Feature

Apa yang Harus Kita Lakukan, Saat Orangtua Tak Kunjung Memberi Restu atas Hubungan

Percayalah, jika hubunganmu bukanlah jalan tol yang bisa bebas dari hambatan. Beberapa kali, kamu akan bertemu kerikil tajam yang bisa menganggu hubungan. Dan salah satunya adalah restu dari orangtuamu atau orangtua si pacar.

Perkara ini jelas jadi mimpi buruk bagi sebagian besar pasangan. Karena biar bagaimanapun, titik akhir yang akan jadi tujuan hubungan tentulah pernikahan yang jelas butuh restu dari orangtua. Melepas dia yang kita cintai tentu tak mudah, tapi melawan apa kata orangtua juga adalah dosa. Lantas kita harus apa?

Awali dengan Memberi Orangtua Pengertian, Yakinkan Jika Pacar adalah Sosok yang Memang Kita Butuhkan

Perbedaan pola pikir pada orangtua, sering jadi pemicu tak mengalirnya restu atas hubungan kita. Kamu mungkin percaya bahwa si pacar adalah sosok yang memang pantas diperjuangkan. Sedangkan orangtua sering berpikir bahwa kita tak akan bisa hidup bahagia denngannya.

Jangan dulu buru-buru marah, sebab hal terpenting yang perlu diupayakan adalah memberi pengertian pada ibu dan ayah di rumah. Sampaikan pada mereka, jika perempuan atau laki-laki  yang sekarang jadi pacarmu adalah sosok pendamping yang sesungguhnya kau butuh.

Setelah babak ini, selanjutnya hanya akan dua kemungkinan yang bisa kita dapatkan. Direstui karena akhirnya orangtua percaya, atau tetap tak memberi restu dan meminta kita memutuskan hubungan dengan pacar saat itu juga.

Namun Jika Tetap Tak Mendapat Restu, Percayalah Kamu atau Dia Bisa Bahagia Meski Tak Bersama

Tahu lebih cepat jika restu tak akan kita dapat, jauh lebih baik daripada terus menjalani hubungan tanpa ada tujuan. Karena biar bagaimanapun, perihal restu selalu jadi perkara besar yang akan berpengaruh pada hubungan. Maka ketika sudah tahu jika ayah dan ibu tak setuju, ada baiknya jika persoalan ini buru-buru diobrolkan dengan pacarmu.

Cari titik tengah yang bisa jadi jalan keluar dari masalahmu, beri si dia pengertian jika hubungan kalian tak bisa dilanjutkan. Tekankan pula, jika keputusan ini mungkin jadi akhir dari hubungan. Tapi kita berdua tetap bisa berteman, dan tetap bisa sama-sama bahagia meski tak bersama.

Yakinlah Sepenuh Hati, Apa yang Orangtua Inginkan adalah Sesuatu yang Memang Kita Butuhkan

Naluri dari orangtua adalah sesuatu yang alami. Biasanya, meski tak memberi tahu mereka. Ibu atau Ayah selalu tahu apa yang kita butuhkan. Walau kadang, pandangan mereka terhadap sesuatu hal memang tak sejalan dengan apa yang kita pikirkan. Demi mengobati patah hatimu atas restu yang tak bisa kamu dapatkan. Lebih baik isi pikiran dengan hal-hal yang bisa membahagiakan. Dan salah satunya adalah, meyakinkan diri jika keputusan yang diberikan oleh orangtua adalah jalan terbaik untuk kebahagian kita.

Bukan untuk Menciutkan Nyalimu, Patah Hati Karena Tak Mendapat Restu Bisa Mendewasakanmu

Pertambahan usia adalah sesuatu yang mau tak mau harus kita terima. Seiring dengan hal tersebut, berbagai macam penolakan dan kesedihan dalam hidup, tentu akan menghampiri kita. Dan salah satunya adalah ketika cintamu tak mendapat restu dari orangtua.

Hatimu mungkin patah, jiwamu pun pasti terluka. Sebab cinta yang selama ini kau percaya harus berakhir hanya karena terhalang restu orangtua. Tapi, ini bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Sebab mampu menghadapinya justru jadi kekuatan tersendiri yang kelak membuktikan bahwa kamu adalah orang yang bijaksana. Mampu melepas cinta demi nasihat orangtua.

Sebab mengesampingkan ego tentu tak mudah, dengan kata lain kamu berhasil membuktikan bahwa dirimu memang sudah dewasa.

Setelah Cukup Kuat, Beranikan Diri untuk Membuat Hati Pada Cinta yang Lain Lagi

Perjalan cerita hidup terus berjalan, begitu pula dengan kisah cinta yang harus tetap kamu jalankan. Jangan jadikan patah hati membuatmu tak mau membuka hati. Karena bisa jadi dihalangnya restu memang jadi jembata lain yang kan mempertemukanmu dengan cinta yang sejati.

Move on memang terdengar klise, tapi ini adalah satu-satunya cara yang harus kamu lakukan agar bisa bangkit dari keterpurukan hubungan. Namun seseorang yang sudah dewasa, harusnya paham bagaimana cara berlapang dada untuk menerima semua kenyataan yang ada.

Restu memang jadi sesuatu yang rumit, tapi cobalah untuk selalu ingat ini. Sekuat apapun kamu menolak, dia yang ditakdirkan untukmu tetap akan menghampirimu Dan sebaliknya, sekuat apapun kamu menahannya, dia yang tak tercipta untukmu pasti akan pergi meninggalkanmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perihal Jodoh, Jangan Pernah Memaksa atau Merasa Terpaksa

Tak pernah tahu cintamu akan berlabuh kepada siapa, jodoh selalu jadi misteri dan sulit diterka. Dan dari sekian banyak rasa bahagia atas cinta, mendapat balasan rasa yang sama adalah hal paling istimewa. Itulah mengapa, orang-orang kerap berpendapat jika jodoh adalah tentang menerima dan diterima.

Bukan tentang seberapa besar cinta yang ada, bukan tentang seberapa kuat kamu menjaga dan menahannya agar tak kemana-mana. Jodoh itu perihal rasa menermukan dan berjanji untuk tetap tinggal, bukan memaksa dan dipaksa agar tetap dan akan selalu bersama.

Mencintai dan Dicintai Jauh Lebih Bermakna Dibanding Memaksa atau Dipaksa

Jika kamu adalah pihak yang memaksa, bayangkan kamu ada berada di posisinya. Terpaksa melakukan sesuatu yang dipaksa hingga akhirnya merasa tersiksa dan merana. Tak akan menjadi sesuatu yang baik, memaksa seseorang hanya akan melahirkan luka.

Luka untuk kita karena ternyata ia tak pernah cinta, dan luka untuk dirinya yang selama ini ternyata hanya pura-pura cinta. Carilah ia yang bisa menerima, mau membalas rasa dan bersedia untuk saling mencintai tanpa diminta.

Bahkan Meski Tetap Bersama, Situasi Tersebut Tak Akan Merubah Perasaan yang Ada

Ya, dia yang kau paksa untuk terus menjadi pacar, bisa saja tetap tinggal. Tubuhnya memang dekat denganmu, tapi hatimu kemungkinan besar tak ada untukmu. Meski katanya bersama bisa menumbuhkan rasa, jika sedari awal saja ia sudah tak nyaman tapi tetap kau paksa. Jelas tak akan merubah apa-apa.

Buka mata dan lihat bagaimana responnya, meski kamu bahagia bersamanya. Bisa jadi ia justru sedang berjuang agar lepas dari perasaan yang kian menyiksa. Mendekapnya lebih kuat bisa jadi bukti sayang, tapi jika yang didekap tak menginginkan, dekepan tersebut bisa jadi bumerang. Membunuhnya atau membunuhmu pelan-pelan.

Karena Sesuatu yang Dilakukan dengan Rasa Tak Suka Pada Akhirnya Akan Sia-sia

Tak peduli sekuat apa kamu bertahan, jika memang dia tak ditakdirkan untuk berjodoh ia akan pergi jua. Karena cinta itu tentang bagaimana kita berupaya untuk saling mempertahankan. Saling membuat pasangan senang, dan saling memberi semua rasa walau tak pernah diminta.

Bersama bukan tentang berdua dalam waktu yang lama. Jika diawal saja sudah tak ada ketertarikan, ia akan pergi walau tak kau lepaskan. Jadi, memaksa seseorang untuk mencintai kita hanya buang-buang waktu saja. Untuk itu tak perlu kau lakukan, walau ia adalah sosok yang selama ini kamu harap-harapkan.

Jangan Habiskan Waktu dengan Sesuatu yang Akhirny Sudah Kau Tahu

Atas nama harapan, kita memang sering menutup mata atas segala kemungkinan yang sebenarnya bisa dibaca diawal. Sudah tahu perempuannya tak suka, tapi masih diharapkan. Sudah tahu lelakinya tak tertarik, tapi masih juga berupaya untuk menarik perhatian.

Kamu memang bebas menentukan apa saja, tapi memaksa seseorang untuk cinta jelas tak baik untuknya. Menghabiskan waktu untuk sebuah upaya yang sia-sia. Tak perlu menunggu lama, seharusnya kamu sudah tahu akan bagaimana hasilnya.

Sebab Sosok yang Bijak, Tahu Kapan Akan Setuju dan Berkata Tidak

Bergeser sedikit dari pihak yang doyan memaksa, kali ini tempatkan diri sebagai sosok yang dipaksa. Bukannya tegas untuk menolak, yang kamu lakukan justru mengisyarakatkan harapan untuk si dia. Berhenti untuk membuatnya percaya jika kamu cinta, berubah lah bijak untuk bisa menolak dan berkata tidak jika memang tak suka. Tak hanya kamu yang akan terganggu atas sikapnya, ia pun akan kecewa karena selama ini dirimu ternyata tak pernah benar-benar suka.

Kamu Berhak Bahagia Tapi Juga Tak Bisa Memaksa

Tentang jodoh yang kita mimpikan, jelas adalah kebahagian yang selalu diharapkan. Bagaimana sosoknya, bagaimana ia bisa memberikan cintanya, hingga hal-hal lain yang mungkin sedang kita idam-idamkan. Punya kesempatan serupa, siapapun kamu dan dimanapun dirimu. Kamu selalu berhak untuk mencintai dan dicintai, bahagia yang tertawa, serta memberi hatimu dan menerima hatinya.

Dengan catatan, kamu perlu melihat. Bagaimana sosok yang kamu sayang, apakah ia memilki perasaan yang serupa atau malah sebaliknya. Teruslah melangkah dan memberi cinta jika memang ia suka juga, tapi berhenti memaksa jika nyatanya ia tak memiliki perasaan apa-apa.

Jadilah Dewasa dengan Menghargai Apapun yang Kamu Terima, Sekalipun Ia Adalah Orang yang Kau Cinta

Dirimu bukanlah bocah, kamu tahu bagaimana perasaan orang lain yang sesungguhnya, dari raut wajahnya. Maka untuk memastikan apakah ia punya rasa yang serupa, cobalah lihat bagaimana responnya. Bahagiakah tiap kali kalian bersama atau gelisah dan kerap resah? Jika ia terlihat leluasa untuk tertawa, kamu boleh percaya diri kalau ia memang suka. Tapi ekspresi yang ditunjukkan justru sebaliknya, itu artinya lampu merah, agar kamu berhenti untuk mendekatinya.

Karena segala sesuatu yang sifatnya dipaksa tentu tak akan berakhir dengan bahagia, begitu pula dengan cinta dan kasih sayang untuk dia yang kelak jadi jodoh kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Aturan Baru yang Lebih Syariah, Pendaki Lelaki dan Perempuan di Rinjani Akan Dipisah

Digagas oleh BTNGR, rencananya Gunung Rinjani akan menerapkan aturan baru yang berdasarkan syariah. Tentang keputusan untuk para pendaki laki-laki dan perempuan yang konon akan dipisah.

Hal ini dituturkan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani BTNGR Sudiyono dalam sambungan telepon sebagaimana dilansir dari detik.com, Rabu (19/6/2019), dimana adanya dugaan penyimpangan yang dilakukan wisatawan ketika naik ke Rinjani. Seperti ketika mereka mendaki ke bukit di sekitar Sembalun, ke Bukit Pergasingan misalnya.

“Konsep kita bahwa kita nggak tahu pendaki ini yang berpasang-pasangan itu sudah resmi atau belum. Kemudian yang kedua adanya dugaan wisatawan ke destinasi di sekitar Rinjani itu kurang baguslah,” imbuh beliau.

Nah, berbalik ke belakang tentang bagaimana konsep ini akhirnya dicetuskan. Pemisahan ini terdengar selaras dengan ‘wisata halal’ yang diusung oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk membedakan daerahnya dengan Bali. Namun di sisi lain, hal tersebut lahir dikarenaka sikap dan penyimpangan yang memang ditunjukkan para wisatawan. Ya, Sudiyono mengaku adanya penyimpangan wisatawan laki-laki dan perempuan yang mendaki bukit-bukit di sekitar Sembalun. Namun jika mendaki ke Gunung Rinjani akan lebih kecil potensi terjadi penyimpangan.

“Iya ada penyimpangan. Tapi saya kira pendakian ke Gunung Rinjani akan berbeda. Karena mendaki Gunung Rinjani ini cukup memakan energi,” jelas Sudiyono.

“Berbeda dengan ke bukit di sekitar Sembalun. Sehingga ke Gunung Rinjani dan berbuat macam-macam ya kecil. Secara logika begitu,” tambahnya lagi. 

Akan tetapi, konsep pemisahan yang dimaksudkan hanya akan berlaku ketika para pendaki atau wisatawan akan tidur. Jadi tempat camp untuk laki-laki akan dibuat berjarak dengan tempat camp untuk perempuan. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pasangan Selebgram dari Jerman Dihujat, Karena Buka Donasi untuk Biaya Liburan

Kata donasi memang identik dengan penggalana dana untuk sesuatu/orang yang membutuhkan. Tapi bagaimana jika donasi yang dibuka ternyata untuk membiayai orang liburan? Eits jangan dulu marah, coba baca terus ke bawah.

Nama Catalin Onc dan Elena Engelhardt atau yang biasa disapa Cat dan Elena belakangan jadi buah bibir netizen. Pasangan selebgram asal Jerman ini memang cukup populer di Instagram dalam akun  @another_beautiful_day_off. Serupa dengan selebgram lain, keduanya memang kerap terlihat berlibur bersama ke berbagai negara, termaksud Indonesia, dan selalu mengunggah foto-foto indah di akun Instagram milik mereka. 

Akan tetapi, kali ini nama mereka muncul di berbagai media karena keduanya diketahui membuka menggalang dana melalui situs GoFundMe.com. Dan rencananya, dana yang berhasil dikumpulkan nanti akan mereka pakai untuk membayar tandem bike dan kebutuhan lain dalam perjalanan mereka ke Afrika pada bulan Juli mendatang.

Sumber : ladbiblegroup.com

Dikutip dari laman Ladbible, adapun jumlah donasi yang mereka butuhkan adalah sebesar € 10 ribu atau sekitar Rp159,6 juta. Dan sepanjang 8 hari, selama donasi itu dibuka, hanya ada 6 orang penyumbang dengan total donasi € 200 atau Rp3,19 juta. Sekilas ini sangat wajar, tentu banyak orang yang menilai jika sikap mereka ini sebagai bentuk ‘tak tahu diri’. Karena perjalanan tersebut hanyalah untuk memberikan kesenangan pada mereka berdua, tanpa memberi dampak baik untuk orang lain. Ditambah lagi, fakta lain yang menyebut jika selama ini biaya liburan yang mereka berdua gunakan ternyata berasal dari uang ibu Cat.

Melansir dari Daily Mail, mereka mengaku bahwa sang ibu memiliki dua pekerjaan untuk membiayai kebutuhan liburan putra dan menantunya tersebut. Bahkan mereka memilih untuk tak bekerja, karena katanya bekerja akan merugikan mereka.

Sumber : https://www.instagram.com/another_beautiful_day_official/

“Kami bisa menjadi model dan menghasilkan uang dengan cepat, tapi kami tidak ingin mengiklankan konsumerisme. Pekerjaan normal pada saat ini akan merusak diri kami. Beberapa menyarankan kami untuk bekerja, seperti semua orang dan berhenti mengemis. Namun ketika kamu memiliki dampak yang kita beri pada kehidupan orang lain, memiliki pekerjaan bukanlah pilihan,” tulis mereka.

Bahkan tak sampai di situ, mereka juga menyatakan jika mereka tidak meminta uang kepada sang ibu.“Ibuku membayari kami. Kami tak pernah minta uang tapi dia senang dia bisa membantu kami. Ibu, aku hanya ingin kau tahu bahwa bukan cuma kami berdua tapi ada ratusan orang lain yang diuntungkan karena bantuanmu”, tutur Cat padaDaily Mail.

Menurutmu bagaimana, apakah kamu bersedia menyumbang untuk biaya liburan mereka?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top