Feature

Apakah Kamu Juga Tambah Usia Makin Malas Update di Sosial Media?

Kehidupan kita di sosial media, memang terasa begitu nyata. Bagaimana tidak? Bersamanya kita tumbuh jadi manusia yang kini sudah (lebih) berbeda. Dari yang dulu suka ‘ngalay’ sampai yang sekarang hanya jadi pembaca saja.

Dulu, curhat panjang lebar di timeline facebook terasa jadi jalan keluar setiap kali kita butuh saran. Dan benar saja, beberapa kawan kerap berbaik hati untuk memberikan dukungan atau jawaban. Selain itu, sosial media punya semua hal yang kita butuhkan. Video-video lucu di instagram bisa jadi obat pelepas lelah, bertemu teman baru yang memberikan ilmunya. Hingga pacar pertama yang juga ditemukan lewat sosial media. Tapi kini, hal seperti ini terasa jadi sesuatu yang janggal kan?

Hidup terus berjalan, sosial media masih tetap jadi kawan. Bedanya kini kita tak lagi mau update sembarangan. Tapi kamu tahu tidak? Apa yang merubah kita jadi begitu?

Pandanganmu Berubah, Tahu Mana yang Layak Dibagikan dengan yang Harus Disimpan

Mari berbalik sebentar tentang aktivitas kita sebelum sedewasa sekarang. Berapa banyak cerita cinta-cintaan yang kita bagikan, hingga kekesalan lain yang sebenarnya tak berarti apa-apa meski sudah dijadikan status di sosia media. Kini, hal tersebut mungkin terasa menggelikan. Tapi tak apa, itu adalah bagian dari proses atas perubahan.

Sadar atau tidak, ada paradigma baru yang lahir pada dirimu. Kamu lebih paham, mana yang layak yang dibagikan dengan sesuatu yang memang seharusnya disimpan. Untuk itulah, sekarang hal-hal yang kamu bagikan sifatnya lebih umum, dan semua orang bisa menikmatinya tanpa merasa terganggu atas aktivitas sosial mediamu.

Bukan Keluh Kesah, Membagikan yang Mengundang Tawa Kini Lebih Terasa Indah

Harus diakui memang, dari semua keresahan yang sedang dirasakan, sosial media bisa jadi jalan keluar untuk menenangkan pikiran. Bisa jadi orang yang berbeda dari kehidupan nyata, meski sedang gundah gulana. Kita bisa saja jadi orang paling berbahagia di sosia media. Dan salah satunya dengan membagikan hal-hal lucu yang bisa mengundang tawa.

Aktivitas update status mungkin dikurangi, diganti dengan berbagi hal-hal lucu yang bisa menyenangkan hati. Tak hanya membuat kita lupa pada kesusahan yang sedang dialami, kegiatan macam ini bisa jadi obat penenang diri.

Lagipula, Kalau Dipikir-pikir Toh Tak Ada Orang yang Akan Peduli dengan Masalahmu

Pada masa lampau, kamu mungkin senang mendapat banyak komentar atas curhat yang kamu bagikan. Padahal faktanya mereka bisa jadi hanya sedang ingin tahu saja, bukan ingin membantumu mencari solusinya. Bahkan bisa jadi, mereka malah menjadikanmu sebagai bahan tertawaan karena terlihat kurang kerjaan.

Seiring dengan bertambahnya usia, kita pun sadar bahwa hanya segelintir orang yang bisa benar-benar peduli atas apa yang kita bagikan. Karena kini, mereka punya hidup yan juga perlu dipikirkan.

Tak Lagi Punya Waktu Luang, Jangankan untuk Buka Instagram Pulang Kerja Saja Sudah Larut Malam

Sudah punya kesibukan menyelesaikan skripsi atau bekerja, hampir seluruh waktu yang kita punya, dipakai untuk melakukan hal lain yang jadi tanggung jawab harian. Mulai dari harus bertemu dosen untuk bimbingan, menyelesaikan pekerjaan agar tak selalu pulang larut malam, hingga pada kegiatan lain yang selalu kamu lakukan di akhir pekan. Bahkan jika harus membagikan cerita kehidupan, sepertinya tak ada hal yang menarik untuk dibagikan. Untuk itu, kamu lebih menikmati semuanya secara nyata. Bukan untuk dibagikan pada kawan-kawan dunia maya.

Bahkan Kalaupun Ada Waktu Luang Kosong di Akhir Pekan, Tidur Siang Lebih Terasa Menyenangkan

Hayo, kamu pasti setuju kan? Kalau memanfaatkan waktu untuk tidur siang, jauh lebih menyenangkan dibanding stalking instagram sampai berjam-jam. Kamu semakin sadar jika ada hal-hal yang memang sebaiknya dikurangi, dengan sesuatu yang lebih berarti. Dan mengistirahatkan diri dengan tidur siang jadi sesuatu yang lebih penting.

Secara tidak langsung, kamu pun kian sadar jika menikmati setiap momen dalam hidup secara langsung. Lebih terasa menyenangkan daripada membagi fokus pikiran untuk membagikannya kepada orang-orang, wlaau hanya lewat fiturs stories di instagram.

Karena Pada Akhirnya Kamu Sadar, Kehidupan Nyata Jauh Lebih Dibutuhkan

Setiap kali ada masalah, sahabat dekat yang menjadi kawan di kehidupan nyata datang jadi penolong yang setia. Sedangkan mereka yang kau kenal di sosial media, barangkali hanya akan mengirimkan emoji ‘sedih’ yang tak berdampak apa-apa. Ya, semakin dewasa kamu makin sadar, bahwa 2 orang kawan yang berada di kehidupan yang nyata ternyata lebih berarti dari ribuan manusia yang menjadi temanmu di facebook.

Dan di Usia Sekarang, Media Sosial Bukan Lagi Jadi Sesuatu yang Harus Diprioritaskan

Lebih penting dari segala aktivitas di sosial media, ada ratusan hal penting lain yang perlu untuk dikerjakan dalam kehidupan. Mendalami hobi yang sempat tertunda, belajar hal-hal baru demi pekerjaan yang kita punya, dan kegiatan lain yang bisa menyokong kehidupan agar lebih baik ke depannya.

Kamu telah tumbuh menjadi manusia baru yang berbeda, yang sadar bahwa apapun yang terjadi di sosial media tak pernah bisa menggantikan kehidupan nyata yang kau punya. Kini, kamu kian sibuk membangun koneksi untuk hal baik demi kehidupan, sedangkan aktivitas media sosial dilakukan kalau sedang ingin saja. Tak lagi jadi sosok yang aktif untuk posting status, kini kamu hanya jadi pembaca status orang-orang yang lalu lalang di timeline.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kemarin Kita Berpisah, Hari Ini Semoga Kita Lebih Dewasa

Dari setiap kisah cinta yang sudah usai, sakit hati dan kecewa jadi sesuatu yang pasti kita rasakan. Aku manangis semalaman, begitu pula kamu yang tampak masih saja tak yakin jika hubungan kita sudah tak lagi bisa diteruskan. Sama-sama merasa kehilangan, membuat kita memendam sakit yang teramat dalam. 

Namun dari sekian banyak luka yang sedang bertengger di jiwa, ada banyak hikmah yang bisa kita ambil sebagai pelajaran untuk kisah cinta selanjutnya. Meski tak lagi bisa bersama, hidup kita tentu akan terus melaju seperti biasa. Mari sama-sama meyakini, sakit hati ini akan jadi pelajaran agar kita lebih dewasa di kehidupan mendatang. 

Setelah Putus Cinta Kita Belajar Arti Kehilangan dan Lebih Paham Bagaimana Cara Mempertahankan Hubungan

Percayalah, semua hal yang terjadi dan terlalui datang dengan masing-masing pelajaran. Selain merasakan kesedihan yang membuat hati terluka, kita berdua jadi lebih paham bagaimana rasanya kehilangan sosok yang dicinta. Sehingga kelak kita kita akan bertemu dengan sosok lain yang bisa dicintai, kamu dan aku akan lebih tahu, bagaimana cara menjaga dan mempertahankan hubungan dengan dirinya. Lebih kuat dalam urusan hati, perjalanan melewati kisah sedih ini jadi satu proses baru yang lebih dari sekeda cerita patah hati. 

Kita Berdua Kian Paham, Apa yang Sebenarnya Kita Cari dan Butuhkan 

Semua hal berubah, begitu pula kita berdua. Kamu yang tadinya kupercaya sebagai sosok yang tepat, ternyata bukanlah seseorang yang benar-benar aku inginkan. Begitu pula denganmu. Kita berdua kehilangan arah, tak lagi bisa menyatukan isi kepala. 

Hingga akhirnya memutuskan berpisah, yang secara tak langsung menikam satu belati ke masing-masing dada kita. Ya, sebagaimana aku yang merasa menderita, kamu juga terlihat kecewa dan sulit bersuara. 

Paham bahwa cerita kita sudah usai, kini kita tahu. Bahwa dia yang selama ini ada di dekat kita, bukanlah sosok yang benar-benar kita inginkan untuk bersama. Walau awalnya membuat gundah, aku dan kamu kini tahu bahwa ada sosok lain yang sebenarnya kita inginkan. 

Memutuskan Berpisah Karena Adanya Perbedaan, Mengubah Kita Agar Bisa Berubah Jadi Pribadi yang Lebih Baik Lagi 

Bukan tak berjuang menyelematkan hubungan, kita berdua sudah jadi manusia hebat yang terus mempertahankan semuanya demi hati dan pikiran. Hingga akhirnya kita sadar, bahwa apa  yang selama ini kita pertahankan bukanlah sesuatu yang layak untuk terus dijalankan.

Kita berdua mungkin terlihat bahagia, menikmati masa indah sebagai sepasang kekasih yang dipenuhi bahagia. Tapi terus berpura-pura baik-baik saja tentu tak berguna. Maka berpisah adalah jalan terbaik yang bisa kita ambil untuk semuanya. 

Satu babak kebahagian yang diakhiri dengan perpisahan sudah berhasil kita lewatkan, kini saatnya untuk saling membuktikan. Jika kita berdua bisa berubah lebih baik untuk dia yang kelak mau mencintai kita sebagaimana kita ada. 

Tak Akan Mengutuki Situasi, Kita Belajar Menerima Walau Akhir Cerita Ini Menyisahkan Sedih

Diawal perpisahan ini, kita memang akan merasa asing pada diri sendiri. Berpikir sebagian dari diri kita telah hilang dan tak lagi bisa menjalani kehidupan sebagaimana kita biasanya. Tapi ini adalah kenyataan yang mau tak mau harus kita jalankan. Belajar untuk gagal, kesalahan dan kekecewaan yang ada dihadapan jadi sebuah pelajaran yang membantu kita menerima dan memahami semuanya.

Daripada mengutuki situasi, kita belajar bahwa tak semua yang kita inginkan dapat kita dapatkan. Manusia yang tadinya kita cintai, harus pergi dan tak bisa kita tahan lagi. Luka kita mungkin tak akan sembuh dengan begitu saja. Tapi memangis dalam waktu yang lama pun tak akan merubah situasinya. 

Dan yang Paling Penting Kita Lebih Dewasa, Belajar Sabar untuk Menerima Semuanya

Kedewasaan tertinggi dalam menanggapi sebuah perpisahan tentu dengan belajar menerima semuanya dengan hati yang lapang. Tak lagi saling menyalahkan, kita tahu bahwa semua ini adalah kenyataan yang memang benar-benar harus dijalankan. Berterimakasih karena sudah pernah saling membahagiakan, kini saatnya kita saling melepaskan genggaman. 

Lupakan semua yang sudah lalu, biarkan hatimu sembuh. Jika memang sudah waktunya, kelak kita akan bertemu lagi dengan sosok lain yang bisa dicintai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Inilah 5 Sifat yang Menandakan Dia Layak Menjadi Pendamping Hidupmu

Menikah bukanlah untuk satu hari saja, melainkan satu kali dalam seumur hidup. Memilih seseorang untuk kita jadikan pendamping hidup memang tidaklah mudah. Kita harus benar-benar tahu sifat dia agar yakin bahwa dia bisa menjadi pasanganmu sampai akhir hayat nanti.

Lamanya hubungan pacaran tidak menjadi jaminan bahwa ia adalah jodohmu, begitu pula sebaliknya. Jika kamu menemukan 5 hal ini pada pasanganmu, bisa jadi ialah yang pantas kamu jadikan pendamping hidupmu.

1. Mampu Membimbingmu Secara Spiritual

Hal terpenting untuk memilih pasangan adalah bagaimana dia dalam menjalankan ibadahnya. Jika ia sangat rajin beribadah dan mencintai Tuhannya maka ia juga akan mencintai kamu dengan sepenuh hati. Pasangan yang baik akan berusaha mengajarkan hal-hal keagamaan demi mendekatkanmu dengan Sang Pencipta. Ia mampu membedakan mana yang baik dan buruk di mata Tuhan. Ia mengajakmu untuk beribadah bersama atau berbuat sesuai dengan ajaran agamanya.

2. Memiliki Sifat Penyabar

Sifat manusia yang sulit dicari adalah penyabar. Jika pasanganmu jarang marah, maka kamu beruntung. Bukan berarti ia tidak peduli dengan permasalahan, beberapa orang berpikir bahwa memaafkan lebih baik. Bukan berarti membiarkan masalah terulang kembali, melainkan menerima kesalahan tersebut dengan jalan pikiran yang berbeda. Dia memiliki banyak stok sabar dan maaf untukmu, sangat layak untuk dijadikan pendamping hidup.

3. Selalu Ada Ketika Dibutuhkan

Selalu ada disini bukan berarti dia harus selalu mengabarimu 1×24 jam atau setiap menit. Meskipun sibuk, ia meluangkan waktunya untuk sekedar mengingatkanmu makan atau tidur. Dia tak harus selalu bersamamu. Tetapi, perasaan dia selalu ada yang akan membuatmu nyaman dan merasa tak sendiri. Dan yang paling penting adalah dia selalu siap untuk membantumu kapan saja, dia selalu ada disaat kamu membutuhkannya.

4. Memiliki Sifat Humoris

Salah satu keuntungan memiliki pasangan yang humoris adalah kalian akan menghiasi hari-hari dengan keceriaan, jauh dari kata hambar. Humoris bukan berarti selalu menganggap segalanya adalah candaan. Tetapi, dia tahu kapan harus bercanda dan kapan harus serius terhadap suatu hal. Dan ketika kamu sedang memiliki suasana hati yang kacau, ia bisa menenangkanmu dengan sifat humor nya.

5. Menghargai Pasangan

Seseorang yang mencintaimu pasti akan menghargaimu. Pasanganmu tidak mengaturmu secara berlebihan, memang dia membimbing, tetapi bukan berarti mengekang. Dia membiarkanmu hang out dengan teman-temanmu dan tidak membatasi pertemananmu. Tetapi, kita juga harus tahu batasan-batasan tertentu jika sudah menikah nanti. Dia memberikanmu ruang, bukan kebebasan. Karena itulah salah satu cara dia menghargaimu sebagai pasangannya.

Nah, Itulah 5 hal yang perlu kalian perhatikan jika memilih pasangan suatu saat nanti. Tidak ada orang yang sempurna dan tidak perlu menunggu yang sempurna. Perbaiki dirimu sendiri maka tuhan juga akan memperbaiki kualitas pasanganmu kelak. Jadilah yang terbaik agar ditemukan oleh orang baik pula!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Nikah Diam-diam, Seorang Suami Disiram oleh Istrinya dengan Air Panas Hingga Meninggal

Seorang lelaki di Makassar, Sulawesi Selatan Bahtiar (28), meregang nyawa setelah sebelumnya disiram oleh sang istri Aminah (30) dengan air panas. Sang istri mengaku kesal terhadap suaminya, yang konon menikah diam-diam dengan perempuan lain. Saat ini, Aminah sudah ditangkap aparat kepolisian dan sedang menjalani pemeriksaan.

“Iya, pelaku yang juga istri korban telah diamankan,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani pada Minggu (21/7/2019), dilansir dari detik.com. 

Aminah diamankan oleh Polsek Bangkala bersama Polres Jeneponto setelah suaminya meninggal. Dari interogasi yang dilakukan oleh polisi, perempuan tersebut melakukan perbuatannya karena sakit hati kepada suaminya.

“Pelaku melakukan perbuatan tersebut dikarenakan sakit hati kepada suaminya karena telah menikah dengan perempuan bernama Marsela tanpa sepengetahuannya,” kata Dicky.

Dicky juga menambahkan, pelaku baru mengetahui kalau suaminya telah menikah secara sembunyi-sembunyi setelah mendapatkan kabar dari keluarganya.

“Istrinya mengetahui setelah mendapatkan kabar tersebut dari keluarga suaminya, kemudian pelaku pulang ke rumah dan menanyakan hal tersebut kepada suaminya dan suaminya mengakuinya bahwa telah menikah dengan Marsela di kota Makassar sekitar tahun 2018,” jelas Dicky.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top