada beberapa keperluan yang lupa dicatat, namun jika sudah dihitung kembali, kita tahu kemana uang tersebut digunakan.

2. Hitung Berapa Banyak Kebutuhan Sebulan ke Depan

Karena hidup tak hanya sampai lebaran, hal lain yang perlu dihitung adalah kebutuhan hidup untuk sebulan ke depan. Catat semua pengeluaran dalam jurnal sebulan ke depan, lalu totalkan berapa banyak uang yang harus kita butuhkan. Jadi kita tahu, berapa banyak yang kita butuh, dan berapa banyak uang yang masih kita miliki.

3. Cari Langkah Lain untuk Menambah Pendapatan

Dilansir dari situs Lifehacker, selepas mengalami pengeluaran yang besar-besaran. Kita perlu melakukan sebuah tindakan yang bisa mendatangkan solusi untuk masalah keuangan. Misalya, dengan mencari sumber pendapatan lainnya. Mulai dari berjualan, menerima pekerjaan sampingan, hingga menekuni hobi yang sebenarnya memiliki potensi untuk bisa mengasilkan uang. Selama itu adalah sesuatu yang halal dan benr, tak ada salahnya untuk dilakukan.

4. Berhenti Mengeluh, Cari Solusi yang Bisa Jadi Jalan Keluar

Dengar, kamu mungkin menyesal karena membeli pakaian lebaran yang terlalu mahal padahal hanya dipakai di hari lebaran. Hingga beberapa penyesalan lain yang sebenarnya tak bisa diubah karena sudah terlanjur dilakukan. Jangan lelap dalam berbagai macam keluhan, segera bangkit dan cari jalan keluar. Karena sekeras apapun kita mengeluh tentu tak akan merubah situasinya. Tenangkan pikiran dan mulai berpikir untuk mencari jalan keluar.

5. Atau Coba Pinjam Uang ke Saudara atau Teman Kita

Meminjam uang jadi pilihan terakhir, jika memang situasi tak lagi bisa diatasi. Uang di saku sudah habis, padahal kebutuhan dan biaya hidup lain tetap harus berjalan. Meminjam uang bisa jadi bala bantuan. Dengan catatan, berusalah untuk meminjam ke pada keluarga atau teman terlebih dahulu. Karena, pada mereka biasanya kita tak perlu membayar bunga yang besar, sebagaimana pinjaman ke bank atau lembaga lainnya.

Jika sudah diberi pinjaman, jangan lupa untuk membayar sesuai kesepakatan. Jangan lewat dari tanggal yang dijanjikan, agar jika suatu saat kita butuh pinjaman mereka tak kapok untuk memberi bantuan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pura-pura Kaya Supaya Beneran Kaya

Ternyata untuk bisa menjadi kaya, tak hanya bisa dicapai dengan kerja keras atau rajin menabung saja. Salah satu cara paling mudah adalah dengan pura-pura kaya. Jangan dulu emosi, ini bukan kata kami loh. Yap, ini adalah salah satu saran yang diungkapkan oleh seorang Guru Keuangan dan Jurnalis dari Korea Selatan, yakni Lee Suh Yoon dan Hong Jooyun.

Konon, pikiran positif akan membawa hasil yang positif. Karena itulah, mereka menyarankan kita untuk bisa berpikir positif bahwa kira ini sudah menjadi orang kaya. Hal tersebut dianggap bisa mendatangkan energi positif yang akan menarik lebih banyak uang.

Dalam bukunya The Having, lain dari kebanyakan pakar yang menekankan pentingnya menabung dan investasi, penulis wanita tersebut justru mengutamakan sisi emosional. Menurut keduanya, untuk bisa memiliki kekayaan seseorang harus merasa bahagia pada apa yang sudah dimiliki sekaligus mampu memakai uang mereka sesuai dengan perasaan tersebut.

Buku ‘The Having’ dimulai dengan pengalaman Suh Yoon menemui seorang guru keuangan misterius untuk bertanya apakah ia sendiri bisa jadi kaya. Suh Yoon sendiri adalah seseorang yang biasa sering memberi nasehat finansial kepada para ‘1%’ atau orang-orang terkaya di Korea Selatan.

Saat Hong Yoo Jun meminta sang guru tersebut untuk diwawancara, mereka pun berdiskusi bagaimana orang-orang biasa bisa punya banyak uang. Sang guru pun mengatakan jika hal tersebut bisa didapatkan dengan mudah dan cepat yakni dengan hidup seimbang dengan emosi mereka yang sebenarnya. Untuk menjadi kaya, disaranakan agar orang mengubah cara berpikir mengenai uang dengan pendekatan yang lebih emosional.

“Jika kamu menikmati uang dengan energi positif, kamu akan menarik lebih banyak uang. Energi adalah penyebabnya dan materi adalah efek yang mengalir dari itu. Orang kaya sebenarnya adalah mereka yang tahu bagaimana menikmati kebahagiaan ketika memakai uang. Seberapa banyak uang di dompet ketika itu tidaklah penting,” ungkapnya.

Nah, dengan kata lain para penulis buku tersebut mengatakan kita bisa menjadi seseorang yang kaya dengan berpura-pura menjadi kaya.

“Memiliki dimulai ketika kamu bisa fokus pada pikiran bahwa ‘sekarang aku punya uang’ bahkan jika kamu hanya punya satu dollar. Kunci untuk mengubah keadaan adalah emosi bukan pikiran,” lanjutnya lagi.

Selain itu, keduanya juga sepakat mengatakan jika setiap orang punya kemungkinan menjadi kaya dengan porsi yang sama. Sebagaimana setiap orang memiliki hak untuk mencinta dan dicinta.

“Semua orang dilahirkan dengan kualifikasi untuk menjadi kaya seperti mereka punya kualifikasi untuk dicintai. Jika kamu memperhatikan apa yang kamu inginkan, kamu secara natural menjauhkan diri sendiri dari pembelian yang terlalu boros atau mewah,” Pungkasnya.

Eits, tapi ingat ya. Pura-pura kaya yang dimaksud adalah sebuah sikap yang dinilai bisa mendatangkan pikiran positif pada diri, bukan yang bertujuan untuk pamer dan belagak sok di depan orang-orang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top