Feature

Bangun Pagi Itu Penuh Kebaikan, Bukannya Kamu Tak Bisa, Tapi Cobalah Pelan-pelan

Kamu yang mulai beraktivitas sejak pukul enam pagi, mungkin sudah terbiasa dengan bangun pagi agar tidak terlambat sampai di kantor. Atau ada juga yang bangun pagi karena kalau bangun agak siang justru membuat kepala pusing. Dua hal itu yang sering jadi alasan logis kenapa orang perlu bangun pagi. Tapi sebentar, coba kamu pikirkan lagi, benarkah bangun pagi hanya sebatas rutinitas?

Faktanya, bangun pagi itu bukan hanya soal kebiasaan. Ada banyak manfaat baik yang akan diterima tubuh kalau kamu terbiasa bangun pagi. Selain pikiran jadi lebih segar, bangun pagi sangat baik untuk kesehatan kulit. Nah, untukmu yang sampai sekarang masih susah berkompromi untuk bangun pagi dan sangat sering menunda-nunda jam bangunmu, mulailah perbaiki lagi dari sekarang. Lagipula, bukankah tak nyaman jika bangun di pagi hari dengan tergesa-gesa? Bisa-bisa aktivitasmu malah jadi berantakan nantinya.

Di Malam Hari, Setel Alarm Sesuai Kesanggupanmu dan Katakan Pada Diri Sendiri Kalau Kamu Harus Bangun Pagi

Untuk kamu yang masih merasa sukar dengan kebiasaan bangun pagi, satu hal yang terpenting adalah niat. Kalau dari dalam dirimu sudah ada niat besar untuk bangun lebih pagi pada esok harinya, maka kamu sendiri yang akan merasakan manfaatnya.

Alam bawah sadar akan menyetel ‘alarm alami’ di dalam tubuh yang akan membuatmu bangun pada jam yang telah kamu inginkan. Sehingga fungsi alarm di gawaimu mungkin hanya sebatas pengingat kalau kamu perlu bangun. Karenanya, sebelum beranjak tidur, kumpulkan niat terlebih dahulu untuk bangun lebih pagi.

Setelah Beraktivitas Seharian Penuh, Kamu Perlu Mandi Air Hangat Agar Tubuh Rileks dan Bersih dari Sisa-sisa Peluh

Setelah seharian berkutat dengan segala aktivitas nan padat, kamu bisa berendam atau mandi dengan air hangat yang dikenal ampuh mengusir penat. Kamu perlu tahu, kalau badan sudah rileks dan otot-otot tak lagi tegang, hal ini akan membantumu memiliki tidur yang berkualitas.

Dengan demikian, kamu tak akan kesulitan bangun di pagi harinya karena tubuhmu sudah mendapat perawatan yang cukup untuk mengusir penat. Tak perlu setiap hari, cukup seminggu dua kali kamu siapkan waktu khusus untuk mandi dan berendam dengan air hangat.

Minumlah Segelas Susu atau Cokelat Hangat Menjelang Tidur, Dua Minuman Ini Jadi Alternatif Lain Agar Tubuh Bisa Rileks

Dibanding minum kopi di malam hari yang membuatmu justru terjaga, lebih baik siapkan segelas susu atau cokelat hangat yang akan membuat rileks pikiranmu. Kamu mungkin sudah tahu, kandungan flavonoid dan kalsium pada dua minuman itu ampuh mengusir stres. Usahakan tidur dalam kondisi yang rileks agar bisa bangun pagi dengan perasaan segar pada keesokan harinya. Mengonsumsi dua minuman tersebut secara rutin juga membawa dampak yang baik untuk kesehatanmu.

Hindari Mengakses Media Sosial Menjelang Tidur. Kamu Justru Akan Terdistraksi dan Mengulur-ulur Waktu Tidur

Agar bisa bangun pagi dengan pikiran yang fresh, artinya kamu wajib berprinsip memiliki waktu tidur yang berkualitas. Caranya? Hindari menilik gawai dan segala aktivitas teman-temanmu di media sosial. Yang ada, kalau kamu semakin asyik dengan kehidupan di dunia maya, kamu akan berkompromi dan mengundur jam tidurmu. Semula mengulur lima menit, kemudian sepuluh menit, lama-lama bisa sampai satu hingga dua jam. Kalaupun kamu sedang chat dengan teman, tak masalah kalau kamu pamit duluan. Pamit untuk tidur lebih dahulu tak akan merusak jalinan pertemanan.

Sebelum Tidur, Pikirkan Kembali Setiap Tujuan dan Alasan Pasti Kenapa Kamu Harus Bangun Pagi

Berkontemplasi sejenak sebelum tidur itu perlu. Tak usah lama-lama, kamu cukup memikirkan apa yang jadi alasanmu untuk bangun lebih pagi esok hari. Kalau kamu sudah menemukan alasan yang tepat, pasti pikiran dan alam bawah sadarmu secara tak langsung ikut menyetel kalau kamu harus bangun pagi.

Masih merasa tak yakin bisa bangun pagi? Kamu bisa minta bantuan orang rumah untuk membangunkanmu. Lawanlah rasa kantuk dan gravitasi kasur yang selama ini membuatmu berkompromi. Pikirkan kembali sejuta manfaat tentang bangun pagi yang membuatmu punya alasan logis untuk bangun lebih pagi. Jika kebiasaan semacam ini konsisten kamu lakukan selama seminggu, pasti kamu akan terbiasa bangun pagi dengan sendirinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top