Feature

Bak Jodoh, Kedatangan Sahabat Sejati Pun Perlu Dinanti

Mungkin ada orang yang beruntung lantaran bisa menjalin persahabatan dengan satu atau dua orang sampai bertahun-tahun. Ada juga yang memiliki banyak sahabat, namun diantara sekian banyak situasi, ada juga yang masih bertanya-tanya siapakah sahabat sejatinya. Tenang, fase semacam ini normal. Bukan berarti kamu tak punya sahabat sama sekali. Pasalnya, menemukan sahabat sejati pun seperti menemukan jodoh. Susah-susah gampang. Tapi sekalinya bertemu orang yang tepat, dia akan membantumu meningkatkan kualitas hidup, bukan justru memberikan dampak negatif.

Tak Ada yang Salah Kalau Kamu Hendak Menjalin Relasi Sebanyak-banyaknya

Percayalah, membuka diri dan menjalin relasi sebanyak-banyaknya perlahan tapi pasti akan menolongmu menemukan sahabat sejati. Di lain sisi, kamu pun jadi punya pengalaman dalam memahami aneka ragam karakter orang. Tapi ingat, kamu harus tetap selektif dalam menjalin relasi pertemanan ini. Sebab bukan tak mungkin kamu bertemu dengan orang yang salah dan justru membuat persahabatanmu jadi penuh drama.

Bukalah Diri dan Jadilah Sosok yang Bersahabat Bagi Orang Lain

Mungkin ini salah satu cara terbaik mendapatkan sahabat sehati, yaitu dengan membuka diri dan menjadikan dirimu sebagai sahabat bagi orang lain. Bagaimanapun, ketika kamu hadir dalam kehidupan seseorang dan berempati untuk menolongnya melewati berbagai kesulitan, kegagalan, bahkan sekalipun kesuksesannya kelak, pasti secara tak langsung sebenarnya kamu sedang ditempa dari yang tadinya berstatus teman untuk naik manuju sahabat. Tunjukkanlah kualitas terbaik seorang sahabat yang ada pada dirimu.

Jadilah Pribadi yang Ramah dan Suka Menolong

Tak semua orang ringan tangan dan mau menolong orang yang ada di sekitarnya. Kamu perlu menyadari, yang namanya suka menolong dengan tulus ikhlas akan membantu kalian menemukan sahabat sejati. Begini prinsipnya, apa yang kalian tabur, nantinya itulah yang akan kalian tuai. Di lain sisi, terimalah kelebihan dan kekurangan teman-teman yang ada di sekitarmu. Jangan justru pura-pura tak peka dengan keadaan sekelilingmu.

Jangan Ragu untuk Memberi Apresiasi dan Mengakui Prestasi Orang-orang yang Ada di Sekitarmu

Jadilah sosok yang tak ragu untuk memberi apresiasi kepada orang lain. Apa pun pencapaian orang tersebut, terlebih dia temanmu, maka akuilah dengan tulus hati dan ucapkan selamat padanya. Jangan iri apalagi mencelanya habis-habisan. Dengan mengakui dan memberi apresiasi, kamu justru akan disukai oleh teman-temanmu. Suatu saat kamu menorehkan prestasi, tak pelak kamu pun akan mendapatkan hal serupa.

Terpenting, Kamu Harus Memahami Arti Persahabatan yang Sesungguhnya Terlebih Dahulu

Namun sebelum kamu melakukan hal-hal itu, sadari dahulu motivasimu. Janganlah menjadi baik hanya karena formalitas belaka. Justru mulai dari sekarang, pikirkan dahulu apakah arti persahabatan untukmu dan seberapa penting keberadaan sahabat bisa membuat hidupmu merasa lebih baik? Percayalah, yang namanya kesuksesan biasanya bergantung dari sahabat yang dimiliki. Di lain sisi, dengan siapa kalian bersahabat akan menentukan menjadi orang seperti apa kamu nantinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hati-hati! Curhat Pada Sembarangan Teman, Bisa Jadi Rahasiamu Terbongkar

Mengira dia bisa menyimpan rahasia, sering kali kita menceritakan semua hal pada seorang teman. Bukannya menutup rapat mulutnya, ia malah jadi pihak yang kerap membeberkan cerita. Tak bermaksud membuatmu menaruh curiga, tapi beberapa orang bersedia mendengar hanya karena tahu ada informasi yang bsia dijadikan bahan gibah.

Uneg-uneg yang kita keluarkan, mendadak jadi bahan gosip dengan tambahan beberapa kalimat yang sejatinya tak kita sebutkan. Alih-alih membuat diri lebih tenang, curhat ke sembarangan orang malah membuat hati kian gusar. Curhat memang membuat tenang, memberi jawaban atas masalah yang kita sampaikan. Tapi perlu diingat pula, teman curhat yang kita pikir kawan bisa mendadak berubah jadi lawan.

Jangan Langsung Menyerah, Sebelum Curhat Berusahalah Sendiri dalam Menyelesaikan Masalah

Pada dasarnya, setiap manusia memiliki kemampuan untuk menghadapi dan menyelesaikan masalahnya seorang diri. Hanya saja, kadang kala kita butuh teman untuk mendengarkan apa yang sedang kita rasakan. Inilah yang mungkin jadi penyebab, mengapa kita memilih curhat dengan teman. Berharap mereka bisa memberi saran yang tak kita pikirkan atau hal lain yang bisa membantu jalannya pikiran.

Namun sebelum memutuskan untuk bercerita pada temanmu, cobalah untuk berusaha sekuat tenaga mencari jalan keluar dari semua masalah. Uraikan semuanya pelan-pelan, cari titik mana yang jadi sumber persoalan, hingga nanti akan ada jalan keluar yang jadi jawaban.

Lagipula Daripada Curhat ke Teman, Bercerita ke Pasangan atau Keluarga Justru Lebih Aman

Yap, meski katamu teman bisa seperti saudara, pada waktu tertentu mereka bisa saja berubah secara tiba-tiba. Berbeda dengan pasangan atau saudara dan keluarga yang akan tetap menjaga rahasia yang kamu bagikan pada mereka. Tapi, lain hal jika kamu memang lebih percaya teman daripada pasangan atau keluargamu.

Semuanya kembali pada kita sebagai si pencerita. Apakah yakin sudah memilih teman curhat yang benar, atau memilih bicara pada pasangan saja, setiap kali ada masalah. Tapi ingat, sebaik-baiknya teman, keluargalah yang akan selalu menerima kita untuk pulang dalam segala keadaan.

Tapi Jika Memang Terpaksa Butuh Didengar Orang Lain, Pilihlah Teman yang Bisa Menyimpan Semua Cerita

Sejalan dengan yang tadi sudah dijelaskan diatas, kadang kala kita memang butuh didengar. Tapi persoalan yang sedang mendera mungkin adalah masalah kelaurga, sehingga kita merasa akan lebih baik jika yang mendengar adalah teman saja. Harapannya cuma satu, didengar atau diberi saran dan semua cerita tak akan bocor keluar.

Maka untuk berjaga-jaga, cobalah cari teman yang bisa dipercaya. Bisa menyimpan rahasia, dan tahu batasan tentang menjaga semua isi pembicaraan. Meski tak bisa memastikan jika ia tak akan bercerita kepada orang lain. Kesediannya untuk mau mendengarkan adalah sesuatu yang patut diapresiasi. Dan akan berbeda jika ternyata dirinyalah yang kemudian membeberkan semua rahasia kita.

Minta Ia Menutup Rapat Mulutnya, Jangan Ember dan Mengobral Semua Masalah

Demi mengingatkan seorang kawan, tak ada salahnya jika kita kembali menngingatkan dirinya tentang semau cerita yang baru saja kita bagikan bersamanya. Sampaikan padanya, jika kita tak ingin kabar ini diketahui banyak orang atau terdengar sampai keluar. Memilihnya menjadi teman bercerita karena kita percaya, jadi sebisa mungkin mintalah ia tetap menjaga kepercayaan yang sudah kita sematkan padanya.   

Namun Jika Tak Ingin Menambah Masalah, Cobalah Curhat Kepada Allah

Nah, alternatif paling baik setiap kali ada beban yang mendera, tentu saja curhat kepada Alla. pasangan bisa saja berubah tak mau mendengarkan, sahabat atau kawan bisa saja membeberkan semua rahasia dan cerita yang kamu sampaikan, tapi Tuhan sang pemiliki semesta akan selalu siap untuk mendengarkanmu bercerita, dimana dan kapan saja.

Jangan takut ceritamu dijadikan bahan gosip, karena yang sesungguhnya akan kau dapat bisa jadi jalan keluar dari persoalan yang kau sampaikan. Dekatkan diri untuk berbagai semua hal, datang padanya setiap kali kamu lemah dan bahagia. Dengan begitu, Allah tahu jalan seperti apa yang sedang kamu butuh.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Ingin Hidupmu Maju? Mulailah Dengan Menghilangkan Kalimat-Kalimat Ini

Perkataan adalah doa, maka jangan pernah sembarangan dalam mengatakan sesuatu. Jika hari-harimu selalu dipenuhi kalimat-kalimat positif maka kehidupanmu pun akan dipenuhi dengan hal-hal positif. Jika sebaliknya, maka ada hal-hal negatif lah yang akan menghiasi hari-harimu, jangan sampai hal itu terjadi ya.

Apapun yang terjadi dalam hari-harimu usahakan untuk tetap berbaik sangka dengan terus memotivasi diri menggunakan kalimat-kalimat positif. Ubah kalimat-kalimat negatif yang selalu ada di pikiranmu. Jika kamu ingin hidupmu maju, mari hilangkan kata-kata ini.

1. “Saya Tidak Bisa”

Bagaimana mungkin kamu tahu tidak bisa jika kamu saja belum mencobanya? Jika setiap kegiatan kamu awali dengan kalimat ini maka kamu telah meragukan kemampuanmu sendiri. Mari ganti kalimat ini dengan “Saya Pasti Bisa”

2. “Saya Malas Mengerjakannya”

Bagaimana hidupmu bisa maju jika kamu saja masih memelihara sifat malas, tidak ada pemalas yang sukses, bangkitlah dan lawan rasa malas itu. Hilangkan kalimat yang memanjakan dirimu namun menghancurkan masa depanmu ini!

3. “Ini Sangat Sulit, Saya Tidak Mampu”

Jika pada awalnya saja kamu sudah mengganggap semuanya serba sulit, maka bagaimana tuhan akan mempermudah hidupmu? Berusahalah untuk membuat yang sulit itu menjadi mudah, bukan malah mensugestikannya dengan kalimat itu.

4. “Saya Sibuk dan Tidak Mempunyai Waktu”

Waktu bukanlah milik kita, lantas tidak ada orang yang tidak punya waktu luang dalam hidupnya. Jangan membuat dirimu sendiri sibuk dengan hal yang sebenarnya tidak perlu kamu lakukan. Luangkan waktumu untuk berbagai hal positif yang bisa kamu lakukan, jangan sampai kalimat diatas malah membuatmu terasa sombong ya.

5. “Saya Tidak Mau Tahu Apapun”

Bersikap cuek memang boleh, namun jika kalimat itu sudah keluar dari mulutmu maka bukan cuek lagi yang ada pada dirimu, namun lebih terkesan arogan. Cobalah untuk melakukan toleransi dengan menjaga perkataanmu, hidupmu tidak akan maju jika kamu masih mengandalkan orang lain dalam melakukan sesuatu.

6. “Saya Tidak Bisa Hidup Tanpa Dia”

Jatuh cinta tidak harus membuat kita menjadi bodoh. Sebesar apapun cintamu padanya, kamu tidak lantas berhak mengatakan ini. Hidupmu adalah milik Tuhanmu, bukan kekasihmu. Selama dia bukan oksigen maka kamu bisa hidup tanpa dia, jangan menghancurkan dirimu dengan kalimat itu. Semua itu hanya akan membuat pasanganmu besar kepala dan berbuat seenaknya.

7. “Saya Selalu Benar”

Tidak ada manusia yang selalu benar, yang ada hanyalah yang merasa benar. Jangan pernah merasa bahwa dirimulah yang paling benar dan orang lainlah yang salah. Karena kamu adalah manusia biasa yang tentunya pernah melakukan kesalahan. Tetaplah menjadi pribadi yang rendah hati sepintar apapun dirimu.

Nah sekarang mulailah untuk menghilangkan kalimat-kalimat itu di dalam kehidupanmu ya. Kemudian mulailah untuk menggantinya dengan kalimat-kalimat positif agar ia bisa membawa hal-hal positif ke dalam kehidupanmu juga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Menikmati Luka Adalah Salah Satu Cara Untuk Kembali Bahagia

Hidup adalah tentang luka dan bahagia, percaya? Harus. Karena kita hidup di dunia, bukan di surga. Tidak ada yang selalu bahagia tanpa luka yang bisa membuat kita lebih kuat dari sebelumnya. Luka dan bahagia selalu berjalan beriringan, entah mana yang lebih dulu menghampiri yang jelas keduanya akan terus berputar layaknya rotasi bumi.

Ada yang belajar dari luka sebelum bahagia, ada yang terbiasa bahagia hingga lupa bagaimana menghadapi luka kemudian terpuruk pada akhirnya. Ketahuilah, bahwa luka adalah proses menuju bahagia. Lalu bagaimana cara terbaik agar bisa melewati semua luka untuk menuju bahagia? Jawabannya adalah menikmati luka itu sendiri.

Luka datang bukan hanya mengundang kesedihan, selalu ada kekuatan dibaliknya. Maka yang harus kita lakukan adalah merawat luka tersebut sampai kita sembuh dan ia berubah menjadi bahagia. Tidak ada yang melarangmu bersedih, menangislah sepuasnya jika sesak yang mengikat sudah tidak lagi bisa kamu tahan. Setidaknya separuh amarah yang mengendap dalam bilik jiwamu keluar dan menjelma jadi butiran-butiran kecil yang jatuh di pipimu.

Namun, setelah kau selesai dengan tangisanmu cobalah bercermin. Lihat! Bayangan siapa yang terlihat menyedihkan itu, bukankah kataku luka itu tak hanya mengundang kesedihan? Lantas sudah siapkah kau menjadi kuat karenanya? Akhiri kisah sedihmu, ubah lukamu menjadi kekuatanmu.

Aku tahu, akan sangat berat melewati hari-hari yang penuh dengan hal yang tidak kau sukai. Namun, waktu tetaplah waktu. Ia akan terus berjalan sekacau apapun hidupmu saat ini. Kau akan hancur jika membiarkan waktu berjalan dan meninggalkanmu yang terpuruk begitu saja. Nikmati saja hari-hari menyedihkan itu, jangan lawan luka yang datang tapi lawan perasaan yang menyedihkan. Ikhlaskan, lewati hari-hari itu dengan kepasrahan pada tuhan. Percayalah, percaya pada dirimu sendiri bahwa kau mampu melewati semuanya.

Suatu hari, saat kau sudah selesai dengan lukamu maka senyuman itupun akan muncul dengan sendirinya, senyuman palsu yang selama ini kau jadikan topeng akan pergi dan berubah menjadi ketulusan. Dan pada saat itu terjadi, berilah penghargaan untuk dirimu sendiri. Kau telah berhasil bangkit dan menemukan kuat dalam lukamu, hari-hari menyedihkan itu hilang dengan sendirinya. Semuanya hanya tentang waktu bukan? Karena menikmati luka adalah salah satu cara untuk kembali bahagia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top