Feature

Apa yang Akan Kamu Sampaikan, Ketika Teman Bertanya Mengapa Dia Tak Diundang Ke Pernikahanmu?

Punya banyak teman memang baik. Tapi untukmu yang sedang menyiapkan pernikahan, mungkinkah kamu akan mengundang semua teman yang kamu kenal? Soal kesanggupan memang jadi kemampuan masing-masing pasangan.

Tapi kebanyakan pasangan memang mengambil langkah bijak yaitu dengan mengundang sebagian teman yang termasuk daftar prioritas saja. Pertanyaannya, bagaimana jika tiba-tiba kamu berpapasan dengan teman lama dan ternyata dia tak masuk dalam daftar tamu yang hendak diundang?

Kalau dia tidak bertanya pun tak masalah, tapi yang membuat tak enak hati ya justru ketika dia bertanya apakah dia diundang atau tidak, atau justru to the point mengapa kamu tak mengundangnya.  Apakah kamu sudah menyiapkan jawaban untuk situasi semacam ini?

Ucapkan Maaf dengan Tulus Hati dan Sampaikan Kalau Kamu Memang Tak Mengundang Banyak Orang Lantaran Urusan Budget

Pertama dan pastinya, ucapkanlah maaf terlebih dahulu. Baru setelahnya katakanlah dengan jujur kalau kamu dan pasangan memang tidak bisa mengundang banyak tamu lantaran urusan budget. Memang terdengar klise, namun apa yang kamu katakana masih cukup bisa diterima. Karena akhirnya mereka yang tidak diundang itu jadi memakluminya. Sejatinya ada sedikit trik untuk menyiasati hal ini. Pastikan kamu pun tak mengundang teman-teman sepantaran.

Misalnya kamu bertemu si A yang kebetulan teman semasa aktif organisasi di kampus. Kamu memang tidak mengundangnya, maka kamu tak perlu mengundang teman-temanmu yang satu lingkup denganmu dan si A. Karena kalau kenyataannya ada nama lain di daftar undangan, pasti ada saja omongan atau celetukan yang menganggapmu ‘pilih kasih’. Ya, perkara undangan pun jadi sensitif untuk itulah kamu harus hati-hati dalam mensortir daftar undangan.

Jelaskan Saja Kalau Pernikahanmu Adalah Hasil Patungan Berdua, Tidak Ada Anggaran Khusus dari Orangtua, Untuk Itulah Kamu Jadi Harus Menyunting Daftar Tamu yang Diundang

Yang pasti utamakan kejujuran. Selain menjelaskan budget yang mepet. Kemukakan saja alasan bahwa pernikahanmu sejatinya digelar dengan budget dari kalian berdua saja. Katakan kalau kamu memang ingin mengundang banyak teman, tapi mengingat kamu dan pasangan ingin bertanggung jawab di acara pernikahan kalian sendiri, maka mau tak mau kamu harus menyunting daftar tamu yang harus diundang.

Atau Karena Kamu dan Pasangan Memang Ingin Pernikahan yang Intim dengan Jumlah Tamu Terbatas, Pokoknya Katakan Saja Alasan yang Sebenarnya

Pernikahan yang intim dan privat identik dengan jumlah tamu terbatas. Hal ini pun bisa jadi alasan yang tepat. Apalagi pada kenyataannya, acara semacam ini bisa berlangsung dengan lebih khidmat dan interaksi dengan tamu pun jadi lebih intim.

Karenanya kalau suasana ini hendak terwujud, kamu harus membatasi jumlah tamu undangan. Sampaikan saja permintaan maafmu apa adanya. Karena alasan keintiman pesta pernikahan inilah pada akhirnya kamu tidak mengundang banyak orang.

Atau Situasinya Justru Lebih Banyak Tamu Undangan dari Kolega Ayah dan Ibu, Jadi Mau Tak Mau Jatah Tamu Undanganmu Harus Dikurangi

Pernikahan sejatinya adalah acara orangtua. Ayah dan Ibu kita punya gawe untuk menikahkan anak mereka. Jadi, tidak salah juga kalau mereka mengundang hampir semua kerabat dan kolega. Nah, biasanya sebagai anak, kita harus mengalah dan mendapatkan jatah daftar undangan. Jadi, ini bisa untuk alasan tepat saat ada yang tanya kenapa nggak diundang.

Atau Bisa Juga Lantaran Venue yang Tak Terlalu Luas, Kamu Pun Jadi Harus Menyunting Daftar Tamu Undangan

Venue bisa juga jadi alasan saat bingung alasan apalagi yang harus diutarakan. Tapi pada kenyataannya, lokasi acara memang jadi perhatian saat akan menentukan jumlah tamu. Kalau memang tempat berlangsungnya acara tidak begitu luas, tentu akan jadi kurang baik kalau tamu yang diundang terlalu banyak.

Selain para tamu tidak akan nyaman karena sumpek, kita sebagai yang punya acara jadi merasa tidak enak dengan undangan yang hadir. Jadi, mengundang yang dekat saja memang pilihan tepat.

Yang paling penting, jelaskan juga bahwa alasan tidak diundangnya mereka bukan karena masalah personal. Kalau perlu, buat janji untuk bertemu di lain waktu seperti liburan bersama, reuni atau sekadar makan siang bareng setelah kamu menikah. Saat kamu menjelaskannya dengan baik-baik, tenang saja, mereka pasti akan mengerti.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Berpisah Sebelum Menikah adalah Cara Agar Kita Tak Semakin Terluka 

Sebelum yakin untuk berani melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, beberapa orang justru menyudahi hubungan meski sudah lama berpacaran. Perpisahan memang bisa terjadi kapan saja, tapi untuk kita yang bepisah sebelum menikah, sakit hati dan kecewa selalu jadi rasa yang sulit dihalau dari dada. Terpuruk karena terluka, menahan pilu karena dibuat kecewa. 

Tapi tak perlu sedih berlama-lama, semua yang sudah terjadi adalah bagian dari rencana Allah. Bagaimana kita akan bertemu seseorang, berpisah dan saling meninggalkan, hingga akhirnya bertemu lagi dengan dia yang jadi jodoh di masa depan.

Jadikan perpisahan ini sebagai pembelajaran, agar tak lagi terjebak dalam kubangan yang sama di kehidupan yang akan datang. 

Patah Hati Bukanlah Akhir dari Segalanya, Mari Berbenah Diri untuk Hati Baru yang Akan Datang Tanpa Diminta 

Sedih dan kecewa mungkin akan membuat hati terluka. Tapi terus tenggelam dalam patah hati bukanlah jalan keluar dari masalah. Walau harus diakui, perpisahan itu mungkin membuatmu terpuruk. Untuk itu lepaskan semua hal yang masih membuatmu marah, keluarkan semua kekesalan yang selama ini jadi beban dalam kepala. Tapi setelah itu, berjanjilah untuk bangkit dan berjalan lagi. 

Tata hatimu lagi, hilangkan semua kekesalan dan tanggalkan semua bayang-bayang akan mantan. Siapkan diri untuk bertemu orang baru lagi, setelah itu kamu bisa memilih, siapa dia yang layak kau jadikan kekasih. 

Dia Sudah Pergi dan Melupakan Janji, Kau Pun Harus Berani untuk Berjalan Sendiri 

Memang menyakitkan harus berpisah setalah lama berpacaran. Harus belajar untuk melupakan semua kenangan dan cerita yang pernah terjadi. Semua perlakuan baik yang selama ini kamu terima, kini tak lagi ada. Cobalah pikirkan lagi, dia yang sudah pergi tak perlu diharapkan atau dipikirkan lagi. 

Jika ia dengan tega memutuskan untuk pergi dan meninggalkan dirimu, kamu pun harus berani berjalan meski tanpa dia di sisimu. Tak ada yang perlu kamu takutkan, semua bayang-bayang bahagia itu akan hilang jika kamu berani untuk mulai melangkah lagi. 

Karena Setiap Cerita Selalu Punya Makna yang Berbeda-beda

Berpisah beberapa saat sebelum ingin menikah memang jadi sesuatu yang sulit dilupa. Tapi setiap persoalan dan kesedihan punya makna untuk kehidupan. Dari cerita cinta ini kamu akhirnya belajar bagaimana caranya berjuang, tak lagi meletakkan percaya pada sembarang orang, dan lebih teliti untuk melakukan segala hal. 

Awalnya mungkin sakit, bahkan terasa sulit. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, kamu akan belajar untuk memahami semua sakit hatimu. Mencari makna dibalik perpisahan dengan si dia, hingga akhirnya bisa melihat bahwa bisa jadi ini adalah jalan terbaik untuk hubungan. 

Hidupmu Bukan Hanya Tentang Dia, Banyak Hal Lain yang Lebih Bermakna

Hidup yang kau jalani bukan hanya tentang pasangan, ada banyak hal yang juga penting untuk kamu pikirkan. Melanjutkan kehidupan, mewujudkan mimpi yang belum kesampaian, dan berbahagia dengan orang-orang yang mencintaimu tanpa syarat.

Nah, daripada menghabiskan waktu untuk terus dilindung perkara sakit hati. Lebih baik maksimalkan waktu untuk hal-hal yang lebih penting lagi. Kekasih bisa dicari, tapi waktu tak bisa berhenti. 

Dan Perpisahan Ini Boleh Jadi Agar Kamu Tak Semakin Terluka

Walau sudah berharap untuk bisa bersama selamanya, takdir dari sang pencipta selalu jadi penentu untuk semuanya. Bermimpi untuk bisa menikah, tapi kita justru berpisah sebelum melangkah ke sana. 

Sedih memang, bahkan kadang kita berdoa agar tak sampai ke sana. Tapi semesta punya kuasa untuk membolak-bolakkan hati setiap manusia. Dan apa yang kita anggap baik, belum tentu baik untuk kehidupan kita. Maka perpisahan yang terjadi beberapa waktu sebelum menikah bisa jadi ajang untuk menyelamatkan kita dari luka yang lebih parah. 

Lapangkan hati untuk menerima semua yang sudah terjadi, biarlah perpisahan ini jadi pembelajaran untuk diri. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Jadi Ibu yang Sedang Menyusui, Aura Kasih Malah Terima Pelecehan Seksual

Setelah pernikahannya akhir tahun 2018 lalu, penyanyi Aura Kasih dan sang suami Eryck Amaral tengah berbahagia atas hadirnya bayi mungil yang mewarnai keluarganya sejak 16 Juni 2019 lalu. Diberi nama Arabella, bayi perempuan tersebut mendapatkan ASI eksklusif dari sang Mama. Yap, Aura Kasih kini sedang menjadi pejuang ASI bagi sang buah hati.

Akan tetapi, di tengah-tengah perjuangan yang tak ibu lain mungkin tak bisa lakukan, ia justru mendapat komentar tak senonoh dari seseorang lelaki paruh baya yang menyebut dirinya sebagai jurnalis dan kristikus film.

Sumber : Twitter

 

Hal tersebut bermula dari cuitan dari sang jurnalis yang menuliskan kalimat tak pantas sembari melampirkan capture unggah foto Aura Kasih di Instagram.

“Punya baby, Aura Kasih juga dikaruniai dua pabrik susu. Jadi harap maklum untuk sementara rehat main film dulu,” tulisnya pada akun @yan_widjaja pada Rabu (21/8/19).

Meliat cuitan tersebut, Aura Kasih jelas geram. Karena tak sepantasnnya seorang lelaki berkata demikian kepada seorang perempuan manapun, tak terkecuali dirinya. Tak berselang lama  dari cuitan yang dilaukan oleh Yan Widjaya, Aura Kasih langsung menanggapi unggahan tak pantas sang Junalis senior ini.

Sumber : Instagram

“Ada yang tau kontak orang ini? ngakunya kritikus film, mulut sampah! gw penjarain baru tau lo! udah tua mulut sampah,” ungkap Aura pada Instastorynya dengan latar belakang capture akun Twitter Yan Widjaya.

Tak hanya itu saja, istri dari Eryck Amaral ini juga membuat beberapa unggahan lain seputar peristiwa yang menimpa dirinya dalam postingan Instagram Story.

“Ada namanya Yan Widjaya. Katanya dia seorang kritikus film, senior, novelist juga! Tapi tidak punya edukasi! Dia sudah melecehkan saya sebagai seorang ibu pejuang ASI. Kalian sebagai wanita, sebagai ibu yang sedang menyusui dilecehka dengan kata-kata yang tidak sopan. Apa yang akan kalian lakukan? Laki-laki harus sopan santun kepada perempuan, kalian lahir dari mana? Setetes air susu ibu itu yang membuat kalian hidup,” tulisnya dalam Instastory Instagram pribadinya.

Bukan hanya Aura kasih, netizen pun ikut geram melihat cuitan yang dilakukan oleh Yan Widjaja tersebut. Setalah tahu Aura Kasih tak terima dengan cuitannya ia memang segera menghapus tweet tersebut, untuk selanjutnya membuat tweet lain yang berisi, “Mohon maaf pada Aura Kasih, atas desakan banyak pembaca yang menuduh joke pabrik susu tidak santun, maka twitt tersebut aku delete”. 

Namun, netizen menilai jika tweet tersebut tak mencerminkan rasa bersalah atau pengakuan maaf dari yang bersangkutan. Bahkan Sutradara dan juga seorang ibu, Upi Avianto ikut menjawab cuitan Yan Widjaya tersebut.

“Astaga, jadi menurut bapak itu santun dong? Dan minta maaf karena atas desakan? Bukan karena merasa salah? Mending ngaku khilaf tapi tulus deh, Pak. “ tulis Upi membalas cuitan Yan Widjaya tersebut.

Apa yang dilakukan oleh Yan Widjaya tersebut, seharusnya bisa jadi pelajaran untuk banyak orang agar tak sembarangan untuk melakukan postingan, apalagi yang nadanya melecehkan seseorang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Honne Ajak Gempi Nyanyi Bareng Pada Konser Mereka di Jakarta

Keceriaan dan kecerdasan Gempi anak Gading Marten memang selalu menyita perhatian publik. Begitu ppula dengan aksinya baru-baru ini yang direkam oleh sang mama tatkala menyanyikan lagu Honne yang berjudul ‘Location Unknown’ tengah viral di Indonesia.

Diunggah ke media sosial oleh orangtuanya, video Gempi tersebut menyebar dan menjadi viral hingga sampai pada pemilik lagu. Sadar lagu mereka tiba-tiba didengarkan banyak orang, duo James Hatcher dan Andy Clutterbuck kemudian me-repost video Gempi di akun Instagram mereka.

“Si malaikat kecil dan lagu kami yang berjudul ‘Location Unknown’ sedang viral di Indonesia saat ini. Kami melihat dan mencintai kalian semua #garagaragempi,” tulis Honne.

Nah menariknya, baru-baru ini, Gading Maretn mengunggah sebuah video dari Honne yang ditujukan untuk Gempi ke akun Instagram miliknya. Yap, dari video tersebut keduanya tampak mengatakan jika mereka ingin bertemu dengan Gempi di konser mereka di Jakarta yang akan digelar bulan November mendatang. 

“Halo teman-teman, kami ingin bilang kalau kami adalah fans terbesarmu, Gempi. Kami ingin melihatmu di Indonesia pada bulan November. Mungkin, kamu bergabung dengan kami di atas panggung untuk menyanyikan bagian chorus (lagu ‘Location Unknown’). Suaramu bagus,” ujar keduanya. 

Sang Ayah tentu senang bukan kepalang, bahkan Gading terlihat sangat bangga dan senang mendengar permintaan dari Honne dan menyebut jika ia dan Gempi sudah siap menyambut Honne bertandang ke Jakarta.

“Sebuah kejutan yang menyenangkan dari @hellohone! Terima kasih, kalian membuat hari kami menyenangkan! Kami sudah siap untuk menyambut kalian! Peluk dari Gempi!” tulis Gading pada keterangan fotonya.

Dan tak hanya Gading, netizen yang sedari awal juga ikut meramaikan video tersebut dengan Hastag #Garagaragempi terlihat senang dengan memberi komentar-komentar berupa pujian pada Gempita. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top