Trending

Bawa Bekal, Kebiasaan Asyik yang Mulai Terlupakan

Kapan terakhir kali kamu bawa makan dari rumah? Saat duduk di bangku kuliah? SMA? SMP? Atau jangan-jangan kamu terakhir kali melakukannya saat masih jadi anak SD? Ya, kemudahan untuk mendapatkan makanan saat di luar mungkin jadi salah satu hal yang memicu untuk tak lagi bawa bekal. Atau jangan-jangan kita merasa sudah punya cukup banyak uang untuk terus-menerus jajan di luar?

Tapi tunggu, pertanyaan-pertanyaan ini dituliskan bukan untuk memojokkan siapa-siapa, maka itu cobalah teruskan untuk membaca.

Tahukan kamu, jika hari ini, 12 April diperingati sebagai Hari Bawa Bekal Nasional. Dan tahun ini adalah peringatan ke-5, sejak mulai dirayakan pada tahun 2013 lalu. Menariknya, peringatan ini digagas oleh salah satu produk terkenal dari peralatan rumah tangga bersama-sama Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Pendidikan Nasional dan BPOM.

Nah, yang menjadi pertanyaannya, masihkah ada orang yang membawa bekal?

Saat Ini Kita Lebih Suka Sesuatu yang Simpel, dan Membawa Bekal Terlihat Cukup Merepotkan

Bukan tak ada, memang beberapa orang masih tetap mempertahankan membawa bekal jadi sebuah kebiasaan. Tapi ini cenderung berlaku bagi mereka yang masih duduk di bangku sekolah atau kuliah. Dan semakin sulit ditemukan, ketika kelak mereka sudah bekerja.

Yap, mengingat peran gadget memang telah begitu mendominasi, tak heran kalau beberapa dari kita mulai enggan untuk membawa makanan dari rumah. Bahkan bisa dipastikan, jika kita cenderung lebih suka pesan makanan dengan menggunakan aplikasi delivery, daripada harus bangun pagi demi bekal untuk makan siang.

Dengan kata lain, membawa bekal seringnya kita artikan sebagai kegiatan yang cukup merepotkan. Hingga pelan-pelan tak lagi dilakukan, atau mungkin malah sudah tak dilakukan sepenuhnya.

Makanan Diluar Memang Selalu Terlihat Enak, Tapi Yakin Akan Cocok dengan Kesehatan Tubuh Kita?

Tak perlu dijelaskan lagi, jajaran makanan yang dijajakan di seputar tempat kerja jelas selalu terlihat menggugah selera. Bahkan meski sejatinya bekal yang kita punya pun sama, entah kenapa makanan di luar sering terlihat lebih enak dari milik kita.

Bukan ingin berkata bahwa tak ada makanan yang sehat selain makanan yang diracik dari rumah. Tapi jika boleh memilih yang lebih baik, makanan dari rumah jelas jadi pilihan yang harusnya kita pilih. Gambarannya begini, kamu mungkin sedang ingin satu racikan masakan di luar. Dan dengan modal rasa penasaran, kamu akhirnya memilihnya dan mengonsumsinya. Tapi, tiba-tiba ada sesuatu yang terjadi diluar kendali.

Ya, katakanlah kamu keracunan atau alergi, sebab ada komposisi bahan makanan yang sesungguhnya tak bisa kamu makan. Tak ada yang salah, sebab sang penjual jelas tak tahu apakah itu berbahaya untuk kita atau tidak. Lalu bandingkan jika kamu akan makan masakan dari rumah? Hal-hal semacam ini jelas tak akan terjadi.

Sebab ibu atau istri yang akan memasakkan makanan untukmu jelas lebih paham makanan apa saja yang boleh masuk dalam tubuhmu.

Lagipula Sesuatu yang Dimasak dari Rumah, Dipercaya Membuatmu Hidup Lebih Lama

Kamu harus tahu, jika seseorang yang terbiasa mengonsumsi makanan dari rumah terbukti lebih sehat dan panjang umur. Tak percaya? Gabungan ilmuwan dari Monash University, National Defense Medical Centre Taiwan dan National Health Research Institutes di Taiwan berusaha mencari efek memakan makanan rumahan bagi kesehatan. Hasilnya mereka menemukan bahwa orang yang makan makanan rumah minimal 5 kali seminggu memiliki kemungkinan 47% lebih besar dapat berumur panjang.

Yap, makanan yang dimasak sendiri di rumah tentu lebih sehat dan jelas kandungan gizinya. Tak hanya itu, memasak sendiri juga memiliki manfaat lain mulai dari membeli bahan makanan, mempersiapkan makanan dan saat makan karena kebanyakan ditemani orang lain. Hal-hal ini jadi faktor yang cukup berpengaruh secara signifikan pada umur panjang.

Tak Apa Dianggap Kuno, Jika Itu Demi Kebaikan? Tak Ada Salahnya Untuk Dilakukan

Kami paham, jika sedari tadi kamu mungkin sedang berpikir bahwa ini adalah sesuatu yang dilakukan oleh orang-orang zaman dulu. Entah itu ke sekolah, tempat kerja, atau ke tempat aktifitas lainnya. Tapi melihat maraknya makanan siap saji yang terasa lebih mudah, membawa bekal tak lagi dinilai sebagai sesuatu yang perlu dilakukan.

Padahal membawa bekal, berarti bertanggung jawab secara langsung atas pemilihan dan pengelolaan makanan, hingga bahan yang akan kita konsumsi. Dengan kata lain, kita tahu jika makanan yang akan kita konsumsi sehat dan aman.

Dan parahnya lagi, menurut data penelitian BPOM 2009 – 2013 sebanyak 99% anak sekolah selalu jajan, sebanyak 59% – 70% jajanan di lingkungan tidak higienis, sehingga edukasi untuk membawa bekal yang bersih dan sehat berguna untuk mencegah anak-anak jajan sembarangan. Tapi ini tak hanya berlaku pada anak-anak saja, sebab harusnya hal yang serupa juga mulai kita jadikan kebiasaan bersama. Ya, membawa bekal dari rumah.

Sebab Tak Hanya Menghemat Pengeluaran, Kebiasaan Ini Juga Akan Jadi Upaya Untuk Terhindar dari Makan Serampangan

Keuntungan ini jadi hal baik yang selanjutnya bisa kita dapatkan ketika memilih membawa bekal makanan. Jika memang tak percaya, cobalah kalkulasikan. Berapa banyak biaya yang akan kamu keluarkan jika harus membeli makan dari luar. Lalu bandingkan dengan berapa banyak kocek yang seharusnya bisa ditabung jika kamu membawa bekal.

Remeh memang, sebab jarang kita jadikan perhitungan. Ya, kalau mau makan, ya makan saja. Sebaliknya, kita kerap mengabaikan hal buruk apa yang sejatinya bisa saja kita dapatkan.

Mulai dari menguras dompet lebih banyak, hingga terancam keracunan dan sumber penyakit yang mungkin bisa saja datang dari makanan yang kita makan. Untuk urusan sakit dan penyakit, kita memang tak tahu kapan akan datang. Tapi jika memang bisa dicegah, kenapa tidak dilakukan?

Membawa bekal bukanlah sesuatu yang berat, dan mulai dari sekarang mari kita jadikan sebuah kebiasaan, yang juga baik untuk masa depan. Selamat Hari Bawa Bekal Nasional!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

9 Tahun Menikah, Rianti Cartwright-Cas Alfonso Sepakat Ikuti Program Bayi Tabung

Rianti Cartwright dan Cas Alfonso telah membina bahtera rumah tangga selama kurang lebih sembilan tahun. Kini mereka memutuskan untuk melakukan program bayi tabung demi mendapatkan momongan. Hal ini diketahui lewat Instagram Stories milik Rianti. Eks VJ MTV itu banyak bertanya ke Tya Ariestya untuk berani melakukan bayi tabung.

“Tya Ariestya, she is an #ivfsurvivor and was so generous with information from the very beginning. Aku bisa tanya2 sama Tya kapan aja. Terus kebetulan waktu aku shooting sinetron Cinta Yang Hilang aku juga dipertemukan dengan sahabat2 yang memberikan banyak informasi tentang IVF, Morula dan juga dokter2 di Morula Clinic. Kayak udah diatur aja semuanya dan akhirnya aku dan Cas memutuskan untuk menjalani program IVF,” kata Rianti

Sebelumnya, Rianti Cartwright belum berani program kehamilan. Dia dan Cas menjalaninya secara natural. Rianti mengatakan dalam melakukan program bayi tabung tidak mudah. Namun dia tetap masih bisa menikmati segala prosesnya.

“To be honest this process is not easy. Tapi menurut aku tetap bisa dinikmati selama kita optimis, positif, dan berserah,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Penuhi Keinginan Istri, Uus Tinggalkan Identitas Kepala Plontos

Komedian tunggal Rizky Firdaus Wijaksana (28) atau yang akrab disapa Uus kini tampil beda. Uus tak lagi berkepala plontos melainkan memilih untuk memanjangkan rambutnya dan mewarnainya dengan warna pirang. Hal ini dia lakukan lantaran permintaan istri.

“Kan udah dijelasin di panggung, istri minta pengin bisa jambak, ya sudah dipanjangin. Sudah tiga tahun bersama-sama. Dia cuman minta ke saya gondrongin rambut, ya sudah lah,” kata Uus seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (18/03).

Awalnya, Uus merasa risih dengan rambutnya yang panjang karena tak pernah tampil dengan gaya yang demikian. Terkait pemilihan warna rambut, Uus mengatakan bahwa hal itu adalah pilihannya sendiri.

“Ide sendiri, karena pengin aja bingung mau warna apa, bosen kalau hitam, jadi ya kuning. Kan mau membuktikan kalau dicat warna-warni itu selalu identik dengan Atta,” gurau Uus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Niat Hati Dapat Samsung Galaxy S10, yang Datang dari Bukalapak Malah Sendal Jepit

Selain memberi kemudahan untuk para pengguna bertransaksi jual dan beli, E-commerce yang satu ini juga kerap mengadakan promo seru dengan hadiah yang cukup tinggi. Yap, selain hadiah utama mini cooper yang beberapa waktu lalu dimenangkan oleh seorang driver ojol. Baru-baru ini, ajang promosi yang diberi nama ‘nyerbu’ tersebut, memberikan kesempatan untuk para pengguna untuk mendapatkan Samsung Galaxy S10 secara eksklusif cuma dengan 12 ribu.

Sudah berlangsung pada 13 Maret 2019 lalu, beberapa orang yang beruntung memang berhasil mendapatkan Samsung Galaxy S-10nya. Tapi sialnya, pengguna lain yang ikut serta justru ramai-ramai protes. Karena mereka yang belum berhasil justru dikirimi sendal jepit sebagai gantinya dari dana 12 yang telah mereka kirimkan, atau yang sudah terpotong otomatis dari dompet di aplikasi Bukalapak. 

View this post on Instagram

Ada yang nasibnya kayak aku?. Gegara kebiasaan ga baca2 s&k akhirnya zong dapet sandal jepit 🤣🤣. Ini ceritanya ikutan serbu seru Bukalapak, ngincer Samsung S10 seharga 12.000 rupiah. Kalo ga dapat uang 12ribu dibalikin utuh. Karena udah pede dan ga baca2 lagi s&k, esoknya kaget terima notif bahwa serbuanku meleset dan sandal jepit akan dikirim ke alamat. Hah?? Sandal jepit ?? Kapan aku belinya ?😒😒. Oalaahhh ternyata udah ketentuannya begitu. Dan ternyata ya ampuuun, sandalnya dikirim tanpa kardus, bener2 polos hanya kemasan plastik bening sandal itulah. Bungkus koran kek. Ato plastik item kek biar yg terima ga malu 😛😛. Pagi tadi bapak kurir jne yang anter paket sambil ketawa bilang "banyak bangeeeettt paket kiriman sandal kayak gini" 😂😂😂 #bukalapak #sandaljepit

A post shared by lies surya (@liessurya) on

Beberapa orang berkata jika Bukalapak mulai memanfaatkan promosi macam ini untuk memaksimalkan keuntungan. Sebab dalam hal ini dana yang sudah tertarik justru akan direfund dengan produk sendal jepit dari BukaMart. Dan yang lebih parah, warna dan ukurannya pun random, yang kemungkinan besar tak cocok hingga akhirnya tak terpakai pada penggunana.

“Mending warna nya netral… Gw cowo dikasi sendal Pink… ;)” Keluh pengguna @junanrizal di Twitter miliknya.

Tapi usut punya usut, ternyata refund dana 12 ribu rupiah dengan sendal jepit tersebut adalah salah satu ketentuan yang memang sudah ditetapkan oleh Bukalapak untuk promosi ‘nyerbu’ Samsung Galaxy S10 ini. Dan, Bukalapak juga memberi opsi untuk pengguna yang memang tak ingin dananya tersebut di ganti dengan sendal jepit, bisa membatalkan pesanan melalui aplikasi atau menghubungi customer service di Bukalapak.

Akan tetapi, daripada teliti untuk membaca syarat dan ketentuan, sebagian besar pengguna justru ramai-ramai mengungkapkap kekesalan di media sosial tanpa memeriksa, pihak manakah yang salah. Nah, pesan moralnya adalah, cobalah tingkatkan literasi, dimulai dengan teliti dalam membaca hal-hal yang menjadi ketentuan tentang apa yang ingin kita beli. Kan malu, udah marah-marah ternyata kitalah yang salah, karena tak membaca syarat dan ketentuannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top