Feature

Bagaimana Keluarga Harusnya Berperan Untuk Para Anggotanya?

Disebut sebagai keluarga, konon relasi ini terdiri dari ayah, ibu dan anak sebagai, ayah dan anak atau ibu dan anak. Jadi rumah yang akan selalu menerima, mendengar kala anggotanya ingin bercerita, sampai jadi tolak ukur yang akan menentukan bagaimana karakter setiap orang yang tergabung disana.

Sebelum jauh kesana, sebagain dari kamu mungkin sedang bertanya-tanya. Baiklah kami jelaskan, pada tanggal 29 Juni 1993 lalu bertempat di kota Lampung, untuk pertama kalinya, Indonesia memiliki Hari Keluarga Nasional yang akhirnya diperingat setiap tanggal 29 Juni, setiap tahunnya. Dan Perayaan HARGANAS tahun ini, diadakan di kota Manado, Sulawesi Utara.

Tak semeriah perayaan peringatan hari lainnya, harusnya kita mulai belajar untuk membuka mata. Bahwa Perayaan Hari Keluarga Nasional jadi salah satu hal yang sangat penting. Yap, mengingat peran penting keluarga sebagai tiang penyokong utama yang nantinya akan membantu Negara dalam hal mewujudkan bangsa yang makmur nan bahagia.

Memasuki peringatan ke 25 pada tahun ini, peringatan HARGANAS atau Hari Keluarga Nasional mengusung tema “Hari Keluarga : Hari Kita Semua”, dengan tagline yang tak kalah menarik yakni “Cinta Keluarga Cinta Terencana”. Pemerintah berharap bahwa setiap kita (keluarga) benar-benar mampu memahami dan mengerti bagaimana sesungguhnya peran keluarga untuk setiap anggotanya.

Nah, dengan kata lain keluarga jadi salah satu wadah yang memiliki peran penting dalam berbagai macam aspek kehidupan. Selanjutnya, mari kita lihat. Bagaimana gambaran keluarga yang kita miliki di zaman sekarang?

Keluarga Harusnya Duduk Bersama dan Bercanda, Bukan Sibuk dengan Telepon Genggam di Masing-masing Tangan Kita

Dengan tak menyebut perubahan zaman yang berdampak buruk. Harusnya masing-masing anggota keluarga, terlebih orangtua paham. Bagaimana cara menghabiskan waktu bersama dengan keluarga di rumah. Kampanye untuk banyak menikmati waktu bersama anak-anak dan orangtua di rumah, memang banyak disuarakan. Tapi sebanyak apapun gerakan, jika masing-masing kita tak punya kesadaran. Jelas tak akan ada perubahan.

Letakkan telepon genggammu, mulailah buka cerita pada anggota keluarga lainnya setiap kali sedang bersama.

Setiap Anggota Keluarga yang Mendadak Banyak Diam, Bisa Jadi Sedang Ingin Didengar

Ini memang akan jadi perkara yang rumit, sebab setiap anggota keluarga lahir dan tumbuh dengan karakter yang berbeda. Nah, disinilah peran keluarga barangkali akan sangat berguna. Yap, mengenali dan memahami setiap anggotanya serta tahu situasi yang sedang ia alami.

Seorang anak yang tadinya adalah sosok periang tapi mendadak diam, orangtua berperan untuk bisa menangkap perubahannya. Dengan mencoba bertanya, atau sekedar mencari tahu sebabnya. Begitu juga sebaliknya, setiap anak yang merasa bahwa orangtuanya sedang mengalami sesuatu, juga bisa bertindak untuk mencari tahu.

Jangan biarkan siapa saja merasa sendiri, ditinggalkan dan tak ada yang memahami. Karena faktanya, beberapa kasus bunuh diri sebagian besar dipicu oleh rasa depresi karena merasa tak dihargai, ditinggalkan, dan tak ada yang mau mendengar.

Keluarga Haruslah Jadi Tiang Kokoh yang Berdaya, Bukan Diam dalam Ketidakmampuan Bersama

Satu pihak yang tak bisa melakukan suatu hal, bukan berarti anggota keluarga lain juga tak bisa kan? Terhubung dalam hubungan sedarah, keluarga harusnya bisa memanfaatkan potensi yang dimilikinya. Maka dengan begitu, keluarga kita tak lagi bergantung pada orang lain.

Bahkan tak terbatas pada satu hal saja, upaya untuk sama-sama menjadikan keluarga kita jadi keluarga yang berdaya, meliputi banyak hal. Mulai dari keterampilan, pola pikir pengetahuan, kemampuan, materi dan hal lain yang bisa menyokong keluarga untuk tumbuh lebih berdaya.

Peduli dan Saling Berbagai Jadi Kunci Utama, Baiknya Dilakukan dengan Adil dan Merata

Konotasi dari kata berbagi memang bisa dipakai dalam banyak hal. Meski ini akan selalu terlihat berbeda, karena setiap anggota keluarga pastilah punya pemikiran yang berbeda. Tunjukkan kepedulian dan sikap mau berbagi dengan merata.

Jangan sampai ada salah satu anggota  keluarga yang merasa diperlakukan tak adil. Bahkan, jika ada yang merasa begitu. Keluarga harusnya memberitahunya, bahwa tak ada kepedulian dan kasih yang dibeda-bedakan dalam keluarga. 

Selanjutnya, Keluarga Jadi Wadah yang Bertanggung Jawab Untuk Membentuk Karakter Setiap Anggotanya

 

“Buah tak jatuh jauh dari pohonnya” begitu kata pepatah.

Maka, orangtua dan anggota keluarga lain yang lebih tua, konon jadi pihak yang paling bertanggung jawab atas tumbuh kembangnya anggota keluarga yang lebih muda. Tanpa perlu susah payah dijelaskan, kita semua pastilah paham, bagaimana polanya.

Setiap anak akan tumbuh sesuai dengan apa yang diajarkan orangtua, yang juga jadi penentu akan jadi manusia seperti apa dirinya. Nah, yang jadi pertanyaan. Sudahkah sampai mana peran keluarga yang sudah kita perbuat dalam hidup kita?

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Gambaran Hati dari Kami yang Punya Pacar Cuek

Cinta memang tak memandang apa yang ada dalam diri seseorang itu. Namun perihal memiliki pasangan yang cueknya kebangetan, tentu tak semua orang mampu menjalaninya. Meski begitu, mungkin saja kamu tak pernah tahu, dibalik sikap cueknya, nyatanya dia sangatlah sayang kepadamu. Namun cara dia dalam mencintai sajalah yang mungkin berbeda dari orang pada umumnya.

Tapi tenang saja, karena nyatanya kamu tak sendirian. Ada beberapa orang yang juga bernasip sama. Memiliki pacar cuek yang susah untuk diambil hatinya.

1. Kamu Harus Jadi Aktif dan Lebih Agresif

Karena sikap cuekya, kamu pun harus berusaha lebih keras dengan menjadi aktif dan lebih agresif untuk mendapatkan perhatiannya. Misalnya dengan gangguin sang pacar saat tengah serius dengan gelendotin terus menerus sampai mendapat respon dari sang pacar.

2. Tidak Bisa Hanya Sekedar Ngasih Kode

Bahkan saat kamu ngomong secara terang-terangan apa yang kamu mau saja, dia belum tentu nangkep. Apalagi jika kamu menggunakan kode-kode yang orang peka pun sulit memahaminya.

3. Jarang dan Bahkan Tak Pernah Pamer Kemesraan

Gimana caranya mau pamer kemesraan, orang kamu kepengen punya foto berdua sama si dia saja butuh perjuangan besar. Alasannya tentu saja karena dia cuek dan nggak romantis sama sekali.

4. Hampir Tidak Pernah Pakai Emoji Saat Chatting

Namanya juga orang cuek. Tentu saja dia akan sangat jarang atau bahkan tak pernah menggunakan emoji saat tengah chatting denganmu. Padahal kamu sudah kirimkan chat dengan emoji love di dalamnya. tapi tetap saja dia menanggapinya datar.

5. Tak Ada yang Namanya Panggilan Sayang Khusus

Jika pasangan lainnya memiliki panggilan sayang yang bermacam-macam, dengan pacar yang cuek kamu tak akan pernah memilikinya. Yang terpenting baginya, dia tahu bahwa kamu menyayanginya dan dia menyayangimu tak peduli dengan apapun panggilan sayang yang digunakan.

6. Tapi Diam-diam Dia yang Paling Mengerti Kamu

Meski dia cenderung cuek dan terkesan tak pernah mau tahu apapun tentangmu. Namun nyatanya dia adalah orang yang mengerti saat kamu sedang bahagia maupun bersedih.

7. Kejutan Kecil Saja Bisa Membuatmu Meleleh Sepanjang Waktu

Karena dia jarang memberikan kejutan atau hal istimewa, jadi tak heran jika sekalinya dia memberikan kejutan kecil pun akan terasa sangat istimewa. Bisa-bisa kamu baper abis dibuatnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Backpackeran ke Lombok 3 Hari dengan 500 Ribu? Bisa Kok, Begini Panduannya!

Lombok merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak diminati oleh wisatawan. Nah jika kamu ingin berkunjung ke sana tapi kamu nggak punya tabungan yang cukup banyak, kamu nggak perlu khawatir. Kamu bisa kok backpackeran ke Lombok selama 3 hari dengan budget sekitar 500 ribuan saja. Begini tipsnya…

Agenda di Hari Pertama, Pergi ke Pantai Senggigi dan Kota Mataram

Jika kamu sudah sampai di Bandara Internasional Lombok Praya, kamu bisa mampir ke warung nasi puyung di Praya. Tempat kuliner ini cukup terkenal di kalangan traveler. Setelah itu kamu bisa pergi ke Senggigi dengan naik Damri. Sesampainya di Senggigi kamu bisa menyewa motor untuk 3 hari. Selanjutnya kamu bisa mengeliling Senggigi dan menikmati wisata kuliner di Kota Mataram. Untuk bermalam, kamu bisa menginap di rumah singgah backpacker di Mataram secara gratis loh.

Agenda Hari Kedua, Pergi ke Kawasan Mandalika

Di kawasan Mandalika kamu bisa berkunjung ke Pantai Kuta, Tanjung Aan, Desa Sade dan masih banyak yang lainnya. Setidaknya butuh waktu sekitar 1 jam untuk perjalanan dari rumah singgah ke Kawasan Mandalika ini. Kamu bisa mulai dengan berkunjung ke Desa Sade terlebih dahulu untuk melihat rumah sasak beserta kain khas Lombok yang juga bisa kamu jadikan oleh-oleh untuk keluarga.

Selanjutnya kamu bisa perhi ke Pantai Kuta dan makan siang di dekat pantai. Setelah makan siang kamu bisa menjelajahi banyak tempat yang ada di dekat Pantai Kuta seperti Mawun, Seger, Selong Belanak, Tanjung Aan. Ingat, akan lebih baik jika kmau cepat kembali ke Kota Mataram sebelum malam, karena hal itu mugkin saja akan membahayakan keselamatanmu.

Agenda Hari Ketiga, Pergi ke Air Terjun Sindanggile, Tiu Kelep atau Air Terjun Benang Kelambu

Kamu bisa mengunjungi ketiga atau beberapa saja dari tiga air terjun ini. Lebih baik kamu berangkat dari pagi karena lokasinya cukup jauh.  Untuk mencapai lokasi Air Terjun TTiu Kelep dan Sindanggile butuh waktu sekitar 2 jam. Sedangkan untuk ke Air Terjun Benang Kelambu hanya butuh waktu 1 jam dari Mataram. Setelah puas bermain di air terjun, kamu bisa makan siang dan berkemas untuk persiapan pulang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Berkaca dari Kasus Anak Denada, Orangtua Sudah Saatnya Mewaspadai Gejala Leukemia pada Anak

Sakit leukemia yang diderita Shakira Aurum, putri artis kawakan Denada, harusnya menjadi perhatian bagi kita semua. Karena penyakit kanker darah atau Leukemia ini bisa menyerang semua tingkatan usia, terutama anak-anak.

Bersumber dari catatan Ikatan Dokter Anak Indonesia, kasus penyakit kanker selalu naik tiap tahun. Di tahun 2014 angka kasus mencapai 144 pasien baru. Tahun berikutnya kembali naik menjadi 206 pasien. Dan di tahun 2016 kembali meningkat menjadi 252 kasus. Belum ada alasan pasti kenapa sel kanker ini tumbuh di badan-badan mungil itu.

Berdasarkan jumlah yang dikumpulkan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, leukemia menduduki posisi pertama sebagai kanker yang paling menghantui kesehatan anak-anak. Untuk itu peran orangtua dalam kasus ini sangatlah dibutuhkan. Karena penyakit ini masuk dalam kategori berbahaya.

Leukemia bisa terjadi karena multifaktor lho, seperti faktor genetik, zat kimia, virus dan radiasi. Dikutip dari depkes.go.id kanker darah atau Leukemia bisa menyerang bayi hingga anak berusia 18 tahun. Faktor lainnya adalah makan yang mengandung zat karsinogen yang merangsang pertumbuhan sel kanker. Seperti makanan yang dibakar, berpengawet, dan makanan olahan.

Buah Hati Mengalami Demam di Malam Hari

Seperti yang sudah disebutkan peran orangtua dalam menanggulangi kanker pada anak memang sangat penting, terutama untuk mengetahui gejala yang terjadi. Beberapa gejala yang sangat khas dapat membuat kamu memiliki gambaran tentang apa yang terjadi pada si buah hati. Seperti saat anak kerap mengalami demam bahkan hingga mengeluarkan keringat di malam hari. Sering mengalami demam karena adanya reaksi sel darah putih yang tidak bisa bekerja dengan baik, dalam melawan virus yang masuk ke dalam tubuh.

Timbul Rona Pucat di Wajah

Anak memang memiliki rasa ingin bermain yang tinggi, hingga kerap melampaui kesehatannya. Salah satu gejala yang menandakan anak terkena kanker darah adalah rona pucat di wajahnya. Seringkali merasa kelelahan terjadi karena anak mengalami penurunan sel darah merah. Selain itu, anak juga sering mengalami infeksi karena sel-sel darah putih yang belum matang pada anak yang didiagnosa leukemia jumlahnya begitu banyak dan tidak dapat melakukan fungsinya dengan yang benar. Apabila gejala ini terjadi kamu harus membawanya ke dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih kredibel.

Mengalami Nyeri pada Bagian Tulang Belakang

Jika tulang belakang pada anak-anak sering mengalami rasa nyeri, jangan dianggap anak mengalami pegel-pegel biasam lho. Karena hal ini disebabkan lantaran sel darah individu yang diagnosa terkena leukemia masuk ke dalam selaput antara tulang dan juga otot. Maka dari itu anak sering mengalami rasa nyeri di bagian tulang belakang.

Berat Badan Mengalami Penurunan Secara Drastis

Berat badan pada anak yang mengalami penurunan drastis juga perlu diperhatikan. Apalagi penurunan berat badan disertai dengan gangguan kesehatan, hal itu lebih rentan kepada infeksi yang menyerang pada anak. Orangtua harus perhatikan berat badan pada anak, sekaligus memperhatikan kondisi kesehatannya.

Mengalami Pembengkakan di Daerah Leher dan Ketiak

Jangan anggap sepele apabila anak mengalami pembengkakan pada bagian leher dan ketiak. Karena pembengkakan yang terjadi bukanlah seperti benjol biasa. Jika terjadi pada daerah kelenjar getah bening lebih baik kamu periksakan ke dokter. Anak mengalami perut yang membesar dikarenakan limfa yang ada di bagian perut mengalami masalah. Selain itu gejala khas yang menyerang adalah anak mengalami mimisan yang disertai bintik-bintik merah pada tubuh.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top