Community

Apa Benar Menikahi Perempuan Sunda Butuh Modal yang Besar?

Beberapa orang mengatakan bahwa butuh modal yang tak sedikit untuk menikahi seorang perempuan Sunda. Namun apakah hal tersebut memang benar terjadi? Lantas apa yang membuat modal menikahi perempuan Sunda cukup tinggi? Berikut penjelasannya.

1. Mahalnya Tak Bisa Disamaratakan, Itu Hal yang Relatif

Mahal itu relatif. Ada orang yang menganggap 50 juta itu murah, tapi ada yang menganggap 10 juta itu mahal. Jadi perihal uang, itu adalah hal yang tak bisa disamaratakan. Semua tergantung kemampuan dari orang itu sendiri. Jika isi dompetmu memang tak cukup mumpuni untuk harga yang dimintakan oleh sang mempelai, wajar jika kamu kemudian menaggapnya mahal.

2. Biaya Pesta Memang Mahal, Terlepas dari Suku dan Budaya Mana Perempuan yang Dinikahi

Pada dasarnya biaya resepsi atau pesta pernikahan butuh modal yang tak sedikit. Jadi hal itu tak selalu identik dengan suku dan budaya seorang perempuan. Tak perlu dijadikan alasan untuk menuding satu golongan. Toh ini kan jadi kesepakatan bersama. Kalau memang tak mau keluar biaya banyak, jangan buat pesta mewah yang memang butuh banyak uang.

3. Ada Juga Kok Perempuan Sunda yang Menggelar Pesta Pernikahan Sederhana

Memang banyak perempuan yang ingin pesta pernikahannya digelar dengan sangat mewah. Namun sebenarnya sampai saat ini pun masih banyak perempuan Sunda yang memilih untuk menggelar pesta pernikahan yang sederhana saja. Nah, disini kamu perlu bijak untuk menyikapinya. Jika memang tak mau mengeluarkan uang banyak untuk pesta dan tak suka yang mewah-mewah. Maka carilah dia yang memang punya keinginan yang serupa denganmu.

4. Mahar Pun Itu Tergantung Orangnya, Bukan Sukunya

Mahar pernikahan sebenarnya tergantng pada masing-masing orang. Suku hanya sebagai pembungkus saja. Jadi jika ada orang yang meminta mahar mahal, bukan berarti dia mewakili semua perempuan Sunda. Karena diluar sana toh banyak perempuan yang justru lebih menghargai setiap mahar yang sederhana dan mewah namun bermakna.

5. Semua Perempuan Tentu Memimpikan Kemapanan, Terlepas dari Suku Mana Dia Berasal

Setiap orang tentu memimpikan hidup yang berkecukupan. Salah satu yang bisa membuat seorang perempuan bahagia adalah dengan cara hidup yang mapan. Jadi sudah tugas laki-laki memenuhi kebutuhan perempuan setelah menikah nanti. Jadi jangan bilang mahal atau matre ya, ini hanya masalah realita yang perlu dipertimbangkan perempuan dalam hatinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ternyata Laki-laki Bertubuh Pendek Lebih Sering Marah Dibanding Mereka yang Tinggi

Kalau harus diperhatikan, seorang lelaki yang bertubuh pendek ternyata lebih sering marah dan mudah terbakar cemburu dibanding mereka yang lebih tinggi. Tapi ini bukan sekedar perkiraan biasa. Karena dari hasil temuan para ilmuwan yang melakukan penelitian di Centres for Disease Control di Atlanta, ternyata lelaki bertubuh pendek lebih mudah terpancing emosi.

Menariknya lagi, penelitian yang dilakukan terhadap setidaknya 600 lelaki berusia 18 sampai 50 tahun ini, juga menemukan bahwa laki-laki bertubuh pendek juga lebih mudah emosi dan melakukan kekerasan dibanding mereka yang bertubuh  tinggi.

Hasil dari penelitian tersebut berkata, bahwa mereka yang pendek menganggap dirinya kurang maskulin yang kemudian bisa memicu tingkat ketakutan dan amarah dalam diri mereka.

Sumber : The Mirror

Disamping itu, penelitian lain yang dilakukan ilmuwan di Universitas Oxford juga mengungkapkan jika alasan seseorang bertubuh pendek lebih mudah marah sebenarnya sangat sederhana. Rasa percaya diri yang kurang, ditambah anggapan masyarakat tentang orang pendek kurang menarik, menjadikan mereka lebih mudah marah hingga berpikir negatif.

Namun tak selalu buruk, karena selain hasil temuan yang tadi sudah disebutkan. Peneliti tersebut juga menemukan fakta bahwa tak semua laki-laki bertubuh pendek lebih mudah marah. Karena, penelitian lain juga menemukan bahwa beberapa laki-laki pendek bahkan memiliki kesabaran yang lebih baik. Beberapa dari mereka juga memiliki rasa percaya diri tinggi, bahagia yang natural dan kemampuan menerima diri sendiri yang lebih baik.

Sumber : YouTube

Dengan kata lain, kita pun harus tahu jika faktor fisik bukanlah satu-satunya pemicu untuk seseorang, (khususnya laki-laki) kehilangan rasa percaya dirinya. Karena biasanya, ada beberapa hal lain yang juga mempengaruhinya. Mulai dari faktor ekonomi, lingkungan, keluarga, dan pekerjaan yang dimiliki.

Karena tinggi pendeknya seseorang kadang bukanlah sebuah jaminan bahwa ia mudah marah, cemburu atau tak percaya diri. Karena semuanya itu, kembali pada masing-masing pribadi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melanie Putria dan Angga ‘Maliq & D’Essentials’, Resmi Bercerai!

Berbeda dengan Angga yang tak tampak dalam persidangan, Melanie Putria terlihat hadir dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, pada sidang perceraiannya, yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Barat, kemarin Senin (21/1).

Dan atas kesepakatan bersama, keduanya akhirnya resmi bercerai sebagaimana hasil putusan yang dibacakan oleh hakim.

“Hari ini dikarenakan bukti sudah cukup, keterangan saksi juga sudah menguatkan alhamdulillah hari ini juga sekalian putusan. Sudah resmi bercerai,” ujar Indah Dewi Yani, kuasa hukum Melanie saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Barat, dikutip dari laman detik.com.

Ternyata proses perceraian keduanya sudah sejak lama dilangsungkan dan sepakat berpisah dengan baik-baik. 

Sebelumnya, keduanya menikah pada 7 Maret 2010 lalu. Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Sheemar Rahman Purariredja. Jarang terlihat dalam gosip miring, keduanya tampak mesra di sosial media. Namun, mendadak harus berpisah setelah 8 tahun berumah tangga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dihargai Rp. 1.500/Kg, Petani di Banyuwangi Buang Buah Naga ke Sungai

Dinilai tak mendapat harga yang cukup mempuni, beberapa petani buah Naga di Bayuwangi terlihat membuang hasil panen ke sungai. Hanya dihargai sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram (kg). Tindakan para petani yang membuang buah naga ke sungai ini jadi salah satu bentuk protes atas merosotnya harga buah tersebut.

Dikutip dari laman Detik.com, Hari candra setyawan (29), warga Dusun Silirbaru Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi mengaku, anjloknya buah naga di Banyuwangi membuat dirinya merugi.

“Terpaksa saya buang ke sungai karena memang tidak laku. Dijual pun juga tidak nutut dengan ongkos petani,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Dan dari foto dan video yang beredar luas di dunia maya, konon kegiatan membuang buah naga tersebut adalah kali kedua. “Ini bentuk protes kami karena buah naga dari Banyuwangi tidak laku dipasarkan. Kemarin kita buang 100 kilo. Ini lebih banyak lagi. Hampir 200 kilogram,” tambahnya.

Dianggap tak bisa mengembalikan modal, beberapa petani buah naga di wilayah sekitaran Banyuwangi, yakni di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, akhirnya mempersilahkan masyarakat untuk memetik sendiri buah naga di kebunnya.

“Silakan kalau mau ambil sendiri di kebun. Gratis. Harga tidak nutup dengan ongkos petik,” ujar Ukri, dikutip masih dari laman yang sama.

Situasi ini sudah berjalan sekitar 2 minggu lebih, padahal menurut Ukri para petani baru bisa dikatakan mendapat untung jika harga buah naga diatas Rp. 6.500/kg.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top