Feature

Antara Pertemanan dan Biaya yang Harus Kita Keluarkan

“Teman seribu masih kurang, tapi musuh satu sudah kebanyakan”

Tapi kiasan ini nampaknya, sudah tak lagi berlaku untuk sekarang. Ya, saya paham bahwa fitrah manusia sebagai mahluk sosial memang akan senantiasa akan mencari teman, sebab tak akan dapat hidup sendirian.

Dua minggu lalu, tepatnya hari sabtu. Setelah sebelumnya harus bekerja diakhir pekan. Saya kebagian tugas untuk membeli kue sebagai kejutan untuk seorang teman yang berulang tahun. Kamu tentu bisa membayangkan, selain ongkos bekerja diluar yang harus dirogoh dari kantong sendiri, dan masih akan diremburst esok seninnya.

Tiba-tiba saya juga harus membeli kue ulang tahun ratusan ribu rupiah, sebelum nanti bisa mengutip patungan dari teman yang lainnya. Tunggu dulu kawan, ini hanyalah satu dari rangkaian jeratan yang kerap berlindung pada sebuah hubungan pertemanan. 

Lalu esok harinya, masih jadi rangkaian pertemanan, saya harus bangun pagi-pagi buta untuk pergi ke acara pernikahan teman yang tak kalah dekatnya. Iya, dia adalah teman semasa kuliah yang memang sudah lebih dari saudara.

Dengan berbagai alasan, ia meminta saya harus hadir di acara akad pagi hari. Dan sialnya lagi tempat akad berlangsung, berada cukup jauh dari daerah saya tinggal. Dengan alasan menghemat waktu dan segala tetek bengek lainnya, lagi-lagi saya harus merogoh kocek sendiri. Yang jika saya kalikan bisa jadi ongkos busway ke kantor selama sebulan.

Habis dari acara pesta pernikahan, saya baru ingat jika ongkos jahit dari seragam yang kemarin saya kenakan di pesta belum dibayarkan. Maka coba bayangkan dalam rentan waktu 3 hari saja, lagi-lagi saya harus meminta maaf pada diri sendiri. Karena harus membobol tabungan, lebih dari 1 juta rupiah.

Tunggu dulu kawan, ini hanya untuk satu-dua orang teman dekat saja. Belum lagi kawan lain, rekan kerja, teman komunitas, teman gereja, hingga jenis-jenis teman lain yang selalu sigap untuk menagihmu dalam berbagai hal. Entah itu traktiran ulang tahun, gaji pertama, pajak jadian bahkan jika kau resign kerja pun akan tetap diminta traktiran ((sedih aing mah)).

Seolah senasib dengan saya, saat ini kamu mungkin sedang menggerutu dalam hati tapi tak mampu menyampaikan isi hatimu pada mereka yang mengaku sebagai teman. Tapi agar tak terlalu melukai hati teman, alangkah baiknya semua ini kita rubah dimulai dari diri kita. 

Besok Kalau Temanmu Akan Menikah, Jangan Sibuk Minta Dibelikan Bahan Seragam Untuk Pesta

Jujur satu bulan sebelum kawan yang tadi saya ceritakan akan menikah, ia terang-terangan bilang kalau budget untuk pesta yang mereka punya sebenarnya pas-pasan. Bersikap sebagai teman yang mencoba memberi solusi, saya mengusulkan agar ia tak perlu membelikan kita seragam.

Cukup kasih tahu dress code yang nanti akan dipakai. Lalu dia setuju dengan usalan saya, sialnya teman yang dia punya tak hanya saya saja. Maka dengan nada sedikit kecewa, ia lagi-lagi menelpon saya untuk bilang bahwa si A,B,C dan D. Tetap ngotot minta dibelikan bahan.

Saya yang tadinya sudah senang, sebab tinggal mencari padu-padan kebaya yang senada saja. Lagi-lagi harus mengeluarkan uang setidaknya 300 rb, hanya untuk ongkos jahit bahan saja. Bukan tak suka tampil cantik dengan seragam yang senada, hanya saja kadang-kadang kita sebagai teman justru jadi beban pada yang empunya hajat.

Tapi untuk kamu yang mungkin jadi pengantin, juga perlu dipikirkan. Alangkah baiknya jika seragam yang digunakan sudah siap pakai dengan ukuran masing-masing teman. Dengan begitu mereka tak lagi merasa itu jadi beban. Tapi kalau tidak cukup uang ya lupakan saja.

Kawan Resign Belum Tentu Langsung Dapat Kerjaan, Meminta Traktiran Sama Saja Mematikan

Gambarannya begini, seseorang yang resign biasanya tak dapat pesangon apa-apa. Dan belum tentu juga ia sudah langsung bekerja atau tidak. Baik memang jika ternyata ia akan bekerja pada tempat yang menggajinya lebih tinggi. Tapi jika ternyata ia masih mau mencari dan akan menganggur? Apa tak kasihan jika ia akan kehabisan uang dari gaji terakhirnya bekerja, hanya karena teman kerja mintar ditraktir?

Maka sebelum buru-buru teriak minta traktir apalagi sampai menentukan tempat mana yang akan disambangi. Cobalah cari tahu terlebih dahulu, apa alasannya ingin resign. Karena bisa jadi karena ia justru ada masalah, lalu datang lagi kita yang akan menambah masalah untuk hidupnya.

Dan Lagi, Tak Ada Aturan Jika Ulang Tahun Harus Mentraktir Teman! Lalu Kenapa Masih Saja Menodong Kawan?

Tak jelas asal usulnya dari mana bermula, kalau saya tahu siapa orang pertama yang menyuarakan jika seseorang yang ulang tahun harus mentraktir teman. Rasanya saya ingin mengajukan proses padanya.

Bukan apa-apa, pertambahan usia memang jadi momen yang kerap membuat kita bahagia. Tapi menjadi pihak yang akan membayar makan banyak orang jelas membuat kita menderita. Sebab yang ulang tahun adalah satu orang saja, alangkah baiknya jika yang dibuat bahagia adalah dia.

Cobalah berganti sesekali, kawan yang banyak membayar dia yang berulang tahun untuk makan. Bukan malah satu pihak yang jadi bandar untuk bayar orang yang konon mengaku teman. Tapi nyatanya menghisap darah pelan-pelan.

Patungan sih Patungan, Tapi Tetap Saja Jadi Beban

Ya, saya paham memang. Kita tak akan sendiri untuk membayar semua printilan. Entah itu hadiah ulang tahu, kue dan lilin, dekorasi untuk bridal shower, bahkan pada bentuk sumbangsih lain yang biasa kita berikan.

Tapi kamu perlu paham kawan, 100 ribu untukmu tak selalu sama dengan 100 ribu dimata orang lain. Kamu boleh menganggap itu adalah nilai yang kecil, atau barangkali setara dengan kopi yang kamu minum setiap hari. Tapi bagi kawan lain, nilai segitu bisa jadi sangat berarti.

Memberi hadiah memang baik, tapi memaksakan diri kadang justru malam membuat kita merasa terbebani.

Cobalah Nilai Pertamanan dari Sisi yang Berbeda, Bukan Hanya Karena Sumbangsihnya Memberi Hadiah

Dan demi tak lagi melihat pertemanan dari foto-foto indah di instagram,bahagia kalau berpesta, serta senyum sumringah kawan ketika ditraktir makan. Kamu perlu berkaca diri, sejauh mana dirimu sudah berbuat sebagai mana mestinya seorang teman.

Ya, belajarlah untuk melihatnya dari sisi yang berbeda, entah itu bentuk bantual moril dan waktu yang ia berikan. Bukan hanya sekedar materi dan barang yang ia belikan.

Menjalin pertemanan adalah sesuatu yang baik dan bagus, namun menjerat seorang kawan masuk dalam lingkaran yang menyulitkan seperti yang tadi sudah dijelaskan, adalah sebuah kejahatan. Namun sayangnya kita sering menyebutnya sebagai pertemanan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bukan Untuk Membuatmu Lemah, Inilah Alasan Tuhan Memberikanmu Masalah

Hidup tanpa masalah bagaikan laut tanpa ombak, hambar. Setiap manusia pasti mempunyai masalahnya masing-masing. Setiap hari, setiap waktu, kapanpun dan dimanapun itu. Namun janganlah kamu merasa bahwa masalahmu lah yang paling berat, apalagi sampai membenci tuhan karena masalah yang dia berikan. Mungkin inilah beberapa alasan mengapa masalah selalu menghampiri kehidupan.

1. Allah Tahu, Kamu Kuat dan Mampu


Dalam setiap masalah yang Dia berikan, kamu akan menjadi sosok yang lebih kuat saat berhasil melewatinya. Kamu mungkin tidak pernah tahu apa alasan tuhan memberikanmu masalah, tapi yang harus kamu tahu selalu ada hikmah dari setiap masalah yang kamu alami. Masalah juga akan melatih mental dan cara berpikirmu. Allah tahu, kamu mampu.

2. Menyadarkanmu dari Kesalahan Di Masa Lalu


Terkadang manusia memang egois, mereka selalu merasa benar sendiri. Setiap dirinya terluka mereka langsung menyalahkan orang lain, padahal mungkin saja itu semua balasan dari perbuatannya di masa lalu. Begitupun dengan masalah yang kamu hadapi, jangan dulu mengutuk keadaan, siapa tahu Allah berniat menyadarkan.

Coba ingat-ingat lagi apakah kamu pernah menyakiti seseorang atau berbuat kesalahan di masa lalu? Mungkin dengan memberimu masalah Allah berharap kamu akan memperbaiki segalanya. Memohon ampunlah pada-Nya dan meminta maaf pada orang yang telah kamu sakiti.

3. Allah Rindu dan Ingin Kamu Kembali Mendekat Pada-Nya


Allah selalu mempunyai banyak cara agar hamba-Nya selalu ingat kepadanya. Mungkin salah satunya adalah dengan memberikanmu masalah. Ibadahmu mungkin kurang, juga kamu masih berharap kepada manusia yang jelas-jelas tidak pasti, maka dari itu Allah ingin membuatmu kembali pada-Nya. Saat sedang dilanda masalah, saat tidak ada seorangpun yang mengerti, maka kamu tidak mempunyai pilihan lain selain mengadu pada-Nya.

4. Allah Begitu Menyayangimu


Pernahkah kamu berpikir kalau bentuk kasih sayang itu tidak berupa kebahagiaan saja? Iya, saat kamu sedang dilanda masalahpun itu pertanda jika Allah sangat menyayangimu. Ada banyak tujuan baik dari masalah yang kamu hadapi, cobalah untuk belajar ikhlas dan menerimanya. Karena hidup bukan hanya tentang manisnya gula juga pahitnya kopi, Allah tahu mana yang lebih kamu butuhkan untuk kebaikanmu.

5. Akan Ada Sesuatu yang Indah Di Balik Setiap Masalah


Terkadang, saking beratnya masalah yang kamu hadapi menyerah adalah pilihan terbaik yang ada di pikiranmu. Namun perlu kamu ketahui bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan semuanya. Masalah akan terus menumpuk jika kamu lari begitu saja. Jangan karena satu masalah maka kamu kehilangan arah untuk meraih mimpi yang lainnya.

Mimpi yang telah kamu susun dan perjuangkan sedari dulu, cobalah buka mata hatimu dan mulai berdamai dengan keadaan. Satu hal yang perlu kamu yakini, akan ada sesuatu yang indah dibalik setiap masalah. Kamu hanya perlu sabar dan ikhlas dalam melewatinya.

Memang tidak ada yang ingin gagal dalam hidupnya, namun kita harus sadar bahwa manusia hanya bisa berencana. Ada takdir yang lebih berkuasa dari mimpi, ketika masalah datang cobalah untuk hadapi, jangan lari apalagi sampai mengutuk diri. Yakinkah bahwa kamu bisa melewatinya, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya berjuang sendirian. Bangkit dan berjuang lagi untuk meraih mimpi!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Agar Hidupmu Tidak Hancur Begitu Saja, Sertakan Logika Dalam Cinta

Galau, sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Hampir di setiap negara kata ini ada meskipun berbeda dalam penyebutannya. Galau disini menggambarkan perasaan seseorang yang sakit hati, gelisah dan tak karuan. Penyebabnya bisa jadi karena putus cinta, hubungan keluarga, atau ekspektasi yang bertolak belakang dengan realita.

Entah siapa yang pertama kali memproklamirkan kata galau ini, namun sepertinya kata ini sudah begitu fenomenal di Indonesia. Semua kalangan bisa saja merasakannya, namun kebanyakan memang orang dewasa yang sering mengaku dan merasakan galau. Dan alasan yang paling banyak di utarakan adalah karena putus cinta.

Hmm, pernah berpikir nggak sih apa untungnya dari galau? Dengan galau kita bisa merusak diri kita bahkan aktifitas kita. Galau bisa membuat kita kehilangan semangat melakukan sesuatu, bahkan sampai nafsu makan pun menurun. Memang sih, saat galau logika kita entah pergi kemana. Semuanya terasa hampa, dunia rasanya tak berpihak lagi pada kita.

Galau juga tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tapi akan berpengaruh terhadap orang-orang di sekitar kita. Bagaimana tidak? Yang biasanya kita adalah orang periang, ketika galau tiba-tiba diam seribu bahasa. Tidak ada lagi senyuman di wajah kita, tentu saja orang lain akan merasa aneh dengan kita. Mungkin banyak yang empati, namun tidak sedikit juga yang memang tidak perduli.

Ada yang sampai galau bertahun-tahun karena putus cinta, memang ya jika sudah berkaitan dengan cinta logika kita entah kemana. Padahal, jika seseorang itu pergi meninggalkan kita sudah jelas dia bukan yang terbaik untuk kita. Sakit memang sakit, namun bangkit tetap harus bangkit. Hidup bukan hanya tentang meratapi luka, semuanya hanya tentang waktu. Perlahan luka akan sembuh dengan sendirinya, selama ia masih menganga cobalah untuk menata hati kembali. Merapikan yang sudah dia hancurkan, memeluk puing-puing harapan yang ia tinggalkan. Jangan melulu terpuruk dengan keadaan.

Kebanyakan yang merasakan galau ini adalah perempuan. Karena apa? Karena saat jatuh cinta perempuan hampir menggunakan seluruh perasaannya daripada logika, berbanding terbalik dengan laki-laki. Perempuan mencinta tanpa memikirkan logika, sedangkan laki-laki lebih mengutamakn logika daripada rasa. Maka dari itu saat ada yang terluka, laki-laki lebih memiliki peluang cepat sembuh karena logikanya berjalan. Sedangkan perempuan, ia hanya mengikuti perasaannya sampai suatu hari nanti logikanya terbuka dengan sendirinya, butuh waktu yang lama.

Galau ini sebenarnya belum ada obatnya, namun mendekat kepada sang pencipta bisa menjadi pereda. Ketika kesetiaan dibalas dengan pengkhianatan, ketika ketulusan dibalas dengan kebohongan, bersyukurlah karena Allah telah memperlihatkan siapa diri mereka sesungguhnya. Kata-kata motivasi dan hiburan dari teman-teman memang sedikit menguatkan, namun tetap saja bangkit dan kembali seperti semula butuh waktu yang lama.

Teruntuk kalian yang sedang merasakan, mari jemput logika agar luka kalian tidak berlangsung sama. Percayakan segala hal kepada yang maha kuasa, termasuk cinta. Yang terbaik akan dipersatukan dengan yang baik juga, lalu jika kamu masih berharap dengan seseorang yang telah menyakitimu apakah kamu tidak akan merasa rugi jika dipersatukan dengan seseorang yang tidak baik untukmu? Segera Move On dan perbaiki kehidupanmu sekarang, sebelum galau benar-benar membawamu dalam penderitaan. Semangat !

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top