Feature

Awas Keterusan, 5 Kebiasaan Ini Bisa Membuatmu Jadi ‘Tukang Bully’

Beberapa tahun belakangan, isu bullying jadi sesuatu yang cukup banyak dibicarakan, terlebih untuk kita para kaum millenials. Banyak kasus yang kemudian terdengar ke media yang bermula dari bully yang biasanya diterima para korban. Barangkali, hal tersebut terjadi karena kurangnnya pemahaman setiap orang tentang moral dan empati dalam kehidupan. Dari yang awalnya dianggap biasa, hingga melewati batas dan membuat korban merasa terganggu jiwanya. 

Merasa diri bukanlah seorang pembully, ternyata ada beberapa kebiasaan yang tak kita sadari justru bisa membuat kita sebagai seorang pembully. Kira-kira apa saja ya?

Sering Merasa Iri dan Dengki, Tatkala Melihat Teman Lebih Bahagia

Memang sih, ngiri itu manusiawi, tapi kalau kita tak bisa mengelola sikap ini dengan baik. Bisa bedampak buruk untuk diri sendiri juga loh. Awalnya  sih mungkin kita merasa ini hanyalah perasaan biasa, atas keinginan serupa dengan apa yang kita lakukan oleh orang lain. 

Sialnya, tanpa kita sadari sikap iri tersebut berubah menjadi dengki yang justru membuat kita tak tenang bahkan suka melontarkan komen-komen yang terdengar menyudutkan seseorang. Tak hanya itu saja, dengki juga membuat hatimu selalu merasa kurang karena selalu membanding-banding hidup dengan orang.

Bukannya bisa bahagia dengan cara sendiri, kita malah memaksakan diri untuk terlihat seperti orang lain yang disukai banyak orang. Padahal bisa jadi kita tak mampu, tapi demi diannggap bisa lantas kita memaksakan diri untuk melakukannya.  

Tak Puas dengan Apa yang Dimiliki di Kehidupan Nyata Lantas Cari Pelarian di Dunia Maya

Dari hasil penelitian IDN Research Institute, 79% millennial langsung mengecek ponsel ketika bangun tidur. Dan, media sosial mencakup 74.4% dari tujuan akses internet para millennial juga. Dari data tersebut, bisa disimpulkan jika sebagian besar dari kita sudah akrab sekali dengan dunia maya. Atau bahkan sudah ketergantungan dengan tingkat yang tak wajar.  

Selain itu, dari hasil studi dari Nottingham Trent University, tanda-tanda ‘kecanduan’ ditemukan pada orang-orang menggunakan media sosial secara berlebihan lho. Tanda-tanda itu seperti mengabaikan kehidupan pribadi, keasyikan, menemukan pelarian dari kehidupan nyata, dan berusaha untuk menyembunyikan kecanduannya. Hingga memakai akun fake demi bisa memuaskan ketidaksukaan pada sosok yang membuatnya iri, yang secara tak langsung menjadikan kita sebagai pembully. 

Gagal Mencintai Diri Sendiri yang Kemudian Membuat Kita Sengsara

Kalau harus diperhatikan dengan seksama, ciri khas dari pembully adalah kebiasaan mereka yang membandingkan dirinya dengan seseorang lain yang dicap lebih baik dari dirinya. Inilah yang kemudian mendorongnya menjadi seseorang yang suka merendahkan orang. Entah di media sosial atau di kehidupan nyata.

Hal lain yang juga sering terjadi, kita tak bisa menerima diri sendiri hanya karena tak seperti orang lain. Hingga akhirnya merasa butuh melecehkan atau merendahkan orang yang seperti kita. Demi terlihat lebih bertenaga dari yang sebenarnya. 

Lelap dengan Dunia Maya, Tapi Tak Punya Teman di Dunia Nyata

Mari kita buka-bukaan, sebagian besar orang yang sering membully orang di media sosial. Biasanya adalah sosok yang kesepian. Yap, mereka mungkin terlihat bahagia di media sosial, tapi tak punya teman di kehidupan nyata. Itulah yang kemudian mendorongnya untuk berbuat sesuatu agar mendapat  perhatian dari orang-orang, sekalipun dengan membully orang. 

Walau, teman-teman maya ini bisa memberi “dukungan moral”, tapi itu tentu hanya sebatas komen dan like saja. Perannya tak akan serupa dengan ketika kita memiliki teman di kehidupan nyata yang berinteraksi dengan kita langsung secara tata muka bukan hanya dari telepon genggam saja.

Dan Sering Sekali Memberi Komentar Negatif Pada Orang-orang yang Dianggap ‘Lebih’ dari Dirinya

Salah satu kelebihan media sosial memang adalah memberi ruang untuk siapa saja berekspresi, menuangkan pendapatn, hingga komentar yang mungkin tak selalu bernada baik. Inilah yang kemudian membuat kita merasa lebih sembarangan, tak lagi memilah-milah kata. Berkomentar semaunya meski itu bukanlah permasalahan yang merugikan kita. 

Ranah ini memang memberi kita peluang untuk berinterksi tapi juga merubah kita sebagai sosok yang tak lagi punya empati. Jika kita menggunakannya pada hal-hal yang negatif dan tak berguna. Dengan dalih “Sekadar mengingatkan”, kita berubah sebagai hakim yang merasa paling berhak menentukan salah atau tidak-nya seseorang. Jika hal-hal itu sedang kamu rasakan, mulailah mengurangi aktivitas di media sosial.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Adela Resmi Layangkan Gugatan Cerai pada Sang Suami

Kabar tak megenakkan, baru-baru ini datang dari pelantun lagu ‘All I Ask”, Adele. Yap, belum lama ini, ia mengumumkan perpisahannya dengan sang suami, Simon Konecki. Dan kini, penyanyi perempuan berusia 31 tahun tersebut secara resmi melayangkan gugatan cerai pada suaminya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh oleh pihak Adele melalui sebuah pernyataan yang dikutip dari E! News, Jumat (13/9), dimana Adele menggugat cerai Simon setelah 8 tahun, dan memutuskan akan merawat anak mereka, Angelo, bersama-sama.

“Mereka berkomitmen untuk membesarkan Angelo bersama dengan penuh cinta,” ungkapnya sang sumber.

Akan tetapi, hingga ini dituliskan, baik Adele maupun Simon Konecki masih belum angkat bicara terkait kabar gugatan cerai mereka tersebut.

Sebelumnya, Ryan Tedder, vokalis OneRepublic sekaligus sahabat dekat Adele, mengungkap kabar sang musisi setelah memutuskan untuk berpisah. Ia menyebut Adele tengah merasa kesulitan karena perceraian, namun keadaannya baik-baik saja.

“Perceraian memang sangat membuatnya kesulitan. Tapi sekarang dia baik-baik saja,” ujar Ryan beberapa waktu sebelumnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lelaki yang Hina BJ Habibie di Sosmed, Ternyata Mengidap Gangguan Jiwa

Kepergian Presiden ke-3, BJ Habibie jadi luka mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, saat semua orang sedang berduka, seorang lelaki didatangi polisi karena melakukan ujaran kebencian atas meninggalnya BJ Habibie. Akan tetapi, setelah diinterogasi, ternyata laki-laki tersebut mengalami gangguan jiwa.

“Kami sudah lakukan interogasi terhadap seorang diduga pelaku ujaran kebencian saat mengomentari wafatnya Bapak BJ Habibie lewat media sosial,” kata Kasat Reskrim Polres OKU Timur, AKP M Ikang saat dikonfirmasi, Jumat (13/9/2019) dilansir dari detiknews.com. 

Lebih lanjut, Ikang mengarakan jika, pelaku adalah BA (16) warga Desa Petanggan, Belitang, OKU Timur. Dan dari intogasi polisi, BA mengakui jika dirinya memang telah berkomentar pedas di media sosial.

“Pelaku mengakui perbuatannya, tetapi orang tuanya mengaku anaknya dalam kondisi gangguan jiwa. Dia baru pulang berobat dari Ernaldi Bahar Palembang (rumah sakit jiwa) dan dirawat selama 40 hari,” kata Ikang.

Saat ini, lanjut Ikang, BA tengah dirawat jalan. Hal ini dibuktikan dengan adanya surat keterangan dari rumah sakit dan obat yang masih dikonsumsi aktif oleh BA.

“Semua ada, ada obat-obatan, ada surat berobat jalan. Kalau diinterogasi dia diam, lupa dan kemarin didampingi juga sama keluarganya,” jelas Ikang.

Melihat kondiri BA yang memang menderita gangguan jiwa, polisi hanya melakukan interogasi dan tidak melakukan penahanan. Namun, Polisi juga meminta keluarga untuk melakukan pengawasan terhadap BA.

Sebelumnya, sebagai infromasi, pelaku mengomentari sebuah postingan atas wafatnya BJ Habibie di media sosial. Ia berkomentar ‘Mampus lo keparat cuihh‘ yang kemudian memacing emosi warganet di Instagram.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Di Malaysia, 409 Sekolah Ditutup Sementara Karena Kabut Asap dari Indonesia

Dampak dari kabut kiriman yang diterima oleh beberapa wilayah di Malaysia dari Indonesia, Pemerintah Malaysia dikabarkan terpaksa harus menutup 409 sekolah di negara bagian Sarawak. Konon, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan 8di Indonesia tersebut sudah mengepung wilayah di perbatasan tersebut.

Kementerian Pendidikan Malaysia mengumumkan bahwa mereka menutup 409 sekolah di sembilan distrik pada awal pekan ini yang berdampak pada 157.479 siswa. Sebagaimana dilansir Malay Mail, Padawan menjadi distrik yang terkena dampak paling parah, yang mengakibatkan 101 sekolah harus ditutup.

Di sisi lain, distrik yang terkena dampak kabut asap dengan populasi siswa terbanyak adalah Kuching, di mana 60.509 pelajar berdiam. Dan tak hanya itu saja, pemerintah negeri jiran tersebut juga menutup 53 sekolah di Betong, juga 44 sekolah di Bau, dan 30 sekolah Lubok Antu.

Selanjutnya, di wilayah Samarahan, ada tiga sekolah dengan 3.411 pelajar, sementara Serian memiliki 20 sekolah yang menampung 2.230 siswa. Sebanyak 9.828 siswa di 41 sekolah Sri Aman, dan 3.895 pelajar di 30 sekolah di Lundu juga terpaksa libur akibat kabut asap ini.

Dilansir dari laman CNNIndonesia, Pusat Meteorologi Khusus Asean (ASMC) menyatakan bahwa kabut asap akan terus mengepul di semenanjung Malaya dan Sarawak barat jika kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung padam.

Akan tetapi, sebelumnya, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI, Siti Nurbaya Bakar, mengatakan bahwa asap karhutla itu juga berasal dari wilayah Malaysia sendiri, seperti Sarawak dan Semenanjung Malaya.

Hasil pemantauan satelit oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memang menunjukkan pada 6 sampai 7 September, terjadi peningkatan jumlah titik api di Malaysia (Serawak dan Semenanjung Malaysia) yakni dari 1.038 titik menjadi 1.423 titik.

Siti juga menganggap asap karhutla di Indonesia tidak mungkin sampai ke Negeri Jiran, lantaran arah angin tidak berembus ke arah negara tersebut.

Menteri Energi, Teknologi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim Malaysia, Yeo Bee Yin, pun melansir data dari ASMC yang menunjukkan jumlah titik api terbaru di Kalimantan sebanyak 474 dan Sumatera sebesar 387. Sementara itu, titik api di Malaysia tercatat hanya tujuh.

*Featured Image : Antarafoto

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top