Feature

Barangkali Kita Justru Masih Mencari Tahu Hal Apa yang Paling Kita Inginkan Dalam Hidup

Usia dewasa bukan jadi sebuah patokan pasti untuk seseorang dalam menemukan pencarian terbesar dalam hidupnya. Mengingat tujuan hidup seseorang pun berbeda-beda. Ada yang merasa kalau tujuan terbesarnya adalah mewujudkan cita-citanya sejak lama. Ada juga yang merasa kalau tujuan hidupnya yang sebenarnya adalah membuat orangtuanya bangga dan bahagia. Apapun itu, kalau ditanya lagi, benarkah itu memang sudah jadi tujuanmu sejak lama?

Soal tujuan, seseorang berhak membuat dan menentukannya sendiri. Juga dengan cara yang dipilih untuk meraih tujuannya tersebut. Intinya, sebagai manusia, memasang prinsip itu memang perlu. Jangan terlalu lama terombang ambing dalam menentukan tujuan hidupmu. Sebab ketika satu tujuan berhasil kamu raih, berarti itu artinya kamu siap untuk menapaki tujuan yang selanjutnya. Karenanya, jadilah berani dalam menjalani hidup.

Jangan Takut Jadi Egois, Apalagi Kalau Kamu Memang Masih dalam Proses Mencari ‘Sesuatu’ dalam Hidupmu

Masih ada orang yang rela memakai sebagian besar waktunya demi kepentingan orang lain. Bahkan orang semacam ini sampai tak sempat mengurusi dan memikirkan apa yang jadi tujuan jangka panjang dalam hidupnya. Kalau kamu mungkin tergolong orang dengan situasi semacam ini, cobalah berefleksi sejenak. Kapan terakhir kali kamu merasakan gejolak atau ambisi untuk mengejar sebuah mimpi?

Percayalah, dalam hidup ini butuh ambisi dan sedikit keegoisan untuk mengejarnya. Kamu tak akan bisa mengetahui apa yang benar-benar kamu inginkan dalam hidup kalau hanya terus-terusan mengorbankan waktu dan perhatian untuk orang lain.

Dengan sesekali menempatkan dirimu di atas segala-galanya, kamu justru bisa melihat secara jelas semua keinginan yang selama ini mungkin terpendam atau yang ingin kamu ungkapkan.

Cobalah Setiap Hal yang Belum Pernah Kamu Jajal, Kuncinya, Jangan Takut Gagal

Kalau sampai hari ini kamu seperti belum memiliki petunjuk tentang apa yang ingin kamu lakukan, maka kamu setidaknya harus berani mencoba setiap hal baru. Kamu pasti pernah memikirkan sesuatu yang dirasa menantangmu.

Maka cobalah itu. Tapi ingatlah akan satu hal, jangan harap setiap cobaan yang kamu lalui akan berakhir manis. Karena biasanya justru kegagalan akan datang menghampiri tapi ya tentu untuk menguatkanmu. Tapi jangan takut gagal. Terutama dalam usahamu mencoba segala tantangan yang baru.

Sebab sejatinya saat kamu berani mengambil tantangan, justru itu jauh lebih baik daripada berdiam diri di tempat yang sama. Yakini saja kalau kegagalan sejatinya sedang mengajarimu untuk jadi lebih baik lagi terutama dalam menemukan sesuatu yang kamu cari selama ini.

Setiap Orang Pernah Gagal, Karenanya Jangan Terpaku Hanya Pada Rasa Sesal

Yang namanya penyesalan, janganlah diratapi terlalu lama. Ya, yang namanya masa lalu biarlah berlalu begitu saja. Kalau diratapi yang ada justru menjauhkanmu dari jawaban yang kamu butuhkan tentang masa depan.

Percayalah, setiap jawaban soal masa depanmu biasanya baru akan tampak saat segala penyesalan sudah  bukan lagi jadi beban hatimu. Ya, ada baiknya melepaskan setiap beban dan melangkahlah menuju masa depan. Mungkin selama ini pandanganmu tentang masa depan justru terkaburkan dan sengaja kamu simpan dalam-dalam hanya karena takut gagal.

Hei kawan, masa lalu bukanlah untuk menahan langkahmu, tapi justru jadikanlah hal itu sebagai pijakan kuat untuk menyongsong hari depanmu yang lebih menjanjikan.

Cari Tahu Apa Saja yang Wajib Jadi Bekalmu Selama Kamu Hidup

Hidup ini adalah sebuah perjalanan. Kamu perlu peta yang jelas dan akurat untuk bisa membuat perjalananmu ini berhasil. Jalan terjal, medan yang berat, semua hal itu meski kamu belum mengalaminya, setidaknya buatlah peta tentang hidupmu.

Termasuk peta tentang apa saja yang sekiranya bisa jadi bekalmu dan apa saja yang perlu kamu lepaskan agar tidak membebani hidupmu di kemudian hari.

Percayalah, akan lebih mudah untuk memetakan apa yang tidak ingin kamu lepaskan dan terus ingin jaga selamanya lantaran hal ini akan memudahkanmu untuk beranjal lebih jauh lagi.

Tak Suka dengan Sesuatu Itu Normal, Hanya Saja Sebaiknya Cari Tahu Apa yang Membuatmu Merasa Terganggu dengan Hal-hal yang Tidak Kamu Sukai

Jika menurutmu mencari apa yang kamu sukai dan inginkan dalam hidup terlalu sulit, setidaknya cobalah pelajarilah hal yang jelas-jelas membangkitkan rasa benci dan amarahmu. Tapi jangan hanya bilang kamu membenci pekerjaanmu. Cari tahu secara persis apa yang membuatmu tidak suka dengan pekerjaanmu.

Setelah kamu tahu jawabannya, maka segeralah untuk berpikir apa yang bisa kamu perbuat untuk mengatasinya. Perbanyaklah komunikasi dengan orang terdekatmu kalau sampai kebencianmu terhadap sesuatu justru menjadi hambatan tersendiri dalam hidupmu. Hanya dengan begitu, kamu tidak akan lagi disibukkan dengan perasaan negatif yang terus-menerus mengelilingi hidupmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kerugian yang Akan Kamu Rasakan Ketika Mencintai Orang yang Tak Bisa Kamu Miliki

Mulai dari sekarang, berhenti untuk percaya pada tagline yang bilang kalau ‘cinta tak harus memiliki’. Kecuali jika kamu memang sudah rela dan bersedia disakiti. Kita tak perlu terlalu naif, dengan berkata turut bahagia ketika melihat ia bahagia meski bukan dengan kita. Karena percaya atau tidak, ketika kita sudah menaruh hati untuk mencintai, tentulah ada rasa harap atas balasan serupa untuk diri.

Sialnya, hati manusia kadang sulit terkendali. Tak peduli pada kenyataan, kita kerap menaruh hati pada dia yang jelas-jelas tak bisa dimiliki. Lalu apa hal yang lahir dari pilihan ini? Seringnya sih sakit hati. Iya, sakit hati karena berjuang sendiri.

Terus bertahan untuk tetap mencintai, yang didapat justru sakit hati. Beberapa orang mungkin sudah jatuh dan tetap bertahan, tapi kamu yang masih di permulaan perlu memahami beberapa hal ini. Agar kamu tahu jika mencintai orang yang tak bisa dimiliki hanyalah melahirkan belenggu. 

Hanya Bisa Berangan-angan, untuk Itulah Hatimu Kian Kesepian

Coba bayangkan lagi, berapa sering kamu menunggu balasan pesan darinya yang selalu berujung dengan sikap abai berhari-hari. Berharap ia bertanya kabar dan mengkhawatirkanmu yang sudah seminggu tak bertegur sapa. Ujung-ujungnya, kamulah yang selalu tetap mengalah dan menyapanya.

Masa-masa tarik-ulur hati seperti itu, pada akhirnya hanyalah jadi sebuah ilusi yang menipu. Sebab, rasa tak perduli yang datang darinya hanya membuatmu diselimuti sepi yang sangat menyiksa diri.

Rasa Cinta yang Sebenarnya Salah, Membuatmu Melewatkan Banyak Hal Penting dengan Sia-sia

Iya, iya… kami paham jika cinta memang kerap membolak-balikkan perasaan seseorang. Bahkan sering membuat hal-hal diluar nalar, hanya karena terlalu percaya pada perasaan sendiri. Dimatamu ia mungkin istimewa, berharga, dan kau yakini bisa membuatmu percaya.

Sehingga segala fokus yang kamu punya, kau kerahkan hanya pada dirinya saja. Kamu lupa pada perasaanmu sendiri, kamu lupa bahwa sesungguhnya ada banyak hal yang sudah kau lewati dengan sia-sia dan tak berarti. Jika terus menerus begitu, percayalah kamu akan kehilangan banyak hal baik dalam hidup. 

Tersiksa Karena Cemburu Tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa

Selain merasa gundah karena tak mendapat perhatian, cemburu adalah hal berat lain yang akan kamu rasakan.Tak bisa memilikinya, tak ada ruang untukmu dihatinya. Maka meski kamu sudah tersiksa karena cemburu atas orang-orang yang mungkin ada di sekelilingnya. Kamu tetap tak bisa berbuat apa-apa.

Cemburumu bisa jadi bukti cinta, tapi semuanya percuma karena ia tak pernah merasa punya keinginan bersama. Pada titik ini, harusnya kamu membuka mata. Dirinya sedang menggali luka sendiri, karena tetap berharap pada cinta yang tak bisa kamu miliki.

Kehilangan Kesempatan Bertemu dengan Seseorang yang Menunggumu Diluar Sana

Jika harus dibuka secara terang-terangan, bisa dipastikan pikiranmu sudah dipenuhi akan semua hal tentang dirinya. Merasa butuh berjuang untuk cinta yang kau rasakan, tindak bodoh macam menutup diri dari orang lain. Kau yakini sebagai sebuah upaya paling pintar untuk tetap bisa mendapatkan perhtian darinya.

Manjadikannya sebagai pusat perhatian, kamu kehilangan kesempatan untuk bisa bertemu orang baru yang mungkin bisa mencintaimu. Hanya karena bertahan pada sesuatu yang jelas-jelas tak akan pernah bisa kamu miliki.

Hati dan Jiwamu Gelisah, Karena Dirinya Tetap Tak Kunjung Memberi Hatinya

Sudahlah, ini adalah tindakan bodoh yang tak seharusnya kamu lakukan. Menyiksa diri dengan tetap bertahan pada rasa cinta yang tak berarah. Akan melahirkan banyak ketakutan dan kegelisahan pada dirimu saja. Namun dibalik semua itu, walau ada ribuan ucapan yang datang untuk menyadarkanmu. Dirimu sendiri tetap jadi penentu yang akan menyelamatkan hatimu.

Tetap bertahan untuk mencintai dia yang tak bisa kamu miliki atau bangkit berdiri untuk mencari cinta lain yan bisa membahagiakan hati.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perjalanan Transisi Hidup Menuju Dewasa dan Bijaksana

“Jadi orang dewasa itu menyenangkan, tapi susah untuk dijalankan”

Kami percaya, setidaknya beberapa orang akan setuju dengan kalimat yang barusan kalian baca. Menjadi dewasa berarti siap dihadang banyak perkara, mulai dari yang remeh sampai yang berat. Dari pekerjaan sampai perkara hubungan. Walau bebas memilih akan jadi orang dewasa yang seperti apa, tapi setidaknya ada beberapa fase  yang juga akan kamu rasa.

Bayang-bayang hidup indah tanpa gangguan, bukan lagi jadi sesuatu yang kamu pikirkan. Lebih dari itu, menjadi dewasa seiring bertambahnya usia membuatmu membuka mata bahwa hidup tak melulu tentang bahagia.

Menjadi Dewasa Menyebalkan, Tapi Biar Bagaimanapun Harus Tetap Dijalankan

Sebelum sampai di usia yang sekarang, ada banyak sekali sumber bahagia. Gebetan yang memberi senyum sebagai isyarat suku, aktivitas di sekolah yang selalu berhasil mengundang tawa, hingga kencan pertama yang membuat hati berbunga-bunga hingga esoknya.

Sialnya, selepas memasuki usia di angka 20. Segala macam tetek bengek untuk menjadi manusia dewasa terasa kian berbeda. Tak melulu tentang urusan cinta, pikiran kita berubah kian kompleks untuk mencerna apa saja yang memang layak untuk membuat bahagia.

Bahkan Mendorong Kita untuk Bertanya Pada Diri Sendiri, “Sejauh Ini, Udah Ngapain Aja Sih?”

Quarter crisis life, memang sering membuat kita merasa hampir putus asa dengan kehidupan yang ada. Pekerjaan dan mimpi yang masih entah seperti apa, kisah cinta yang tak kunjung terlihat arahnya, hingga persoalan lain yang kian memusingkan kepala.  Di usia ini, hidup memang tak sesimpel dulu. Hal-hal yang dulu dirasa mudah, berubah jadi sesuatu yang berat dan susah.

Akan Tetapi, Dewasa Juga Membuat Kita Lebih Kritis dalam Segala Hal

Pada setiap masa dalam hidup, akan ada titik dimana kita selalu sikap kritis. Mempertanyakan segala sesuatu yang akan kita lakukan. Entah itu pada diri sendiri atau orang sekitar. Selanjutnya, situasi ini akan membawa kita pada satu titik yang bisa dinamakan kedewasaan. Melahirkan sikap yang berbeda, dari masa-masa sebelumnya. Kita mulai menyadari sebuah tanggung jawab, ketulusan, waktu yang berharga, rasa syukur, dan kemauan untuk terus berubah lebih baik lagi.

Namun Jika Harus Dibandingkan, Perempuan Disebut-sebut Lebih Cepat Dewasa Daripada Kaum Adam

Perempuan memang jauh lebih cepat dewasa dibanding kalian kaum adam. Tapi kalau ingin diperdebatkan. Pernyataan ini mungkin akan jadi debat kusir yang tak menemukan titik tengah. Tapi, asal kamu tahu saja. Hal ini juga disetujui oleh para peneliti. Untuk penjelasan yang lebih detail, kami pernah membahasanya di artikel ini.

Tapi Kita Tak Boleh Menyerah, Karena Setiap Masalah Membuat Kita Lebih Dewasa!

Kita mungkin merasa tak siap, tapi daripada lebih dulu pesimis atas masalah yang akan datang silih dan berganti. Mari kita pahami, bagaimana sebuah masalah bisa merubah kita jadi pribadi yang lebih baik lagi. Anggaplah ini sebagai upah, karena kita tetap bertahan untuk semua perkara.

Dan Tak Hanya Itu Saja, Dewasa Juga Merubah Cara Pandang Kita Pada Kriteria Pasangan

Saat belum sedewasa sekarang. Kamu mungkin punya berbagai macam keinginan ajaib tentang bagaimana dia yang kelak jadi pasangan. Namun sejalan dengan pertambahan usia, banyak pandangan baru yang berubah. Begitu pula dengan perubahan caramu berpikir tentang cinta.

Dewasa memang tak bertolak pada usia, tapi bagaimana kite memaknai setiap perjalanan hidup dengan berbagai macam pelajarannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pemilu Sudah Terlewatkan, Mari Sudahi Ajang Kubu-kubuan

Hampir satu tahun terakhir, kita semua jadi saksi bagaimana pesta demokrasi melahirkan berbagai macam kejadian. Teman lama yang mendadak bermusuhan, adu pendapat yang jadi sumber pertengkaran, hingga saling ejek atas pilihan yang tak sesuai dengan hal yang kita lakukan.

Banyak drama yang sudah kita saksikan bersama. Gilanya fanatisme atas usungan kepala negara, sampai perselisihan hebat yang terjadi pada beberapa grup whatsApp keluarga. Serupa dengan para legislatif yang gagal mendapat suara, kita semua juga pasti sudah lelah menyaksikan ajang kubu-kubuan yang selama ini jadi tembok pemisah.

“Tujuh belas April lalu, jadi penentu. Siapa yang menang dan kalah”

Untuk itu seharusnya kita pun bisa kembali seperti semula. Tak lagi memblokir teman lama karena sering memberikan komentar negatif atas pilihan kita. Kembali menyapa tetangga, meski pilihan kita kalah dan pilihannya jadi juara.

Perlu diingat, jika tak ada satupun peristiwa yang mampu memisahkan kita semua sebagai saudara sebangsa. Pemilu itu pesta demokrasi, bukan ajang yang bertujuan untuk mencerai-beraikan kita dari hidup bermasyarakat. Setiap usungan kita tentu punya niat dan maksud, dan kita percaya jika perjuangan mereka adalah yang terbaik yang patut dipilih. Namun bukan berarti, orang lain harus bisa mengerti. Sebab, setiap kepala memiliki cara pandang yang berbeda. 

Ingat, Bangsa yang merdeka adalah mereka yang bisa menerima perbedaan yang lahir dari tiap kepala. Ketidaksukaan kita pada satu pihak tertentu, tak lantas jadi alasan untuk memaksakan kehendak pada teman lain yang belum tahu. Sebagaimana kita yang merasa berhak untuk memilih sesuatu, orang lain pun memiliki hak serupa untuk menyuarakan apa yang dirasanya perlu.

Selepas jari yang sudah berwarna ungu, setelah puas karena telah menggunakan hak suaramu, mari kembali bersatu. Sebagaimana gerai pakaian atau restauran yang tak membeda-bedakanmu menikmati diskon bersadarkan pilihan suara, ayo lupakan semua perbedaan dan pertentangan yang kemarin ada.

“Saatnya kembali menjadi Indonesia, yang meski berbeda-beda tapi tetap satu jua”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top