Feature

Bagaimana Facebook Membuat Kawanmu Jadi Merasa Paling Benar Sendiri

Ada satu waktu dimana kamu benar-benar bingung menghadapi temanmu di facebook. Dia nampak begitu keras kepala membela salah satu tokoh politik yang didukungnya. Membela kelompok tertentu mati-matian dan seolah tak pernah tahu informasi busuk tentang kelompok yang dibelanya tersebut.

Komentarmu selalu dimentahkan dan disalahkan olehnya. Dia justru selalu bilang kamu yang keras kepala dan tak mau menerima informasi yang benar. Perdebatan pun menjadi terbuka dan ujungnya ketika terjadi eskalasi, menekan tombol unfriend terlihat jadi pilihan yang realistis.

Pernah penasaran kenapa kawanmu begitu ngotot dengan pendapatnya? Apa dia tak pernah membaca informasi yang selama ini kamu baca? Nah, ternyata sikap tertutup tersebut juga dipengaruhi oleh bagaimana Facebook bekerja mengelola informasi. Seperti apa? Yuk kita simak secara perlahan.

Hanya Sedikit Dari Kawanmu Yang “Bisa” Melihat Postingmu

Hal pertama yang perlu Kamu pahami bahwa dari seluruh jumlah daftar temanmu tidak semuanya melihat posting terbarumu. Jadi seheboh apapun kamu membagikan status, foto atau video kemungkinan besarnya tidak muncul di timeline kawanmu ketika dia membuka facebook.

Dari beberapa hasil penelitian hanya kurang dari 35 persen jumlah kawanmu yang pernah menyaksikan status yang kamu buat. Bahkan sebagian penelitian lain menyebut angka ini bisa lebih kecil lagi hanya kurang dari 20 persen. Artinya apa? Jika kawan facebookmu ada 100 hanya 20 orang diantaranya yang melihat posting kamu. Kenapa demikian?

Siapa Yang Bisa Melihat Siapa, Ditentukan Oleh Algoritma Facebook

 

Ini dia kuncinya. Facebook tidak menampilkan lini masa sesuai dengan kronologi waktu saja. Perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini menyusun program Algoritma matematis untuk menentukan siapa saja yang muncul di lini masa kamu. Dan sebaliknya, posting kamu juga tidak muncul sembarangan di lini masa siapa saja.

Tidak ada penyataan resmi tentang bagaimana perhitungan algoritma ini. Namun yang pasti, hal yang paling menentukan adalah bagaimana kamu berinteraksi dengan kawanmu yang ada di daftar pertemanan.

Semakin sering kamu memberikan like, berkomentar, membuka profilnya, berkirim pesan pribadi, maka semakin sering kamu akan melihat postingnya. Sementara buat mereka-mereka yang menjadikanmu teman tapi tak pernah berinteraksi, tentunya tidak akan pernah melihat unggahanmu bahkan cenderung lupa dan menganggapmu tak lagi ada.

Facebook Memanjakanmu Dengan Hanya Menampilkan Informasi Yang Kamu Senangi Saja

Pola seperti ini diterapkan tak hanya soal hubungan pertemanan tapi juga pada hal lainnya. Facebook melayani apa yang kamu suka dan hanya akan memberikan informasi yang menurut facebook kamu sukai saja.

Ambil contoh tokoh politik A. Kawanmu  suka dengannya, kemudian membaca informasi yang memberikan kabar baik tentang orang tersebut. Algoritma Facebook akan membaca bahwa kawan kamu tersebut senang dengan tipe informasi semacam itu. Hasilnya lini masanya hanya dipenuhi oleh informasi tentang kebaikan orang tersebut saja.

Sebaliknya kamu sering membaca informasi yang kritis terhadap tokoh A itu. Algoritma facebook akan membaca bahwa kamu senang dengan informasi yang kritis dan negatif terhadap tokoh A. Maka jangan heran kalau kemudian lini masamu akan dibanjiri informasi yang kontra terhadap A.

Algoritma Facebook Membuatmu Sulit Untuk Menerima Informasi Secara Berimbang

 

Kondisi seperti di atas tentunya akan menyulitkanmu menerima informasi yang berimbang. Di kasus kawanmu, dia jarang disajikan tautan informasi tentang informasi negatif tokoh si A tadi.

Hasilnya dia akan makin menyukai si A, dan berinteraksi dengan postingan dukungan terhadap si A. Algoritma facebook akan bertambah menilainya sangat menyukai tokoh si A. Maka dia akan makin banyak menerima informasi dukungan ke si A.

Sementara kamu sebaliknya. Kebencianmu terhadap si A membuatmu berinteraksi dengan berita negatif si tokoh A. Facebook membaca bahwa kamu senang dengan informasi negatif si A. Secara otomatis kamu akan makin banyak menerima informasi negatif tentang si A.

Fenomena ini terus berlangsung berulang dan makin membesar. Hingga akhirnya kawan kamu tak lagi pernah menerima informasi kritis tentang si tokoh A tersebut, dan kamu sama sekali tak pernah menerima informasi positif tentangnya.

Kamu Jadi Hanya Punya Satu Sisi Kebenaran

smartphone pemisah

Efek negatif dari hal tersebut, secara psikologis kamu hanya akan punya satu sisi kebenaran. Karena selama ini sudah dimanjakan oleh informasi sepihak yang disodorkan facebook padamu.

Informasi dukungan terhadap tokoh si A, dijadikan kawanmu sebagai menara gading yang sangat megah. Sementara di sisimu penolakanmu akan semakin kuat. Matamu dan mata kawanmu jadi tertutup dan menjadikan itu satu-satunya kebenaran.

Kamu Jadi Sulit Menerima Informasi Yang Berseberangan

Dengan Kondisi mental seperti itu, setiap ada kajian atau informasi kritis tentang tokoh A akan disikapi kawanmu sebagai perlawanan terhadap apa yang dia yakini sebagai kebenaran. Dia jadi tak terbiasa lagi berpikiran terbuka dan mencoba mendengarkan apa informasi kritis tentang tokoh tersebut.

Hal sebaliknya juga terjadi di kamu. Informasi positif tentang si tokoh akan selalu kamu anggap sebagai informasi yang mengada-ada. Dan kamu pasti menolaknya mentah-mentah.

Bencana Dimulai Ketika Kamu Akhirnya Bisa Melihat Posting Kawanmu

edit tulisan dengan kawan

Namun lantas kalau kita sedemikian berbeda referensi dan kesukaan, kenapa kita bisa terlibat debat dengan salah seorang kawan di facebook? Kenapa dia bisa melihat postingmu dan kamu bisa melihat postingnya?

Coba bayangkan sebuah skenario. Kamu dan kawanmu adalah alumni satu SMA yang sama. Kemudian ada acara reuni dan diunggahlah foto bersama di acara tersebut. Kamu dan kawanmu itu ditag secara bersama. Kamu memberikan suka pada foto tersebut, kawanmu juga.

Kejadian serupa ini bisa terjadi di berbagai skenario. Bisa saja kalian tergabung di satu komunitas group yang sama. Atau kalian menyukai satu kawan yang sama dan sama-sama berinteraksi di postingan orang lain tersebut.

Setelah itu terjadi, Algoritma Facebook akan menilai kamu dan kawanmu itu punya kesamaan dan menyukai hal yang sama. Mulai lah kamu disajikan posting kawanmu itu tentang dukungan terhadap tokoh A.

Sayangnya dia yang selama ini hanya mendapat informasi sisi positif si A, jadi harus bertemu denganmu yang selama ini hanya terpapar informasi soal berita negatif dan kritis terhadap si A. Kalian berdua sama-sama hanya punya segudang informasi yang berat sebelah. Terjadilah perdebatan dan saling tuduh bahwa masing-masing buta terhadap kebenaran.

Gawatnya Tak Cuma Facebook, Informasi Di Internet Kini Didikte Oleh Algoritma Dan Artificial Intelligence

Nah, hal yang “memprihatinkannya” cara kerja penyajian informasi menggunakan algoritma ini tidak hanya diberlakukan oleh facebook. Nyaris semua perusahaan besar internet berlomba-lomba “memahami” penggunanya dan menyajikan informasi yang hanya disenangi penggunanya saja.

Instagram yang dulu hanya menggunakan kronologi waktu, kini sudah menerapkan sistem algoritma ketika dibeli facebook. Sewaktu kamu menonton dan menyukai sebuah tayangan di youtube, maka niscaya kamu hanya akan diberikan rekomendasi video youtube yang serupa.

Begitu juga dengan musik, dimana apple music, spotify dan tayangan streaming lain mencoba “menebak” musik favorit penggunanya. Situs-situs jual beli juga melakukan hal ini. Bahkan hasil pencarian google pun sudah lebih dulu menggunakan sistem personalisasi macam ini, jika kita melakukan pencarian dalam keadaan login.

Hasilnya? Kamu dan kawanmu akan menjadi orang-orang yang merasa paling benar sendiri, karena hanya menerima informasi yang berat sebelah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Kamu yang Kuliah di Sekolah Kedinasan Pasti Sudah Paham dengan Hal Positif Ini

Banyak orang yang memiliki mimpi untuk bisa melanjutkan studi di sekolah kedinasan. Sekola ini merupakan instansi yang menerapkan sistem semimiliter di dalamnya. Meski sulit untuk bisa bertahan, namun nyatanya ada juga hal positif yang akan kamu dapatkan dengan sekolah di sekolah kedinasan seperti STMG, STIP dan masih banyak lainnya.

1. Menjadi Lebih Disiplin

Kamu akan belajar untuk menjadi disiplin dalam hal sekecil apapun itu. Kamu tak bisa bertingkah seenaknya sendiri. Kamu akan terbiasa membereskan kamar asrama, merapikan pakian sampai membuang sampah sendiri secara disiplin. Sekalinya kamu bertindak ceroboh, kamu akan mendapatkan sanksi entah itu berupa push-up atau lari keliling lapangan.

2. Menjadi Lebih Menghargai Waktu

Waktu libur yang diberikan oleh pihak sekolah dinas biasanya sangatlah singkat. Hal ini sangat berbanding dengan libur yang diberikan oleh universitas di Indonesia. Karena hal inilah kamu menjadi pribadi yang lebih menghargai waktu. Kamu akan memanfaatkan waktu liburmu itu dengan sebaik mungkin bersama keluarga yang selama ini kamu rindukan di perantauan.

3. Menjadi Lebih Menghormati Orang Lain dan Lingkungan Sekitar

Mungkin istilahnya kamu akan memiliki sifat yang down to earth. Kamu menjadi orang yang lebih menghormarti orang lain dan juga lingkungan sekitarmu. Kamu menghargai setiap jasa orang lain, sekecil apapun itu.

4. Memiliki Potongan Rambut yang Lebih Rapi

Potongan rambut rapi menjadi kewajiban saat kamu sekolah di sekolah kedinasan. Kamu tak boleh memanjangkan rambutmu. Panjang sedikit saja, harus sudah dirapikan ulang. Sepertinya ini juga masuk hal positif yang kamu dapatkan dengan sekolah di sekolah kedinasan kan?

5. Memiliki Teman dari Seluruh Penjuru Indonesia

Ada banyak orang dari latarbelakang suku budaya dan asal daerah yang berbeda dimana mereka sekolah di satu sekolah kedinasan yang sama denganmu. Hal ini tentu akan membuatmu memiliki banyak teman yang berasal dari daerah berbeda denganmu. Wawasanmu dalam pertemanan pun pasti akan lebih luas.

6. Merasa Bangga dengan Pencapaianmu Sendiri

Menjadi seorang siswa di sekolah kedinasan bukanlah suatu hal yang mudah. Untuk lolos seleksi masuk saja sangat sulit. Sehingga pastinya kamu akan bisa merasakan kebanggaan tersendiri atas apa yang sudah kamu capai dengan doa juga kerja kerasmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Cintai Apa yang Kamu Kerjakan dan Kerjakan Apa yang Kamu Cintai

Tak selalu bisa memilih, beberapa orang bisa saja terjebak pada profesi yang sebenarnya tak ia sukai. Kondisi seperti ini memang kerap jadi dilema, sudah berupaya untuk produktif bekerja. Tapi hasilnya, selalu jauh dari rencana. Berdamai dengan apa yang tadinya tak kita sukai, memang tak selalu bisa berjalan mudah. Tapi untuk urusan pekerjaan yang bertujuan menyambung nyawa, baiknya ini harus diupayakan segera.

Begini, saya meyakini tak semua orang bisa duduk manis untuk mengerjakan apa yang ia cintai. Sebaliknya, ada ribuan atau bahkan jutaan orang yang mau tak mau harus bekerja walau sebenarnya itu bukanlah yang ia suka. Tapi, bagaimana mereka bisa bertahan hingga sekian lama? Mulai mencintai adalah kuncinya.

Hal Semacam Ini Wajar, Tak Ada yang Perlu Ditakutkan

Ya, namanya juga tidak suka. Pasti ada beberapa fase yang masi terasa kurang berkenan di hati. Entah itu cara kerja, lingkungan, atau hubungan dengan atasan. Tapi kalau mau dipikirkan lagi, hal-hal semacam ini tak hanya akan kau temui di lingkungan dengan bidang kerja yang tak kau suka saja. Ketika nanti kamu bekerja sudah pada apa yang kamu suka pun, hal-hal seperti ini masih akan ada.

Bekerja berarti mengaplikasikan ilmu yang sudah dimiliki, tapi kalau memang ini bukan bidang yang kita kuasai tak ada salahnya kan untuk belajar lagi. Rajinlah bertanya, berinisiatif untuk bersuara dan belajar lebih banyak. Kalau hal ini sudah berhasil dijalankan, istilah kata ‘tak suka’, pelan-pelan akan hilang.

Pelan-pelan, Coba Cari Satu Nilai yang Bisa Kamu Jadikan Alasan untuk Mencintai Situasi Ini

Daripada memaksakan diri untuk mencari pekerjaan sesuai bidang yang diminati. Mengambil sedikit waktu untuk bisa berpikir lebih jernih dan membuka diri, akan situasi ini, jauh lebih perlu untuk dilakukan segera. Jangan buru-buru memutuskan untuk keluar, kesampingkan dulu rasa tak nyaman yang belum bisa berkenan. Dengan hal lain yang bisa dijadikan manfaat baik untuk tetap bertahan.

Barangkali pekerjaan ini bisa jadi batu loncatan ini mimpi yang selanjutnya, memperluas relasi dengan kawan lain, hingga memberi peluang yang lebih besar dalam hal mengembangkan karir. Nah, kalau sudah seperti ini. Apa lagi yang ingin kau cari?

Belajarlah untuk Bertindak dan Berpikir Positif, Sebab Itu Jauh Lebih Baik

Menfokuskan pikiran pada hal-hal negatif dari pekerjaan, jelas tak bisa membuatmu senang. Ini akan membuatmu kian sering mengeluh, tak bersemangat untuk memulai pekerjaan, hingga selalu berpikir bahwa semuanya berat. Meski sebenarnya, ini bisa jadi pekerjaan yang menyenangkan.

Pakar psikologi Sherrie Campbell, PhD, mengatakan kunci utama menjalani hidup yang berkualitas ada di pikiran. Jika berpikiran positif, maka setiap masalah dan hambatan yang datang akan bisa dilalui dengan baik. Jika ini sudah berhasil dilakukan, bisa dipastikan rasa senang atas pekerjaan bisa kamu rasakan. Dan ketika itu sudah berhasil didapatkan, semua tantangan dalam pekerjaan yang tadinya terasa berat. Pelan-pelan mulai terlihat sebagai peluang yang sebenarnya bisa dimanfaatkan.

Walau Tak Cepat, Perlahan Pekerjaan Ini Bisa Jadi Sesuatu yang Menyenangkan

Tak bisa diukur atau ditentukan, setiap orang punya kemampuan yang berbeda dalam hal mencintai pekerjaan yang tadinya tak ia suka. Biar bagaiamana pun proses adaptasi, jelas berbeda-beda. Namun hal yang bisa disamakan adalah hasil dari upaya yang sedang dijalankan.

Menjadi seorang ‘custumer service’ yang tadinya terasa menyebalkan, kini berubah jadi sebuah pekerjaan yang menyenangkan karena bisa membantu banyak orang. Begitu kira-kira gambarannya.  

Di Lain Sisi, Kamu Juga Butuh untuk Melakukan Hal-hal Lain yang Disukai

Nah, sembari menjalani proses perubahan dari yang tadinya ‘tak suka’ menjadi ‘suka’. Ada kegiatan lain yang juga perlu untuk kamu kerjakan. Yap carilah apa yang selama ini kamu suka, ingat-ingat lagi kegiatan seperti apa yang sebenarnya kamu ingini.

Saat ini, kamu mungkin bekerja di tempat yang belum sesuai dengan hati. Tapi tak ada salahnya untuk tetap mengerjakan apa yang kamu cintai. Maka jika sewaktu-waktu, kamu memang benar-benar tak bisa mencintai pekerjaan tersebut. Ada hal lain yang bisa dengan mudah kamu kerjakan lagi.

Selain Membuat Diri Merasa Puas, Biasanya Hasilnya Pun Dekat dengan Harapan

Tak ada yang lebih menyenangkan memang, dibanding mengerjakan apa yang kita sukai. Ibarat sebuah kecintaan atau kesukaan, hobi kita kali ini mungkin akan mendapat bayaran berupa gaji. Selanjutnya, kamu bisa melihat bagaimana hasil dari pekerjaan yang kamu lakoni. Dan selalu ada perbedaan yang jauh lebih baik, ketika kamu mengerjakan sesuatu yang memang sudah dicintai sejak lama.

Kecintaanmu akan hal tersebut, membawamu pada keinginan untuk memberikan yang terbaik dari yang kamu bisa. Walau sesungguhnya, hasil yang serupa juga bisa kita lahirkan meski pada pekerjaan yang kurang berkenan. Asal bisa berjanji pada diri sendiri, untuk melakukan yang terbaik, pastilah hasilnya baik juga.

Perkara menjalani pekerjaan, memang tak semua hal bisa kita dapatkan. Profesi dan kecintaan yang berbeda pun kerap jadi penghalang, tapi satu hal yang tetap harus kita percaya, belajarlah mencintai apa yang sedang kita kerjakan, dan selalu kerjakan apa yang memang kau cintai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

KM & Partners Gandeng IndonesiaX, Adakan Kursus PBJ Gratis dan Pertama di Indonesia

Layaknya Demokrasi, Pendidikan harusnya jadi sesuatu yang menyeluruh hingga ke pelosok negeri. Tapi sayangnya, hingga kini masih banyak daerah yang tertinggal dalam hal literasi. Hal ini pulalah yang kemudian mendorong, Firma KM & Partner untuk membuat sebuah sumbangsih kepada Negara untuk mengadakan kursus online mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah.

Yap, rasanya tak perlu dijelaskan. Kamu pasti paham, jika kasus hukum di bidang/jasa pemerintah kita terbilang tinggi. Karena rendahnya tingkat literasi masyarakat dan para pelaku pangadaan tersebut terhadap teori dan regulasi yang melingkupi dunia yang mereka kerjakan.

Nah, berita baiknya untuk kamu yang memang tertarik pada dunia pengadaan barang/jasa, bertempat di Hotel Golden Tulip, Jakarta Pusat (7/2/2019) Firma KM & Partner sebagai satu perusahaan konsultan di bidang pengadaan barang/jasa menjalin kemitraan strategis dalam bidang pembelajaran online dengan PT Education Technology Indonesia (IndonesiaX).

Selain penandatanganan MOU untuk kolaborasinya, KM & Partner melalui Khalid Mustafa, selaku Direktur Utama, mengatakan “Khusus untuk kelas pengadaan barang/jasa yang dikelola Firma KM & Partner, sertifikat yang nanti didapatkan dapat dinilai sebagai sertifikasi kompetensi pada level tertentu untuk kemudian dijadikan bekal untuk mendapatkan sertifikat kompetensi pengadaan yang lebih
advance”. 

Dan dari hasil kolaborasi ini, IndonesiaX sebagai pemilik platform pendidikan online www.indonesiax.co.id akan berperan untuk menyediakan kursus online mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah. Disana kamu bisa belajar melalui materi-materi yang sudah disediakan secara ‘Gratis’, dalam bentuk modul dan video lengkap dengan subtitlenya. 

Sudah berkecimpung puluhan tahun sebagai penggiat pengadaan barang/jasa, Khalid juga menggandeng Samsul Ramli, sebagai  procurement specialist dan penulis buku nasional tematik pengadaan barang/jasa pemerintah, untuk bersama-sama mengelola kelas pengadaan di IndonesiaX.

Sementara itu, Lucy Pandjaitan, selaku Presiden Direktur IndonesiaX yang juga hadir, menuturkan, “IndonesiaX memberikan akses kepada pembelajar di seluruh penjuru negeri atas materi pembelajaran dan keterampilan dari profesor/dosen terbaik serta pimpinan perusahaan terkemuka. IndonesiaX menyambut baik pembuatan video online tentang PBJ yang bisa diakses secara gratis dari manapun sehingga melancarkan pengadaan barang dan jasa sesuai prosedur yang ditetapkan pemerintah.”

Mengingat rekam jejak IndonesiaX yang baik, platform ini memang diyakini mampu menjadi salah satu solusi yang efisien dalam peningkatan literasi pengadaan barang/jasa di Indonesia. Karena, kelas pengadaan ini tidak hanya dapat diakses oleh pelaku pengadaan barang/jasa pemerintah namun juga oleh masyarakat secara luas, siapa dan darimana saja. Asal ada perangkat dan layanan internet, maka kamu bisa turut serta.

Sebagaimana yang tadi sudah disebutkan, keutamaan kelas pembelajaran IndonesiaX ini, akan menyajikan seluruh konten dan proses pembelajaran yang bersifat gratis.

Nantinya peserta hanya perlu merogoh kocek untuk membeli sertifikat yang harganya amat sangat terjangkau, belum lagi dengan tambahan program discount. Tapi ada syaratnya, peserta harus lulus ujiannya dulu ya!

Setidaknya, akan ada kurang lebih 4 modul telah disiapkan untuk kelas pengadaan ini. Dimana modul-modul tersebut setara dengan unit kompetensi pengelola pengadaan barang/jasa tingkat pertama. Materinya pun merupakan kombinasi unit kompetensi standar nasional dan kompetensi dasar International Supply Chain Management .

“Kita berharap meski kelas ini gratis namun kualitas konsep, konten dan kelulusan telah memenuhi standar nasional bahkan
internasional”, tandas Khalid dengan rona wajah yang penuh semangat.

Wah menarik ya! Nah untuk kalian yang tertaik dan ingin turut serta. Kalian bisa mengakses modul-modul bahan pembelajaranya di www.indonesiax.co.id  ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top