Sponsored Content

Begini Ganasnya Rubella Yang Tak Bisa Dicegah Selain Vaksinasi

Kamu sudah tahu kalau saat ini pemerintah sedang mengadakan vaksinasi MR untuk mencegah penyakit campak dan rubella? Program vaksinasi MR saat ini sedang diadakan pemerintah secara serentak di beberapa daerah mulai 1 Agustus 2018 sampai September 2018 dengan menyasar 31 juta anak di 28 provinsi di luar Jawa.

Tapi sebetulnya apa sih penyakit rubella itu dan kenapa kamu yang sudah punya anak sebaiknya mengikutkan anakmu dalam program vaksi ini?

Rubella Itu Lebih Dikenal Dengan Nama Campak Jerman

Penyakit Rubella di Indonesia lebih dikenal dengan nama campak jerman. Penyebabnya adalah virus Rubella yang bisa menyerang anak-anak, remaja atau bahkan orang dewasa yang belum di vaksin MR.

Gejala rubella yang paling utama adalah ruam merah berbentuk bintik-bintik. Sesungguhnya Rubella yang menyerang anak dan dewasa bisa membaik dengan cepat, tidak bahaya, dan jarang menyebabkan komplikasi.

Rubella Berbahaya Untuk Janin Yang Sedang Dalam Kandungan

Meski rubella tidak berbahaya untuk anak maupun orang dewasa, lain ceritanya untuk ibu yang sedang hamil khususnya yang berada pada 4 bulan pertama kehamilan. Karena penyakit Rubella ini akan menyerang janin dan punya dampak yang luar biasa.

Pada janin penyakit Rubella ini bisa menyebabkan kebutaan, tuli, penyakit jantung hingga kerusakaan otak. Bahkan dibanyak kasus rubella bisa menyebabkan kematian bagi janin.

Rubella Mudah Menular Dan Mencegah Penularannya Sulit

Penularan utama dari penyakit ini dapat melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin. Berbagai makanan dan minuman dalam piring atau gelas yang sama dengan penderita juga dapat menularkan rubella.

Sama halnya jika kita menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang benda yang terkontaminasi virus rubella. Jadi sulit membayangkan cara mencegah penularannya karena kita tidak tahu kapan kita berinteraksi dengan virus ini.

Tidak Ada Obatnya Dan Hanya Bisa Dicegah Dengan Vaksin

Ini salah satu keganasan Rubella. Bagi janin yang sudah terkena virus ini tidak ada lagi obat yang bisa menyembuhkannya. Pernyataan ini bukan asal comot karena dokter dan mereka yang fokus dibidang medislah yang menyatakan ini.

Bahkan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek juga menegaskan hal ini bahwa penyakit campak (measels) dan rubella bila sudah terkena anak-anak akan mematikan. Menggunakan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menghindari kedua penyakit tersebut. Kalau sekelas Menteri kesehatan saja sudah menyatakan seperti ini lantas kenapa kita yang tak punya pendidikan kesehatan masih berani mengambil kesimpulan sendiri?

“Saya mengingatkan kalau terkena penyakit ini tidak ada pengobatannya. Kita hanya mencoba meningkatkan supaya gejala berkurang,” ujar Nila.

Tak Bisa Egois Soal Vaksin MR, Karena Mereka Yang Tak Divaksin Bisa Menularkan

Seringnya mereka yang menolak vaksin beralasan bahwa ikut tidaknya vaksinasi adalah urusan ranah pribadi. Masalahnya untuk urusan penyakit macam campak dan rubella ini, pencegahannya hanya bisa dilakukan secara bersamaan.

Ambil contoh misalnya jika anak kita sudah divaksin, maka dia tidak akan terkena penyakit tersebut. Masalahnya jika sekelilingnya tidak divaksin, jika nanti anak kita memiliki keturunan bisa jadi tertular di dalam kandungan oleh orang lain yang tidak divaksin.

Jadi kalau masih ngotot tak mau ikut vaksinasi rasanya tepat idiom yang tersebar selama ini. Tak masalah kamu tidak mau ikut vaksin, tapi silahkan mengasingkan diri jauh-jauh dan jangan tinggal dekat kami yang memilih untuk ikut vaksinasi. Karena ini bukan penyakit yang main-main resikonya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top